TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 6


__ADS_3

Markum keringat dingin saat uang berjuta yang iya bawa sudah lenyap kalah dimeja judi,Markum melirik pengawal yang melihat Markum dengan tatapan sangar,Markum berdiri dari duduk dan berjalan pergi.


"Tuan Markum anda mau kemana?,anda sudah kalah,saya mohon bayar hutang anda"Suara Maikel dari belakang tubuh Markum.


"Say-saya tidak punya uang lagi,apa boleh saya bayar besok,saya janji tuan Maikel"Jawab Markum membalikan tubuh dengan wajah ketakutan.


"Kau sudah berjanji malam ini untuk membayarnya,jangan berbohong Bos kami tidak suka dibohongi,kau akan mati malam ini".Balas Maikel.


"Glek"


Markum menenggak salivanya berulang ulang,keringat dingin bercucuran karena iya pernah melihat pelanggan yang mati dibunuh karena tidak sanggup membayar hutang.


"Tuan Maikel saya mohon,berikan saya tempo besok hari tuan".Kata Markum dengan wajah takut dan memelas.


"Hah,kau buat aku repot saja Markum,hajar dia"Kata Maikel sambil menyuruh dua pengawal memukuli Markum.


"Buak buak,buuk"Markum babak belur dihajar kedua pengawal berbadan besar,Markum berlarian menuju ruangan Jorse,berusaha memohon ampunan.


"Tuan Jorse maafkan saya tuan,saya mohon jangan bunuh saya"Tukas Markum memegang tangan Jorse yang lagi duduk santai.


"Wah gawat Pria ini berani sekali pegang tangan tuan".Hasan membatin didalam hati.


Jorse diam menatap nanar wajah Markum yang sudah babak belur,kaki kanan Jorse langsung menendang tubuh Markum hingga terpelanting jatuh tersungkur diatas lantai.


"Hasan,kau taukan"Kata Jorse melirik Hasan yang berdiri disampingnya.


"Iy-iya tuan"Dengan cepat tangan Hasan mengambil sebotol antiseptic serta sebungkus tisu,lalu tangan Hasan meletakan kedua barang itu diatas meja.


"Sret sret" Jorse menyemprot antiseptic ditangan kirinya yang bekas dipegang Markum,lalu menyeka pakai tisu supaya tidak ada kuman yang menempel.


"Sampah sepertimu menyentuh tangan bersihku,siapa yang menyuruh kamu masuk kedalam ruanganku dengan sembarangan hah !!"Kata Jorse dengan suara meninggi.


Maikel yang baru datang menyeret paksa tubuh Markum untuk pergi dari ruangan Jorse,Markum langsung bersujud dengan cucuran keringat dingin menetes.


"Tuan tolong saya,berikan saya tempo tuan untuk membayar separuh hutang saya"Kata Markum tidak mau pergi dari ruangan itu.


"Maikel biarkan saja dia,dia sudah berani masuk kedalam ruanganku"Kata Jorse dengan tatapan elang.


Jorse mengambil pistolnya lalu berjalan mendekati Markum,Jorse menodongkan pistol tepat didahi Markum,Pria ini sangat ketakutan sambil memejamkan matanya, kalau bisa iya kencing dicelana saking takutnya merasakan ujung pistol menempel didahinya.


"Aku sudah cukup bersabar menagihmu,kau miskin tapi tetap saja bermain,kau Pria serakah sudah kalah masih saja berhutang"Kata Jorse dengan kesal.


"Ampun tuan pasti saya bayar tuan,berikan saya tempo sehari saja"Balas Markum dengan wajah pucat pasi.

__ADS_1


"Apa jaminanmu supaya aku percaya kau akan membayar hutangmu itu?"Tanya Jorse dengan tegas.


"Sa-saya tidak punya apa apa lagi tuan,saya akan bekerja dikasino anda tanpa dibayar,saya mau tuan tapi tolong jangan bunuh saya"Jawab Markum dengan suara bergetar dan gugup.


"Hahahahhahahhah"Jorse tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Markum,Markum tertunduk sambil bersujud.


"Pria tua sepertimu tidak ada gunanya kerja ditempatku ini,kau tidak berguna disini,tidak punya kehalian khusus,kau kurang spesial"Kata Jorse menggeram.


"Tuan saya dengar Markum punya anak gadis yang cantik didesa"Bisik Hasan kepada Jorse.


"Benarkah yang kau katakan Hasan?"Balas Jorse sedikit tertarik dengan ucapan Hasan.


"Benar sekali tuan,saya pernah melihatnya sekali waktu gadis itu belanja dipasar dengan Markum"Jawab Hasan.


"Mmmm,sangat menarik"Gumam Jorse berfikir sambil melihat Markum.


"Hei sampah,apa benar kau mempunyai anak gadis yang cantik?"Tanya Jorse dengan suara tegas.


"Wah kenapa aku tidak berfikir kalau aku punya Mawar,pasti tuan Jorse mau menerima Mawar"Batin Markum dengan ide jahatnya.


"Hei Markum kenapa kau diam saja,Bos bertanya padamu" Ketus Maikel dengan kesal.


"Tuan saya mempunyai anak gadis tuan,dia bisa bekerja dikasino anda"Kata Markum dengan kerut dahi.


"Jadi saya harus gimana tuan?"Tanya Markum bingung dengan ucapan Jorse.


"Berapa umur anak gadismu itu?"Tanya Jorse.


"Tujuh belas tahun tuan"Jawab Markum dengan jantung berdegup kencang.


"Mmmm,bagus"Kata Jorse sudah duduk kembali sambil megang pistolnya,Markum sedikit lega karena pistol tidak ada lagi diatas dahinya.


"Apa gadismu itu bisa melayani aku dengan puas diranjang?"Tanya Jorse berterus terang.


"Bis-bisa tuan"Jawab Markum ngasal yang penting dia selamat dari cengkraman Jorse.


"Hahaahah,percaya diri sekali kau sampah,aku belum lihat rupa gadismu itu"Jorse tertawa renyah.


"Kalau anda tidak percaya saya punya foto anak saya tuan" Kata Markum dengan tangan gemetar mengeluarkan handphone dari saku celananya.


Hasan berjalan mengambil handphone dari tangan Markum,lalu Hasan menunjukkan foto Mawar yang sangat cantik dan menggoda,Jorse melihat foto Mawar dengan tersenyum puas.


"Besok kau harus bawa anak gadismu itu,jangan coba coba lari dariku,kemanapun kau pergi aku bisa melacakmu" Kata Jorse dengan wajah tegasnya.

__ADS_1


"Baik tuan,saya akan mengikuti kemauan anda".Balas Markum bernafas lega.


"Ingat Sampah,kalau anak gadismu tidak bisa memuaskan aku diranjang,hutangmu tidak akan lunas,kau akan kubunuh tanpa belas kasih lagi" Kata Jorse.


"Baik tuan"Jawab Singkat Markum yang masih posisi nyembah.


"Maikel antar Pria ini keluar dari tempatku,suruh dia tanda tangani surat perjanjian"Titah Jorse.


"Baik Tuan".Balas Maikel lalu tangannya menyeret Markum keluar dari ruangan Jorse menuju pintu luar,dan menyuruh Markum tanda tangani surat perjanjian soal utang piutang.


Sedangkan Jorse memejam mata mengingat wajah difoto yang iya lihat tadi,Jorse tersenyum licik lalu berdiri dari duduknya.


"Hasan,dia cantik sekali bagaimana menurutmu Hasan?"Tanya Jorse tersenyum kecil.


"Ya tuan putri Markum memang cantik,saya sudah melihat aslinya,dia cantik alami tanpa polesan tuan"Jawab Hasan tersenyum.


"Siapa yang menyuruhmu tersenyum Hasan?"Kata Jorse menatap elang Hasan,seketika senyum dibibir Hasan hilang.


"Ketiga istriku tidak bisa memberikan aku keturunan,aku juga bosan bermain dengan mereka semua,apa harus aku bunuh Angel,Kartika dan Winda,Hasan?"Tanya Jorse kepada asisten kepercayaannya itu.


"Saya tidak tau tuan"Kata Hasan tertunduk kepala takut karena ucapannya sendiri.


"Asisten bodoh,tinggal jawab aja susah,sudah kau sekarang siapkan mobilku aku mau pulang"Titah Jorse sambil memakai jas hitam miliknya.


"Baik Tuan"Balas Hasan langsung pergi dari ruangan Jorse.


Kedua kaki Jorse berjalan keluar ruangan terlihat semua pegawai serta pengawal menunddukan kepala,mereka sangat hormat kepada Jorse.


"Maikel,apa sampah bernama Markum sudah pergi?"Tanya Jorse sambil jalan menuju pintu luar Kasinonya.


"Sudah tuan,dia sangat ketakutan"Jawab Maikel mengikuti Jorse berjalan.


Maikel langsung membuka pintu supaya Jorse masuk kedalam mobil mewahnya,Jorse langsung duduk dengan elegan dibangku tumpangan belakang,lalu Hasan melajukan mobil menuju rumah mewah Jorse.


Bersambung*


Like


vote


komen


pavorit.

__ADS_1


__ADS_2