
Silva Heartlifia pov
.................................
Hp gue tiba-tiba bunyi, gue liat siapa tuh yang nelpon. Ternyata itu dari kang iblis yang kemarin sempat gue pikir udah insaf eh malah nggak jadi tobat. Siapa lagi kalau bukan Himiko yang selalu ngerusuh gangguin gue dimanapun dan kapanpun itu coba?
Gue melihat ke Steinar dan yang lainnya
"Angkat aja teleponnya" kata Steinar dengan sangat ramah
Gue menjawab telpon dari Himiko, dan Himiko langsung ngegas
Jangan makan makanan yang pedes, yang asem, yang pahit! Jangan terlalu banyak makanan makanan yang manis! Jangan minum minuman yang dingin, bersoda, beralkohol, kamu paham kan? KALO BISA KAMU MINUM AIR PUTIH YANG LEBIH BAIK BUAT KONDISI KAMU SAAT INI! INGAT PULANG KE RUMAH NTAR KAMU HARUS TETAP SEHAT!-Himiko
"Bip"
Himiko mematikan teleponnya
"Dari siapa?" tanya Renata pelan
"Bukan siapa-siapa kok" gue
"Jadi kalian mau makan apa?" tanya Ingvar
Pelayan mendekat ke arah kami
"Bubur ayam sama air putih aja" ucap gue
"Aku yang sederhana aja deh, nasi uduk sama es teh" kata Renata
"Kalo gitu aku lontong pecel sama es sirup" kata Arisa
"Terus apa lagi? Cuma itu?" Ingvar
"Iya... " Gue
"Aku soto, minumnya jus jeruk aja... Ingvar kamu apa?" tanya Steinar ke Ingvar
"Ayam geprek super pedas sama es teh" kata Ingvar
Setelah pelayan mencatat semua yang mereka pesan, kemudian pelayan itu pergi. Arisa masih diam tiba-tiba matanya tertuju kepada sesuatu yang nggak asing lagi untuknya
Arisa langsung mengeluarkan hp nya, gue juga penasaran apa yang ada di pikiran tuh anak
Gue dan Renata melihat hp diam-diam, karena gue ngerasa kalo Arisa ngechat gue sama Renata. Terus gue baca apa isi chat dia
Arisa:
Di belakang Steinar njer... Lu nggak ngerasa ada yang aneh sama jaket itu?
Setelah gue baca chatnya si Arisa, gue sama Renata melihat orang yang duduk di belakang Steinar
Kami melihat dia dari belakang
"Sablonannya kek pernah liat deh" batin gue
Orang yang duduk di belakang Steinar langsung menoleh ke belakang dan melihat gue dengan tatapan horornya. Ih dia kayak kurang kerjaan banget sampe ngikutin gue segala loh...
"Kampret! Kang iblis bangsat! Sampe kapan sih dia ikut campur urusan gue?!" ucap gue dalam hati dengan sangat kesal
Kemudian pelayan datang membawakan serta menyuguhkan menu makanan sederhana yang kami pesan
"Selamat menikmati" kata pelayanan itu lalu pergi
Kami mulai makan
"Silva, akhir pekan kamu free nggak?" tanya Steinar ke gue
Hp gue langsung getar, gue yakin itu pasti chat dari Himiko. Tuh anak cepet banget ngetiknya jadi berasa chatan sama simisimi
__ADS_1
Kang iblis:
Bilang aja lu sibuk. Lu baru aja pulih! Jangan bikin repot gue!
Gue melihat Steinar lagi dan mengatakan
"Aku... Ada kesibukan di akhir pekan nanti"
Steinar masih sibuk makan lalu dia minum dan kembali melihat gue yang tengah menikmati bubur ayam
"Kesibukan apa?" tanya Steinar
"Ada acara sama kakak tercintanya. Iya kan Sil?" tanya Arisa yang ngawur banget ngomongnya
"KAKAK TERCINTA?! YANG BENAR SAJA?! AKU TIDAK PERNAH PUNYA SEORANG KAKAK!" batinku berteriak
"Silva punya kakak?" tanya Ingvar
"Punya, kaknya baik banget loh, penyayang, keren, penuh perhatian" Renata
"Sepertinya dia seorang kakak yang menyenangkan ya?" tanya Steinar penasaran
"Begitulah" jawab gue terpaksa
"Apa dia kuliah di sini juga?" tanya Ingvar
"Dia... " gue bingung jawabnya gimana anjir
"Oh ada Rachael?" tanya Arisa melihat Rachael dari kejauhan
Steinar dan Ingvar melihat Rachael dan temen-temennya. Gue melihat Himiko yang berpura-pura membaca buku untuk menutupi penyamaranya
"Kalo begitu bagaimana dengan ini?" tanya Steinar yang memberikan sesuatu kepada kami bertiga
Itu adalah undangan pesta ulang tahun dari Steinar sendiri, kami menerimanya dan melihat isinya
"Jangan khawatir" Arisa
***
Sore itu gue pulang ke rumah, Himiko udah duduk bersantai di ruang tamu dengan tatapan mata horornya dia ngeliat gue.
Gue yang saat itu gak ngeliat mukanya sama sekali langsung nyelonong masuk ke dalam, gue udah anggap dia mahluk tak kasat mata waktu itu.
"SILVA!" panggil Himiko keras dan kasar
Suara itu...seperti suara iblis yang di bebaskan setelah di kurung selama 100 tahun, ketika dia keluar dia ingin mengamuk
"Apa?!" ucap gue keras
"Ikut gue" Himiko yang bangun dari tempat duduknya langsung narik gue keluar rumah
"Nggak! Lepasin aku! Sakit tau nggak!" gue mencoba untuk memberontak
"IKUT!" Himiko masih narik gue dan memasukan gue ke dalam mobil secara paksa
"Jegrek"
Dia nutup pintunya
Kemudian Himiko masuk dan menyalakan mesin mobilnya lalu Himiko mengemudikan mobilnya
"Bisa nggak sih jangan ngebut njir?!" ucap gue
"Kalo gak bisa gimana?" Himiko
"Srasts"
Tuh anak nyetirnya ugal-ugalan anjir, gue tuh pasrah karena merasa mau di bawa ke neraka
__ADS_1
Kemudian mobil mendadak berhenti, gue melihat ke luar dari jendela
"Tempat parkir ini sepertinya gue kenal..." batin gue
"Sekarang elu turun dan" kata Himiko ngasih selembar kertas ke gue
Gue melihat kertas tersebut dan isinya adalah daftar barang dan bahan masakan yang harus gue beli
"Kenapa masih disini?" tanya Himiko kesal
"Lu pikir gue pembantu lu apa? Ogah banget!" ucap gue menolak
"Yaelah anjir... Sesekali beliin napa sih?! Selama ini yang elu lakukan di rumah tuh apa? Bantuin gue dong. Gue juga bukan pembantu, tapi gue bersih-bersih rumah, masak, nyetrika, ngepel, motong rumput! Nggak kayak elu,Pemalas!" kata Himiko yang agak kasar ke gue
Semua orang pada ngeliatin kami, dia bener-bener mempermalukan gue di depan umum anjir. Terus Himiko pergi ninggalin gue
Gue ngikut di belakangnya saat dia memilih barang yang akan di belinya
"Bruak!"
Gue nabrak Himiko saat dia berhenti mendadak
"Eh kalo jalan pakek mata dong!" Himiko
Gue cuma diem aja, habis itu gue bangun dan ngikutin Himiko lagi
"Sekarang giliran elu...beli sayuran, daging, buah-buahan" kata Himiko ke gue
Gue nurut sama apa yang dia perintahkan. Setelah itu kami berdua pulang ke rumah, sesampainya di rumah gue bantu-bantu Himiko masak
Gue masih kesel di katain nolep dan pemalas anjir. Dan semua itu juga karena dia kan? Lah gue gak boleh main, gak boleh keluar, disuruh masuk kamaaaar mulu...
Maksdunya apa coba nih anak ngatain gue kayak gitu?
"Akhw..."
Sialan tangan gue kepotong saat memotong daging, ya akhir-akhir ini gue emang kepikiran sama nasib gue terus sih
Himiko menarik tangan gue dan melihat lukanya
"Cukup dalam..." kata Himiko pelan
Gue gak nyangka seorang kang iblis membalut luka gue di depan gue. Dan malamnya pun kami kembali makan bersama
"Himiko..." gue manggil Himiko
Himiko cuma diem aja, dan nggak liat gue
"Himiko...!" gue manggil dia lagi
" my Brother" kata Himiko
Gue ngerti sekarang tuh anak mau gue manggil dia kak, emangnya dia pikir gue bakal manggil dia kak apa?
"Mulai besok jangan ikut campur sama masalah gue lagi" gue
"Masalahmu masalahku juga" Himiko
"Memangnya kau pikir kau siapa? Kita tidak ada hubungan darah! Kau cuma musuhku disini!" gue beneran kesel sama dia gue udah gak tahan
"Terserah kau saja! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas landas dari pengawasan dan kendaliku" Himiko
"Tau nggak sih gue tuh capek banget untuk selalu nurut sama elu! Gue juga punya hak untuk bebas! Gue bukan bonekamu Himiko! Gue laporin sama komnas HAM mampus lu" gue
Kemudian gue pergi ke kamar dan ninggalin Himiko
To be continue
Oleh: Kousei
__ADS_1