
Winda dengan kemarahan mengikuti Mawar berjalan kearah tangga,dengan tangan cepat Winda menarik baju Mawar.
"Nyonya mau apa?"Berhenti turun dari tangga melihat wajah marah Winda.
"Ayo ikut aku"Balas Winda mencengkram tangan kiri Mawar.
Winda membawa Mawar masuk kedalam kamar Winda,Mawar tau pasti Winda akan menyiksanya lagi.
"Nyonya mau apa?"Tanya Mawar dengan heran.
"Lepaskan kalung itu,enak banget kamu mau jadi penjilat sama mertuaku !"Ketus Winda mata terbelalak.
"Ini pemberian Mom,ini sekarang punya Mawar"Balas Mawar takut.
"Kamu itu sadar hum,kamu itu siapa disini,lepasin kalung itu !"Balas Winda ketus.
"Tapi ini Mom yang kasih"Kata Mawar tertunduk kepala.
"Placur sialan kamu..!"Bentak Winda langsung menarik kalung dan memaksa buka dileher Mawar.
"Jangan Nyonya"Kata Mawar sedikit meronta tidak mau membuka liontin tersebut.
"Jangan bangkang kamu,kamu bukan istri suamiku !"Bentak Winda berhasil membuka kalung dari leher Mawar.
Winda langsung menarik keras rambut Mawar,sehingga Mawar kesakitan dan merintih,Winda tidak perduli kesakitan Mawar dengan wajah mendongak.
"Ini kepunyaanku,seharusnya ini jadi milikku,kau tidak punya hak memiliki kalung ini,pergi sana !"Bentak Mawar dan dorong tubuh Mawar hingga jatuh keatas lantai.
"Pergi kau,satu hal kalau ditanya mertuaku bilang saja kau berikan kalung ini padaku"Ketus Winda menekan kedua pipi Mawar.
Mawar hanya anggukan kepala,Mawar memang sadar dia bukan apa apa dirumah itu,istri bukan apapun bukan,hanya pemuas ranjang Jorse.
Mawar langsung keluar dari dalam kamar sambil berlarian menangis seunggukan,Sedangkan Winda tersenyum licik langsung memakai liontin dilehernya.
"Aku sadar hanya alas kaki tuan kejam,aku tidak bisa membalas perlakuan nyonya Winda karena dia istri tuan kejam itu"Batin Mawar sambil mengusap air matanya.
Kartika melintasi Mawar yang mengusap air matanya,Kartika tau Mawar baru keluar dari kamar Winda.
"Kau kenapa menangis?,apa Winda menyakitimu?"Tanya Kartika bingung.
"Enggak ada nyonya,kami hanya mengobrol"Jawab Mawar pura pura tersenyum.
"Jangan bohong kamu,aku tau sifat asli Winda,apa kau sudah tau siapa aku?"Tanya Kartika.
"Iya tau,nyonya adalah nyonya Kartika"Jawab Mawar tersenyum.
"Bolehkah aku ngobrol dengan kamu?"Tanya Kartika tersenyum ramah.
"Boleh nyonya,tapi Mawar udah janji sama Mom buatkan kopi,apa boleh Mawar buatkan kopi dulu"Kata Mawar.
"Baiklah aku tunggu dikamarku"Balas Kartika langsung berjalan masuk kedalam kamarnya,kamar Kartika berdekatan dengan kamar Winda.
__ADS_1
Mawar langsung berjalan kearah dapur membuatkan kopi untuk Mala,dengan cekatan Mawar membuat kopi itu lalu berjalan mengantarkan kedalam kamar Mala.
"Mom ini kopinya"Kata Mawar hidangkan kopi diatas meja nakas.
"Terima kasih cantik"Balas Mala langsung menyeruput kopi.
"Mom apa boleh Mawar tinggal sebentar,mau kekamar nyonya Kartika"Kata Mawar.
"Ow,kamu sudah kenal dengan istri istri Jorse?,apa mereka baik padamu?,Winda tidak kasar padamukan?"Tanya Mala.
"Mereka baik semua Mom,kalau gitu Mawar tinggal dulu ya"Kata Mawar tersenyum ramah.
"Baiklah,kamu boleh pergi"Kata Mala tersenyum sambil acak pucuk kepala Mawar.
Mawar anggukan kepala berjalan meninggalkan kamar Mala,lalu kaki Mawar berjalan kearah kamar Kartika,tangan Mawar mengetuk pintu kamar Kartika.
"Masuk saja" Suara lembut Kartika.
"Nyonya,mau bicara apa?"Tanya Mawar berdiri ditepi ranjang Kartika.
"Jangan panggil saya nyonya panggil saja mbak"Balas Kartika tersenyum.
"Mb-mbak"Kata Mawar sedikit canggung.
"Aku mau bicara sama kamu,apa Winda selalu menyaikiti kamu Mawar?"Tanya Kartika.
"Eng-enggak,nyonya Winda baik,dia tidak pernah menyakiti Mawar"Jawab Mawar berbohong.
"Mbak ternyata baik,Mawar kira mbak seperti nyonya Winda"Kata Mawar jadi nyaman.
"Apa kamu tau aku istri pertama Jorse?"Tanya Kartika.
"Mawar tau mbak Kartika istri pertama"Kata Mawar tersenyum.
"Aku lebih dulu menikah dengan Jorse dari pada Angel dan Winda,pasti kamu sudah tau kenapa Jorse menikah sampai tiga kali"Balas Kartika.
"Jorse tidak pernah mencintai satu diantara kami Mawar,karena kami dinikahi supaya kami jadi wanita terhormat tidak menjual diri lagi,tapi sejak kehadiranmu wajahnya bahagia,dia bahkan sering tersenyum sendiri"Kata Kartika lagi.
"Mawar enggak ngerti sama omongan mbak,Mawar dan tuan hanya sebatas ranjang dan nafsu mbak,tuan bilang diantara kami tidak boleh ada yang jatuh cinta"Balas Mawar kerut dahi.
"Itu kata dia Mawar,aku sudah lima tahun mengenal suamiku itu,belum pernah dia tersenyum lebar,sebelum datang kamu Jorse sangat perhatian pada Winda"Kata Kartika.
"Pantas mbak Winda cemburu kalau Mawar dekat sama tuan"Sambung Mawar.
Tok tok tok
Obrolan mereka berhenti karena seseorang mengetuk pintu kamar,dengan cepat Kartika membuka kunci pintu kamar,Mawar ketakutan karena Jorse yang mengetuk pintu.
"Sayang kamu baru pulang kerja?"Tanya Kartika melihat wajah dingin Jorse.
"Jangan salah paham,aku datang kesini bukan mau kedalam kamar kamu"Ketus Jorse langsung menarik tangan Mawar.
__ADS_1
"Tuan mau apa?"Tanya Mawar heran.
"Sayang jangan kasar sama Mawar,dia gadis baik"Kata Kartika tersenyum.
jorse diam saja langsung menarik tangan Mawar pergi dari kamar Kartika,dan bawa Mawar kedalam kamar khusus,Jorse mencampakkan Mawar diatas kasur setelah menutup pintu kamar.
"Tuan mau apa?"Tanya Mawar ketakutan saat Jorse membuka baju.
"Layani aku,karena aku ingin dilayani sekarang"Kata Jorse naik keatas ranjang.
"Ini masih sore tuan"Kata Mawar menenggak salivanya takut.
"Sebagai pemuas ranjangku,kau harus menurut,apa kau mau membangkang !"Ketus Jorse.
"Tuan tap-tapi lagi"Kata Mawar ragu ragu dan ingin menolak keinginan Jorse.
"Banyak bicara,cepat buka baju kamu"Kata Jorse sudah tidak sabar.
"Tuan Mawar lagi---"
Omongan Mawar terputus saat Jorse mencium lembut bibir Mawar,mata Mawar melihat kedua mata Jorse yang terpejam,Cup Jorse melepaskan ciumannya dan melihat kedua bola mata Mawar.
Mawar buang muka tidak berani memandang wajah Jorse dari dekat,seperti ada getaran didalam hati Mawar yang tidak bisa dikatakan dengan kata kata.
"Apa kau tuli,aku mau dilayani Hum"Kata Jorse memandangi wajah Mawar.
"Tuan mawar lagi dapat tadi pagi"Kata Mawar wajah bodoh.
"Ap-apa,kenapa kau tidak bilang !"Ketus Jorse langsung turun dari atas ranjang.
"Tadi mau bilang,tuan langsung cium bibir Mawar"Kata Mawar dengan polos.
"Ck..,kamu ini"Kata Jorse frustasi menahan konaknya,setelah itu Pria ini memakai pakaiannya kembali.
"Kartika bilang apa?"Tanya Jorse penasaran berdiri ditepi ranjang.
"Kami hanya ngobrol biasa"Jawab Mawar yang masih duduk diatas ranjang.
"Sial"Kata Jorse langsung pergi dari kamar khusus itu,Jorse terpaksa menahan konaknya dengan wajah frustasi.
"Tadi kenapa ya,aku tidak bisa lihat mata tuan kejam itu,jantungku mau copot"Batin Mawar dengan perasaanya sendiri.
Bersambung*
Like
Vote
Komen.
Pavorit.
__ADS_1