TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 5


__ADS_3

Setelah Tuti dikebumikan Markum menunjukkan wujud aslinya,warga juga sudah pulang kerumah masing masing,kini didalam rumah Markum mengangkat televisi dan barang berharga didalam rumahnya.


"Ayah untuk apa Televisi Adi diangkat,Adi mau nonton gimana Yah,jangan bawa TV Adi Yah"Cegah Adi membentengi pintu rumah.


"Minggir,Ayah mau jual buat makan kita,awas kau"Ketus Markum mendorong tubuh Adi yang berusaha menghalangi pintu.


"Bohong,ayah Bohong pasti itu untuk main judikan,Adi sering dengar Ayah tukang main judi,Ayah jahat sering mukulin Ibu,Adi benci Ayah !!"Teriak Adi dengan lantang.


"Plak"Tangan Markum menampar pipi Adi,sebagai anak kecil iya jadi takut lalu berjalan mundur langsung menangis.


"Bicara enggak sopan sama Ayah kau,siapa yang ajari kamu bicara itu hah,sekali lagi kau bicara gitu,aku akan mengkurungmu digudang belakang,kau dengar Adi !"Suara keras Markum membuat Adi bergidik ngeri.


Mawar yang baru pulang dari warung mendengar suara tangisan Adiknya,Mawar langsung masuk kedalam rumah memeluk Adi dengan erat.


"Ayah apain Adi?,sadar yah Ibu udah enggak ada jangan siksa kami seperti ayah menyiksa ibu"Tandas Mawar dengan suara gemetar,mata Mawar melihat juga barang barang elektronik keluar dihalaman rumah mereka.


"Kau lagi nambah nambah beban hidupku,kalian dua mati saja susul ibu kalian,aku udah pusing dirumah ini,cih !"Ketus Markum dengan membuang ludah.


Sebuah mobil pickup datang untuk menjemput barang barang elektronik yang akan dijual Markum,mata Adi melihat televisi kesayangannya diangkut orang masuk kedalam mobil tersebut.


"TV Adi mau dibawa kemana,itu TV Adi mbak,TV Adi mbak Huaa"Tangis Adi pecah saat televisi kesayangannya sudah pergi bersama mobil pickup tersebut.


Sementara Markum naik keatas motor pergi begitu saja tanpa menghiraukan tangisan anak laki lakinya,Mawar juga meneteskan air mata tidak bisa bicara apa apa lagi.


"Mbak TV Adi,Adi nanti nonton kartun pakai apa mbak" Kata Adi tidak rela melepaskan televisinya.


"Sabar ya dik,entar kalau mbak ada uang,mbak akan ganti TV adik yang paling besar,paling bagus dari TV yang dijual Ayah,ya sayang ya,ayo kita masuk mbak bawakan ayam goreng kesukaanmu"Bujuk Mawar mengusap air matanya.


"Janji ya mbak belikan Adi televisi yang besar,Ibu udah enggak ada mbak Adi kesepian, biasanya Ibu malam begini ajari Adi mengaji mbak" Kata Adi dengan polos anak kecilnya.


"Habis makan mbak akan ajari kamu ngaji,jangan sedih lagi ya dik,Ibu nanti disana bisa sedih lihat Adi nangis terus,nah sekarang Adi makan yang banyak siap itu mbak ajari ngaji"Kata Mawar membujuk Adiknya.


Adi menurut langsung duduk diatas lantai menunggu Mawar mengambilkan nasi,Mawar berjalan menghidangkan nasi lauk ayam didepan Adi,anak kecil ini langsung makan dengan lahap tanpa beban sama sekali.


"Ya Allah betapa ngerinya cobaan yang kau beri ini,kasihan Adikku tanpa ibu"Kata Mawar dengan mata mengembun,Mawar meratapi adiknya yang makan dengan lahap.

__ADS_1


"Mbak kok nangis lihatin Adi makan,mbak mau makan juga,sini Adi suapin"Kata Adi dengan mengusap air mata Mawar yang membasuh kedua pipinya.


"Mbak enggak nangis,ayo cepat makannya dik"Balas Mawar mengusap air matanya.


"Mbak kek Ibu katanya enggak nangis,tapi nangis,mbak jangan bohong kata Allah berdosa kalau bohong,Adi benci Ayah mbak sampai mati Adi enggak mau punya Ayah"Kata Adi sambil makan.


"Ssst,Dik enggak boleh bicara gitu ya,bagai manapun dia Ayah kita,nanti Allah marah sama Adi,ayo habiskan makannya"Titah Mawar pura pura tersenyum.


**************************Skip


Setelah Markum menjual barang barang yang ada dirumahnya,iya pergi menuju sebuah gedung besar terletak ditepi kota,gedung itu didalamnya menyediakan tempat perjudian kartu,dindong,game judi lainnya,bisa dibilang kasino.



Markum dengan senang hati masuk kedalam tempat judi tersebut,padahal iya Pria miskin yang tidak tau diri mengadu nasib ditempat maksiat itu,berharap menang banyak,kini Markum sudah duduk diatas kursi panas judi,untuk bermain Kartu Poker dengan taruhan kecil.


"Tuan Markum hutang anda selama lima bulan ini hampir puluhan juta,kapan anda melunasinya?,Bos saya sudah cukup sabar menunggu anda melunasi hutang"Kata manejer kasino tersebut.


"Kalau ini menang banyak saya akan melunasinya separuh,bolehkan?"Balas Markum dengan kerut dahi.


"Karena anda langganan lama,kami membiarkan anda berhutang tuan,anda taukan Bos saya tidak suka dibohongi"Balas Manejer itu sebut saja dia Maikel.


"Wel,wel,baiklah tuan Markum semoga anda menang"Kata Maikel,setelah itu langsung berjalan menuju ruangan Tuannya.


Tangan maikel membuka pintu ruangan Tuannya,lalu masuk kedalam,terlihat Pria tampan berdarah jerman indo duduk dengan elegan,sorotan matanya yang seperti elang melihat Maikel berdiri dihadapannya.


"Bos,Pria bernama Markum bebal banget,iya yakin akan menang malam ini"Kata Maikel dengan mengkerutkan dahi.


"Hahahaha,Pria miskin belagu main dikasino besar kita ini,kalau ini malam tidak iya bayar bunuh saja dia,aku tidak mau ada lalat kecil masuk kedalam kasinoku ini,sangat menjijikan"Kata Jorse dengan wajah angkuh serta tertawa mengejek Markum.


"Baiklah Bos,saya akan turuti perintah anda"Kata Maikel tundukan kepala.


"Kau boleh pergi,awasi saja Pria bernama Markum itu"Titah Jorse dengan suara tegas.


"Baik Bos"Balas Maikel langsung keluar dari ruangan Jorse.

__ADS_1


Setelah Maikel keluar dari ruangan,terlihat seorang Pria masuk kedalam ruangan,dia melihat Jorse memegang sebatang rokok, dengan cekatan tangan Pria ini menghidupkan pemantik membakar rokok orang yang telah menggajinya itu.


"Dari mana kamu?,lama banget !"Ketus Jorse kepada Asistennya sebut saja dia Hasan.


"Tu-tuan saya sakit perut tuan,maaf"Jawab Hasan berdiri disamping Jorse.


"Singkirkan tubuhmu yang bau itu,aku bisa terkontaminasi kuman,kau baru keluar dari kamar mandi bukan"Kata Jorse dengan nada Angkuh.


"Maaf Tuan" Kata Hasan menggeser tubuhnya berjarak dengan Jorse.


Jorse beranjak dari duduknya lalu melihat tempat usahanya sudah ramai pengunjung,Lalu iya duduk kembali dengan elegan diatas sofa empuk nan mewah,Mata Jorse melihat teko airnya kosong.


"Buuk" Jorse memukul meja membuat Hasan terkejut menggerakan tubuhnya reflek,Hasan tau maksud Jorse dengan cepat iya ambil air bersih terletak ditepi ruangan.


Tangan Hasan meletakkan gelas diatas meja untuk Jorse,dengan tersenyum kecil Jorse mengambil sebuah tisu dan menyeka gelas bekas tangan Hasan,takut terkena kuman dari tangan Hasan,lalu Jorse minum dengan elegan sambil melirik wajah Hasan yang tertunduk.


Bersambung*



Visual Jorse Hino.


Sifat :Arogan,angkuh,jahat,tegaan,dingin.


Sisi baik : dia sangat menuruti perkataan ibunya,dia sangat mencintai ibunya.


Pekerjaan : Ceo,pemilik kasino terbesar dikota yang iya huni.


Hoby : bunuh orang,bermain perempuan.


Bersambung*


Like


vote

__ADS_1


komen


pavorit


__ADS_2