Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 25


__ADS_3

Papah tercintanya Silva datang ke Jepang untuk mengunjunginya. Silva juga menceritakan semua yang di katakan Himiko. Lalu papahnya Silva memutuskan bercerai dengan Himeko, dia di temani oleh Silva menemui Himeko yang ada di penjara untuk mengucapkan selamat tinggal.


Ketika Himeko bertemu dengan mereka berdua, dia hanya diam tidak mengatakan apapun dengan kepala ternduk dan pandangan matanya juga kosong.


Sedangkan Akabane Himiko, melepaskan dirinya dari KK yang ada pada keluarganya Silva. Sejak kejadian itu Himiko berniat untuk memperbarui semuanya kedepan dengan lebih baik lagi, dia juga mengganti namanya dengan Akabane Hiro.


Sebelum pulang ke Indonesia, papahnya Silva menemui Himiko yang namanya sudah mejadi Hiro.


"Kenapa kau mengubah namamu?" tanya papahnya Silva dengan rasa penasaran


"Karena aku membenci masa laluku yang dulu dan diriku yang dulu. Aku tidak ingin menjadi Himiko lagi, menyebalkan rasanya jika menjadi sosok itu" jawab Hiro dengan santai


"Aku juga benci dirimu yang dulu, sialan!" timpal Silva dengan sangat kesal mengingat masa-masa saat dia tingga bersamanya


Hiro hanya tersenyum sedikit


"Begitu ya, baiklah terserah kamu saja Hiro. Aku sangat berterimakasih kepadamu karena selama ini kamu telah mejaga dan mendidik serta melindungi Silva dengan baik" kata papahnya Silva


"Tidak, aku hanya melakukan apa yang sepantasnya dilakukan oleh seorang kakak yang bijaksana kepada adiknya" ucap Hiro


Bijaksananya dimana bangsat?- batin Silva dengan sangat kesal karena ingat masa lalunya


"Selain itu Hiro, ada yang ingin aku tanyakan padamu. Apa kau sudah punya pacar?" tanya papahnya Silva blak-blakan


"Papah?!" Silva kaget mendengar pertanyaan papahnya


"Belum, tapi sebenarnya ada seseorang yang aku sukai sejak lama. Aku belum pernah mengatakan perasaanku padanya" jawab Hiro dengan tenang


Mereka diam sejenak, Silva dan papahnya diam karena penasaran. Sementara Hiro sendiri saat ini dirinya tidak berniat untuk mengatakan siapa orang yang paling dia sukai.


"Hahaha aku juga berpikir begitu, kau benar-benar sangat baik Himiko, eh maksudku Hiro. Kau sangat keren dan pintar tapi kau tidak bermain-main dengan para gadis-gadis cantik di luaran sana. Iya kan Silva?" tanya papahnya Silva pada putri semata wayangnya


"Iya, papah" jawab Silva


###


Di rumah makan cita rasa


Pukul 2 a.m


Mega terlihat mengetik sesuatu di aplikasi menulis di WPS OFFICE yang ada di hpnya. Kali ini kerjanya sebagai seorang koki di sambi dengan menulis, dia juga sangat semangat setelah menjadi partner dari sosok yang paling di kagumi.


Malam itu rumah makan terlihat tidak terlalu ramai, Shina terlihat duduk dengan santai memandangi langit malam yang indah karena bertabur dengan bintang.


"Shina" panggil Mega yang kemudian mengantongi hpnya


"Ada apa?" Shina menoleh kearah kakaknya


"Kau balikan dengan Farida?" tanya Mega


"Tidak" Shina


"Gak balikan?" tanya Mega

__ADS_1


"Balikan atau tidak bukan urusanmu!" jawab Shina kesal


"Aku gak pernah buat cerita romantis, aku lebih ke genre action. dan Triana terbiasa membuat kisah cinta romantis. Setelah itu kami berdua berencana membuat cerita genre action yang di dalamnya terdapat percintaan juga. Aku butuh referensi" kata Mega


"Jadi kau ingin menjadikan aku dan Farida sebagai tokoh di dalam cerita kalian dan menjadikan kisah cinta kami sebagai referensi?" tanya Shina


"Begitulah, kau bisa menceritakan semuanya padaku apapun yang terjadi dan aku siap jadi konselingmu jika ada suatu permasalahan yang menurutmu sulit untuk di selesaikan. Aku mohon bantulah aku Shina" ucap Mega memohon


"Kisah cintaku denganya itu tidak menarik kak" kata Shina tidak yakin "kau kan bisa melihat drakor/drama jepang untuk referensi" tambah Shina lagi


'Shina, jangan khawatir. Apapun bisa terjadi jika di dalam sebuah tulisan. Aku akan membuat kisah yang bagus untuk kalian!" ucap Mega meyakinkan


"Akan aku coba" ucap Shina


"Terimakasih banyak Shina" kata Mega yang merasa sangat terharu


Keesokan harinya tepat pada pukul 6 Shina dan Mega bergantian shiftnya dengan Hiro.


Ketika mereka berjalan menuju kerumahnya Mega dam Shina melihat Farida yang berjalan dengan langkah yang cepat menuju kampusnya.


"Faridaaaaa!" panggil Shina dengan suara yang sangat keras hingga semua orang melihat kerahnya


Farida berhenti dan melihat kearahnya, lalu Shina berlari mendekatinya


"Ada apa?" tanya Shina


"Hah! Hah! Kau sedang buru-buru? Aku mau ngomong sesuatu. Ini penting benget" tanya Shina dengan nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari kencang


"Aku sedang buru-buru, tapi aku penasaran dan ingin mendengar apa yang ingin kamu katakan" jawab Farida


"Sekarang saja! Cepat katakan ada apa?" tanya Farida melihat jam tanganya


Ekspresi wajah Shina menjadi sangat serius, dan pembawaanya menjadi sangat tenang


"Farida, ayo kita balikan" ucap Shina blak-blakan


Ekspresi wajahnya Farida juga tidak kalah seriusnya


"Shina, kau tahu kan apa yang harus kamu lakukan jika menjalin ikatan denganku? Jangan kebanyakan mikir, waktuku gak banyak" kata Farida dengan tegas


"Aku tahu!" ucap Shina tegas


"Baiklah, kalau begitu aku berangkat" ucap Farida yang meninggalkan Shina


Sesampainya dirumah Shina menceritakan kejadian yang barusan dialaminya kepada kakaknya. Rasanya Shina masih tidak percaya dengan sesuatu yang baru saja terjadi.


"Aku benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan merimaku kak, yaampun aku sangat senang sekali" ucap Shina yang membayangkan wajahnya Farida


"Shina, kau benar-benar tsundere ya. Ngomong-ngomong aku ingin tahu mengenai hal yang harus kamu lakukan ketika menjalin ikatan dengan Farida" ucap Mega penasaran


"Soal itu..." Shina


Flash Back On

__ADS_1


**************


NORMAL POV


Mengingat kembali masalalu dari couple Shina Farida, mereka sebelumnya memang pernah berpacaran kurang lebihnya satu setengah tahun.


Ketika mereka menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih, teman-temannya sering mengatakan bahwa mereka lebih seperti orang asing yang tidak saling kenal.


Tapi, tanpa sepengetahuan mereka semua justru Shina dan Farida adalah sepasang kekasih yang bisa di katakan cukup romantis. Memang selama ini mereka pamer kemesraan kepada orang lain karena keduanya berpikir bahwa hal itu buang-buang waktu dan tidak ada gunanya, dan kebahagiaan bersama yang sebenarnya itu dirasakan bukan untuk di pamerkan, selain itu perasaan bahagia itu bersifat intim dan pribadi.


Pada suatu hari, ketika mereka libur sekolah Farida mengutuskan untuk main ke rumahnya Shina. Saat itu Shina tinggal sendiri, karena kakaknya saat masih kuliah lebih suka ngekos dengan teman-temannya. Disamping itu jarak antara kampus dan rumahnya juga sangat jauh.


"Dingdong"


Bel rumah Shina berbunyi karena tombolnya di tekan oleh Farida


"Ceklek"


Shina membuka pintunya


"Kamu baru bangun?!" tanya Farida


"Iya sayang, kenapa tidak mengabariku dulu saat mau datang?" tanya Shina


"Masuklah"


Begitu Farida masuk, dia langsung kaget karena rumahnya sangat kotor dan berantakan, debunya juga cukup tebal.


"Aku kesini tidak untuk bersih-bersih loh ya" ucap Farida yang ramah "sudah berapa lama kau tidak membersihkannya Shina?" tanya Farida


"Setengah tahun mungkin, aku tidak punya waktu. Aku hanya membersihkan kamarku sendiri, hari ini aku juga memanggil pembantu kok. Katanya dia akan tiba nanti sore" kata Shina


Kemudian Farida berjalan ke ruang keluarga dan meletakkan bungkusan plastik keresek di mejanya.


"Sayang, makanlah aku membawakan sarapan pagi untukmu" kata Farida sembari menyalakan televisi dengan remotnya


"Farida, kenapa kau repot-repot membawakan sarapan pagi untukku segala? Padahal kan kemarin aku sudah bilang bahwa aku diet" kata Shina pelan dengan bijaksana


"Tidak usah diet" ucap Farida manja


"David bilang aku agak gemuk" Shina


"David bilang gitu? Kurang ajar! Gemuk dari mananya sih? Ideal gini kok di bilang gemuk" ucap Farida agak kesal


"Sayang, sebenernya aku ini gimana sih menurut kamu?" tanya Shina kepada Farida penasaran


"Kamu gak gendutan kok, kamu ini ideal hot dan seksi. David tahu apa soal dirimu dia baru saja mengenalmu selama seminggu tapi sudah sok tahu dan bilang bahwa kamu gendutan" jawab Farida blak-blakan


"Kenapa kau bisa-bisanya percaya sama dia sih? Lupakan apa yang dia katakan padamu. Kau tidak gendutan! David yang gendut, kau sangat seksi dan hot Shina banyak gadis yang di luaran sana yang sangat tergoda dan menginginkan tubuhmu. Sebenarnya aku juga ingin sih tapi tenang saja aku bisa menahan diri"


Shina tertawa kecil mendengar jawabannya lalu Shina mengatakan "Farida, kamu benar-benar orang yang suka terus terang ya? Tapi tidak apa-apa aku lebih suka orang yang seperti itu. Sini peluk dulu"


To be continue

__ADS_1


Oleh: Kousei


__ADS_2