Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 8


__ADS_3

Malam itu Arisa datang bersama Renata untuk menjenguk Silva, kali ini mereka mendapatkan ijin dari Himiko, bahkan Himiko mengajak mereka berdua makan malam


"Apa yang udah terjadi sama kang iblis?" tanya Arisa bisik-bisik kepada Silva dan Renata


"Gue gak tau Ar, gue juga penasaran dia kenapa" jawab Silva dengan nada pelan


"Ini menu makanan yang terakhir... Selamat menikmati" kata Himiko yang mau pergi


"Lu nggak makan?" tanya Renata


Langkah Himiko terhenti


"Gue mau keluar, soalnya da sesuatu yang harus gue urus. Kalian makan saja dulu" kata Himiko lalu keluar dari ruang makan


Himiko pergi ke luar dengan menggunakan mobil dia berhenti di sebuah kedai kopi. Himiko masuk dan memesan kopi lalu dia membuka laptopnya


Hp Himiko berbunyi, seperti biasa itu adalah telepon dari mamahnya


"Halo mah? Laporanya udah aku kirim barusan... Oh ya mah aku mau nanya sesuatu nih, tempat favorit Silva tuh dimana ya?" tanya Himiko


Bentar ya aku tanya papa dulu... Pa tempat kesukaan Silva dimana ya kalo liburan? Hah? Dieng? Himiko katanya papa Silva suka ke pegunungan Dieng, emang kenapa sih nanya gituan?-Himeko


"Iya aku mau ajak Silva jalan-jalan tapi dia nggak mau ngasih tau kami perginya kemana, yaudah aku deh yang memutuskan kemana kami pergi kemana" kata Himiko


Oh gitu? Yaudah...mama tutup telponnya dulu ya Himiko...byebye -Himeko


Kemudian Farik dan Norman datang


"Gue kagak telat kan?" tanya Farik yang kemudian duduk di depan Himiko


"Nggak kok" kata Himiko


Norman duduk di samping Farik


"Mau ngomong apaan sih?" tanya Norman penasaran


Di sana mereka memesan kopi, Himiko cerita saat Rachael datang kerumahya tadi


"Oh..." kata Farik yang kemudian menyeruput kopinya


Norman masih diam dan memikirkan apa yang Himiko ceritakan


"Mengenai orang yang elu suka itu... Beneran ada?" tanya Norman


Farik meletakkan kopi di depanya


"Kalo itu sih..." Himiko melihat ke arah lain


Hp Farik berbunyi, Farik melihatnya


"Ada apa?" tanya Norman


Farik terdiam melihat hpnya


"Rumor kalo Himiko menyukai seseorang udah menyebar luas anjir" kata Farik melihat hp nya


Norman dan Himiko mengecek hp masing-masing


"Bodoh amat dah... Namanya juga orang terkenal" kata Himiko menghela napas panjang


Lalu Himiko meminum kopi miliknya


"Emang itu beneran Him?" tanya Farik

__ADS_1


"Iya..." kata Himiko


Kedua temennya teriam melihat Himiko


"Siapa?" tanya Norman penasaran


Kembali ke Silva dan yang lain yang masih menikmati makan malam mereka sambil bercerita tentang mahasiswa baru dari eropa yang bernama Steinar Adalstein


"Yaampun begitu elu melihatnya gue yakin elu bakalan langsung meleleh tau nggak" kata Renata


"Masa sih?" Silva masih penasaran


"Beneran Sil... Hari pertama masuk tuh Instagram langsung melonjak tau nggak... Tuh anak gantengnya parah banget bener gak Ar?" Renata


"Menurut gue masih gantengan kang iblis" kata Arisa


"Bodohnya gue... Kenapa gue harus bertanya sama penyuka bau-bau Jepang sih..." kata Renata kepada dirinya sendiri


"Eh sumpah gue penasaran banget tau nggak" Silva


"Dia satu kelas sama kakak elu" kata Renata


"Apa? Terus kang iblis gimana?" tanya Silva


"Dia biasa-biasa aja sih" kata Arisa sembari membayangkan wajahnya anak baru itu


"Nih orangnya" kata Renata menunjukkan hpnya kepada Silva


Silva melihatnya dan matanya terbelalak


"Gila... Ganteng banget anjir" kata Silva


"Gantengan kang iblis" kata Arisa yang masih makan-makan


"Si anak baru dong, kayaknya dia baek banget" kata Silva


"Ya iyalah kalo elu bilang si anak baru jauh lebih baik. Soalnya elu benci banget sama kang iblis" kata Renata


"Sebanyak apapun kebaikan yang kang iblis lakukan, jika elu benci sama kang iblis ya keliatan buruk dalam hidup elu" tambah Arisa


***


Keesokan harinya Silva bangun lebih pagi, dia berniat untuk pergi ke kampus hari ini. Awalnya di larang sama Himiko tapi Silva meyakinkan Himiko kalau dia baik-baik saja


Silva pergi ke kampus bareng sama Himiko, tiap kali berangkat biasanya mereka emang bareng, tapi Silva nggak pernah turun langsung di universitasnya


Dia malah turun di rumah tantenya yang kebetulan deket sama kampus yang jaraknya kurang lebih sekitar satu kilo


Selama ini tuh gak ada yang tau kalo Silva dan Himiko itu saudara, cuma Farik, Norman, Arisa, dan Renata doang yang mengetahui hubungan mereka


Himiko sampai di kampus lebih dulu, nggak lama Silva sampai di kampus. Biasanya Silva jalan kaki dari rumah tantenya sampai kampus, karena kondisinya baru aja pulih dia ngegrab


"Silva, elu berangkat kok gak bilang sama gue sih?" kata Renata seneng


"Gue juga nggak habis pikir kalo gue bisa berangkat hari ini Re" kata Silva


Kemudian Arisa datang


"Yo... " kata Arisa melambaikan tangannya ke arah Silva dan Renata


Kemudian mata Silva tertuju kepada Rachael yang saat itu sedang berbicara bersama kedua temenya


"Ada apa sih Sil?" tanya Renata melihat apa yang Silva lihat

__ADS_1


"Oh si Rachael... Yang cinta mati sama kang iblis itu" kata Arisa melihat Rachael


"Elu udah tau ya kalo dia suka sama Himiko?" tanya Silva ke Arisa


"Semua orang juga udah tau Sil, gue akui tu anak emang cantik banget" kata Renata


"Dan yang buat gue penasaran itu, orang yang kang iblis suka" kata Arisa


Mereka mendengar suara sorak-sorak yang cukup heboh


"Pangeran datang" kata Renata


Silva dan temen-temennya melihat Steinar yang berjalan dengan sangat santai dan murah senyum bersama satu temennya di belakangnya


Steinar lewat di depan Silva


"Bukh"


Buku yang ada di tangan Steinar terjatuh


Silva memungut buku miliknya dan memberikan buku itu kepada Steinar


"Terimakasih ya" kata Steinar yang melihat Silva


"Ya sama-sama" kata Silva yang tersipu malu


Himiko dari kejauhan melihat mereka. Bukan hanya Himiko saja, semua mata bahkan tertuju ke arah mereka


Silva dan Steinar yang saling memandang satu sama lain, itu membuat semua gadis yang menyukai Steinar cemburu


"Silva ayo pergi kita ada jadwal pagi ini" kata Arisa yang menarik Silva pergi dari pandangan Steinar


"Hoey tunggu!" kata Renata yang berlari mengejar kedua temennya


"Silva" batin Steinar yang melihat Silva dari kejauhan


"Ayo Stein" kata Ingvar


Steinar dan Ingvar pergi


Di sisi lain Rachael, Fella, dan Maria bergosip di kelas mereka


"Cewek tadi bukannya satu sekolah sama kita?" Fella


"Masa sih?" Maria


"Kok aku gak tau ya?" Rachael


"Dia kan cewek paling cupu di sekolah kita dulu... Yang sering banget di manfaatkan sama teamnya Luna Karolina yang terkenalnya di bawah elu Ra" kata Fella


"Oh iya gue inget sekarang" kata Rachael


"Gue juga baru inget nih kalo gak salah namanya Silva kan? Silva Heartlifia" Maria


"Yang sering di intimidasi sama teamnya Luna" Fella


"Siksaannya banyak banget waktu masih SMA" kata Rachael


"Dan berakhir saat Arisa mulai masuk ke sekolah itu di kelas 12" kata Maria


"Saat itu Arisa menjadi benteng dari Silva sendiri dan keberuntungan akhirnya memihak Silva di masa itu" kata Rachael


To be continue

__ADS_1


Oleh: Kousei


__ADS_2