Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 7


__ADS_3

"Bruak"


Arisa jatuh tersungkur karena dia di tendang sama Himiko, tapi saat itu Himiko tahu siapa lawannya jadi dia tidak menendang Arisa dengan keras. Walaupun begitu Arisa masih merasakan rasa sakit yang cukup hebat.


"Sialan!" kata Arisa melihat Himiko


Himiko duduk di tubuh bagian belakang Arisa lalu menjambak rambutnya


"Akhrakh!" kata Arisa kesakitan


"Ini adalah hukuman untukmu karena menyusup ke rumah orang sembarangan" kata Himiko


"Tolong!" Arisa berteriak keras minta tolong


"Tidak ada yang bisa mendengarmu disini" kata Himiko yang terus menarik rambut Arisa


"Oke gue minta maaf, please benget lepasin tangan elu, sakit banget Him" kata Arisa dengan sangat kesal


Himiko menyingkir dari Arisa


"Hemmmm kalo lu mau ketemu sama Silva, bilang sama gue kan bisa? Nggak perlu pake nyusup segala kayak yang tadi malam" kata Himiko dengan nada bijaksana


Arisa hanya terdiam


"Suara dan cara bicaranya berubah njer" batin Arisa yang bangun sembari melihat Himiko dengan sangat heran


"Oi! lu bisa denger gue ngomong apa kan?" tanya Himiko melihat Arisa agak dekat


"Iya gue bisa" kata Arisa yang masih terheran-heran


"Em... Oke sampai jumpa lagi" kata Himiko yang pergi meninggalkan Arisa


Arisa bangun dan berjalan dengan tubuh sempoyongan


"Tubuh gue sakit semua anjir... DASAR KANG IBLIS!" kata Arisa dengan sangat keras dan memukul tembok


Arisa melihat orang yang saat ini di hadapanya. Orang itu tak lain adalah Rachael dan kedua temenya


"Lu kenapa?" tanya Fella melihat Arisa dengan heran


"Dia kayak habis bebas dari siksa neraka" Maria


"Bukanya dia Arisa ya? Si cewek preman yang cukup terkenal di kampus kita?" tanya Rachael kepada kedua temennya


"Cukup terkenal? Kok gue gak tau ya?" tanya Maria


"Brisik" kata Arisa kaku dan pergi meninggalkan mereka bertiga


"Arisa!" panggil Rachael


Langkah Arisa terhenti dan melihat ke arah Rachael


"Apa?" tanya Arisa kepada Rachael


"Apa lu tau sesuatu tentang kak Himiko?" tanya Rachael


"Gue gak tau" jawab Arisa singkat


"Jangan bohong!" kata Fella


"Untuk apa aku berbohong? Rumah kami emang bersebelahan tapi bukan berarti aku tahu tentang dia. Sahabatnya sendiri juga tidak sepenuhnya tahu mengenai kak Himiko" kata Arisa lalu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Rachael dan yang lainya


"Cih, orang bodoh! Kalian pikir aku akan mengatakan apa yang aku ketahui begitu saja tentang kang iblis itu?" batin Arisa


Kembali ke Silva yang saat itu telihat sangat bosan di kamarnya


"Himiko niat banget jadiin gue NOLEP" kata Silva dengan sangat kesal

__ADS_1


Silva bangun dari tempat tidurnya dan berjalan mendekati pintu kamarnya. Saat dia membuka pintu kamarnya Silva terkejut


"Nggak di kunci?" tanya Silva dalam hatinya


"Dia gak lupa kan? Nggak mungkin Himiko lupa kunci pintu? Atau jangan-jangan dia sengaja gak ngunci pintu kamar gue? Dia gak mungkin sengaja melakukannya... " kata Silva dengan sangat bingung


Silva memegangi kepalanya dan mulai turun ke bawah. Langkahnya terhenti saat dia melihat Himiko yang ada di bawah dan sibuk menyapu lantai


melihat Himiko dari atas Silva langsung berlari menaiki tangga menuju kemarnya


Setelah sampai kamarnya Silva menutup pintunya


"Sial! Dia masih saja di rumah" batin Silva


"Ceklek"


Himiko membuka pintu kamar Silva dan melihat Silva


"Kau tidak makan siang? Turunlah... Aku sudah memasak tadi" kata Himiko dengan sifatnya yang sangat kaku


Lalu Himiko pergi


"Mungkin sikap dan ucapan gue yang kaku dan dingin jauh lebih baik dari pada kekasaran gue sebelumnya" kata Himiko dalam hatinya


Himiko yang saat itu sudah berada di dapur, makan siang lebih dulu setelah bersih-bersih rumah sepulang dari kampus


Tak lama Silva datang, Himiko yang menikmati makanannya menatap Silva yang masih berdiri di ambang pintu


"Duduklah" kata Himiko


Silva yang masih diam pun duduk, kemudian Himiko menyuguhkan makanan di depan Silva


Silva memakan makanan yang Himiko letakkan di depannya


"Seperti biasanya, masakannya enak banget anjir" batin Silva


Himiko berhenti makan, lalu dia minum air putih yang di ambil dari teko yang letaknya tak jauh dari tempat dia duduk saat itu


"Cukup baik" kata Silva yang masih terus mengunyah makanannya


"Dulu aku pernah janji sama kamu kan? Kalo kamu sembuh aku bakal ngajakin kamu jalan-jalan, aku... Aku bakal tepatin janji itu" kata Himiko yang kemudian melihat Silva


"Uhuk-uhuk-ehem.. " Silva langsung keselek setelah itu dia langsung minum air sampe satu gelas


"Oh... " kata Silva yang masih meragukan ucapan Himiko barusan


"Kampret, kayaknya dia gak percaya sama gue" batin Himiko yang kemudian melanjutkan makan sembari melirik Silva


"Kamu maunya kemana?" tanya Himiko yang masih bersikap kaku


"Nggak tau..." kata Silva


"Ngeselin banget anjir" kata Himiko dalam hatinya


"Kalo gitu aku yang mutusin kemana kita akan pergi" kata Himiko yang agak tegas lalu pergi meninggalkan Silva


Silva ternganga melihat Himiko dari kejauhan yang berjalan keluar


"Dia kayaknya serius deh" batin Silva yang kembali menatap makan siangnya lagi


"Ting-tung"


Silva mendengar bel rumah berbunyi


Kemudian dia bangun dari tempat duduk dan berjalan ke ruang tamu.


Tangan Silva menggapai gagang pintu dan berniat membuka pintu tersebut tapi di hentikan oleh Himiko.

__ADS_1


"Biar aku saja" kata Himiko dengan sangat pelan dan lemah lembut di dekat telinga Silva


Silva tercengang


"Sejak kapan dia ada di belakang gue? Kampret ini deket banget lagi Gue bisa mendengar suara napasnya lagi" batin Silva


Kemudian Silva pergi dan Himiko membuka pintunya, orang yang saat itu di lihatnya adalah Rachael


"Hai" kata Rachael melambaikan tangannya


"Hai juga" kata Himiko


"Apa kak Himiko punya waktu sebentar, ada yang ingin aku bicarakan" kata Rachael


Diam-diam Silva mengintip siapa yang datang, begitu Silva melihat itu Rachael Silva langsung di penuhi dengan aura kegelapan


"Silahkan masuk" kata Himiko kepada Rachael


Rachael pun masuk ke dalam, lalu Himiko menutup pintunya


"Duduk dulu" kata Himiko


Rachael langsung menuruti perkataan Himiko


Himiko pergi meninggalkan Rachael sebentar dan datang dengan membawakan Rachael minuman. Lalu Himiko duduk di depan Rachael


"Sekarang... Katakan apa yang ingin kau katakan" kata Himiko


"Aku... Aku ingin kenal lebih dekat tentangmu" kata Rachael kepada Himiko blak-blakan


"Kenal lebih dekat?" batin Silva sembari mikir-mikir apa maksudnya


"Mengenal lebih dekat tentangku?" Himiko masih belum mengerti


"Iya, selama ini aku selalu mengagumi dirimu. Aku penggemar beratmu" kata Rachael


"Terimakasih banyak ya" kata Himiko


"Aku ingin tahu lebih banyak tentang kamu dari yang aku ketahui selama ini, aku... aku... Aku ingin selalu bersamamu kak Himiko. Aku menyukaimu" kata Rachael


"Terimakasih banyak" kata Himiko


"Apa jawabanmu? Aku butuh jawaban darimu kak Himiko" kata Himiko


"Maaf, sudah ada orang lain yang aku suka" kata Himiko


Rachael menundukkan kepalanya


"Siapa dia?" tanya Rachael


"Dia... Adalah pokoknya" kata Himiko


"Tapi aku tidak akan menyerah, aku akan selalu menyukaimu kak Himiko... Akan aku tunjukkan padamu jika cintaku lebih besar dari orang itu" kata Rachael menarik kerah baju Himiko


"Rachael... Kau tidak perlu" kata Himiko


"Aku mohon... Biarkan aku melakukannya" kata Rachael dengan tegas


Himiko menatap mata Rachael


"Terserah kau saja" kata Himiko


Rachael melepaskan tangannya, dan tersenyum


"Terimakasih. Kalo gitu aku pulang dulu" kata Rachael pergi keluar


"Himiko menyukai seseorang? Tapi siapa?" tanya Silva dalam hatinya

__ADS_1


To be continue


Oleh: Kousei


__ADS_2