
Malam itu Rachael dan teman-temannya menemui Farik, yakni orang yang cukup dekat dengan Himiko. Sebelumnya mereka sudah janjian di sebuah kedai kopi, disanalah mereka bertemu
"Jadi apa yang ingin kalian tanyakan?" tanya Farik yang kemudian menyeruput kopinya dan melihat Rachael
"Eng... Gini elu kan deket sama kak Himiko, gue pengen tau kak Himiko orangnya tuh kayak gimana sih?" tanya Rachael penasaran
Farik terdiam sejenak melihat Rachael san teman-temannya
"Selaa ini gue sering banget di mintai bantuan dan di tanya sama pada gadis yang suka sama Himiko dan berkeinginan untuk jadi pacarnya sih" batin Farik
"Jadi gimana?" tanya Maria
"Sebelumnya perkenalkan dulu siapa kalian" kata Farik
"Ehem, sorry lupa. Kenalin gue Fella ameliani" kata Fella
"Maria" ucap Maria sambil melambaikan tangannya
"Gue Rachael" kata Rachael
Farik menganggukkan kepalanya
"Kalian ingin gue menjelaskan Himiko itu orang yang seperti apa kan? Siapa aja cewek yang pernah deket dengan Himiko? Makanan kesukaan Himiko? Dan semua hal tentang Himiko kan?" tanya Farik
"Nah bener banget tuh" Fella
"Asal kalian tau? Setiap pertanyaan itu mempunyai nilai" kata Farik
"Nilai?" Maria mulai bingung apa maksudnya
"Nilai? Nilai apaan sih?!" Fella masih gak paham
"Nilai jual?" Rachael
"Ya... Satu pertanyaan sepuluh ribu, bagaimana?" Farik
"Uang segitu gak ada apa-apanya buat gue" kata Rachael
"Oke. Kalo gitu beri gue pertanyaan" kata Farik
"Kak Himiko pernah pacaran?" tanya Rachael
"Sama sekali nggak pernah" Farik
"Cewek yang pernah deket sama dia siapa aja?" Rachael
"Dia gak pernah deket sama cewek sih" Farik
"Makan favorit dia apa?" Rachael
"Nasi goreng sama nasi kare" Farik
"Ukuran sepatunya berapa ya?" Rachael tanya lagi
"43 kalo gak salah" Farik
"Hewan kesukaan kak Himiko?" Rachael
"Beruang!" Farik
"Jangan bercanda!" Maria
"Emang dia suka sama beruang kok" ucap Farik meyakinkan
"Maria, elu diem aja ya, lanjut Hewan yang paling di benci?" tanya Rachael
"Anjink!" ucap Farik dengan tegas dan fasih
"Kegiatan di waktu luang yang paling dia suka apa?" Rachael
"Hobi maksud elu? Ada sih..." Farik diam sebentar
"Jyahahahaha semua jawaban gue gak sepenuhnya bener soalnya Himiko pernah nyuruh gue sebelumnya" batin Farik
Flash back on
**************
Jadi sebelum Himiko masuk ke kampus itu bersama kedua tema dekatnya sejak SMA, dia udah merencanakan sesuatu
"Farik, Norman, bentar lagi gue bakal jadi artis di kampus itu" kata Himiko
"Kok elu tau sih?" Norman
"Gue gak tau njer, itu cuma feeling gue aja" Himiko
"Percaya diri banget lu ya" Farik
__ADS_1
"Dari dulu kan gue emang percaya diri?" Himiko
"Jadi?" Norman
"Jika ada cewek-cewek yang nanya soal gue. Tolong jawab dengan jawaban yang salah" kata Himiko
"Emang kenapa?" Farik
"Saat ini gue belum bisa bilang alasanya sama kalian" Himiko
"Jawab sesuka gue gak masalah kan?" Norman
"Gak masalah kok" Himiko
"Ntar kalo nama baik elu tercoreng gimana? Ntar kalo elu di cap sebagai orang yang gak baik gimana dong?! Nggak ah... Gue kagak mau! Itu sama halnya merendahkan harga diri elu njer! Gue gak bisa kalo kayak gitu" Farik
Kemudian Himiko merangkul kedua sahabatnya dan membicarakan alasan Himiko menyuruh mereka melakukan hal itu
"Sekarang kalian paham kan?" tanya Himiko
"Hemmm baiklah gue ngerti ,sekarang" Farik
"Makasih banyak ya Farik, Norman" Himiko
"Sama-sama Himiko" Norman
Flash back off
***************
"Jadi apa hobi kak Himiko?" tanya Rachael lagi
"Dia suka ngupil... Dia sering banget ngupil di sembarang tempat dan membuang upilnya di baju oorang secara diam-diam" Farik
"Kok jorok banget sih?" Maria emosi karena gak percaya
"Dia pasti bohong! Mana mungkin seorang pangeran mempunyai sikap seperti itu" kata Fella kepada Rachael
"Aku bicara apa adanya..." kata Farik santai
Rachael menghela napas panjang
"Aku percaya dengan dia... " kata Rachael kepada kedua temanya
"Rachael... Bagaimana jika dia berbohong, lu jangan percaya gitu aja dong Rachael" Fella
Fella terdiam
"Baiklah Farik... Kak Himiko suka sama warna apa?" tanya Rachael
"Putih" kata Farik
"Dan tipe cewek dia itu seperti apa?" tanya Rachael pelan-pelan dan penasaran
Farik terdiam
"Tipe cewek Himiko?!" batin Farik
Flash back on lagi
*******************
"Btw, tipe cewek elu kayak gimana sih?" tanya Norman
"Please banget jangan tanya soal hal itu" kata Himiko sambil main game online
"Emang kenapa?" tanya Farik
"Gue gak bisa jawab" Himiko
"Bilang aja gak mau ngasih tau!" Farik
"Eh Far... Gue curiga sama Himiko deh" kata Norman bisik-bisik dengan Farik
Himiko yang main game masih bisa mendengar pembicaraan kedua temannya walau bisik-bisik
"Curiga kenapa?" tanya Farik heran sama Norman lalu melihat Himiko yang main game
"Curiga kalo dia itu gay... " kata Norman
"Astaghfirullah Norman!" Farik kaget kalo Norman ngomong kayak gitu
"prak!"
Himiko langsung menjatuhkan game online nya di lantai sampe pecah
Norman dan Farik terdiam melihat Himiko dengan sangat takut
__ADS_1
"Tadi lu bilang apa barusan?" tanya Himiko dengan tenang tapi aura membunuhnya sudah mulai keluar
"Please banget maapin gue Him, gue becanda Him..." kata Norman mohon-mohon sama Himiko
"Mau gue maapin kan?" Himiko
"Mau lah Him" Norman
"Bayarin pajak wifi di rumah gue 3 bulan" kata Himiko tenang
"Oke gue bayar!" kata Norman
Himiko terdiam sebentar dengan kepala tertunduk
"Tipe cewek gue itu" kata Himiko
"Seperti apa?" Farik
"Masih menjadi misteri buat kalian berdua" kata Himiko
Flash back off
***************
"Himiko gak pernah mau ngasih tau tipe cewek dia itu seperti apa" jawab Farik
"Di dalam keluarganya kak Himiko paling deket sama siapa?" tanya Rachael penasaran
"Mamahnya" kata Farik
"Kan katanya mama papanya punya bisnis di luar negeri? Kalo di rumah kak Himiko tinggal sama siapa?"tanya Rachael
"Nggak tau" kata Farik
"Himiko pernah bilang ma gue kalo gue gak boleh ngasih tau hubungan dia sama Silva" kata Farik dalam hatinya
"Kok gak tau sih?" Maria
"Emang gue gak tau" Farik
"Jumlah saudara kak Himiko ada berapa? Siapa aja?" tanya Rachael penasaran
Farik terdiam
"Gue harus bilang apa soal Silva njer?" batin
"Kurang tau sih gue soal saudaranya si Himiko itu, selama dia gak pernah cerita tentang saudaranya" kata Farik
Kemudian mereka semua terdiam
"Hemmm... Baiklah kalo gitu, sesuai dengan kesepakatan yang kita buat aku akan menepati janjiku" kata Rachael
Kemudian Rachael memberikan uang kepada Farik sesuai dengan jumlah nominal dan pertanyaan yang di Rachael berikan
***
Sementara itu Himiko masih menunggu Silva di luar kamarnya
Himiko udah memanggil Silva buat makan malam tapi Silva nggak mau keluar dan mengunci diri di kamar
"Silva?!" Himiko memanggil Silva dari luar sambil mengetuk pintu kamarnya
"Silva kalo lu gak buka pintunya gue dobrak loh ya?!" Himiko
Silva masih diam menyelimuti seluruh tubuhnya dari ujung kaki sampe ujung rambut
"Silva gue hitung satu sampe tiga... 1...." kata Himiko yang udah mengambil ancang-ancang
Tapi masih tidak ada respon dari Silva
"Dua..." kata Himiko yang udah persiapan menendang pintu kamar Silva
"Ceklek.."
Silva membuka pintunya
Himiko kembali menurunkan kakinya karena tidak jadi menendang dan...
"Bruak"
Silva terjatuh ke pelukan Himiko
"Silva?" Tanya Himiko yang mulai panik setengah mati dengan kondisi adiknya
To be continue
Oleh: Kousei
__ADS_1