
Malam itu sekitar pukul 2 a.m ketika Mega dan Shina yang sedang mendapatkan jatah shift malam, mereka istirahat sejenak menikmati minuman hangat mereka sambil mengobrol santai. Saat itu Mega mencoba mendengarkan cerita cinta Shina sebagai inspirasi dalam pembuatan project novel romance action yang kolaborasi dengan Triana.
"Kak, kamu tahu gak sih, aku dan Farida juga pernah liburan romantis saat kami masih SMA dulu ke Okinawa" Shina
"Serius?" Mega sedikit terkejut mendengarnya, rasanya dia hampir tidak bisa mempercayai ucapan Shina
"Itu benar. Kami menginap di sebuah resort mewah, pemandangan dari balkon kamarnya sungguh indah sekali" kata Shina
"Masih SMA tapi sudah menginap bersama. Wah, kaya di film-film romantis dong?" tanya Mega sembari mengetikkan sesuatu di laptopnya
"Iya kak, jadi kami juga melakukan candle light dinner di tepi kolam renang. Suasananya sungguh romantis sekali" tambah Shina
"Oh, jadi kamu juga ngobrol-ngobrol serius sama Farida kan? Mungkin kalian udah bicara tentang masa depan?" tanya Mega. Sebenarnya aslinya dia tidak percaya dengan cerita Shina tapi demi mendapatkan ide yang bagus untuk projectnya dia tidak mempermasalahkan cerita palsunya Shina tersebut.
"Enggak, kak. Kami malah membahas rencana jahat ke teman kuliahnya" jawab Shina
"What? Rencana jahat apa?" tanya Mega
"Dia berencana menyembunyikan buku catatan teman itu, agar dia panik dan kelihatan bodoh di depan dosen. Ya gimana dong, kak. Dia suka nyontek dan gak pernah mau kerja sama dengan kelompoknya" jawab Shina
"Kamu bilang kalian kan liburan romantis, kenapa malah ngomongin teman kuliah?" tanya Mega lagi
"Gak tahu juga, kak. Mungkin karena kami terlalu banyak waktu bersama" jawab Shina
Tiba-tiba saja hp nya Mega berbunyi karena di telpon oleh Triana. Malam itu sepertinya Triana juga begadang lagi demi cerita yang berjudul The Love of the Rain Princess and the War General Dean.
Hai Kak Mega, apa kabar? Bagaimana progress cerita kita yang berjudul "The love of the rain princess and the war general Dean"? - Triana bertanya secara terus terang
"Hai juga, Triana. Aku baik-baik saja, terima kasih. Tentang cerita kita, aku sudah menyelesaikan beberapa bab terakhir. Bagaimana denganmu?" tanya Mega
Wah, itu bagus sekali. Malam ini aku juga sudah menyelesaikan beberapa bab. Sepertinya kita akan berhasil menyelesaikan cerita ini tepat waktu - Triana
"Ya, aku berharap begitu. Oh ya, aku memiliki ide untuk adegan selanjutnya. Bagaimana jika Rain Princess dan War General Dean bertemu di tengah hujan deras?" tanya Mega
Itu terdengar menarik. Apa yang terjadi kemudian? - Triana
"Dean memberikan jasnya kepada Rain Princess agar dia tidak basah kuyup. Namun, karena Rain Princess sangat terkesan dengan kebaikan Dean, dia justru memutuskan untuk membasahi jas Dean dengan sengaja!" kata Mega dengan semangat
__ADS_1
Haha, itu lucu! Aku suka adegan itu. Mungkin kemudian kita bisa menambahkan sedikit konflik dengan karakter antagonis kita? - Triana
"Ya, itu bagus. Bagaimana jika antagonist kita mencoba memanfaatkan kebaikan Dean untuk mengambil keuntungan?" tanya Mega
Hmm, itu bisa menjadi konflik yang menarik. Kita bisa menambahkan sedikit drama dan ketegangan ke dalam cerita. - Triana
"Ya, tepat sekali. Aku suka ide itu. Mari kita terus bekerja sama untuk menyelesaikan cerita kita yang kocak ini!" kata Mega
Baiklah, kita akan menjadi duo penulis terbaik di kota ini! Kalau begitu sampai jumpa lagi Kak Mega - Triana langsung mematikan teleponnya
Dari sisi yang berbeda di malam itu juga Silva merrasa bahwa dirinya tidak bisa tidur karena terlalu memikirkan Hiro. Dia masih tidak menyangka bahwa dia akan berpacaran dengan Hiro. Hiro sungguh sangat mengganggu pikirannya. Keesokan harinya saat Silva hendak berangkat ke kampus dia tidak sengaja bertemu dengan Hiro yang akan pergi ke Rumah Makan.
"Selamat pagi sayang, kamu gak kepagian berangkat jam segini?" tanya Hiro kepada Silva
"Tidak kok, semang setiap hari aku berangkat pagi. Dan seperti juga sudah siap untuk bekerja di Rumah Makan kan?" tanya Silva
"Sudah dong sayang, ini aku udah pakai baju apron dan siap-siap jadi chef terhebat. Kak Mega sama Shina gak ada apa-apanya" Hiro
"Iya ya baiklah terserah kamu saja. Aku akan segera berangkat" Silva
"Kamu juga" Silva langsung pergi meninggalkan Hiro
Di sisi lain pagi yang sama Mega kembali bertemu Yukari.
"Yukari" panggil Mega
Yukari melihat ke arahnya lantas dia berkata kepada Mega "Cepat pulang dan pergilah tidur. Mega - san pasti kelelahan setelah bekerja semalaman"
"Aku ingin melihatmu sebelum kamu berangkat ke sekolah. Sepertinya ini akan menjadi kebiasaanku deh, mau bagaimana lagi kita berdua sama-sama sibuk" jelas Mega, dia memberikan Yukari kotak makanan yang di bungkus dan di ikat rapi dengan kain "Aku membuat bekal makan siang untukmu"
"Untukku? Kenapa kau sampai repot-repot memasaknya untukku?" Yukari menerimanya
"Memasak bagian dari hidupku. Aku sama sekali tidak merasa di repotkan kok" jawab Mega
"Terimakasih banyak Mega - san" kata Yukari
"Oh ya, project novelku sudah selesai. Temanku akan membawanya kepada editor hari ini" kata Mega
__ADS_1
"Cepat sekali selesainya ya?" tanya Mega
"Kami punya dua project. Yang satunya lagi belum selesai" jawab Mega
"Iya aku memantikan tulisan-tulisanmu Mega - san" Yukari
"Aku dan temanku sedang berusaha keras untuk menyelesaikannya dengan baik" Mega diam sejenak memperhatikan Yukari "Sebentar sayang, dari tadi aku merasa kamu terlihat berbeda" Mega sama sekali tidak berkedip melihat Yukari "Begitu ya, kamu memotong rambutmu?" tanya Mega
"Iya, menurutmu bagaimana Mega - san?" tanya Yukari
"Bagus banget, kamu terlihat imut banget sekarang. Sumpah imut, aku gak bohong" Mega mencoba meyakinkannya
"Hahaha, kamu selalu saja bilang begitu. Kamu nggak bosan-bosan ya memuji aku imut?" tanya Yukari
"Enggak sih, karena kamu emang benar-benar imut kok. Tapi lebih penting lagi, jika rambutmu terlihat lebih sehat dan cantik sekarang" Mega
"Makasih ya Mega - san, senang banget kamu suka. Tapi jangan cuma melihat dari luarnya aja ya, aku juga masih imut dari dalam kok" kata Yukari
"Hahaha, pasti Yukari, aku tahu kamu baik hati dan penuh kasih sayang. Apalagi sekarang dengan rambut yang baru, kamu jadi terlihat semakin sempurna" Mega
"Wah, kamu jago banget memujiku ya Mega. Tapi kamu tahu kan, aku tetap cinta sama kamu apa pun penampilanku" Yukari
"Tentu saja, penampilanmu bukan segalanya bagiku. Aku cinta kamu apa adanya, imut atau tidak imut" Mega
"Baiklah Mega - san aku berangkat ya" Yukari
"Hati-hati Yukari" Mega melambaikan tangannya ke arah Yukari
Yukari masuk ke dalam kereta dan kebetulan sekali dia duduk bersebelahan dengan Kai (Kakak kandungnya Hiro). Kali ini wajah Yukari terlihat sangat sedih karena dia berpikir bahwa percakapan yang dia lakukan dengan Mega adalah percakapan yang sia-sia.
"Aku selalu menjaga diriku supaya selalu sadar diri dan tidak mudah terbawa perasaan karena hubunganku dengannya itu palsu. Percakapan kami tadi hanyalah praktik dari karakter yang akan di tuangkan dalam novelnya nanti" kata Yukari pelan kepada Kai, kenalan barunya
"Aku tidak menyangka bahwa kau melanglami hal seperti itu dalam kisah asmaramu" Kai melihat ke arah Yukari di sampingnya
Setelah itu masuklah Farida yang sama sekali tidak kenal dengan mereka berdua duduk di sampingnya Yukari.
To be continue
__ADS_1