
Rumah makan kembali ramai, setelah tersadar Himiko kembali melaksanakan tugasnya sebagai seorang koki
"Himiko jika lu sakit mending lu istirahat" Shina
"Nggak Shin gue baik-baik saja kok" kata Himiko
Shina masih melihat Himiko dari tempatnya dimana dia mengaduk-aduk kaldu di depanya. Sementara Himiko sendiri kembali terdiam karena teringat dengan Silva
"Ada yang memesan arem-arem tau nggak" kata Mega yang datang dengan tiba-tiba
"Apa Arem-arem? Makanan apa itu kak? Ada-ada saja?" tanya Shina bingung
"Arem-arem? Ya aku mengerti makanan tersebut, itu adalah nasi yang di pepes dengan daun pisang yang di dalamnya berisisi sayuran, atau sambal goreng" Himiko
"Kalo begitu aku serahkan masalah ini padamu Him" kata Mega menepuk bahunya Himiko lalu pergi
"Masalahnya aram-aram tuh harus di rebus dalam waktu yang lama anjir" batin Himiko yang menundukkan kepalanya ke bawah dengan sangat kesal
Himiko keluar dari dapur, dia ingin sekali bertemu dengan siapa yang memesan aram-aram.Pandangan mata Himiko tertuju kepada seorang gadis muda yang di lihatnya dari belakang, tanpa rasa ragu sedikitpun Himiko mendekatinya
"Anu permisi..." kata Himiko
Gadis itu melihatnya
"Farida?" kata Himiko kaget
Ya itu adalah gadis yang sebelumnya pernah bertabrakan dengan Himiko
"Oh kau masih mengingatku ya?" tanya Farida yang tidak menyangka akan bertemu Himiko lagi
"Tentu saja!" jawab Himiko
"Jadi bagaimana dengan aram-aram pesananku?" Farida
"Belum siap... Kau adalah seorang yang pertama kali memesan makanan seperti itu. Kau tau kan aram-aram butuh waktu yang lama" Himiko
Farida hanya terdiam dan kemudian tersenyum sedikit
"Maaf, aku gak ada maksud buat ngecewain kamu loh ya? Aku tau jika pembeli adalah raja... Tapi kau tenang saja ya karena aku akan tetap membuatnya, jika kau tidak keberatan datang lagi besok" Himiko
"Sudah ku duga. Tidak masalah kok, untuk hari ini aku akan pesan makanan yang ada di dalam buku menu ini" kata Farida membuka buku menunya lalu berkata "kalau begitu teriyaki"
"Baiklah" Himiko
"Jadi kamu kerja di sini ya" Farida
"Iya. Aku akan kembali kedapur dan membuatkan makanan yang kamu pesan, sampai jumpa" Himiko
Setelah itu dia pergi meninggalkan Farida, Himiko melihat kepergiannya dari belakang
###
__ADS_1
Di sisi lain Silva bingung harus mencari Himiko kemana, Silva terus berpikir saat itu
"Pesawat yang jatuh itu awalnya mau terbang ke Jepang" batin Silva yang masih berfikir
"Jepang. ya jepang! Aku harus mencarinya ke jepang" batin Silva lagi
Silva bangun dari tempat duduknya, dia yang saat itu berada di taman bunga langsung bergegas menuju rumahnya
Setelah itu Silva mengeluarkan hpnya dan mulai menelepon papanya
"Halo papa" kata Silva
Iya sayang gimana? -papanya Silva
"Papah aku mau liburan ke luar negri boleh gak?" Silva
Kamu mau liburan keluar negri? Sama siapa Silva?-papahnya Silva sudah mulai khawatir
Silva sudah ngerasa kalo dia gak bakal di ijinin sama papanya, tapi dia berusaha menggunakan segala cara agar sang papa memberikan ijin
"Aku bakal liburan sama temen-temen papah" Silva berbohong
Emang negara mana yang bakal kalian kunjungi?-papahnya Silva
"Je... Jerman! Boleh kan pah? Boleh kan? Boleh ya pah...please" kata Silva berbohong lagi dengan nada memohon
Hemmm... Baiklah jika itu yang kamu inginkan sayang-papahnya Silva
"Ah papah makasih banget ya... Papah baik deh...yaudah kalo gitu Silva tutup telponnya ya...byebye papah" Silva
"Papah maafkan aku... Aku hanya tidak ingin papah dan mamah tau apa tujuanku yang sebenarnya" batin Silva
Setelah itu Silva berlari ke rumahnya dan langsung pergi ke kamarnya untuk menyiapkan apa saja yang dia butuhkan untuk pergi ke Jepang
Setelah semua barang-barangnya sudah siap di dalam koper dan tas ranselnya...
Silva melihat dirinya sendiri yang ada di cermin
"Kang iblis, Kau sudah membuatku gila tau nggak!" ucapnya Silva sembari memandangi wajahnya sendiri di cermin
Setelah itu Silva menggendong tasnya dan menarik kopernya
Disisi lain, Triana yang merupakan sahabat Himiko terlihat sedang sangat murung
"Akh kenapa Farida harus kuliah di Jepang sih? Dia membuatku sangat khawatir. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya" kata Triana kesal menutup laptopnya
Tiba-tiba saja dia mendapatkan telepon dari editornya
"Halo pak? Ah... Belum pak... Iya pak iya beri saya waktu ya pak... Satu minggu? Dua minggu lah pak, Oh makasih banyak pak... Iya pak ya akan segera saya selesaikan dengan baik... Tenang saja... Iya pak... Baiklah..." kata Triana yang kemudian menutup telponnya lalu Triana mendengus kesal
"Hemmm aku penasaran apa saja yang Farida lakukan disana, Farida ini cukup petakilan soalnya, sebenarnya aku tidak yakin jika dia baik-baik saja di luar sana. Dia juga orang yang pelupa dan cukup ceroboh" batin Triana memegang kepalanya bagian belakang
__ADS_1
Perasaan Triana yang tidak karuhan kepada adiknya sendiri membuat dirinya tidak bisa tidur selama seminggu. Setelah itu Triana memutuskan untuk pergi ke Jepang
.
.
.
Kembali ke Silva lagi yang sudah lima hari di Jepang, di musim dingin itu dia merasa sangat bosan
"Aku sudah mengelilingi negara ini tapi aku belum juga menemukannya" kata Silva kesal yang kemudian menyeruput coklat panasnya
Kemudian Silva melihat keluar dari jendela dimana di luar ada badai salju
Malam itu Silva merasa sangat kesepian dan merindukan bagaimana perhatian yang luar biasa dari Himiko
.
.
.
Sementara itu Farida terlihat sedang tidur pulas di asramanya, dalam tidurnya dia mendapat telpon dari kayaknya
"Halo kak?" tanya Farida berat
Farida... Kakak di jepang-kata Triana pelan
Farida yang saat itu ngantuk berat matanya kembali melek, rasa kantuknya hilang seketika
"APA?!" tanya Farida kaget
Iya... Kakak masih di bandara, Karena terjebak badai salju
"Kakak ngapain pergi ke Jepang segala sih?" kata Farida yang agak kesal
Suka-suka kakak dong Fa. Kakak juga pengen tau Jepang tuh kayak gimana- Triana
"Duhhh... Terus rencananya ntar kakak nginep di hotel gitu?" Farida
Kakak udah menyewa apartemen ntar kamu tinggal ma kakak ya Fa-Triana
"Nggak... Makaseh Farida udah nyaman tinggal di asrama"Farida
Yaudah kalo kamu gak mau... Haduhhh baru aja nyampe di sini... Aku langsung kena flu tau nggak sih Fa-Triana
"Itu salah kakak sendiri...siapa suruh pergi ke jepang" kata Farida
Yaudah kalo gitu aku tutup telponnya ya... Byebye Farida-Triana
Farida meletakkan telponya di meja sebelahnya setelah itu dia menghela nafas panjang
__ADS_1
To be continue
Oleh: Kousei