
Normal Pov
__________________________________________
"Ceklek"
Himiko membuka pintu kamar Silva
Dalam hatinya Silva sedang berdoa ketakutan
Ya allah hindarkanlah hambamu ini dari iblis yang saat ini berdiri di kamar hambamu ini-Silva
"Oi... Silva" panggil Himiko melihat Silva yang pura-pura tidur di balik selimut
"Apa?" tanya Silva dengan ucapan berat dan masih berakting pura-pura tidur
"Ehem... Kondisi lu gimana sekarang?" tanya Himiko dengan nada pelan dan sikap yang kaku
Silva bangun dan mengambil minuman di sampingnya setelah itu Silva meminumnya
"Ya gue udah baikan kok" kata Silva meletakkan gelas minumannya di meja sampingnya sembari melirik Himiko sebentar
"Hem... Ya baguslah kalo gitu" kata Himiko yang berjalan keluar kamar Silva
"Ting-tung" bel rumah mereka berbunyi
Himiko turun ke bawah dan membuka pintu untuk melihat siapa yang datang
"Aku... Temanya Silva, apa aku bisa ketemu sama Silva?" kata Renata palan kepada Himiko
"Sebelumnya aku ingin minta maaf. Saat ini Silva sedang sakit dia istirahat di kamarnya dia gak bisa di ganggu" kata Himiko pelan
"Gue yakin dia pasti bohong sama gue... " batin Renata
"Ah ya baiklah kalo gitu" kata Renata
Kemudian Himiko memegang tangan kanan Renata dan menggenggamnya lalu menatap matanya lekat-lekat
"Percayalah padaku... Aku tidak bermaksud untuk melarangmu bertemu dengan Silva. Aku hanya ingin Silva istirahat total untuk memulihkan kondisinya" kata Himiko lemah lembut
Renata yang saat itu kesel banget sama Himiko, setelah di pegang tangannya oleh Himiko sendiri hatinya langsung luluh dan rasa bencinya langsung hilang seketika.
"Iya... A... A... Aku percaya sama kakak kok" kata Renata tersenyum kepada Himiko
Himiko tersenyum melihat Renata
"Dia udah kena jurus pamungkas gue" kata Himiko dari dalam hatinya
"Terimakasih. Kau baik sekali" kata Himiko melepaskan tangan Renata
"Iya sama-sama, kalo gitu aku pulang dulu dan jangan lupa sampaikan salamku pada Silva" kata Renata
"Akan aku sampaikan. Jangan khawatir" kata Himiko yang bijaksana
Kemudian Renata pergi, lalu Himiko menutup pintunya.
Silva yang saat itu penasaran siapa yang datang melihat dari jendela kamarnya
"Itu kayak Renata deh?" tanya Silva pelan melihat orang yang berjalan keluar dari gerbang rumahnya
Kemudian Silva menelpon Renata
"Halo Re? Apa?! Serius lu?!" Silva menutup panggilannya
Dia mengambil napas panjang dan...
"HIMIIIIIKOOOOOO!" kata Silva keras banget suaranya
__ADS_1
Lalu Silva keluar dari kamarnya dengan dada naik turun karena berusaha untuk sabar
"Ada apa?" tanya Himiko yang ngerasa gak punya dosa
"Maksud kamu apaan ngusir temenku hah? Dia tuh jauh-jauh datang kesini untuk menjenguk aku tahu gak sih!" kata Silva dengan nada keras dan agak kasar
"GUE GAK NGUSIR DIA!" kata Himiko yang jauh lebih kasar dan keras
"ELU NGUSIR DIA! MASIH GAK MAU NGAKU JUGA LU?! Tiap kali" Silva
"GUE BILANG... GUE GAK NGUSIR TEMEN ELU! BALIK KE KAMAR SEKARANG!" kata Himiko dengan suara yang keras dia memotong ucapan Silva
Silva masih diam di tempatnya
"Masuk atau gue seret nih?" Himiko menunjuk kamar Silva
Silva merendahkan dirinya dan jongkok di bawah Himiko
"Gue pengen pergi keluar" kata Silva pelan
"Apa lu bilang barusan? Pengen pergi keluar?! GAK!" kata Himiko yang udah mengincar kaki Silva
"Iya gue balik sekarang!" kata Silva emosi dan pergi ke kamarnya
"Jeder! "
Silva membanting pintu kamarnya
Himiko menghela napas panjang
Elu gak tau apa gue khawatir banget disini sama elu Sil-Himiko
Silva membuka jendela kamarnya dan turun dengan menggunakan tali. Silva yang saat itu nekat langsung berayun ke bawah dan mendarat dengan selamat
Lalu Silva berlari ke luar
sementara itu Renata sendiri tidak langsung pulang dia mampir ke rumah Arisa
"Sulit banget untuk menyusup ke rumah itu. Ini gara-gara di rumah itu ada iblisnya sih... Dan iman gue gak kuat makanya gue kena tuh godaannya" kata Renata yang terlihat sangat putus asa memandangi rumah Silva dari kamar Arisa
"Kalo bisa kamu gak usah masuk ke sana Re... Itu adalah tempat yang sangat berbahaya. Saat kamu terjebak disana aku berani jamin kalau kamu gak bakal sanggup" kata Arisa
"Teman kita kasihan banget ya harus berhadapan dengan kang vampir itu" kata Renata
"Lewat depan gerbang rumahnya doang gue udah ngeri" kata Arisa
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang di gedor di rumah Arisa
"Dor-dor-dor"
"Siapa tuh?" tanya Renata
Arisa keluar kamarnya dan membuka pintu rumahnya
"Ar" Silva
"Silva?" Arisa kaget melihat Silva
Silva terlihat sangat takut dan panik banget
"Please banget bawa gue pergi ke tempat yang jauh dan gak bisa di jangkau oleh pandangan mata Himiko" kata Silva yang sangat ketakutan dan memohon-mohon
"Gue tau" Arisa mulai teringat sesuatu
Renata keluar melihat siapa tamu yang datang
"Renata" Silva memeluk Renata dengan ekspresi wajahnya yang sedih
__ADS_1
"Silva" kata Renata cemas memeluk sahabatnya itu
"Tempat itu dimana Ar?" tanya Silva melepaskan pelukan Renata dan melihat kearah Arisa
"Surga" kata Arisa
"Elu mau gue mati ha?!" tanya Silva denga sangat kesal
"Arisa ini bukan waktunya untuk bercanda! Silva sekarang elu ikut gue" Renata
"Apa lu bilang barusan?"
Mereka terkejut mendengar suara itu. Mata Silva terbelalak karena aksi kabur yang kesekian kalinya harus gagal
"Jangan memutuskan seenaknya... Dia ini milikku" kata Himiko menarik tangan Silva
Silva masih tidak bergerak dari tempatnya, dia masih diam
"Hemmmm begini kak Himiko, bisakah kakak memperlakukan adik kakak Silva Heartlifia dengan baik? Kami sebagai seorang sahabat itu sangat mengkhawatirkan keadaanya" kata Renata blak-blakan
"Jangan khawatir! Aku selalu berusaha untuk memperlakukan dia sebaik mungkin" kata Himiko dengan sangat dingin
"Sebaik mungkin lu bilang?! Lu pikir gue kagak tau sikap elu memperlakukan Silva di rumah gimana ha?! Gue tau semuanya!" kata Arisa yang agak kasar dan keras
"Gitu ya? Jay?" Himiko
"Jay? Siapa itu Jay?" tanya Renata penasaran melihat Arisa
Wajah Arisa langsung panik ketakutan setelah nama Jay di sebut oleh Himiko
"Silva?" Himiko memanggil Silva
"Aku pengen jalan-jalan! Aku butuh refreshing! Aku bosan di rumah terus tau gak. ELU MAU BUAT GUE DEPRESI YA?! TERUS JIKA GUE UDAH HILANG AKAL ELU BISA MERENGGUT SEMUA WARISAN PAPA DAN..." kata Silva keras dengan sangat emosi
Himiko langsung menutup mulutnya dengan menggunakan headband yang tadinya terikat di kepalanya
"HMPH! EUMPH " kata Silva yang berusaha melepaskan headband yang di ikatkan oleh Himiko
Himiko menarik paksa Silva untuk pulang kerumah
"Hemmph...!" Silva gak bisa ngomong apa-apa
Dia nangis-nangis saat tanganya di tarik paksa sama Himiko
"Lu udah mencoba kabur dari gue... Setelah sampe rumah siap-siap untuk menerima hukuman!" kata Himiko dengan sangat kesal menarik Silva
"Jahat banget ya, menang gantengnya doang" Renata syok dan tidak bisa berbuat apa-apa
"Silva" lirih Arisa yang tidak bisa membelanya hanya menatap sedih dari kejauhan
Setelah Himiko membawa paksa Silva, dia menjatuhkan Silva di lantai lalu melepaskan headband yang di ikatkan di mulut Silva
"Eh babi! Sampe kapan sih elu memperlakukan gue secara tidak baik?! Gue tuh capek tau nggak kayak gini terus!" Silva
"Gue memperlakukan elu dengan sangat spesial! Elu nya aja yang masih gak ngerti!" kata Himiko
"Lama-lama gue gak sanggup hidup tau nggak!" kata Silva yang kemudian bangun
Lalu Silva menuju ke kamarnya
Himiko duduk dengan memegangi kepalanya karena dia sendiri sangat pusing mengurus adiknya
"Kalo gini terus gue kuat gak ya?" tanya Himiko dalam hatinya
To be continue
Oleh: Kousei
__ADS_1