
4 p.m
Di apartemennya Silva
Silva masih sangat shock berat dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Nakano hanya duduk terdiam memperhatikan Silva dia merasa bahwa orang yang menolongnya terlibat dalam masalah keluarga yang cukup rumit.
"Aku baik-baik saja kok, jangan khawatir semua akan segera membaik. Tadi itu mamah tiriku" ucap Silva
Nakano masih terdiam, Silva bangun dari tempat duduknya dan mengambil makanan di kulkas lalu memberikannya kepada Nakano dan duduk di sampingnya.
"Maaf ya, karena sudah memperlihatkan sesuatu yang buruk padamu" Silva menyentuh kepala Nakano dengan penuh kasih sayang
"Tidak apa-apa kok" kata Nakano yang melihat makanan di depanya "kakak yang tadi tertembak, aku juga ingin melihat kondisinya" lanjut Nakano
"Iya, kamu makan dulu ya" ucap Silva yang kembali ke dapur
Sedangkan di rumahsakit, Himiko masih panik dan cemas menunggu Triana yang saat ini mendapatkan perawatan medis. Tak lama kemudian Farida dan Shina datang duduk di samping Himiko.
Farida masih sangat kesal atas masalah yang barusaja membuat kakaknya seperti ini.
"Aaaakh kenapa sih hal ini harus terjadi padanya?! Kakaku selalu berusaha melakukan semuanya seorang diri, dia selalu berpikir akan merepotkan jika meminta bantuan kepada orang lain" ucap Farida kesal dan berdiri sembari menutup wajahnya yang sedang menangis
"Farida tenanglah" kata Shina mendudukkan Farida
"Sebenarnya aku dan kakakku itu tidak terlalu dekat, sifat kami berdua berbeda. Kakak orangnya tertutup tapi diam-diam dia sangat peduli, perhatian dan penyayang. Kakak selalu menyembunyikan perasaannya, dan sesuatu yang lain dariku. Dia akan memberitahuku setelah waktu berjalan cukup lama, lalu ada seseorang yang bertanya padaku apakah aku penggemar novel karangan dari Triana, setelah itu aku menjawab bahwa aku tidak pernah membaca novel karangannya" ucap Farida sembari mengusap air matanya
Himiko dan Shina diam mendengarkan cerita dari Farida
"Aku merasa kakakku yang tertutup sangat terkenal karena tulisan novelnya, karena penasaran aku langsung memutuskan untuk membacanya. Dan dari situ akhirnya aku tahu dan sadar bahwa kakak melampiaskan semua perasaan dan mengekspresikan semuanya juga memalui tulisan yang menjadi sebuah kisah menarik dan di baca oleh orang banyak" lanjut Farida
"Apa kau tahu siapa karakter utama novel Cinta di Mars? Itu aku... Dan tokoh Mars sendiri adalah calon suamiku yang meninggal. Itu bukanlah sebuah kebetulan, di dalamnya banyak sekali pesan yang di sampaikan olehnya. Kakakku menjadikan dirinya berperan sebagai tokoh sampingan yang sangat terkenal bernama Rena hehehehe" ucap Farida yang malah tangisannya semakin menjadi-jadi
"Farida... Jangan di lanjutkan lagi" Shina memeluk Farida
Lalu Himiko mendapat pesan singkat dari Mega yang bertanya dimana dirinya berada? Tidak lama, Mega kembali mengirim pesan untuk memberitahu bahwa editornya Triana sudah mengumumkan novel barunya yang akan segera terbit dengan judul "Sudeni Itta" yang apabila dalam bahsa Indonesia mempunyai "Kepergianmu"
"Dan di hari ini kakaku mengirim file dokumen mengenai novel terbarunya yang berjudul "Kepergianmu" pada editornya, aku yakin pasti ada yang kakak sampaikan melaui novel itu" ucap Farida
"Hei bisakah kita lihat endingnya bagaimana?" tanya Shina melihat tasnya Triana
"Ah itu benar!" ucap Himiko
"Tunggu, kalian mau apa?" tanya Farida penasaran
"Aku punya rencana" ucap Shina
"Shina, apa kau berencana untuk mengubah endingnya?" tanya Himiko
__ADS_1
"Jika, sad ending" jawab Shina
"Memang sad ending sih" kata Farida
###
8 a.m
Di rumahsakit
Ketika Triana sadar dan terbangun dia mendapati Silva dan Nakano ada disana bersama Farida.
"Berapa lama aku tertidur?" Triana bangun dan mencoba mengambil gelas yang ada di sampingnya
"Mungkin 2 hari" jawab Farida membantunya duduk dan mengambilkan gelas di samping kakaknya
Gadis lugu itu menerima gelas yang berisikan air putih dan meneguknya, kemudian dia melihat Silva dan Nakano lalu tersenyum kecil.
"Bagaimana keadaanmu? Apa kakak masih merasa sakit?" tanya Nakano
"Aku baik-baik saja kok, masih sakit sedikit. Jangan khawatir aku akan segera sembuh dan pulang" jawab Triana yang lemah lembut dan tutur katanya juga halus
"Aku sangat berterimakasih kepadamu karena telah melindungi Himiko" kata Silva
"Ya, sama-sama. Aku senang bahwa kau baik-baik saja Silva" Triana melihat Silva
"Himiko sudah mengatakan semuanya padaku tentang tujuan mamah selama ini. Aku benar-benar tidak menyangka akan terjadi kekacauan seperti kemarin, tapi yang paling terpenting adalah tidak adanya korban jiwa" tambah Silva
"Bagaimana selanjutnya? Apa yang akan kau lakukan?" tanya Triana penasaran kepada Silva
"Mungkin untuk sementara aku akan melanjutkan S2ku disini" jawab Silva yang blak-blakan
"Bukan hanya melanjutkan S2 saja sebenarnya, masih ada yang harus aku lakukan" batin Silva
Farida tersenyum sedikit setelah mendengar jawaban dari Silva.
Dalam hatinya berkata "seperti dugaanku, kelihatanya setelah ini akan terjadi sesuatu yang sangat menarik"
Triana juga membatin
"Aku rasa, aku tidak akan balik ke Indonesia. Aku baru saja menemukan ide yang bagus untuk teks sekenario filem. Silva, tunjukan padaku perjuanganmu mengejar Himiko"
Setelah Silva mengunjunginya, datanglah Shina dan kakak laki-laki yang bernama Mega. Di luar kamar sebelum bertemu dengan Triana, mereka bertiga berbicara sejenak
"Aku baru saja tahu bahwa Farida itu mantanmu sekaligus adiknya Triana" kata Mega yang masih tidak menyangka "kenapa kau tidak mengatakan padaku sih Shina?" tanya Mega kepada adiknya
"Aku tidak tahu bahwa kak Mega penggemarnya kak Triana" kata Shina
__ADS_1
"Dan Farida, kenapa kau berpura-pura tidak tahu apapun saat aku sedang membicarakan kakakmu?" tanya Mega
"Kakak, Farida memang selalu begitu" kata Shina
"Baiklah ayo masuk" ucap Farida
Sesampainya di dalam dan bertemu Triana, Mega dan Shina langsung menyapanya dengan sumringah.
"Bagaimana kondisimu kak?" tanya Shina
"Baik kok" jawab Triana yang heran melihat siapa mereka
"Kakak perkenalkan ini Shina, mantan pacarku yang sering aku ceritakan kepadamu dulu. Kemarin dia sempat membantuku saat melawan mamah tirinya Himiko" jelas Farida memperkenalkan Shina
"Oh jadi kamu yang namanya Shina? Makasih banyak ya Shina" Triana
"Ah ya kak sama-sama" jawab Shina yang masih menjaga sikap sopan santunnya di hadapan Triana
"Dan ini kak Mega, kakaknya Shina. Dia juga penggemarmu kak" kata Farida
"Salam kenal, Triana namaku Mega. Selama ini aku selalu membaca novel-novel karyamu itu" kata Mega
Mereka berdua pun bersalaman
"Salam kenal juga, terimakasih banyak ya Mega" Triana
"Yaampun Shina, rasanya masih tidak percaya bahwa hari ini pertama kalinya aku bertemu dengan Triana secara langsung" ucap Mega kepada adiknya, dia merasa sangat senang
"Kak Mega, kita kesini untuk menjenguk keadaannya. Kau pikir kita sedang dalam acara jumpa fans apa? Jangan membuatku malu" ucap Shina yang merasa lelah mengurusi sikap kakaknya
Farida dan Triana hanya tersenyum melihat mereka berdua
"Maaf, maaf aku lupa soal itu. Aku terlalu senang" Mega
"Oh ya kak Mega, kau juga seorang penulis kan? " tanya Farida
"Kenapa kau bisa tahu? Apa Shina memberitahu hal itu padamu?" tanya Mega melihat Farida lalu menatap Shina dengan kesal karena mengenai dirinya sebagai penulis itu adalah rahasia
"Aku keceplosan" kata Shina ketakutan dan langsung bersembunyi di belakang Farida
"Benarkah?" tanya Triana kepada Mega
"Aku hanya menulis di platform kepenulisan, aku menulis genre fanfiction di waktu luang" jawab Mega
"Mega, jika kau tidak keberatan maukah kau jadi partner menulisku?" tanya Triana
Mega, Shina, dan Farida terkejut mendengar tawaran Triana
__ADS_1
To be continue
Oleh: Kousei