
Di dalam kereta Farida mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena pagi ini dia sempat berlari lebihan. Farida mengeluarkan air minum yang di bawanya lalu meminumnya sejenak.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Yukari kepada Farida
"Iya, aku baik-baik saja" jawab Farida ramah
"Hei, gadis SMA" Kai memanggil Yukari
Yukari melihat ke arahnya
"Aku punya ide, bagaimana jika kau meminta izin untuk selingkuh. Sebelumnya kau menjelaskan bahwa tujuan kalian berpacaran hanya sekedar praktek dan membantunya dalam membuat cerita romance kan? Bukankah menarik jika kamu selingkuh? Itu bisa saja membuatnya mendapatkan inspirasi baru dalam project nya" jelas Kai
"Pacarmu seorang penulis?" tanya Farida kepada Yukari
Yukari melihat kepada Farida dan menjawab "Iya" lalu Yukari kembali melihat ke arah Kai "Sepertinya itu ide yang bagus dan bisa di coba" jawabnya
"Jika dia menolak dengan permintaanmu di sertai alasan apapun. Bisa di pastikan dia mulai memiliki perasaan kepadamu" Kai
"Begitu ya, baiklah terimakasih banyak sudah membantuku" Yukari
"Iya sama-sama" Kai
"Kakakku sendiri juga seorang penulis. Dia cukup profesional dan terkenal, dia tidak pernah pacaran. Selama ini dia mendapatkan referensi dari kehidupan di lingkungan sekitarnya" kata Farida
"Siapa nama Kakakmu? Siapa tahu aku mengenalnya. Aku seorang editor" Kai
"Triana. Namanya Triana" jawab Farida
"Triana ya?" tanya Kai
"Kamu mengenalnya?" tanya Farida
"Iya, tapi bukan aku yang mengedit ceritanya" Kai
Setelah itu kereta berangkat.
Kembali kepada Mega yang saat ini duduk menatap layar laptopnya yang penuh dengan tulisan. Dalam pikiranya dia tiba-tiba teringat kepada sosoknya Yukari hingga membuatnya tidak bisa konsentrasi. Mega berpikir bahwa dirinya mulai menyukai Yukari.
"Sepertinya aku harus membicarakan hal ini dengan Yukari. Aku harus segera memberitahunya jika aku ingin menjalin hubungan dengannya lebih dalam dan lebih serius" kata Mega dalam hatinya
Hari itu Mega menjemput Yukari yang pulang sekolah. Dia menunggu Yukari di luar gerbang sekolahnya sembari mengobrol santai dengan Security, Mega kenal Pak Security di sana karena dia adalah alumni sekolah itu.
"Mega - san, apa yang kamu lakukan disini?!" tanya Yukari yang berjalan mendekatinya dia melihat bahwa siswa lain mulai melihat ke arah mereka berdua, itu membuat Yukari malu.
__ADS_1
"Aku ingin bertemu denganmu lagi sayang" kata Mega yang begitu ramah
Mereka berdua mulai mendengar percakapan siswa-siswi lain yang mulai heboh.
"Cowok itu pacarnya Yukari?"
"Keren sekali ya"
"Itu beneran pacarnya Yukari? Tidak mungkin"
"Keren banget pacarnya"
"Yukari, beruntung sekali ya"
Yukari, menarik Mega menjauh dari sekolahnya. Mereka berdua mempir di sebuah taman dan duduk santai. Di kepalanya masih memikirkan saran yang di berikan oleh Kai di dalam kereta sebelumnya.
"Mega-san, bagaimana pendapatmu jika aku selingkuh dengan cowok yang lain?" tanya Yukari.
Mega merasa kecewa mendengarnya. "Kau tidak bahagia denganku?" tanya Mega
"Bukan begitu, aku sungguh sangat bahagia kok. Aku hanya ingin membantumu membuat cerita yang bagus" Yukari
"Tidak ada cerita yang lebih bagus dari kisah cinta kita berdua Yukari" kata Mega
Meskipun awalnya mereka hanya coba-coba dengan pura-pura pacaran, tetapi sekarang ini Mega mulai menganggap hubungan mereka serius dan tidak suka dengan ide selingkuh. "Hubungan kita hanya pura-pura, tapi tetap saja itu tidak benar. Aku tidak setuju dengan hal seperti itu" kata Mega tegas
"Maaf, Mega-san. Aku hanya bercanda," kata Yukari.
Mega merespon dengan tersenyum dan menggenggam tangan Yukari. "Jangan khawatir, Yukari. Aku tahu kamu hanya bercanda. Tapi jangan sampai hal seperti itu terjadi, ya," ucap Mega dengan lembut.
Setelah percakapan itu, Yukari dan Mega semakin dekat dan mempererat hubungan mereka. Mereka menyadari bahwa meskipun hubungan mereka hanya pura-pura, namun tetap harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Setelah itu Mega mengantar Yukari pulang ke rumahnya, di sepanjang perjalanan Yukari selalu memikirkan Mega. Dalam hatinya dia bertanya Mega - san tidak setuju jika aku berselingkuh. Apakah itu artinya dia mempunyai perasaan terhadapku? Seperti yang di katakan oleh orang yang ada di dalam kereta tadi? Yukari teringat ucapan Kai "Jika dia menolak dengan permintaanmu di sertai alasan apapun. Bisa di pastikan dia mulai memiliki perasaan kepadamu"
Sementara Mega sendiri, dia masih memikirkan waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hatinya. Tadinya dia berencana bahwa hari ini dia akan mengatakannya tapi setelah mendengar pendapat Yukari yang cukup mengejutkan tadi Mega pun menahan niatnya sejenak. Mega, terdiam sejenak setelah berpapasan dengan laki-laki seusianya yang mengendarai skateboard dengan lincah. Dia seperti pernah bertemu orang itu sebelumnya. Mega teringat bahwa orang itu hampir saja menabraknya beberapa hari yang lalu.
"Mega - san, sudah sampai" Yukari menunjukkan rumahnya "Jika tidak keberatan mampirlah?" kata Yukari
"Terimakasih Yukari, mungkin aku akan mampir lain kali saja. Aku akan langsung pulang saja" kata Mega
"Terimakasih kembali karena sudah repot-repot mengantarku pulang dan membuat masakan untukku" kata Yukari
"Sama-sama Yukari. Baiklah aku pulang ya, ingat jangan begadang" Mega
"Oke" Yukari
__ADS_1
Mega pergi membalikkan badannya dan meninggalkan Yukari. Sementara itu dari sisi yang lain sore ini Triana sedang mengadakan pertemuan dengan editornya yang dari Jepang bernama Kimura di area terbuka tepatnya di pinggir sungai. Karena saat itu Kimura sedang mencoba untuk mengurus pekerjaan dengan tenang.
"Selamat sore, Kimura-san Bagaimana kabarmu?" Farida
"Selamat sore, Triana-sensei. Kabarku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" tanya Kimura balik
"Aku juga baik-baik saja. Apa yang bisa aku bantu untukmu hari ini?" tanya Triana
"Sebenarnya aku ingin memberitahumu bahwa aku akan digantikan oleh editor lain di proyek ini" kata Kimura blak-blakan sambil membaca karangan cerita penulis lain dalam bentuk file dokumen di laptopnya.
"Oh, begitu. Apa yang terjadi? Apakah ada masalah?" tanya Triana
"Aku merasa kewalahan dengan jumlah proyek yang harus aku tangani saat ini. Aku khawatir kualitas editankunakan menurun jika aku terus bekerja dengan keadaan seperti ini" jelas Kimura
"Baiklah aku paham. Jadi, siapa editor penggantimu?" tanya Triana
"Oh dia teman dekatku. Editor yang akan menggantikanku juga seorang laki-laki namanya Akabane. Untuk pertemuanmu dengan editor penggantiku, sensei tenang saja. Aku sudah memintanya untuk datang ke apartemenmu besok. Dia memiliki pengalaman yang cukup bahkan lebih baik dariku" kata Kimura
"Baiklah, terima kasih telah memberitahuku. Apakah ada hal yang perlu aku perhatikan ketika bekerja dengan editor yang bernama Akabane nanti?" tanya Triana
"Ada beberapa hal yang perlu sensei ketahui tentang preferensi dan standarnya dalam mengedit. Aku akan memberikan catatan dan arahan tentang hal itu dari Akabane sehingga Triana sensei bisa mengikuti standar yang sudah ditentukan" Kimura
"Baiklah, saya akan memastikan untuk membaca catatan dan arahanmu. Terima kasih telah memberitahuku dan semoga segalanya berjalan lancar dengan Akabane" Triana
"Terima kasih juga, Triana sensei. Aku yakin bahwa kerjasama Triana sensei dengan Akabane bisa membawakan hasil yang baik" kata Kimura
"Iya Kimura - san, aku juga berharap sama. Baiklah kalau begitu aku permisi dulu, selamat bekerja" Triana pergi meninggalkan Kimura. Dalam perjalanan pulangnya menuju ke apartemennya dia masih memikirkan nama dari editornya.
Akabane itu nama marga atau bukan? Jika Akabane nama marga berarti sama seperti nama marganya Hiro dong? Tapi gak mungkin sih jika editorku itu Hiro. Mungkin kebetulan saja namanya memang mirip - batin Triana
"Triana"
Triana melihat orang yang baru saja memecahkan lamunannya. Orang itu ada di hadapannya dengan membawa skateboard yang sepertinya baru saja selesai di kendarai tadi. Siapa lagi kalau bukan Kai, dia tersenyum kepada Triana.
"Iya, ada apa?" tanya Triana
"Tidak apa-apa kok, kau memikirkan sesuatu? Apa itu tentang pekerjaanmu?" tanya Kai
"Begitulah" kata Triana
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Kai
"Tidak ada, kalaupun ada aku bisa mengatasinya sendiri. Terimakasih banyak" Triana
__ADS_1
"Hmm baiklah Triana yang kuat dan penuh semangat. Jangan memaksakan dirimu ya, hubungi aku jika kau butuh bantuan" Kai langsung melepaskan skateboard miliknya di jalanan itu dan menaikinya "Sampai ketemu lagi" Kai pergi dengan menaiki skateboard tersebut
To be continue