TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 31


__ADS_3

Sekitar jam sepuluh pagi Mawar berjalan kearah dapur dan melihat Rini yang sudah siap dengan keranjang kosong,Mawar meletakkan gelas kosong setelah minum air putih yang iya ambil barusan dari dispenser.


"Mbak Rini mau kemana?"Tanya Mawar heran saat Rini melihat catatan belanjaan.


"Mau kepasar terus kemarket nona,apa mau titip sesuatu nona?"Tanya Rini tersenyum ramah.


"Wah kebetulan,apa boleh Mawar ikut,udah lama enggak melihat keramaian mbak"Balas Mawar dengan girang.


"Tapi nona saya takut tuan akan marah kalau nona ikut kepasar,lebih baik nona dirumah saja ya,bilang saja apa yang mau nona beli"Sambung Rini.


"Cuma mau belanjan doang,tuan tidak akan marah,ayolah mbak Mawar jenuh dirumah ini"Kata Mawar sambil mengerucutkan bibir.


"Nona izin dulu sama tuan,saya takut dihukum"Kata Rini dengan wajah cemas.


"Baiklah,aku akan minta izin sama tuan,Mbak tunggu sebentar ya didapur"Balas Mawar dengan senang lalu berjalan menemui Jorse.


Mawar berjalan keruangan kerja Jorse,sampai didepan pintu ruangan kerja Jorse Mawar mengetuk pintu tersebut.


"Masuk saja"Suara Jorse dari dalam ruangan,dengan senang tangan Mawar menekan knop pintu lalu masuk kedalam ruangan,Mata Mawar melihat Jorse duduk tenang sambil mengetik keyboard laptop didampingi Hasan yang berdiri disamping Jorse.


"Tuan apa boleh saya pergi kepasar sama mbak Rini?"Tanya Mawar membuat tangan Jorse berhenti mengetik keyboard laptop.


"Ck,untuk apa?,aku tidak suka kau keluar dari rumah ini tanpa aku"Jawab Jorse dengan tatapan elang.


"Ayolah tuan,dulu Mawar suka kepasar sekali ini saja"Rengek Mawar dengan wajah memelas.


Jorse melihat wajah memohon Mawar yang imut dan lucu,hati Jorse tidak bisa menolak permintaan Mawar dengan berat hati Jorse mengizinkan Mawar pergi.


"Baiklah,baiklah kau boleh pergi tapi ingat jangan melakukan hal aneh apalagi bicara dengan pria"Kata Jorse mendengus kesal.


"Hore...,makasih tuan"Balas Mawar langsung kegirangan.


"Kalau gitu Mawar pergi dulu ya"Kata Mawar lagi langsung berjalan keluar ruangan.


"Hasan kenapa kau bengong kau taukan tugasmu hum?"Kata Jorse mengkerutkan dahi.


"Saya harus apa tuan,tapi kerjaan kantor untuk jadwal meeting sudah saya siapkan"Balas Hasan dengan hati heran.


"Ck,bego banget sih,kau awasi gadisku antar mereka Hasan,ingat jangan sampai licet sedikitpun gadisku itu,kalau ada licet kepalamu aku penggal"Ketus Jorse mengeraskan rahangnya.


"Kan ada supir lain tuan,nona Mawar hanya kepasar"Balas Hasan sedikit malas.


"Apa kau mau meninggal diusia sekarang Hasan?"Tanya Jorse membelalakan mata pada Hasan.


"Tid-tidak tuan,baik tuan saya akan mengawasi nona Mawar"Sambung Hasan langsung pergi menyusul Mawar dan Rini.


"Bego banget,ada ada saja merepotkan semuanya hah"Kata Jorse hembus nafas kasar melihat Hasan sudah pergi.

__ADS_1


Disisi lain Hasan berjalan cepat kehalaman rumah,Hasan langsung menyuruh supir peribadi lain untuk turun dari mobil.


"Lho tumben kamu yang temani belanja?"Tanya Rini heran yang sudah duduk disebelah Mawar dibangku tumpangan belakang mobil.


"Perintah tuan aku yang menjaga kalian"Jawab Hasan langsung melajukan mobil.


"Wah tuan begitu perhatian ama nona Mawar"Balas Rini membuat Mawar tersenyum malu dengan pipi merah merona.


"Apaan sih mbak,ngomong ngelantur"Balas Mawar dengan rasa malu malu.


"Tuan itu sebenarnya baik nona,tapi gengsian,emang sih kelihatan dingin dan kasar tapi itu hanya luarnya saja"Kata Hasan dengan tersenyum.


"Hei tunggu kelewatan,gimana sih"Kata Rini melihat super market langganannya.


"Ups maaf Rini,aku lupa Udah lama enggak temani kamu belanja"Balas Hasan langsung menginjak pedal rem.


"Huh,kamu ini ya,ayo nona kita supermarket itu dulu"Kata Rini langsung membuka pintu mobil.


"Tuan tidak ikut?"Tanya Mawar heran saat membuka pintu mobil.


"Saya didalam mobil aja nona,kalian cuman sebentar aja kok palingan Rini mau beli pesanan nyonya besar"Jawab Hasan dengan tersenyum.


"Ayo nona biarkan saja Hasan dimobil,kita cuma sebentar kok,untuk apa dia ikut"Balas Rini langsung menarik lengan Mawar berjalan menuju supermarket itu.


Hasan mengawasi Mawar dan Rini dari dalam mobil,melihat Rini dan Mawar masuk kedalam supermarket itu.


"Emang mau beli apaan mbak?"Tanya Mawar yang sudah masuk kedalam supermarket itu.


"Kalau gitu Mawar pilih cemilan untuk Adi ya mbak"Balas Mawar ingat wajah adiknya.


"Disamping sana nona semua cemilan banyak jenisnya,nona pilih saja"Balas Rini.


Dengan hati girang Mawar seperti burung lepas dari kandang berjalan kearah cemilan beraneka ragam,tangan Mawar langsung mengambil beberapa cemilan hingga langkahnya terhenti.


"Itukan tuan toilet"Gumam Mawar saat melihat Wiliam berjalan masuk kedalam super market.


"Hatcim"Wiliam tiba tiba bersin lalu pakai masker,Mata Mawar terus melihat Wiliam berjalan kearah pojokan tempat itu seperti melihat lihat buku.


"Hatcim"Wiliam terus bersin dengan memijat dahinya,Mawar dengan rasa kasihan mengambil sapu tangan didalam saku berjalan kearah Wiliam.


"Ini tuan,pasti kamu memerlukan ini"Kata Mawar menyodorkan sapu tangan kepada Wiliam.


"Kamu...!,ketepatan sekali,terima kasih"Balas Wiliam langsung membuka masker dan mengambil sapu tangan ditangan Mawar.


"Tuan toilet cari apa?,apa hoby baca buku?"Tanya Mawar dengan heran.


"Tuan toilet?,Namaku Wiliam sayang,Hahaha,kamu ini ada ada saja"Kata Wiliam tertawa renyah.

__ADS_1


"Sayang?,dih kita bukan pacaran tuan,jangan panggil sayang"Balas Mawar dengan polosnya.


"Mmm benar sih kata kamu,tapi gimana lagi kamu cantik banget aku jadi gemes gitu lihat kamu,oh iya dari semalam aku tanya nama kamu enggak jawab,apa kita boleh kenalan?"Balas Wiliam tersenyum ramah.


"Namaku Mawar tuan"Balas Mawar tersenyum kecil.


"Mawar?,namanya kok sama ya dengan wanita yang ingin kubunuh,enggak mungkin gadis polos ini pelayan itu,hah mungkin hanya kebetulan saja nama mereka sama"Batin Wiliam berfikir keras.


"Tuan...,tuan kenapa kamu bengong?"Tanya Mawar heran.


"Ah tidak apa apa,apa saya boleh tau nomor telpon atau whatsup kamu?"Tanya Wiliam tersenyum.


"Nona saya cari anda kemana mana enggak taunya disini,ayo kita pulang"Tukas Rini dengan mata melirik Wiliam,Rini baru datang langsung takut saat Wiliam mendekati Mawar.


Rini langsung menarik lengan Mawar untuk pergi dari supermarket itu,sekalian menjahui Wiliam.


"Hei tunggu kamu belum sebut nomor telpon kamu"Panggil Wiliam mengikuti Rini yang membawa Mawar berjalan keluar dari tempat itu.


"Mawar enggak punya nomor telpon tuan,handphone aja enggak punya"Jawab Mawar sambil berjalan karena tangannya ditarik Rini berjalan cepat.


"Nona jangan dengarin pria asing,ayo nona cepat"Tukas Rini berjalan cepat.


"Tapi mbak pria itu mengikuti kita,dia orang baik mbak"Balas Mawar melihat kebelakang sesekali.


Dari kejahuan Hasan melihat Wiliam mengikuti Mawar dan Rini,Wiliam menyerah sebagai pria berkelas iya tidak jadi mengejar Mawar dan Rini berjalan kearah parkiran.


"Ck,pelayan sialan bisa bisanya iya bawa kabur calon istriku,ah sial"Gumam Wiliam mengacak rambutnya.


Disisi lain Hasan langsung tancap gas meninggalkan supermarket itu setelah Rini dan Mawar masuk kedalam mobil.


"Nona kenapa pria itu mengikuti kalian?"Tanya Hasan berwajah cemas.


"Pria gila biarkan saja dia"Jawab Rini.


"Aku bertanya sama nona Mawar,kenapa kamu yang jawab Rini?"Sambung Hasan kecap mulut.


"Jawabannya sama aja Hasan,kamu berisik banget tau"Balas Rini celetuk.


"Udah deh jangan ribut,tuan Hasan pria itu tidak jahat kok,biarkan saja"Sambung Mawar tersenyum.


"Gawat,syukur saja Wiliam enggak tau siapa nona Mawar,hah sepertinya nona Mawar tidak boleh keluar rumah lagi,andai tuan tau bisa mati aku"Batin dalam hati Hasan sambil fokus menyetir.


Bersambung*


Like


Pavorit

__ADS_1


Komen


Vote


__ADS_2