
Tiga tahun kemudian
"Aku tidak menyangka rumah makan yang kita bangun akan se terkenal ini" kata seseorang yang duduk sembari mengaduk kopi
"Ya... Aku juga tidak menyangka" ucap laki-laki berkacamata
"Ini semua berkat perjuangan dan kerja keras kita"
Ketiga koki itu tak lain adalah Himiko dan dua orang lainnya yang pernah melompat ke laut bersamanya yang bernama Mega dan Shina. Mega dan Shina adalah kakak adik Mega tiga tahun lebih tua dari Shina dan Himiko, Sejak kejadian itulah Mega, Shina, dan Himiko menjadi sangat akrab dan cukup dekat.
Mega dan Shina adalah anak blasteran Indonesia dan Jepang, saat itu mereka berniat untuk kembali ke Jepang untuk ikut ayahnya setelah ibunya meninggal dunia. Rumah makan yang buka dua puluh empat jam itu selalu saja ramai.
"Kak Mega minggu besok aku gak berangkat ya" ucap Himiko
"Biasanya lu kan emang gak masuk kalo tiap hari minggu?" kata Mega
"Gue juga gak masuk" Shina
"Emang lu mau kemana Shin?" tanya Himiko kepada Shina
"Kepo banget sih? Gue juga capek banget, butuh istirahat" kata Shina yang pergi meninggalkan Mega dan Himiko
"Shina lu mau kemana njer?" tanya Himiko
"Pijet! pegel semua tubuh gue" kata Shina
Dan keesokan harinya Himiko berjalan kaki menuju rumahnya, rumah itu bukanlah rumah besar dan mewah tapi rumah tradisional yang masih layak pakai yang Himiko beli dengan hasil kerja kerasnya sendiri
Sesampai di rumahnya Himiko langsung bersih-bersih mulai dari mandi, keramas, memakai pakaian tradisional Jepang, menyapu lantai, mengepel lantai, menyapu halaman, memotong rumput, menyiram bunga. Di waktu senggang Himiko memilih untuk membaca buku karangan dari sahabatnya, Triana.
Himiko sudah memilih untuk menetap di Jepang saat itu dan tidak berniat untuk kembali ke Indonesia
Setiap kamis sore dia berkunjung ke makam sang ayah dan sang bibi. Tujuanya ke Jepang untuk mencari petunjuk tapi sampai sekarang Himiko masih belum menemukan apapun
"Permisi"
Himiko yang saat itu sedang bersantai sambil membaca buku langsung melihat ke luar
Himiko pergi ke luar
"Ya ada yang bisa saya bantu?" tanya Himiko
"kak Himiko kan?" tanya perempuan tak di kenal itu
"Iya saya Himiko, ada apa?" tanya Himiko
"Ada yang ingin saya bicarakan" ucap perempuan itu dengan lemah lembut
"Baiklah kalo gitu silahkan masuk" kata Himiko
Himiko menyuguhkan minuman di hadapan perempuan itu
"Silahkan" kata Himiko melepas kacamatanya
"Begini kak Himiko... Nama saya adalah Rina, saya datang dari Okinawa" kata perempuan yang bernama Rina
"Lalu apa keperluanmu datang kesini?" tanya Himiko pelan dan penasaran
Rina menjelaskan apa tujuannya
Flash back on
Aku punya seorang kakek, dia sangat bijaksana, perhatian, penyayang, dan cukup dekat denganku
Tapi suatu hari kakekku jatuh sakit, ayah dan ibu sudah membawanya ke rumah sakit
Setelah itu kakek pulih, dan kembali melakukan aktifitasnya seperti biasa, dia suka sekali berkebun
Seminggu kemudian kakek memberikan aku suatu kotak...
Kakek melarangku untuk membuka kotak itu, dia juga berpesan kepadaku agar kotak itu tidak jatuh di tangan orang lain yang benar-benar boleh membukanya
__ADS_1
Aku bertanya siapa yang boleh membukanya
Lalu kakek bilang dia adalah Akabane Himiko
Kakek tidak pernah memberitahu apa isinya
Karena kakek sendiri tidak tahu apa isinya
Kakek juga bilang jika kotak itu dari bibi Aiko sebelum beliau meninggal
Hubungan Kakek dan bibi Aiko sangat dekat... Mereka memang tidak ada hubungan darah tapi mereka seperti ayah dan anak sungguhan
Flash back off
Himiko yang mendengar hal itu hanya terdiam dan cukup kaget.Lalu Orang yang bernama Rina meletakkan kotak itu di depan Himiko
"Rina... Aku mengucapkan terimakasih banyak padamu, dan juga kakekmu. Karena kalian telah menjaga apa yang bibi Aiko berikan" Himiko
Rina hanya menganggukkan kepalanya
"Bagaimana caraku membalas terimakasihku padamu?" tanya Himiko bingung
"Ah itu bukanlah apa-apa kak Himiko, aku sangat senang bisa menjaga kotak yang sangat berharga itu. Aku juga sangat senang bisa menyampaikannya langsung pada kak Himiko" kata Rina dengan sangat ramah
"Begini saja... Jika kau mau kau bisa datang ke rumah makan cita rasa" kata Himiko yang memberikan alamat rumah makan yang dia bangun bersama Mega dan Shina
Rina meminta alamat yang di berikan oleh Himiko
"Untukmu geratis. Khusus untukmu, jika kau mau datanglah selalu" kata Himiko
"terimakasih banyak kak Himiko.Kalo begitu aku permisi dulu" kata Rina yang bangun dari tempat duduknya
"Sudah mau pulang? Kalo begitu biarkan aku sampai mengantarmu" kata Himiko
Himiko mengantar Rina sampai di stasiun hingga Rina naik kereta, setelah itu Himiko balik ke rumahnya. Malam itu Himiko membuka apa isi kotak tersebut.
Dan di kotak itu sendiri berisikan sebuah amplop besar yang berisi surat
...Untuk Himiko tersayang ...
...Himiko-kun, apa kabar? Kau sudah tidak cengeng lagi kan? Kau itu laki-laki, harus kuat dalam menghadapi semua masalah ...
...Himiko, dulu bibimu ini pernah bilang padamu jika bibimu ini akan mengatakan rahasia besar padamu kan? ...
...Melalui surat ini bibi Aiko akan menjelaskan semua rahasia besar yang tidak Himiko ketahui ...
...Awalnya bibi ingin mengatakan langsung padamu... ...
...Tapi kau tau sendiri kan? ...
...Himiko kecil selalu sibuk......
...Sampai sekarang dia juga masih sibuk kok....
...Tapi sesibuk apapun Himiko yang keren pasti akan meluangkan waktunya untuk sesuatu yang penting ...
...Di sela-sela kesibukannya yang di kira sangat penting oleh orang lain yang melihatnya, ada hal yang jauh lebih penting lagi yang tidak di ketahui oleh mereka yang melihatnya ...
...Iya kan Himiko? ...
...Ahhhh pasti kau tidak paham, bibi juga bingung mau jelasinnya gimana ...
...Baiklah... ...
...Bagian l...
...Bibi akan bertanya siapa keluargamu? ...
...Pasti kau akan bilang bahwa keluargamu adalah, Akabane Ryu ayahmu, Nanaha Himeko ibumu, Nanaha Kai kakak pertamamu, Nanaha Ken kakak keduamu dan dirimu...
...Begini......
__ADS_1
...Akabane Ryu memang ayah kandungmu sendiri... Sedangkan Nanaha Himeko bukanlah ibumu ...
...Ibumu yang sebenarnya adalah Akabene Nara...
...Katanya dia meninggal setelah melahirkanmu... ...
...Tapi berita itu tidaklah benar... Ibumu meninggal karena di bunuh oleh Nanaha Himeko, ibu tirimu ...
...Bahkan detektif atau polisi tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut karena Nanaha Himeko terlalu pintar ...
...Saat itu Nanaha Himeko adalah seorang janda yang sangat cantik, ya dia adalah artis yang cukup populer dan bertalenta ...
...Nanaha Himeko jatuh cinta pada ayahmu Akabane Ryu yang saat itu usahanya sukses besar...
...Ibu tirimu mencinta ayahmu... ...
...Cinta karena harta... ...
...Setelah ibumu di bunuh dengan cara yang cukup licik ...
...Nanaha Himeko menggoda ayahmu yang saat itu sedang sangat berduka atas kematian ibumu Akabane Nara...
...Ayahmu jatuh cinta pada Himeko dan kemudian menikah...
...Tapi tak lama kemudian ayahmu jatuh sakit saat kau berusia enam tahun... ...
...Bibi yang saat itu merawat ayahmu dan dirimu... ...
...Kau tau kan ibumu tidak pernah di rumah... ...
...Dia selalu saja pergi ke luar negeri mengurus proyeknya... ...
...Ayahmu terserang banyak penyakit... ...
...komplikasi... ...
...Dia komplikasi... Dan sangat sulit untuk di sembuhkan ...
...Ibumu Himeko tidak pernah membawanya ke rumah sakit ...
...Dia selalu bilang padamu kalo ayah pasti akan sembuh... ...
...Semua harta milik Akabane Ryu ayahmu di pegang oleh Himeko... ...
...Aku bisa apa? ...
...Aku hanya orang lemah saat itu... ...
...Aku minta maaf Himiko... ...
...Maafkan bibimu ini... ...
...Bibimu tidak bisa menyelamatkan ayahmu dan juga ibumu... ...
...Bahkan dirimu... ...
...Kau pasti bertanya darimana aku tahu semua ini... ...
...Sejak awal bibimu ini sudah sangat curiga terhadap Nanaha Himeko. ...
...Aku selalu mengawasi dan memperhatikan gerak-geriknya itu saat dia di rumah...
...Di dalam ada sebuah rekaman...
...Semua itu adalah bukti nyata tanpa rekayasa yang bibi dapatkan... ...
Kemudian Himiko memegang kepalanya, dia merasa sangat pusing setelah membaca surat itu.Dia ingin sekali menangis tapi Himiko terus mencoba untuk kuat dan tegar dalam menghadapi semua hal.
Di halaman selanjutnya Himiko melihat foto ayahnya bersama ibu kandungnya yang menggendong Himiko saat masih bayi. Foto itu di ambil oleh bibi Aiko setelah Himiko di lahirkan
To be continue
__ADS_1
Oleh: Kousei