TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 12


__ADS_3


Mawar keluar dari kamar khusus itu untuk menemui adiknya,iya sedikit bingung dengan lorong rumah sebesar ini banyak ruangan ruangan serta gang gang kecil,Mawar takut menyasar.


"Tadi aku masuk sini dari pintu itu,oh belok sini pasti tangga besar itu ada digang ini"


Mawar terus berjalan dan membuka pintu kamar,iya pikir pintu itu jalan menuju lantai bawah nyatanya tidak,Mawar salah buka kamar iya membuka pintu kamar ibu Jorse.


"Siapa kamu?,wajah baru?"Tanya Mala dengan kerut dahi diatas kursi rodanya


"Maaf nyonya saya mau kelantai bawah,saya Mawar"Balas Mawar dengan tunduk kepala.


"Siapa orang tua ini,kasihan sekali diatas kursi roda,apa dia lumpuh?"Batin Mawar merasa Iba.


Jorse melihat Mawar berdiri didepan kamar ibunya,Jorse langsung menarik lengan Mawar untuk pergi dari kamar Ibunya.


"Nak jangan bawa gadis itu,suruh saja dia masuk"Kata Mala masih penasaran.


"Tapi Mom dia pelayan baru dirumah ini,tidak boleh sembarangan kedalam kamar Mom,nanti Mom bisa terkena kuman"Balas Jorse.


"Pelayan !"Kata Mawar Heran langsung Jorse menatap elang wajah Mawar yang bingung.


"Jangan bohong sama Mom,Mom tau kamu gimana,suruh masuk gadis itu kesini"Titah Mom.


Jorse mana bisa menolak permintaannya,Pria kejam ini akan luluh dihadapan Ibunya,Mawar jadi tau wanita tua tersebut adalah orang tua Jorse,Kini Mawar berdiri dihadapan Mala.


"Duduk tidak sopan kau berdiri didepan Mom"Tita Jorse tegas.


"Baik"Mawar menurut dengan suara lembutnya,Mawar langsung duduk diatas lantai membuat Mala heran.


"Bukan dilantai itu,ck..,gimana sih,kau sudah mandi tadikan?"Kata Jorse kesal.


"Jadi dimana tuan?"Kata Mawar dengan polos.


"Goblok banget sih,disini kau duduk Oh My God"Kata Jorse tepuk jidat.


Mala geleng kepala sambil tersenyum,anaknya yang sedikit pendiam jadi banyak omong karena Mawar,Mawar yang lugu langsung duduk diatas sofa empuk.


"Tapi kata tuan orang miskin kek saya tidak boleh duduk disofa mahal begini,tuan takut kena kuman"Kata Mawar nyeplos membuat Mala melirik Jorse.


"Kapan aku bicara seperti itu?"Tanya Jorse kedipkan mata satu beri kode supaya jangan bicara itu didepan ibunya.


"Tadi siang sewaktu saya baru datang"Jawab Polos Mawar membuat Jorse gertakan rahang.


"Dia lugu apa goblok,bisa bisanya dia bicara lagi,aku sudah beri kode tetap saja dia jawab polos astaga"Geram Jorse didalam hati.


"Sudah tidak usah dipermasalahkan lagi,siapa nama kamu?"Tanya Mala.


"Mawar Nyonya"Jawab Mawar dengan santun dan lembah lembut.


"Jorse dari mana kamu dapat gadis polos ini,mom suka"Bisik pada Jorse.

__ADS_1


"Mom jangan suka dia,dia bodoh terlalu naif"Kata Jorse lirih.


"Mereka bisik apa?"Batin Mawar dengan heran mengkerutkan dahi.


"Mawar saya bisa minta tolong?"Tanya Mala dengan tersenyum manis.


"Kalau saya bisa bantu,saya bersedia menolong nyonya"Kata Mawar.


"Kamu buatkan saya kopi sedang baik,saya ingin minum kopi"Kata Mala.


"Dengan senang hati saya akan buatkan untuk nyonya"Kata Mawar dengan suara yang lembut.


"Mom,kan ada pelayan kenapa Mom sibuk suruh dia"Kata Jorse melirik Mawar yang masih duduk.


"Hah,anakku kamu bawel hari ini,Mawar kopinya sekarang nak"Kata Mala.


"Baik nyonya"Mawar langsung berjalan gemulai keluar dari dalam kamar Mala.


"Apa kamu mau nambah istri lagi Jorse,dapat dari mana gadis polos itu beda ama istri istri kamu"Mala jadi penasaran.


"Dari desa,dia miskin Mom,kampungan sebenarnya Jorse malas bawa dia kesini"Balas Jorse hembus nafas kasar.


"Kamu ini"Mala hanya geleng kepala mendengar ucapan anaknya.


Disisi lain Mawar sudah menemukan tangga menuju lantai bawah,Mawar terus berjalan kedapur dan menemukan Rini.


"Nona anda sudah turun?"Tanya Rini tersenyum ramah.


"Lagi nonton nona,dibelakang"


Mawar langsung berjalan kearah belakang ruangan khusus pelayan,karena dapur berdekatan dengan ruangan pelayan,Mawar dengan mudah menemukan ruangan itu.


"Dek,enak banget nonton,lagi nonton apa?"Kata Mawar berjalan mendekati Adi.


"Kartun ini mbak seru,enak banget disini,mbak lihatkan TV nya gede,Adi juga baru makan mbak,disini banyak makanan mbak ama buah buahan,Adi jadi betah"Jawab Adi bahagia.


"Adek betah disini?"Tanya Mawar.


"Betah dong mbak"


Mendengar perkataan Adiknya Mawar jadi mengurungkan niatnya untuk cepat pergi dari sini,biarlah Mawar menderita asalkan Adi mendapatkan tempat tinggal yang layak.


"Dek mbak ada tugas buat kopi,kamu nonton dulu ya"Kata Mawar.


"Ya sudah mbak,lama juga enggak apa"Kata Adi sambil fokus nonton.


"Ye sih adek udah lihat TV lupa ama mbaknya"Kata Mawar geleng kepala.


Mawar langsung berjalan kearah dapur untuk membuat kopi pesanan ibu Jorse,Mawar masih bingung letak gula dan yang lainnya.


"Mbak mana gulanya?"Tanya Mawar.

__ADS_1


"Non mau buat apa?"


"Kopi buat nyonya diatas mbak"Jawab Mawar,yang sudah sibuk memasak air.


"Nyonya siapa non?"Kata Rini heran.


"Mom tuan Jorse"Jawab Mawar.


"Jadi nyonya besar udah dipertemukan sama nona ini,cepat juga tuan Jorse memperkenal kan nyonya besar,nyonya winda dulu satu bulan dikenalkan,aneh,tampak nya nona Mawar jadi nyonya spesial nanti dibuat tuan"Batin Rini heran heran.


"Nona harus buatkan kopi yang enak untuk nyonya besar,dia baik nyonya"Kata Rini.


"Nyonya itu memang baik,tapi anaknya beda kejam" Jawab Mawar nyeplos.


"Hus nyonya jangan bicara gitu,kalau tuan tau nyonya bisa kena hukuman"Kata Rini ketakutan.


Mawar tidak bicara lagi dengan cepat menyiapkan kopi,setelah itu Mawar berjalan kelantai atas menuju kamar Mala,Mawar langsung masuk kedalam kamar itu.


"Nyonya ini kopinya?"Mawar langsung menyuguhkan ditangan Mala.


Mala langsung minum kopi menyeruput sedikit demi sedikit,sepertinya iya menikmati kopi buatan Mawar,selama ini pelayan Rini yang khusus buatkan Mala kopi sesuai seleranya,sedangkan Jorse duduk santai sambil sibuk membaca koran.


"Bagus cocok dilidah saya,kamu umur berapa Mawar?"Tukas Mala.


"Tujuh belas tahun nyonya"Jawab Mawar.


"Hah muda sekali"Kata Mala melirik Jorse yang menutupi wajahnya pakai koran.


"Sialan gadis miskin ini,jujur banget Mom bisa marah kalau aku bermain ama daun muda"Batin Jorse mendengus kesal.


"Mawar kau sudah membuatkan kopi,kau kembali kekamarmu"Titah Jorse langsung melipat korannya.


"Mommy belum puas ngobrol nak,kamu ini"Kata Mala heran.


"Mom ini udah jam tujuh malam,mom istirahat dulu ya"Kata Jorse.


Jorse langsung memapah ibunya berbaring diatas kasur dengan lembut,Mawar berjalan sambil melirik sikap Jorse yang lembut kepada ibunya.


"Dia memang kejam sama semua orang,sama Ibunya ndak,pasti dia sangat menyayangi nyonya itu"Batin Mawar langsung keluar dari dalam kamar Mala.


Mawar terus berjalan hendak kembali kekamar khusus itu,tiba tiba sebuah tangan menarik lengan Mawar sampai masuk kedalam kamar lain lagi.


Bersambung*


komen


vote


Like


Pavorit.

__ADS_1


__ADS_2