
Winda memeluk Jorse didepan pintu kamar,Mawar melihat kemesraan itu dari kejahuan,Jorse melirik Mawar berdiri matung melihat dirinya bermesraan dengan Winda,Mawar langsung masuk kedalam kamar khusus itu.
"Honey ayo masuk,malam ini kau sudah janji akan tidur bersamaku"Kata Winda bahagia.
Jorse hanya diam langsung masuk kedalam kamar besar itu,tangan Jorse langsung menarik Winda keatas ranjang dan membuka baju Winda secara kasar.
"Honey kamu enggak sabaran banget,aw geli Honey" Kata Winda dengan manja saat Jorse mengecup ganas jenjang leher Winda.
Jorse membuka bajunya ingin menuntaskan hasratnya yang sudah naik,dengan senang hati Winda meliukkan pinggulnya sudah tak sabar digawangi oleh Jorse.
"Honey ayo dong aku sudah tak sabar lagi" Kata Winda manja.
Jorse mencium lagi bibir Winda dan memegang SiAlex ingin memasukan kegawang itu,seketika diotak Jorse terlintas wajah Cantik Mawar dengan ocehan polos Mawar.
"Kenapa Honey?"Tanya Winda heran saat melihat Jorse terduduk menahan konaknya.
"Enggak apa,pikiran aku lagi kacau dikasino banyak masalah" Kata Jorse berbohong langsung turun dari ranjang memakai pakaiannya kembali.
"Jadi ini ngegantung gini aja?"Tanya Winda yang duduk tanpa busana heran.
"Lebih baik kau tidur saja,malam ini aku tidak bisa melakukan itu" Jawab Jorse langsung berjalan masuk kedalam kamar mandi.
"Dia berbohong,dia berubah tidak pernah dia menahan nafsunya itu,brengsek !!"Ucap Winda memakai pakaiannya kembali dengan amarah.
Disisi lain Jorse mencuci wajahnya didalam kamar mandi dengan perasaan aneh,Jorse mengacak rambutnya dengan kesal sekali.
"Mungkin pikiranku lagi kacau,banyak masalah,bisa bisanya aku membayangi gadis miskin itu,arrgg...!" Gumam Jorse mengacak rambutnya.
Jorse keluar dari kamar mandi dengan tergesa gesa ingin keluar dari kamar itu,Winda langsung menghalangi jorse.
"Honey kau mau kemana?,kenapa kau bersikap beda?" Tanya Winda berdiri didepan pintu kamar.
"Awas aku mau lewat,kau lebih baik tidur saja"Kata Jorse dengan ketus.
"Kau berubah sejak membawa placur kecil itu,aku tau itu !"Bentak Winda.
"Jangan berprasangka buruk,singkirkan tubuhmu dipintu ini !!!" Bentak Jorse langsung mendorong tubuh Winda kasar.
"Honey...Honey..!!" Winda memanggil Jorse saat Pria itu sudah keluar dari kamarnya.
Jorse berjalan tergesa gesa kearah kamar khusus,membuka pintu lalu menutupnya dan melihat Mawar sudah terpulas,Pria ini langsung naik keatas ranjang.
__ADS_1
Jorse langsung mengecup jenjang leher Mawar dan membuka semua pakaian Mawar,Mawar langsung terbangun dan sadar tidur nyenyak terganggu.
"Tuan mau apa?,jangan tuan !"Tolak Mawar saat bibir Jorse bertengger disalah satu balon Mawar.
"Diam !!!" Bentak Jorse langsung menuntaskan hasratnya yang iya tahan dari kamar Winda tadi,Mawar ingin menolaknya tetapi tidak kuasa,Jorse menyentuh apa yang iya dapat, memberikan sensasi supaya hasratnya tersalurkan.
"Layani aku,apa kau lupa perjanjian kita?"Ketus Jorse merasakan Mawar hanya diam seperti patung.
"Aku tidak mau tuan,aku bukan placurmu"Balas Mawar dengan mata mengembun.
"Aku tidak mengulang permintaanku,apa kau tuli !,kau mau jadi pembangkang !" Kata Jorse dengan ketus.
Jorse seperti kesetanan menuntaskan hasratnya yang sempat terhenti,Mawar terpaksa menurut melayani Jorse,Alex sudah sampai menyentuh liang itu.
"Aargg....!" Jorse meracau dengan kepuasan saat hasratnya dan nafsunya tersalurkan,Jorse langsung turun dari atas ranjang memakai pakaiannya kembali.
"Lain kali kalau melayaniku jangan pake acara menangis !"ketus Jorse menatap nanar Mawar.
"Malam ini bukan giliran Mawar melayani kamu tuan,kenapa anda jahat !"Balas Mawar mengusap air matanya.
"Mau malam apapun tetap sama,dimana aku datang,disitu kau harus siap melayaniku,ingat itu !" Ketus Jorse,lalu iya keluar dari kamar itu.
"Pria iblis..!!,aku jijik..!" Kata Mawar memukuli kepalanya sambil menangis terisak.
Mawar turun dari atas ranjang langsung masuk kedalam kamar mandi,Mawar melihat dirinya dari pantulan cermin,melihat tanda kissmark diseluruh dadanya.
"Astaga..!,kenapa merah begini aku diapain dia !" Teriak Mawar langsung mengguyur tubuhnya dengan air.
Cepat cepat Mawar membasuh tubuhnya supaya harum Jorse hilang,tubuh yang baru saja dijamah oleh Jorse.Mawar bingung itu tanda apa baru kali ini iya alami.
"Kenapa enggak bisa hilang,sialan bagaimana bisa dia membuat ini?"Kata Mawar frustasi sambil menggosok dadanya dengan sabun.
Disisi lain Jorse sudah bersiap ingin keluar rumah,waktu sudah menunjukkan angka sebelas malam,Pria ini langsung naik kedalam mobilnya.
"Hasan apa kau sudah daftarkan sekolah untuk Adi?"Tanya Jorse melihat Hasan fokus menyetir.
"Sudah tuan,besok anak itu sudah bisa sekolah,saya sudah beri tau dia,Anak itu senang sekali tuan karena dia besok sekolah"Jawab Hasan senyum.
"Mmmm,bagus" Kata Jorse tersenyum kecil lalu melihat kearah jendela mobil.
"Malam ini keknya mood tuan lagi bagus"Batin Hasan mengintip dari kaca Spion melihat Jorse tersenyum sendiri.
__ADS_1
Mobil itu terus melaju melewati berbagai gedung,mengarah kekasino milik Jorse.
******
Disisi lain Mawar sudah keluar dari dalam kamar mandinya,iya langsung memakai baju tidur,matanya bengkak sehabis menangis tadi.
Terlihat Winda dengan wajah marah masuk begitu saja kedalam kamar,tanpa mengetuk pintu kamar,Mawar mengkerutkan dahi saat Winda mendekati dirinya.
"Nyonya mau apa?" Tanya Mawar ketika Winda sudah dihadapannya.
"Dasar Placur sialan !" Kata Winda langsung dengan ketus.
"Plak" Winda menampar pipi Mawar sekuat tenaga sehingga tepi bibir Mawar berdarah,Mawar memegang pipinya dengan perasaan heran bercampur takut.
"Mawar salah apa nyonya?"Tanya Mawar dengan mata mengembun.
"Jangan pura pura polos Placur kecil,malam ini kau harus aku habisi"Balas Winda dengan emosi tinggi.
Tangan Winda menarik rambut Mawar dan mendorong tubuh Mawar mentok ditembok,dengan kesetanan Winda menjedutkan kepala Mawar ditembok dua kali. "Buuk"
"Ampun nyonya,lepaskan Mawar" Kata Mawar meronta ronta.
Mata Winda melihat tanda merah itu didada Mawar dibalik baju,Winda semakin berang malam ini giliran iya yang akan tidur bersama Jorse,kenapa Jorse meninggalkan Winda didalam kamar,malah datang kekamar Mawar.
"Hikss.!" Mawar terduduk diatas lantai saat Winda mendorong kasar tubuh Mawar.
"Ini siksaan kecil untukmu,sejak ada kau suamiku jadi beda,awas kalau kau menggoda suamiku lagi !" Ketus Winda langsung pergi dari kamar Mawar.
"Mawar tidak menggoda suami anda Nyonya,ini bukan kemauan aku !" Kata Mawar beranikan diri,Winda tidak perduli ocehan Mawar wanita itu sudah pergi dari kamar.
Mawar berdiri dengan meringis merasakan sakit dikeningnya,Mawar melihat dari cermin keningnya sudah lebam akibat benturan yang dibuat Winda.
"Aku memang salah menggoda suaminya,aku pantas salah,aku juga tidak mau tinggal disini"Kata Mawar sendiri mengacak rambutnya dengan menangis terisak.
Bersambung*
Like
Vote
Komen
__ADS_1