Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 21


__ADS_3

Akabane Himiko Pov


.


.


Aku bingung apa yang harus aku lakukan. Tapi yang jelas sekarang ini adalah ibu tiriku segera di tangkap, sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan dirinya.


Hari ini aku benar-benar sangat sibuk dengan pekerjaanku


"Himiko, Shina kau pulang saja... Ini giliranku" kata Mega memakai topi putih kebesarannya itu


Shina masih tertidur di bangku panjang, dia terlihat sangat kelelahan


"Baiklah" kata Shina pelan dalam tidurnya kemudian dia bangun.Dengan tubuh sempoyongan dia keluar dari dapur


"Selamat bekerja kak Mega" ucapku padanya lalu menyusul Shina keluar


Aku berjalan menuju rumahku dan di tengah perjalanan aku di hadang oleh Farida. Aku bertanya-tanya kenapa dia menemuiku? Apa dia ada keperluan denganku?


Farida langsung memegang tanganku dan melihat cincin miliknya yang belum bisa ku lepas waktu itu


"Aku... Memberikan ini padamu" kata Farida meletakkan satu cincin lagi di tanganku


"Apa?" aku kaget lah


Kenapa sepasang cincin pernikahan itu di berikan kepadaku?


"Akan lebih pantas jika kau memiliki keduanya... Kau bebas memberikan salah satunya kepada orang yang kau cintai suatu saat nanti" kata Farida


"Tapi" Aku


"Aku tidak membutuhkannya lagi" Farida memotong ucapanku


"Kalo begitu akan aku jaga ini baik-baik... Arigatou" ucapku


"Sama-sama, kalau begitu aku pulang ya. Sampai jumpa lagi" kata Farida yang berlari meninggalkan aku


Lalu aku melanjutkan perjalanan pulangku setelah sampai rumah aku mandi dan mencoba melepas cincin yang nyangkut di jari manisku, Ternyata memang sangat susah untuk di lepas.


"Sialaaaaaaan susah banget anjir" ucapku kesal menarik-narik cincin itu


Dan aku menyimpan cincin yang satunya lagi di dalam sebuah kotak kecil. Disitu aku memikirkan ucapan anak yang bernama Farida dia mengatakan bahwa aku bebas memberikan salah satu cincin ini kepada wanita yang kucintai.


Saat aku sibuk memikirkan ucapanya tiba-tiba aku teringat dengan Triana, tadi dia menyuruhku untuk menemui Silva dan setelah sibuk berbincang-bincang dengan adikku itu aku malah melupakan dia.


Malam itu aku langsung menghubungi dia lagi, dan aku beruntung karena dia menjawab teleponku


"Triana" aku


Hey bukankah ini jam di mana kau harus istirahat tuan Akabane Himiko?-Triana


"Aku mau minta maaf sama kamu" ucapku

__ADS_1


Maaf? Untuk apa?-Triana


"Tadi aku terlalu asyik berbincang-bincang dengan Silva dan aku melupakanmu" aku


Yaampun, santai saja kali... Aku baik-baik saja kok, aku sangat senang karena kau dan dia bisa baikan-Triana


"Ya begitulah... Kau benar-benar tidak apa-apa kan?" tanyaku yang tiba-tiba mencemaskan dia


Jangan memikirkanku... Aku baik-baik saja-Triana


"Baiklah kalau gitu aku tutup teleponnya. Selamat malam" ucapku mematikan teleponku


###


Normal Pov


###


Triana sibuk dengan laptopnya, dia merasa sangat pusing dengan cerita yang saat ini di buatnya. Kemudian dia kaget dengan kepulangan Farida yang masuk ke dalam kamarnya, Triana langsung menutup laptopnya


"Kak aku bawa makanan" kata Farida


"Kamu makan duluan saja ya? Kakak masih kenyang" kata Triana


"Yasudah" kata Farida


Farida membuka kotak makannya dan mulai makan dengan lahap sambil mengotak-atik hpnya. Sementara itu Triana kembali membuka laptopnya dan mulai mengetik


"Kak" panggil Farida sambil makan dan main HP


"Rumah makan cita rasa selalu ramai ya kak" kata Farida


Mendengar nama Rumah Makan Cita Rasa Triana langsung menghentikan aktivitasnya.


"Iya, karena semua makanan di sana enak dan kehalalannya juga terjaga" kata Triana


"Rumah makan itu menjadi sangat terkenal dalam waktu dekat, kokinya juga masih muda" kata Farida


"Kau benar" Triana


Farida ingin sekali menanyakan seberapa dekat dia dengan Himiko tapi Farida mengurungkan niatnya karena setiap di tanya tentang cowok Triana selalu mengalihkan topik pembicaraannya.


"Koki yang disana juga keren dan kece semua ya?" kata Farida yang pura-pura membayangkan wajah Himiko, Mega, dan Shion sambil makan


Triana melihat ke arah adiknya, dia semakin penasaran seberapa dekat adiknya dengan Himiko.


"Mengenai hubungan kakak dan si koki ganteng Himiko itu bagaimana?" tanya Farida


"Eh? Hubungan kami baik" jawab Triana "lalu bagaimana dengamu? Diam-diam kau juga cukup dekat denganya kan?" tanya Triana balik kepada adiknya


"Aku tidak dekat denganya kak" jawab Farida meyakinkan kakaknya


"Hahaha dekat juga gak apa-apa kok" ucap Triana yang kemudian memandangi layar laptopnya, dia berusaha untuk mengabaikan perasaanya kepada Himiko

__ADS_1


Farida yang masih sibuk makan terus memperhatikan kakaknya, Farida merasa bahwa kakaknya menyembunyikan banyak hal darinya. Semakin Farida penasaran dengan kakaknya yang di rasa cukup introvert dan misterius, Farida menjadi semakin ingin tahu dan berniat untuk mencari tahu seorang layaknya detektif.


PukulĀ  1 a.m


Ketika Triana sedang tertidur lelap, Farida mencari sesuatu di dalam tas kakaknya. Dia berharap mendapatkan kakaknya, Farida melakukan hal itu karena dia ingin mengenal dan mengetahui kakaknya lebih dekat lagi tanpa ada rahasia dan sesuatu yang di tutup-tutupi lagi.


Di tasnya Triana, Farida tidak menemukan apapun kecuali kamera yang selalu di bawa kemanpun dia pergi. Farida mengecek foto yang ada di dalam kamera itu awalnya dia bosan karena sejak tadi hanya pemandangan alam saja yang di foto oleh Triana, lalu Farida melihat bahwa Triana ternyata mengambil fotonya juga secara diam-diam.


"Haha kakak sialan, kenapa dia memfotoku saat aku sedang mengupil begini sih? Yaampun aibku banyak banget lagi, dia benar-benar seorang fotografer terburuk yang pernah ada" ucapnya Farida yang terus menerus melihat-lihat foto selanjutnya.


Farida terdiam setelah dia melihat foto Himiko yang cukup banyak. Akan tetapi dari foto tersebut, Himiko terlihat bersedia menjadi objek foto Triana. Dari situlah akhirnya Farida tahu bahwa kakaknya menyukai Himiko.


Dan keesokan harinya ketika Farida berangkat ke kampusnya, dia memutuskan untuk naik kereta. Tapi sialnya pagi itu didalam kereta penumpangnya cukup banyak sehingga dia harus berdesakan dan merasa sesak.


"Sialaaaaan, di saat seperti ini biasanya ada tangan-tangan nakal dari orang mesum. Aku harus tetap waspada" batin Farida yang sangat kesal


Karena belum terbiasa dengan kondisi yang seperti itu, Farida merasa sangat pusing dan dia kehilangan keseimbanganya dalam berpegangan sehingga dia terjatuh di pangkuan seseorang.


"Apa kau baik-baik saja?"


Farida kaget, dan melihat siapa orang tersebut. Orang itu tak lain adalah Mega, salah satu koki dari rumah makan cita rasa. Farida merasa bahwa dia jauh lebih ganteng dari pada yang ada di foto, dan ini adalah pertama kalinya Farida meilihatnya.


"Maaf, aku agak pusing" ucap Farida yang hendak bangun tapi dia sendiri bingung bagaimana caranya?


"Tenang saja, tetaplah seperti ini sampai ada peluang kau bisa berdiri. Tidak bisanya kereta menjadi sepenuh ini" ucap Mega dengan tenang


"Iya" kata Farida


"Kau kuliah di dekat rumah makan cita rasa kan? Siapa namamu?" tanya Mega


"Farida" ucapnya Farida yang merasa di buat tak berdaya dengan pesonanya Mega


"Farida ya? Kau orang Indonesia?" tanya Mega melihatnya


"Iya" jawab Farida


"Apa kau membaca novel karangan Triana?" tanya Mega


"Aku tidak membacanya, apa novelnya bagus?" tanya Farida


Kali ini Mega membicarakan tentang kakaknya yang sangat di kagumi, Mega tidak tahu bahwa gadis yang ada di pangkuannya adalah adiknya.


"Iya, menurutku semua karyanya sangat bagus, terakhir kali dia membuat novel sad ending awalnya aku pikir akhir dari ceritanya akan bahagia, tapi pada akhirnya ceritanya akan berakhir semenyeeihkan itu aku bahkan sampai menangis. Jika kau luang kurasa kamu harus membacanya juga" kata Mega


"Begitu ya, kau sama seperti Himiko. Dia juga penggemar berat Triana, dia bahkan sering bertemu dengan Triana" kata Farida


"Eh? Benarkah?" tanya Mega yang terlihat cukup kaget mengetahui hal itu


"Darimana kau bisa tahu? Kau kenal Himiko?" tanya Mega lagi kepada Farida


"Tanyakan hal itu kepada Himiko" jawab Farida


To be continue

__ADS_1


Oleh: Kousei


__ADS_2