
Farida pergi ke apartemen kakaknya tapi Triana tidak ada disana. Kemudian Farida menelpon Triana, dan bertanya dimana Triana berada, setelah Triana memberitahu keberadaannya akhirnya Farida pergi menyusul Triana
Triana sendiri saat itu masih menulis di perpustakaan umum yang tak jauh dari apartemennya.
Dan lima menit kemudian Farida datang
"Ada apa? Tumben kau mencariku?" tanya Triana sembari mengetik
"Kak, kakak tau nggak Silva Heartlifia?" tanya Farida penasaran
Mendengar nama Silva Heartlifia dari Farida, Triana langsung menghentikan aktifitasnya
"Tadi kamu bilang apa? Sil-Silva Heartlifia?" tanya Triana yang sangat kaget mendengar nama itu disebut
"Iya. Kakak Kenal sama dia?" tanya Farida
"Enggak... Aku gak kenal kok, emang kenapa?" tanya Triana penasaran
"Tadi aku gak sengaja nabrak dia di jalan. Katanya dia datang ke Jepang tuh untuk mencari kakaknya" kata Farida
"Himiko" batin Triana
"Oh ya kak... Kak Triana udah tau kak Himiko belum?" tanya Farida pelan
Triana agak syok setelah mendengar nama Himiko yang di sebut oleh sang adik barusan
"Kamu, kamu tau Himiko?" tanya Triana
"Iya dia masih hidup" kata Farida dengan jelas
"Aku tau jika Himiko masih hidup" kata Triana pelan
Farida tercengang melihat kakaknya
"Kamu jangan bilang siapa-siapa soal Himiko ya" kata Triana kepada adiknya
"Emang kenapa kak?" tanya Farida penasaran
"Aku sudah berjanji tidak akan mengatakan semua rahasia Himiko kepada siapapun, tapi Farida..." batin Triana yang mulai mikir keras
"Kak?" tanya Farida lagi
"Farida... Aku belum bisa bilang hal yang sesungguhnya. Maafkan aku" kata Triana pelan
Farida terdiam karena kaget ternyata kakanya merahasiakan sesuatu darinya bersama Himiko
"Farida?" tanya Triana
"Akh ya, tidak apa-apa jika kakak tidak mau mengatakanya..." jawab Farida pelan
Triana memegang ke dua tangan Farida dan berkata "Terimakasih Farida"
Dan malam itu mereka berdua pulang bersama
###
Di kamar Farida tidak bisa tidur, dia masih melihat cincin asli miliknya pemberian dari calon suaminya yang sudah meninggal
"Yang satunya aku berikan kepada Himiko,lalu yang palsu aku berikan kepada Silva dan yang asli masih ada padaku, yaampun apa yang sudah aku lakukan?" batin Farida
Farida kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya hingga wajahnya. Di dalam selimut dia merasakan keanehan di sampingnya.
Dan itu adalah Triana yang terbangun dari tidurnya
"Huuufh" Triana merasa bosan dan turun dari tempat tidurnya dia kembali membuka laptopnya,Triana terdiam melihat layar laptopnya dimana di situ terlihat dokumen yang sangat banyak.
Dia membuka salah satu karanganya yang berjudul Sudeni itta yang belum jadi lalu melanjutkan aktifitas menulisnya.
"Hemm ya aku menjadikan Himiko sebagai role model untuk karakter panglima disini... Tak ku sangka semua ide mengalir terus menerus dari kemarin. Sperti air terjun yang tidak ada habisnya" batin Triana
Tiba-tiba saja Himiko menelpon malam itu
"Halo? "
Apa kabar? -Himiko
"Baik"
Syukurlah -Himiko
"Tumben nelpon aku?"
Karena aku pengen denger suara kamu-Himiko
Triana terdiam dan tersenyum
Kok diam? Ngomong lah-Himiko
"Bingung mau ngomong apa" kata Triana
Mengenai karangan cerita kamu yang terbaru itu... Udah jadi belum? -Himiko
"Hampir jadi... "
Hampir ya? Aku gak sabar buat bacanya...malam ini kamu begadang ya?-Himiko
"Iya aku begadang... "
__ADS_1
Oh ya... Aku pengen banget ketemu sama kamu Triana -Himiko
"Degh"
Jantung Triana tiba-tiba berdetak dengan sangat kencang setelah Himiko mengatakan hal itu
"Aku juga pengen ketemu sama kamu" kata Triana
Kapan-kapan ketemu lah... -Himiko
"Boleh, aku juga di Jepang saat ini"
Apa kamu di Jepang? Yaudah kalo gitu besok mampir aja ke rumah makan cita rasa-Himiko
"Hah? Apa? "Triana
Oke... Pokoknya besok kamu harus mampir... Aku tunggu ya-Himiko
"Eng... " Triana
Kalo gitu udah dulu ya Triana sampe jumpa besok... -Himiko
Himiko menutup telponnya, Triana menepuk jidatnya
"Mampus... Jantungku masih saja berdetak dengan sangat kencang,Tenanglah Triana kamu tuh cuma sahabatnya Himiko" batin Triana
Triana menutup lapotonya, dia merasa sudah membohongi dirinya sendiri
Ya sebenarnya Triana sangat mencintai Himiko tapi dia hanya memeendam rasa cintanya itu karena selain tidak berani mengungkapkan perasaannya dia juga merasa tak pantas untuk Himiko.
Dan keesokan harinya Farida pergi lebih awal ke kampusnya dan Triana sendiri pergi ke rumah makan cita rasa.
Disana dia duduk dan nggak lama Himiko keluar
"Hai" Himiko
"Hai juga... " Triana
Himiko duduk di depan Triana dengan menyangga dagunya dan memandangi wajah Triana
"Mau makan apa?" tanya Himiko
"Nasi goreng aja lah" Triana
"Terus apa lagi?" Himiko
"Teh anget... " Triana
"Terus?" tanya Himiko lagi
"Udah itu aja... " jawab Triana
"Aku nggak mikir apa-apa kok" kata Triana
"Kayak pikiran gitu..." Himiko
"Cuma mikir jalannya cerita ntar gimana... Itu aja sih"
"Kasih bocoran lah akunya...aku doang pleasee tentang apa gitu ceritanya" Himiko
"Jangan dulu lah" Triana
Himiko langsung melihat ke arah pelayannya
"Nasi goreng sama teh anget ya" kata Himiko
"Oke... " kata pelayannya
Himiko kembali melihat Triana
"Oh ya... Kamu udah tau belum kalo Silva ada di sini?" tanya Triana
Himiko terdiam sejenak, dia cukup kaget setelah mendengar bahawa Silva ada di jepang
"Silva di Jepang?" tanya Himiko
"Dia di Jepang, dia mencarimu Himiko" jelas Triana
Kemudian makanan pesanan Triana datang
"Selamat menikmati" ucap sang pelayan lalu pergi
"Silva mencariku?" Himiko
"Adikku bertemu dengan dia kemarin, Himiko mungkin dia yakin jika kamu itu masih hidup" kata Triana
###
Tanpa mereka sadari orang yang baru saja mereka bicarakan datang dan duduk di tempat yang tak jauh dari Himiko dan Triana
Ya Silva. Silva tidak sadar jika Himiko dan Triana ada di situ. Saat Triana mulai menyantap makannya matanya langsung tertuju kepada Silva
Aktivitas makannya langsung terhenti dan mengarahkan wajah Himiko ke arah diamana Silva duduk
"Silva?" Himiko
Himiko melihat Triana dia sudah tidak tahu apa yang harus dia lakukan
__ADS_1
"Yaudah samperin sana... Cepetan" Triana mendorong Himiko
Akhirnya Himiko bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah Silva
Silva yang sejak tadi sibuk dengan hp nya terhenti karena di datangi oleh seseorang
Dia melihat siapa orang itu dan dia sangat terkejut siapa yang saat ini di hadapanya
"Hi... Hi...Hi... Kak Himiko?" kata Silva
"Hai apa kabar?" Himiko
Silva langsung memeluk Himiko dengan wajah yang berurai airmata
"He... He... He... Aku kangen banget sama kamu kang iblis" Silva
Himiko yang hanya berdiam diri saat di peluk oleh Silva pun membalas pelukannya itu
"Aku juga…"Himiko
"Aku mencarimu selama ini" Silva
Kemudian Silva melepas pelukannya dan mengusap air matanya
"Kamu kenapa menyembunyikan identitasmu?" tanya Silva
"Entahlah" Himiko
"Kamu bener-bener punya niat ninggalin aku ya?" Silva
"Habisnya kamu nyebelin dan susah di atur sih" Himiko
"Kamu ngaturnya kayak iblis siapa yang gak benci coba?" Silva
Himiko menyelak rambutnya ke belakang
"Btw tadi kamu manggil aku pekek kak kan? "Himiko
"Enggak... " Silva
"Jangan bohong... " Himiko
"Hemmm iya... " Silva
Himiko duduk, dan Silva pun juga ikut duduk
"Papah sama mamah tau kalo kamu disini?" tanya Himiko
Silva terdiam melihat sosok Himiko yang sekarang, Himiko yang saat ini duduk di depanya berbeda dengan Himiko yang dulu.
Himiko yang saat ini jauh lebih tenang, pemikirannya juga dewasa dan masih saja berkarisma.
"Papa sama mama gak tau soal kepergianku" kata Silva
"Kamu gak menyuruhku untuk balik ke Indonesia kan?" tanya Himiko
Silva terdiam
"Soalnya aku bakal tetap di sini untuk selamanya" kata Himiko blak-blakan
"Oke... Tidak masalah jika kamu tetap disini, kamu punya hak untuk memilih tempat tinggal. Lagian aku hanya ingin memastikan saja jika kamu itu masih hidup dan ternyata benar" kata Silva
Himiko terdiam dan menundukkan kepalanya
"Aku senang kau baik-baik saja" kata Himiko dan kembali melihat Silva
"Hemmm kalo boleh, aku... Aku ingin tetap bersamamu" Silva
Himiko tercengang
"Kenapa?" tanya Himiko
Tiba-tiba hp Himiko berbunyi, Himiko mengangkat telepon yang di lihatnya dari Kazumi
Himiko ibu tirimu sudah sampai di Jepang dia masih ada dalam pengawasanku saat ini. Jadi kau tenang saja-Kazuma
"Arigatou pak Kazuma" kata Himiko yang tetap tenang
Diam-diam Silva memperhatikan cincin yang di pakai oleh Himiko di jari manis tangan kanannya
Silva merasa pernah melihat cincin itu akhirnya dia teringat saat dia dan Farida bertabrakan di jalan
Saat itu Farida mengatakan bahwa dia punya sepasang cincin pernikahan dan salah satunya di berikan kepada seseorang
Cincin itu benar-benar mirip seperti cincin palsu yang pernah ku jual sebelumnya... Apa dia memberikan cincin itu kepada Himiko ya? Apa orang yang kemarin bertabrakan denganku kenal dengan Himiko? Atau mungkin Himiko dan dia menjalin suatu hubungan yang serius... -Inilah yang ada di pikiran Silva
"Akh aku tidak bisa bilang kalo aku mencintainya" batin Silva
Setelah berbicara dengan Kazuma. Himiko kembali melihat Silva
"Jadi bagaimana? Kau belum menjawab pertanyaanku tadi kan?" tanya Himiko
"Ah lupakan saja... " Silva
Sementara itu Triana beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari rumah makan itu
Dia berjalan menuju ke perpustakaan umum dimana dia bisa membaca karangan-karangan novelis di negri itu, belajar kanji Jepang dan menulis dengan tenang
__ADS_1
To be continue
Oleh: Kousei