Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 22


__ADS_3

Shinjuku 12 September 2019


Di bandara


Pukul 8 a.m


Kazuma memperhatikan Himeko masih terlihat menunggu seseorang, Kazuma sejak tadi juga menahan rasa kantuknya karena orang yang di tunggu oleh Himeko tidak kunjung datang.


Hpnya Kazuma yang ada di saku bajunya bergetar karena di telpon oleh rekan kerjanya.


"Halo Ash?" tanya Kazuma penasaran


Mas Kazuma, aku sudah menangkap Joey. Ternyata lebih mudah dari perkiraanku-  Ash


Lalu Kazuma melihat Himeko yang sudah mulai bergerak


"Baguslah, kalau begitu sampai jumpa lagi Ash" kata Kazuma yang langsung mematikan panggilan telepon kemudian dia bergegas mengejar kemana Himeko pergi


Kembali kepada Mega dan Farida yang baru saja keluar dari kereta, mereka berdua berpisah di stasiun.


"Sampai jumpa lagi kak Mega" ucap Farida sembari melambaikan tangannya


"Iya" Mega membalas lambaian tanganya


Farida pergi meninggalkan Mega lalu dia membuka suatu file PDF novel karangan kakaknya yang sempat booming beberapa bulan yang lalu. Sebagai adik dari penulis novel, selama ini Farida sama sekali tidak pernah membaca cerita yang di tulis oleh kakaknya dengan alasan bahwa kakaknya selalu menulis cerita yang berakhir menyedihkan.


Dan siang hari itu ketika jadwal kuliahnya telah selesai Farida pegi ke sebuah cafe dan kembali melanjutkan membacanya, dia merasakan suatu keanehan dengan beberapa karakter yang ada di dalam cerita itu.


"Farida?"


Farida melihat Silva yang menyapanya. Dia tidak menyangka akan bertemu lagi di tempat ini


"Silva? Duduklah" ucap Farida


Silva langsung duduk di depan Farida


"Aku sudah tertipu olehmu soal cincin yang pernah kau berikan itu Far" ucap Silva


"Oh maaf ya, terkadang aku ini memang suka menjahili seseorang" jawab Farida


"Tidak apa-apa kok" Silva


"Apa kau sudah menemukan kakakmu?" tanya Farida penasaran


"Sebenarnya dia itu bukan kakak kandungku, tapi aku berisi keras untuk mencarinya dan pada akhirnya aku sudah menemukannya" ucap Silva


"Syukurlah kalau begitu, dimana kau bertemu denganya?" tanya Farida penasaran


"Dia seorang koki di rumah makan cita rasa. Namanya Himiko" jawab Silva


Farida cukup terkejut mendengar jawabannya itu. Namun Farida berpura-pura tidak mengenal Himiko karena tidak mau terlibat lebih dalam lagi dengan kasus percintaannya.


"Begitu ya" ucap Farida


Silva menunjukkan foto Himiko kepada Farida sembari bertanya "apa kau yang memberikan cincin pernikahanmu padanya?"


"Aku tidak memberikannya, aku merelakannya karena dia tidak sengaja memakainya. Cincin itu tidak bisa di lepaskan dan kemarin aku memberikan cincin yang satunya lagi, aku mengatakan bahwa dia bebas memberikannya kepada orang yang di cintai. Aku juga tidak kenal siapa dia, kenapa?" tanya Farida balik kepada Silva


"Dia ini orang yang aku sukai" jawab Silva


"Apa kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?" tanya Farida penasaran

__ADS_1


"Belum, tapi aku akan segera mengatakannya" jawab Silva


Farida mulai membatin


"Inilah kenapa kakak tidak mau bergerak untuk mengejar cintanya Himiko. Karena orang yang memperebutkan dan memperjuangkannya banyak, tapi orang yang saat ini paling kuat menurutku adalah Silva.


Kenapa kakakku harus menyukai orang sepertimu sih Himiko?"


"Farida sendiri, siapa orang yang kau sukai?" tanya Silva


"Farida?"


Farida dan Silva melihat kearah siapa yang memanggilnya


"Shina?" tanya Farida dengan wajah malesnya itu


"Kenapa kamu ada di Jepang?" tanya Shina


"Aku kuliah" jawab Farida bete


"Kenalanmu?" tanya Silva kepada Farida


"Dia mantan pacarku, kami berdua putus setelah ada seorang pengusaha yang melamarku" ucap Farida blak-blakan


"Dia lebih memilih pengusaha kaya daripada aku. aku tak menyangka bahwa ternyata Farida itu bukan orang yang setia" Shina duduk di tengah-tengah mereka


"Pengusaha kaya juga mantan pacarku, coba saja aku bisa menikahi dua cowok sekaligus" Farida


"Kau ini apa-apaan sih?" Silva


"Kenapa kau disini? Kau tidak membantu kakakmu ya?" tanya Farida kepada Shina


"Tidak, aku dapat giliran shift malam" jawab Shina


"Apa itu tidak masalah?" tanya Silva


"Tidak kok" jawab Shina


Flash Back on


*************


Dulu di sekolah elit tepatnya di SMA Negri 1 Amarta, ada siswa yang paling di kagumi dan menjadi idola. Dia adalah ketua OSIS beserta jajarannya, saat itu ketua OSIS di sekolah tersebut adalah Farida Fradina.


Selain popular karena cantik, dia juga pandai dalam bidang olahraga dan pernah menjuarai olimpiade taekwondo tingkat nasional, dalam bidang akademik juga unggul.


Di sekolah itu Farida berkali-kali menolak laki-laki yang menyatakan cinta padanya.


Dan pada suatu hari ada siswa pindahan yang satu kelas denganya. Siswa itu tak lain adalah Shina, dia terkenal sebagai cowok kutu buku, culun, cupu, dan pendiam.


Dan pada suatu hari Farida mendapati Shina di intimidasi oleh teman-temannya yang lain. Mereka meminta semua uang saku Shina, dan mencaci-maki dirinya.


"Oi! Apa yang kalian lakukan ha? Menjauh darinya!" ucap Farida dengan suara yang keras dan lantang lalu berjalan mendekati Shina


Melihat kemarahan Farida yang cukup mengerikan, mereka semua ketakutan dan berlari terbirit-birit menjauhi Shina.


"Yaampun" ucap Farida melihat teman-temannya yang kabur lalu melihat Shina dan bertanya "apa kau baik-baik saja?"


"A-aku baik-baik saja. Terimakasih" jawab Shina


"Sudah berapa lama kamu di intimidasi?" tanya Farida

__ADS_1


"Kurang lebihnya selama seminggu" jawab Shina dengan suara yang pelan


"Tenang saja, aku akan menghentikan intimidasi di sekolah ini" kata Farida menepuk bahunya Shina dan kemudian pergi meninggalkanya


Dan pada suatu hari Shina meminta tolong kepada Farida untuk pulang sekolah bersamanya serta berpura-pura menjadi pacarnya. Karena Shina di ancam akan di bunuh oleh seseorang melalui sebuah pesan yang di kirim oleh nomor misterius.


Farida pun bersedia melakukan hal itu, seperti kekasih pada umumnya mereka pulang sambil bergandengan tangan di hari pertama pulang sekolah Farida mengantar Shina sampai kerumahnya, di hari keduanya Farida di gosipkan berpacaran dengan Shina lalu di hari yang ketiga Farida menolak untuk pulang bersama Shina.


Akhirnya Shina pulang sendirian, namun di tengah jalan dia di hadang oleh sekelompok orang tak di kenal, Shina yang sangat berlari sekuat tenaga tapi langkahnya terhenti setelah di hadang oleh mobil hitam.


"Siapa kalian?" tanya Shina melepas kacamatanya dan menatap mereka semua


"Kau adiknya Mega kan? Kau harus membayar apa yang sudah di lakukan oleh kakakmu kepada ketua kami" ucap salah satu dari mereka


Diam-diam Farida melihat mereka, karena sepulang sekolah tadi Farida semoga khawatir kepada Shina sehingga dia memutuskan untuk mengikuti dan mengawasinya. Saat itu Farida juga menghubungi polisi


"Ketua kalian? Oh yang wanita ****** itu ya?" tanya Shina dengan santai


"Jaga bicaramu!"


Ketika salah satu dari mereka hendak memukul wajahnya Shina, Shina langsung menghentikan dengan satu tanganya lalu membalasnya dengan pukulan yang lebih kuat di bagian perutnya.


Akhirnya sekelompok orang tak di kenal pun bersiaga untuk melakukan penyerangan kepada Shina.


"Apa boleh buat, aku akan melayani kalian semua" ucap Shina yang masih tetap santai sembari melepas tasnya dan meletakkannya di tanah setelah itu dengan jari tanganya dia menyisiri poni rambutnya kebelakang


Farida sangat kaget melihat kejadian ini, dia merasa Shina yang saat ini di lihat sangat keren. Dan tanpa kacamata serta poni panjang yang selama ini menutupi wajahnya itu Farida pun tahu betapa manis serta jantannya sosok Shina yang asli.


Lalu Shina mulai menghajar mereka secara bersamaan, 11 orang sekaligus bisa di kalahkan dengan mudah oleh Shina. Tak lama polisi datang menangkap sekelompok orang yang tidak di kenal, polisi mengatakan bahwa mereka adalah geng yang sering membuat kerusuhan dan kekacauan yang selama ini di cari-cari oleh kepolisian.


Shina kembali menakai tas dan kacamatanya lalu membiarkan rambutnya kedepan untuk menyembunyikan ketampanannya.


"Menyebalkan sekali, gara-gara mereka aku jadi berkeringat cukup banyak" ucapnya pelan lalu pergi


Keesokan harinya diam-diam Farida memperhatikan Shina, kali ini Farida berencana untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang Shina.


"Farida sebagai ucapan terimakasihku karena kau sudah menemaniku pulang 2 kali aku membuatkan bekal makan siang untukmu" Shina meletakkan bekal makan siangnya di depan Farida


"Te-terimakasih banyak Shina, yaampun kenapa kau sampai repot-repot begini sih" ucap Farida yang menjadi sangat gugup karena menutupi rahasia Shina


"Ah sama sekali tidak apa-apa kok, aku juga minta maaf karena gara-gara hal itu semua orang mengira bahwa kita berdua pacaran" ucap Shina


Kalau susah tahu Shina yang sebenarnya aku sih mau pulang bareng dia terus hahaha- batin Farida


"Ah jangan pedulikan hal itu, aku harap kemarin kau baik-baik saja" kata Farida


"Aku baik-baik saja kok, orang yang mengancamku sudah di tangkap polisi kemarin" ucap Shina


Aku tahu bahwa kemarin kau melihatku, kaulah yang memanggil polisi-polisi itu Farida- batin Shina


Jadi mereka saling berpura-pura tidak tahu


"Jika kau tidak keberatan, bagaimana jika kita berpacaran sungguhan? Aku rasa aku menyukaimu dari pertama kalinya aku melihatmu" ucap Shina blak-blakan


"Baiklah" ucap Farida


Shina membatin "Ini karena kau sudah tahu diriku yang asli"


**************


Flash Back Off

__ADS_1


To be continue


oleh: Kousei


__ADS_2