TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 4


__ADS_3

Motor Yuda berhenti tepat dihalaman rumah Mawar,gadis ini turun dari atas motor dan melihat adiknya bermain bola dihalaman rumah bersama kedua temannya.


"Dik,Ibu mana?,apa kamu sudah kasih minum Ibu?"Tanya Mawar dengan senyum.


"Enggak tau,Adi dari tadi main terus mbak,mbak lihat aja didalam kamar ibu"Balas Adi berhenti main bola sekelak,Mawar jadi diam geleng kepala,iya mengerti kalau Adi masih kecil mana tau mengurus ibunya yang sakit.


"Mas ayo masuk,biar Mawar buatkan teh"Kata Mawar.


"Enggak usah repot repot Mawar,tunggu mas parkirkan motor ini"Balas Yuda tersenyum.


"Udah deh jangan sungkan,biar aja motor mas dipohon itu ayo dong"Kata Mawar langsung menarik tangan Yuda.


Mereka berdua berjalan menuju ruang tengah rumah,Yuda duduk diatas kursi rotan,sedangkan Mawar berjalan menuju kamar ibunya.


"Tok tok tok"Tangan Mawar mengetuk pintu ibunya karena dikunci dari dalam,Mawar terus mengetuk pintu kamar tetapi tidak ada jawaban atau pintu dibuka oleh ibunya.


"Ibu ini Mawar,buka bu,Mawar baru pulang kerja"Kata Mawar dengan heran.


"Tok tok tok"


"Bu,buka bu ini mawar,Bu,Ibu...!!"Mawar dengan suara meninggi,hati Mawar langsung cemas saat pintu berulang kali diketuk tapi tidak ada jawaban sama sekali,Yuda heran mendengar suara Mawar langsung mendekati Mawar yang berdiri didepan pintu kamar.


"Aneh enggak dibuka juga,padahal kamu udah bolak balik ketuk pintu ini"Kata Yuda mengkerutkan dahi.


"Mas aku takut ibu kenapa kenapa,ayo mas kita dobrak aja,berulang kali aku ketuk enggak dibuka,aku takut mas"Balas Mawar dengan wajah kecemasan.


"Buok...,buokk".Tanpa Bicara lagi Yuda mendobrak pintu dengan lengan kuatnya,sedangkan kedua tangan Mawar membantu mendorong pintu itu juga.


"Kreeak". Papan pintu langsung terkoyak dengan mudah kaki Yuda mendobrak pintu kamar,pintu jatuh keatas lantai karena hentakan kaki Yuda.


"Tidaaaaakk....!!!,ibu...!!!"Suara teriakan Mawar saat melihat sosok ibunya sudah tergantung dengan leher yang terikat kain diatas langit langit kamar,kain panjang itu terikat diatas batang kayu atap kamar.


Yuda juga terkejut melihat Ibu Mawar gantung diri didalam kamarnya,Yuda berlarian memanggil penduduk desa,sedangkan Mawar terduduk meratapi mayat ibunya yang masih ngegantung dengan lidah menjulur keluar.


Pukul enam sore penduduk desa menjadi gempar mendengar berita duka itu,semua warga berdatangan berbondong bondong hanya untuk melihat mayat Tuti.

__ADS_1


"Tuti gantung diri...!!!,Tuti gantung diri"Teriakan salah satu warga berlarian kearah rumah pak RT alias rukun tetangga.


"Tuti gantung diri?,ayo kita lihat"Kata wanita setengah baya saat bergosip didepan rumahnya bersama tetangga lainnya.


Sesaat kemudian semua penduduk sudah berada dihalaman rumah Mawar,Pak RT juga sudah datang langsung masuk kedalam kamar saksi bisu Tuti bunuh diri.


"Astaghfirullah al'azim Tuti,kenapa kau Tut,Ya Allah Kasihannya"Ucap Bapak RT terkejut melihat mayat Tuti yang masih ngegantung.


"Angkat mayatnya,kenapa masih kalian tonton,cepat..!"Titah Pak RT menyuruh sebagian warga masuk kedalam kamar.


"Kasihan Tuti ya,pasti dia menderita,aku sering mendengar teriakan Tuti dipukul Markum"Kata Lena sebagai tetangga sebelah rumah Keluarga Mawar.


"Cih,suami macam apa itu,jarang pulang sekali pulang minta uang,aku juga sering dengar dia menyiksa Tuti"Sambung Jeni tetangga depan rumah Mawar.


"Hei bukannya membantu,malah gosip,ayo kita rapikan ruang tengah ini,mayatnya mau diletak situ"Kata Rika menarik karpet diruang tengah rumah Mawar.


Disisi lain Mawar yang menangis histeris terduduk lemas diatas lantai,betapa pedihnya hati Mawar orang yang iya cintai sebagai tempat berlindung mati mengenaskan,Dimata Mawar sosok Tuti,ibu yang tegar,kuat selama ini,gadis ini tidak menduga ibunya senekat ini.


"Hiksss...Ibu kenapa tinggalin Mawar Bu"Kata Mawar sendiri menangis seunggukan.


"Ibu enggak apa dik,ibu udah disurga,kita berdoa aja untuk ibu,kamu jangan sedih ya dik,masih ada mbak"Balas Mawar mengusap lembut rambut Adiknya.


"Kalau Ibu enggak ada siapa yang masakin sayur asem kesukaan Adi mbak,Adi enggak mau kehilangan Ibu Hikss.."Tangis adi pecah terisak isak dengan polosnya.


Mawar tidak sanggup bicara lagi dengan ucapan adiknya yang polos itu,kedua tangan Mawar langsung memeluk tubuh Adiknya yang masih kecil,sesekali mengecup pucuk kepala adiknya,terlihat Mawar sangat menyayangi adiknya itu.


"Mawar ayo nak kita urus jenazah ibu kamu,semua warga sudah melayat"Kata Pak RT dengan raut kesedihan.


"Oh iya Ayah kamu mana?"Tanya Pak RT.


"Mawar enggak tau Ayah kemana,jam segini dia dikota pak RT"Kata Mawar suara gemetar.


"Pasti dia main judi dikota sana,suami enggak tau diri" Ucap Yanto salah satu warga desa yang pernah menjadi sahabat Markum.


"Sudah jangan dibahas itu,kita fokus mengurus jenazah almarhum Tuti,Yanto panggil ibu ibu pengurus jenazah wanita jangan lupa beli kain kafannya"Titah Pak RT.

__ADS_1


"Baiklah pak,kami pamit dulu"Ucap Yanto berjalan keluar rumah.


"Mawar kamu yang kuat ya,jangan nangis terus,ayo kedepan sini nak"Kata Lena menarik lengan Mawar.


Mawar menurut dia berjalan sembari tangannya memegang tangan Adi menuju ruang tengah,Mawar terduduk didepan mayat Ibundanya bersama Adi.


"Ibu jangan tinggalin Adi Ibu,Adi sayang Ibu,Ya Allah kenapa kau ambil ibu Adi Hua"Tangis Adi pecah dengan polosnya dia bicara.


"Ssst,dik jangan menangis berdoa ya sayang supaya ibu tenang"Kata Mawar sambil mengelus pipi ibunya yang sudah pucat pasi.


"Kasihan ya mereka,Adi masih kecil udah ditinggal ibunya,aku sangat prihatin Rika"Kata Jeni mengusap air mata sangat iba melihat anak anak Tuti.


"Itu semua karena Markum,sudah kita berdoa saja supaya Tuti sahabat kita tenang"Jawab Rika mengambil buku Yasin dan mulai membaca ayat ayat.


Satu jam berlalu hari mulai gelap tibalah Markum dengan jalan sempoyongan,Markum heran baru turun dari atas motornya melihat warga ramai dirumahnya,Mata Markum juga melihat bendera merah tertancap didepan halaman rumah tanda kemalangan.


Mabuk Markum seketika hilang saat melihat istrinya terbujur kaku diruang tengah,Markum berlarian dan mendekati mayat Tuti dengan mengkerutkan dahi,orang orang pelayat melirik Markum dengan sinis,ada juga memandang Markum dengan kebencian.


"Tuti..bangun Ti,apa yang terjadi kenapa ibumu mati Mawar?"Kata Markum dengan wajah tanpa kesedihan.


"Ini semua karena Ayah,Ayah selalu menyiksa ibu"Tandas Mawar dengan tatapan nanar.


"Kau bicara apa Mawar,enggak sopan kamu sama Ayahmu"Kata Markum dengan kesal.


Markum ingin sekali menyiksa Mawar karena ucapannya yang nyeplos didepan para pelayat,Markum malu tetapi iya tutupi dengan mengelus wajah Tuti yang pucat pasi.


"Tuti bangun Tut,kenapa kau tinggalkan kami sayang"Kata Markum dengan wajah sedih tanpa airmata,iya bicara gitu hanya untuk pencitraan didepan warga lainnya.


"Bagus mati saja kamu,bikin beban selama ini,sakit sakitan banyak biaya,aku bisa kawin lagi" Batin Markum ternyata senang atas kematian Tuti istrinya.


Bersambung*


Vote.


like.

__ADS_1


Pavorit sayang.


__ADS_2