TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 33


__ADS_3

Mobil mewah milik Jorse sudah terparkir didepan halaman rumah Markum,sejumlah mata tetangga melihat kagum saat Mawar keluar dari mobil dengan pakaian yang modern,apalagi didampingi Jorse yang bermuka bule alias orang asing.


"Wah ini Adi,makin gemuk aja kamu nak"Kata Lena saat menyambut kedatangan Mawar dan Adi.


"Iya Tante Lena,Adi sekarang udah sekolah lagi ditempat yang baru"Jawab Adi dengan senyum khas anak kecil.


"Bagus,Adi sekolah yang rajin ya nak"Kata Lena tersenyum manis.


"Tante Lena gimana Ayah saya?"Tanya Mawar dengan wajah cemas.


"Parah Nak Mawar,dia panggilin nama kamu sama Adi juga,Ayah kamu didalam ditemani Pak Rt"Jawab Lena dengan menggigit bibir bawah.


"Kalau gitu Mawar masuk dulu tante,ayo dek"Balas Mawar langsung berjalan dengan Adi disusul Jorse mengikuti dari belakang.


Mata Mawar melihat rumah acak acakan seperti berdebu,apalagi saat masuk kekamar mata Mawar melihat sejumlah piring kotor dengan sisa makanan yang sudah membusuk meninggalkan bau yang tidak sedap.


"Nak Mawar akhirnya kamu datang juga"Tukas Pak Rt berdiri dari duduk ditepi ranjang.


"Tuti...sakit tut,Mana Mawar dan Adi"Kata Markum dengan suara lemah.


"Ayah...!"Panggil Adi saat melihat Markum terkapar tidak berdaya diatas ranjang usang.


"Adi kamu akhirnya datang juga"Balas Markum dengan tangan gemetar hendak mengelus pucuk kepala Adi.


Adi menghindari tangan Markum yang ingin mengelus kepalanya,Mawar langsung mendekati Markum dengan raut kesedihan.


"Dari tadi dia memanggil nama kalian terus,kami disini jadi khawatir nak"Tukas Pak RT yang berdiri disamping Jorse.


"Ayah kenapa gini?"Kata Mawar dengan mata mengembun.


"Maafin Ayah ya nak,Ayah udah jahat sama kalian"Jawab Markum dengan suara lemah.


"Adi sini nak dekat ama Ayah"Kata Markum dengan suara lemah.


Adi geleng kepala dan menjaga jarak dari Markum,tampaknya sikap Markum dulu membuat Adi menanamkan kebencian mendalam dihatinya.


"Adi sini dekat mbak"Kata Mawar yang sudah duduk ditepi ranjang.


"Adi anakku,maafin Ayah ya nak"Kata Markum sudah puas menyentuh pucuk kepala Adi saat duduk dipangkuan Mawar.


"Dari pada ngulur waktu lebih baik kita kerumah sakit aja"Tukas Jorse mengkerutkan dahi.


"Tidak usah tuan Jorse,ini enggak bakalan sembuh saya sudah pasrah dengan penyakit ini,mungkin ini balasan atas perbuatan saya yang lalu lalu"Balas Markum dengan wajah penyesalan.

__ADS_1


"Ayah enggak boleh bicara gitu,ayah cepat sembuh ya,lebih baik kita kerumah sakit"Sambung Mawar dengan suara gemetar hendak menangis.


"Tidak usah nak,Uhuk..,Uhuk.."Balas Markum terbatuk panjang lalu mengeluarkan darah.


"Ayah...!,Hiks.."Teriak Mawar saat melihat darah dimulut Markum.


"Tidak apa nak sudah jangan nangis,kamu tidak pantas menangisi Ayahmu yang jahat ini"Kata Markum langsung mengusap darah dengan telapak tangan kanannya.


"Mawar sama Adi jaga diri kalian baik baik ya,Ayah udah enggak kuat lagi,maafin Ayah nak,Ayah menyesal menelantarkan kalian selama ini nak"Kata Markum dengan suara lemah sekali.


"Ayah jangan bicara gitu,Hikss..."Balas Mawar langsung menangis dengan geleng kepala.


"Tuan Jorse bolehkah saya minta sesuatu tuk terakhir kalinya"Tukas Markum melirik Jorse.


"Permintaan apa itu?"Jawab Jorse dengan wajah penasaran.


"Tolong nikahilah anak saya,cintailah dia karena dari kecil saya tidak pernah memperhatikan Mawar tuan,saya mohon tuan"Kata Markum dengan berurai air mata.


Jorse terdiam sekelak sambil berfikir,sedangkan Mawar sudah menangis seunggukan meratapi Markum yang sudah tidak berdaya.


"Saya akan pertimbangkan permintaan anda,jangan takut Adi dan Mawar sudah hidup enak bersama saya"Kata Jorse lagi dengan wajah serius.


"Eleh eleh,tuan tuan tinggal bilang iya saja susah,gengsi banget,Ck.."Batin Hasan geleng kepala.


"Terima kasih tuan Jorse saya sudah tenang,saya serahkan Mawar dan Adi,jag...a.. mereka tu-tuan Jorse...."Tukas Markum dengan nafas yang mulai satu satu.


"Hak.."Nafas Markum mulai tersengal dengan membelalakan mata,pak RT membisikkan ayat suci ditelinga Markum saat menjelang sakratul mautnya.


"Ayah.....!!'Teriak Adi yang sedari tadi menolak mendekati Markum,saat Markum wafat tangis Adi pecah,lengkaplah sudah Mawar dan Adi menjadi yatim piatu.


"Ayah...Hikss...!!"Mawar menangis histeris melihat Markum yang sudah tidak bernyawa.


Sebagian tetangga menaruh wajah sedih atas kematian Markum,dan sebagian lagi ada yang mengucap syukur karena kematian Markum, sewaktu Markum masih sehat dia sering membuat resah penduduk saat pulang mabuk Markum ugal ugalan naik sepeda motornya.


Karena waktu masih menunjukkan pukul dua sore Markum harus dikebumikan dengan cepat,Mawar berdiri dari duduk dengan tangisan pilu,Jorse langsung menyandarkan kepala Mawar didada bidangnya yang lebar.


"Sudahlah,Ayah kamu udah tenang disana"Kata Jorse membelai lembut pucuk kepala Mawar.


"Mawar kasihan lihat Adi,dia masih kecil Hikss"Balas Mawar menangis seunggukan.


Hasan langsung berjalan mendekati Adi yang menangis,lalu tangan Hasan menggendong Adi supaya Adi nyaman saja.


"Adi berdoa yah supaya Ayah kamu tenang disana nak"Kata Hasan sangat Iba melihat Adi.

__ADS_1


"Adi enggak punya Ibu,enggak punya Ayah lagi,Hiks.."Balas Adi dengan sedih.


"Kan masih ada Om Hasan,anggap saja Om Ayahnya Adi"Sambung Hasan tersenyum.


"Om aja belum nikah,udah tua juga,Mana mungkin jadi Ayah Ayah"Balas Adi nyeplos.


"Jleb"


Perkataan Adi membuat Hasan tertohok,Hasan tidak dapat berkata kata lagi langsung menggendong Adi keluar dari kamar Markum tersebut.


Disisi lain semua warga sudah sibuk menyiapkan kain kafan serta memandikan jasad Markum,sementara Mawar terduduk lemas disamping Jorse.


"Tuan anda duduk disini saja ini bersih tuan"Tukas Hasan saat melihat Jorse duduk beralaskan tikar bersama Mawar.


"Sudah jangan cemas kek gitu,aku duduk disini saja"Balas Jorse dengan wajah serius.


"Tumben tuan mau duduk kek gitu,biasanya takut kumanlah,takut debulah,hah aku jadi senang tuan tidak takut kuman lagi"Batin Hasan yang masih gendong Adi.


"Tuan kenapa Ayah cepat banget pergi,cuma Ayah orang tua Mawar Hiks..!"Tukas Mawar menangis lagi.


"Sudah enggak usah bersedih gitu,supaya Ayah kamu tenang disana,kan masih ada aku"Jawab Jorse langsung mengelus punggung tangan kanan Mawar.


Hasan melirik sikap tuannya yang hangat,enggak biasanya bersikap lembut begitu,Mawar jadi sedikit tenang mendengar ucapan Jorse barusan.


"Benar kata orang orang,sekejam apapun manusia itu pasti akan luluh dan buta karena lima kata yaitu CINTA,Hihihihi.."Batin Hasan lagi tersenyum sendiri.


"Ehem"Jorse mendehem menatap elang Hasan yang senyum sendiri,Hasan jadi sadar lalu berhenti tersenyum.


"Besok aku bawa kamu kerumah sakit jiwa,biar sekalian kau jadi gila Hasan"Bisik Jorse dikuping Hasan.


"Jang-jangan tuan"Kata Hasan dengan wajah ketakutan.


"Kalau aku lihat kamu senyum sendiri jangan salahkan aku ya Hasan,aku tidak main main bicara"Balas Jorse dengan wajah datar.


"Maaf tuan,iya lain kali saya enggak senyum sendiri huh"Kata Hasan hembus nafas kasar.


Tidak berapa lama jenazah Markum sudah bisa dikebumikan,mereka semua sibuk bergegas pergi menuju tempat pemakaman umum.


Bersambung*


Like


Pavorit

__ADS_1


Komen


Vote


__ADS_2