Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 26


__ADS_3

Author: Masih seputar Shina dan Farida


Flash Back On


###


Saat ini Farida sedang ada di pelukan hangatnya Shina. Dia merasa ingin memeluk Farida lebih lama lagi, setelah itu Shina berkata kepada Farida "Farida bilang di luar sana banyak sekali gadis yang menginginkan diriku kan? Itu memang benar sih, tapi perlu kamu ketahui... Aku tidak akan memberikan diriku kepada mereka, aku hanya memberikan diriku kepada satu orang saja yang tak lain orang itu adalah dirimu"


Farida mengeratkan pelukannya dan berkata "arigatou gozaimasu Shina"


"Beri tahu aku, sebagai laki-laki nomor satu di hatimu dan yang paling bisa di andalkan apa yang harus aku lakukan?" tanya Shina


"Menurutmu apa?" tanya Farida balik


"Mampu melindungimu, tidak membuatmu menangis, selalu membahagiakanmu, perhatian, penyayang, mampu mengajarkan banyak hal, selalu ada saat senang atau susah?" tanya Shina


"Itu juga termasuk. Ngomong-ngomong mau sampai kapan kita seperti ini?" tanya Farida


Karena masih belum ingin melepaskan Farida, Shina mengeratkan pelukannya


"Aku masih belum ingin melepaskanmu" ucapnya pelan


Farida hanya terdiam di pelukannya. Karena dirinya seorang atlet bela diri dia bisa saja melawan Shina tapi Farida tidak melakukanya karena dirinya tahu bahwa Shina sang atlet taekwondo itu sangat egois maka dari itu Farida lebih memilih untuk mengalah daripada melawanya karena keegoisan Shina bisa membuatnya menang.


"Kau tidak mau melawanku?" tanya Shina


"Aku selalu kalah setiap kali melawanmu. Aku menyerah" jawab Farida


"Aku sangat mencintaimu Farida" kata Shina


"Aku juga mencintaimu Shina" ucap Farida


"Sayang kamu pake parfum apa sih? Wangi banget?" tanya Shina memperhatikan Farida dan merasa aneh dengan bau harum tubuhnya Farida


"Aku pake casablanca, kenapa sayang? Emang sengaja banyak pakeknya biar wangi" jawab Farida yang tidak punya rasa bersalah


"Kamu jangan pake casablanca lagi ya, yaudah sana kamu ganti baju dulu ambil bajuku di lemari habis itu makan" ucap Shina yang merasa sangat pusing


"Sayang kok kamu kayak mau mati gitu sih?" tanya Farida mulai panik


Shina menutup hidungnya dengan sabarnya dia berkata kepada Farida "Cepetan ganti baju sana kalo gak cepat aku mati nih"


"Eh iya aku ganti kamu jangan mati ya" Farida langsung masuk ke kamar Shina


"Farida, Farida..." gumamnya pelan lalu mengambil makanan yang di bawakan Farida dan tak lama kemudian Farida keluar dengan memakai kaos oblong warna hitam yang oversized


"Ayo kita makan!" kata Farida dengan penuh semangat kemudian dia mengambil makanan di depanya dan hendak menyuapi Shina


Di suapan pertamanya, Shina terdiam lalu melihat Farida dan bertanya "Sayang, kamu tadi udah makan atau belum?"


"Belum" jawab Farida


Masih dengan ekspresi yang sangat tenang Shina menelan langsung makanan dan minun lalu dia mengambil sendok yang lain dan mengambil sedikit makanan di piring yang sama lalu menyuapi Farida sambil berkata "kamu makan juga dong"


Pada suapan pertamanya Farida, dia terdiam lalu berkata "asin banget"


"Ini kamu yang masak?" tanya Shina yang masih bisa sabar menatap makanannya


"Kakak" Farida langsung mencicipi semua makanan yang dia bawa "Haduuuuh kakaaaaak!" keluhnya Farida dengan sangat kesal


"Baiklah, ayo kita masak bersama!" kata Shina dengan sangat bersemangat

__ADS_1


Flash Back Off


###


"Sepertinya aku dapat gambaran yang bagus. Terimakasih banyak Shina" Mega mulai mengetik lalu dia berkata lagi kepada Shina


"Saat Farida mencampakanmu kau pasti sangat menderita"


"Aku melampiaskan semuanya dengan berpacaran bersama gadis-gadis lain yang sangat mencintaiku sedangkan aku sendiri tidak mencintai mereka. Kejam sekali kan?" tanya Shina yang terbayang-bayang dengan perbuatan jahatnya di masa lalu


"Shina, kau sampah!" kata Mega blak-blakan kepada adiknya


"Benar. Tapi kali ini aku tidak akan menyerahkan Farida kepada siapapun!" kata Shina


Mega langasung berhenti mengetik dan bertanya "Bagaimana jika Farida yang menyerahkan dirinya sendiri kepada orang lain? Sebelumnya hal ini pernah terjadi kan?"


"Sebisa mungkin aku tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi atau terulang kembali, jika itu sampai kejadian lagi aku akan" Shina berhenti berbicara


"Gantung diri?" Mega menebak


"Tidak" jawab Shina


"Lompat dari gedung?" tanya Mega lagi


"Salah" jawab Shina


"Menusuk dirimu sendiri?" tanya Shina


"Salah, ayo sebutkan semuanya kak" kata Shina menyemangati kakaknya


"Meminum racun sianida?" tanya Mega penasaran


"Tidak" kata Shina


"Tidak kak Mega" kata Shina


"Lompat kedalam jurang?" Mega menebak


"Salah" ucap Shina


"Lalu apa yang akan kau lakukan" tanya Mega


"Aku akan membunuhnya" ucap Shina


"jangan bercanda!" kata Mega dengan tegas


"Aku serius. Aku sudah memberi tahu Farida" kata Shina yang menunjukkan chatnya dengan Farida kepada kakaknya


Mega masih tidak percaya apa yang sudah dilihatnya saat ini


"Disini kak Mega juga tahu kan bahwa Farida ingin mengambil dan memasak kepalaku dengan catatan jika aku sampai selingkuh atau memutuskan hubungan kami berdua" jelas Shina


"Ternyata masih banyak yang tidak aku tahu soal cinta" Mega menganggukkan kepalanya lalu kembali melihat layar laptopnya


###


Di perpustakaan umum


9 a.m


Triana tidak sengaja bertemu dengan Silva. Sampai sejauh ini Silva masih belum tahu tentang pengenai profesinya sebagai seorang penulis. Dia juga tidak tahu bahwa dirinya dan Hiro sangat dekat

__ADS_1


"Kak Triana?" sapa Silva


Triana langsung menutup laptopnya dan melihat kearah Silva "Silva ya?"


Silva duduk disampingnya dan membuka buku yang dipinjamnya


"Ayahmu hari ini pulang kan?" tanya Triana yang kembali membuka laptopnya


"Iya" jawab Silva yang masih tidak menyangka bahwa Triana akan keluar dari rumah sakit secepat ini


"Apa kau sekarang tinggal dengan kakakmu?" tanya Triana yang masih sibuk dengan kegiatannya


"Tidak. Kami tinggal sendiri-sendiri kok, dia juga sudah melepaskan dirinya dari KK keluargaku" jelasnya Silva


"Begitu ya" kata Triana


"Dia itu sulit untuk di tebak, sampai sekarang aku bahkan tidak tahu siapa gadis yang dia suka. Tapi firasatku mengatakan bahwa gadis yang dia suka adalah" Silva berhenti berbicara


Triana langsung menghentikan aktivitasnya untuk mendengar pernyataan Silva secara jelas


"Siapa?" tanya Triana yang penuh rasa penasaran


"Farida" jawab Silva


"Farida adikku? Menurutmu kenapa Farida?" tanya Triana yang merasa tidak yakin


"Aku juga tidak tahu. Tapi aku sangat yakin" ucap Silva


"Menurutku orang yang Hiro suka adalah dirimu" Triana kembali mengetik


"Aku? Ke-kenapa aku? Memangnya kau tahu apa soal Hiro?" tanya Silva kepada Triana


Triana membuka tutup botol minuman ya lalu meneguknya sedikit dan kembali menutupnya dengan mengatakan "Tidak. Aku tidak tahu apa-apa soal dia, aku hanya mengatakan apa yang hatiku ingin katakan. Memangnya selama ini siapa gadis yang paling dekat dengan Hiro selain dirimu? Siapa orang yang paling mengenal Hiro selain dirimu Silva? Mengenai Farida, aku sangat tidak yakin bahwa Farida adalah tipe cewek yang dia suka. Anak itu senang sekali membuat masalah kau tahu? Disamping itu Hiro bukan tipe cowok yang Farida suka, dia pernah mengatakan padaku bahwa Farida lebih suka cowok yang punya banyak kesamaan dengan dirinya, menurutnya itu akan menjadi sangat seru dan cukup menarik dalam kisah cintanya"


Kemudian Triana meletakkan botol minuman ya di samping laptopnya dan melihat Silva yang masih terdiam karena memikirkan perkataanya barusan.


11 a.m


Setelah mengobrol banyak hal, Silva pergi dari perpustakaan itu. Sedangkan Triana masih ada disana. Kemudian Triana mengeluarkan hpnya dan mencari kontak yang bernama Mega.


Setelah menemukan kontaknya Mega, Triana langsung menelponya


Triana, Shina dan Farida balikan. Aku harap semuanya berjalan lancar- kata Mega yang terus terang


"Aku barusan bertemu dengan adiknya Hiro yang bernama Silva" ucap Triana yang kembali membaca dan melihat-lihat tulisanya


Silva Heartlifia? Dia di Jepang?- tanya Mega


"Kau kenal?" Triana


Tidak. Aku hanya tahu dari akun instagramnya, waktu itu kami saling ngefollow. Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu- Mega


"Katakan saja" Triana


Aku akan menjadikan diriku ada didalam cerita yang kita buat, mungkin aku akan menempatkan diriku sebagai laki-laki yang selalu mengejar gadis yang sangat dia cintai. Dan yang harus aku lakukan pertama kalinya adalah aku harus menemukan orang yang tidak menyukaiku- ucap Mega


"Hei apa kau serius? Bagaimana jika kamu jatuh cinta padanya atau sebaliknya? Jangan main-main Mega, kau tidak perlu melakukan hal yang merepotkan itu" ucap Triana dengan cukup serius


Jangan khawatir Triana. Aku sudah tahu siapa gadis itu- Mega


"Siapa?" Triana

__ADS_1


To be continue


Oleh: Kousei


__ADS_2