Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 5


__ADS_3

"Silva kamu kenapa?" tanya Himiko yang sudah mulai panik melihat Silva


Himiko yang sangat ketakutan dengan kondisi Silva kemudian mengangkat Silva yang saat itu enggak sadarkan diri. Silva langsung di bawa kerumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.


Di luar ruangan Himiko sangat panik dan dia mondar-mandir kesana kemari.


"Kalo papa sama mama tau soal kondisi Silva aku bakal di jadiin rendang sama mereka. Siapapun ga boleh tau soal kondisi Silva" batin Himiko panik dan khawatir


Nggak lama dokter keluar dari ruangan dimana Silva di rawat


"Gimana dok adik saya?" tanya Himiko dengan wajah yang sangat cemas


"Sepertinya gejala penyakit yang di derita Silva kambuh" kata dokter


"Kambuh? Memang penyakitnya apa dok?" tanya Himiko penasaran


"Typus. Kalo begitu saya permisi dulu" kata dokter itu kemudian pergi meninggalkan Himiko


Himiko terdiam dengan lemas lalu duduk


"Mati gue" batin Himiko ketakutan


Kemudian Himiko masuk ke ruangan Silva, disana Silva udah sadar dan dia main game dengan cuek. Lalu Himiko duduk di samping Silva, dia tau kalo Silva masih marah padanya.


"Gak heran kalau dia jadi cuek banget" batin Himiko kesal


"Kang iblis tumben diem" batin Silva sambil fokus dengan game online nya


"Masa gue harus minta maap sih? NGGAK! gue gak mau! Kalo misalnya gue minta maap gue bakal di tertawakan sama dia. Gue bakal di ejek" batin Himiko lagi dengan sangat kesal


"Suasananya canggung banget, gue sih gak mau mengawali pembicaraan" kata Silva dalam hatinya


"Dia bahkan tidak mau melihat wajahku" batin Himiko


"Kalo dia marah juga saat kondisi gue kayak gini... Gue berjanji kalo gue gak bakal ngomong sama orang yang bernama Himiko untuk selamanya!" kata Siva dalam hatinya


Himiko menghela napas panjang


"Silva" panggil Himiko dengan suara lemah lembut


Silva yang mendegar namanya di sebut dengan suara pelan dan menghanyutkan hatinya langsung berhenti bermain game online. Silva masih terdiam karena dia masih tidak menyangka Himiko akan memanggilnya dengan sangat bijaksana


Suara itu bukanlah suara penjahat, suara itu bukanlah suara monster yang sangat menakutkan... Suara itu sangat lembut, dan menenangkan


"Ehem... Iya gimana?" tanya Silva dengan mata kesal melirik Himiko


"Ka-ka-kamu cepat sembuh ya... Nanti kalo kamu sembuh kita akan jalan-jalan ke tempat yang kamu suka" kata Himiko dengan suara pelan dan wajah yang sangat khawatir melihat Silva

__ADS_1


Silva heran dengan sikap Himiko yang mendadak baik di depanya


"GUE TAU KOK KALO ELU DRAMA! NTAR KALO GUE UDAH SEMBUH SIKAP ASLI LU JUGA KELIATAN! DASAR KANG IBLIS!" batin Silva kesal melihat Himiko lalu melanjutkan main game nya


"Dia beneran marah sama gua njer. Ya pantes juga sih kalau gue di giniin sama dia" batin Himiko menundukkan kepalanya


Kemudian seorang perawat datang mengantarkan makan siang untuk Silva


"Permisi... Ini untuk kak Silva. Selamat makan" kata perawat itu dengan ramah dan meletakkan makanan di meja di samping Silva


Silva yang saat itu tangan kanannya di suntik dan di pasang toler untuk cairan kesulitan memegang piring. Kemudian Himiko mengambil piring tersebut dan dia berniat untuk menyuapi Silva


"Apa serius nih? Pasti ini cuma mimpi! Gak mungkin dia mau supain gue:v" batin Silva


"Ada apa? Ayo makan..." kata Himiko pelan


Silva masih ragu... Kemudian dia pun akhirnya mau di suapin sama Himiko


Himiko hanya diam saja sepanjang dia menyuapi Silva... Silva juga sama diamnya. Setelah Silva menghabiskan makan siangnya, Himiko memberikan minuman kepada Silva. Silva pun minum... Lalu Himiko kembali meletakkan minuman itu di samping Silva


Himiko menundukkan kepalanya ke bawah dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya itu


"Sialan apa yang udah gue lakukan sih?!" batin Himiko kesal dengan diri sendiri


"Kampret! Kok bisa-bisanya gue mau gitu aja di ladenin sama kang iblis?!" kata Silva dari dalam hatinya


"Gawat!" batin Himiko tegang


Silva melirik Himiko lalu dia menjawab telpon dari mamahnya


"Halo mah? Ah Silva baik kok mah, mamah tenang aja ya, gak ada yang di khawatirkan... Kak Himiko?" Silva


"Dia bilang apa barusan? Dia bilang KAK? kayaknya kuping gue bermasalah deh" batin Himiko


"Kak Himiko baik kok" kata Silva pelan di telpon dan males banget melirik Himiko


"Sama mama gue doang dia manggil gue kak..." batin Himiko


"Iya... Iya mamah" kata Silva meletakkan ponselnya di meja sampingnya


Situasi kembali sepi karena mereka berdua saling diam


"Ya... Tadi itu sebuah drama yang udah biasa" batin Himiko


"Ehem... Gak ke kampus?" tanya Silva melirik Himiko


"Nggak" jawab Himiko pelan

__ADS_1


"Gue tau kalo dia takut kalo gue kabur kayak kemarin" batin Silva


"Bohong sama diri sendiri ternyata nyakitin banget" batin Himiko


Kemudian Himiko bangun dari tempat duduknya


"Aku ke belakang dulu ya" kata Himiko dengan pelan lalu pergi


Di kamar kecil Himiko membanting sikat wc dengan sangat kesal


"Bersikap kayak gitu sebenernya gue tuh malu banget anjg! Tapi mau gimana lagi masa orang sakit gue kasarin sih? Ntar sakitnya tambah parah dong?" kata Himiko yang agak kesal dan membasuh mukanya dengan air


Lalu Himiko menatap wajahnya sendiri di cermin


"Kalo misalnya gue merubah sikap gue ke Silva gimana ya?" batin Himiko yang masih menatap wajahnya di cermin


Sementara itu Silva sendiri menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut


"Hanjerrrr kang Iblis tadi keren banget ya saat bersikap lemah lembut ke gue... Coba aja kalo hari-hari biasa dia baek pasti gue gak ngebantah terus. Gue pasti betah di rumah" batin Silva


Nggak lama Himiko datang dan duduk di samping Silva sambil main hp


Nggak lama hp Himiko bunyi, dia langsung keluar ruangan dan menjawab telpon tersebut


"Halo Far? Ada apa? Oh enggak gue gak masuk... Nggak ada apa-apa kok males aja... Gue gak di rumah sekarang, ada apa? Yaudah ngomong aja... Hemmm baiklah kalo gitu... Oke..." kata Himiko yang habis bicara sama temennya si Farik lewat telepon


Himiko mematikan telponnya dan balik ke ruangan Silva, dia mondar-mandir di ruangan itu, Silva heran melihat wajah Himiko yang bingung. Kemudian Himiko keluar lagi dan duduk di luar ruangan Silva


"Masa iya sih gue berubah jadi pangeran buat dia?" batin Himiko bingung


Kemudian nggak lama lagi Himiko masuk ke ruangan Silva dan duduk di sampingnya sambil main hp lagi


"Kenapa?" tanya Silva pelan


Himiko yang tadi fokus bermain game online PUBG langsung terpecahkan konsentrasinya setelah Silva bertanya


"Sialan! Harusnya gue gak nanya,gue pasti bakal di katain kalo gua gak boleh ikut campur... Padahal gua gak ada niatan kayak gitu" batin Silva ketakutan


Silva takut kalo Himiko marah...


"Bukan apa-apa" kata Himiko yang ucapanya udah mulai dingin


"Legah banget kalo kang iblis gak marah, gue gak mau ngomong lagi deh. Takut salah ngomong, bener juga di salahin kalo sama kang iblis" batin Silva yang kembali bernapas dengan tenang


To be continue


Oleh: Kousei

__ADS_1


__ADS_2