TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 32


__ADS_3

Disebuah kamar berukuran kecil tubuh tua renta itu terbaring lemas tidak berdaya,dengan kepayahan dia bangkit dari duduk merasakan penyakit yang iya derita.


"Tuti...,Tuti maafin aku,Mawar ambilkan ayah teh nak !!"Teriak Markum yang mulai berhalusinasi.


Dia Markum yang sudah sakit berkepanjangan selama beberapa bulan ini,Markum terkena penyakit komplikasi sejak Mawar dan Adi pergi dari rumah,semua penyakit ditubuhnya berdatangan sekaligus,Markum jadi sebatang kara tidak ada yang mau mengurus Markum dirumah itu.


"Jeng suara siapa itu?"Tanya Lena saat ngerumpi dirumah Rika tetangga Markum.


"Alah itu suara siMarkum yang minta tolong,biasa sudah sakit sakitan jadi rada gila gitu jeng"Jawab Rika dengan wajah benci.


"Kasihan juga ya siMarkum,setiap hari teriak teriak enggak jelas gitu"Sambung Lena.


"Ngapain dikasihani,Markum pantas dapat karmanya,itu mah udah nasibnya jahatin istri sama anak anaknya"Balas Rika.


"Tolong...!!,tolong...!!"Suara Markum dari dalam kamarnya,Rika dan Lena mendengar teriakan Markum langsung heran dan penasaran.


"Jeng mending kita lihat saja nyok,kalau dia mati didalam kasihan juga"Tukas Lena langsung berjalan kearah rumah Markum.


"Hah Markum itu buat repot saja,aku malas sih"Balas Rika mengikuti Lena berjalan.


"Sudah deh berdosa juga kalau kita biarkan dia minta tolong,malah sendirian lagi dirumahnya"Sambung Lena yang sudah didepan pintu rumah Markum.


"Markum...!!,Markum kamu kenapa?"Tanya Lena sambil mengetuk pintu rumah,"tok tok"


"Tolong aku...!!"Suara Markum dari dalam kamar dengan bergetar.


"Sudah masuk saja siapa tau dia sudah sakratul maut"Balas Rika dengan tersenyum.


"Hus mulut kamu Rik,ada ada saja"Balas Lena langsung menekan knop pintu rumah.


Lena dan Rika langsung masuk kedalam rumah untuk melihat keadaan Markum,kedua wanita setengah baya ini berjalan kearah pintu kamar.


"Jeng bau banget dirumah ini"Tukas Lena menutupi hidungnya.


"Iya bau banget,hah aku mau mual"Sambung Rika melihat rumah yang sudah acak acakan seperti tidak terurus.


"Markum kamu kenapa?"tanya Lena mengetuk pintu kamar Markum.


"Tolong...!"Suara Markum semakin lemah,Lena dan Rika jadi tambah penasaran,lalu kedua wanita ini membuka pintu kamar dan melihat Markum terbaring diatas lantai, sepertinya baru terjatuh dari atas ranjang usang milik Markum.


"Han-hantu...!!"Teriak Lena saat melihat Markum yang kurus kerontang dengan mata hitamnya.


Lena dan Rika pergi berlarian keluar rumah melihat Markum,sejak Tuti gantung diri didalam rumah semua tetangga sedikit takut melewati rumah Markum apalagi masuk kedalam.

__ADS_1


"Len kenapa kita kabur,itu bukan hantu tapi Markum"Tukas Rika heran sambil mengambil nafas sehabis berlarian.


"Kek bukan Markum,kurus banget Rik,kek tengkorak hidup gitu aku takut masuk kedalam kamar itu Hih serem"Balas Lena bergidik takut.


"Mending lapor pak RT aja deh,kalau dia mati didalam kita juga yang susah,udah kamu jangan mikir yang aneh aneh"Kata Rika.


Kedua wanita itu memutuskan pergi kerumah pak RT,sejak sakit berat badan Markum memang menurun drastis tetangga tidak dapat mengenali wajah Markum yang seperti tengkorak hidup.


************


Mawar lagi sibuk menyiapkan bekal untuk Adi yang ingin les taikwondo,Adi mendapatkan kehidupan yang layak sejak tinggal dirumah Jorse.


"Mbak..,Adi sebentar lagi ujian kenaikan kelas,kalau libur sekolah kita bisakan ziarah kemakan Ibu mbak,Adi rindu ama Ibu"Tukas Adi dengan raut kesedihan.


"Boleh banget dek,belajar yang rajin ya ini susu cokelat kesukaan kamu,gimana belajar bela dirinya apa kamu betah dek?"Jawab Mawar sambil mengacak pucuk kepala Adi.


"Betah banget mbak,Adi udah banyak teman disekolah maupun ditempat latihan"Jawab Adi dengan senyum lebar.


"Ya udah sekarang mbak antar kamu kedepan,paman Hasan udah nungguin tuh buat antar kamu,ayo"Tukas Mawar sambil menarik pergelangan Adi berjalan keluar rumah.


Saat Adi hendak masuk mobil seseorang dari Desa Mawar datang dengan sepeda motornya,pengawal tidak memberikan izin Pria setengah baya itu masuk kehalaman rumah.


"Cari siapa?"Tanya pengawal dengan wajah sangar kepada Pria itu.


"Anu tuan saya dari desa,mau ketemu sama Mawar dan Adi"Jawab Pria setengah baya itu dengan gugup.


"Om Yanto sehat?,ada apa ya Om?,tumben temui Mawar disini"Tanya Mawar dengan rasa penasaran.


"Begini Mawar,mmm...,saya harus bilang gimana ya"Jawab Yanto ragu ragu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bilang saja pak,ada keperluan apa?"Tanya Hasan juga penasaran yang lagi memegang pergelangan tangan Adi.


"Anu itu Ayah Kalian sakit parah,dia terus memanggil nama nak Mawar sama nak Adi"Jawab Yanto mengkerutkan dahi.


"Ayah sakit keras"Gumam Mawar sambil berfikir dengan rasa terkejut.


"Kasihan nak kelihatannya Ayah kamu enggak bakal lama lagi"Tukas Yanto lagi dengan wajah sedih.


"Emangnya sakit apa Om?"Tanya Mawar dengan wajah cemas.


"Komplikasi keknya,tolong nak Mawar lihat Ayah nak Mawar,siapa tau ada yang mau disampaikan"Jawab Yanto.


"Adi enggak mau lihat Ayah,Adi benci Ayah,karena Ayah,Ibu kita enggak ada lagi !"Teriak Adi dengan wajah marah.

__ADS_1


"Ssst...,Adek enggak boleh bicara begitu,walau Ayah udah jahatin kita dia tetap Ayah kita dek,kalau enggak ada Ayah mungkin Adek juga enggak ada disini sama mbak"Sambung Mawar tersenyum kecil.


"Tapi mbak Ayah udah jahatin kita,pokoknya Adi enggak mau ketemu Ayah"Balas Adi dengan mata berkaca kaca.


"Adi kita lihat Ayah yok,enggak boleh gitu"Sambung Jorse yang tiba tiba datang.


Adi melihat wajah datar Jorse dia sedikit takut,lalu Adi menyerah dengan prinsipnya karena Jorse berdiri dihadapan Adi.


"Benar kata mbak kamu,bagaimana juga dia Ayah kamu,nah sekarang kita pulang kedesa ya"Kata Jorse lagi mengelus kepala Adi.


Hati Mawar semakin luluh dengan sikap Jorse yang hangat kepada Adi,benih benih cinta mulai tumbuh dihati Mawar tanpa iya sadari.


"Ya sudah Adi mau lihat Ayah"Kata Adi dengan bibir mengerucut.


"Nona segera bersiap kita akan pergi kedesa"Kata Hasan.


Yanto pamit pulang lebih dulu,disisi lain Mawar masuk kedalam rumah dengan terburu buru mengganti pakaiannya,Jorse dan Hasan menunggu didalam Mobil.


"Hasan kerahkan semua pengawal,aku takut Wiliam mengintip kita"Kata Jorse dengan wajah serius.


"Aman tuan"Jawab Hasan langsung mengambil Handphone dari dalam saku celana menghubungi sejumlah pengawal.


"Transparan aja ikutin kita,aku takut penduduk desa takut melihat kedatangan kita"Tukas Jorse lagi.


"Aman tuan"Jawab Hasan lagi dengan tersenyum kecil.


"Jangan aman aman saja,aku tau kecerobohanmu Hasan,Ck..."Balas Jorse menatap elang Hasan.


"Ish..,iya tuan"Kata Hasan lagi hembus nafas kasar.


"Tumben tuan perduli ama Markum,padahal iya sangat benci ama Markum,tapi iyalah bagaimana juga Markum calon ayah mertua tuan Hihhihi"Batin Hasan sambil tersenyum sendiri dibangku setir.


"Hasan kau mikir apa?,apa kau mengolokku didalam hati?,apa mau gigimu itu aku ratakan biar lepas Hum"Kata Jorse dengan wajah sangar.


"Eng-enggak ada tuan,tuan soudzon aja"Balas,Hasan langsung menghilangkan senyuman dibibirnya.


Tidak berapa lama Adi dan Mawar sudah berjalan kearah mobil dan masuk kedalam mobil,Hasan langsung melajukan mobil meninggalkan kediaman Jorse menuju Desa tempat kelahiran Mawar.


Bersambung*


Like


Komen

__ADS_1


Pavorit


Vote.


__ADS_2