Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 11


__ADS_3

Saat Silva tidur dia bermimpi, dalam mimpinya Silva bertemu dengan Himiko di sebuah taman


Silva-Himiko


Himiko...-Silva


Aku mencintaimu Silva-Himiko


Aku juga Himiko-Silva


"Hwaaaaa!!!!!!" Silva berteriak dan terbangun


Dia melihat jam di sampingnya yang sudah menunjukkan pukul sembilan lebih lima menit


"Sialan gue terlambat!" kata Silva yang langsung beranjak dari tempat tidurnya


Sementara itu Himiko duduk di sebuah perpustakaan umum sembari mengetik sesuatu di keyboard laptopnya untuk membuat suatu laporan. Setelah itu Himiko mengeluarkan hp dari kantong sakunya


"Aku akan menelpon mamah sekarang" ucapnya Himiko sembari mencari kontak mamahnya


Lalu teleponnya pun tersambung dan tak lama dia bisa terhubung dengan mamahnya


"Halo mah... " Himiko


Ada apa sayang tumben kamu nelpon? - Himeko


"Mah Himiko boleh nggak kuliah di Jepang?" tanya Himiko


Eh kenapa kamu baru ngomong sekarang? Kenapa tiba-tiba banget Himiko? Apa yang kamu pikirkan? - Himeko


"Lagi pengen aja sih mah, jadi gak boleh ya?" Himiko


Hemmm akan mamah pertimbangan-Himeko


"Oh ya mah... Gimana kalo Himiko berhenti nulis laporan? Kalo mamah sama papah khawatir kalian bisa langsung menghubungi Silva. Akhir-akhir ini aku sibuk mah, gak bisa mengawasi Silva dengan ketat" Himiko


Gitu ya... Hemmm kau benar... Maaf ya Himiko mamah sudah merepotkan kamu- Himeko


"Tidak masalah kok mah. Kalo gitu aku tutup telponnya ya mah byebye" Himiko


Kemudian Himiko menutup telponya


"Syukurlah... Aku bebas sekarang" kata Himiko


Kemudian Himiko terdiam sejenak


"Him lu nganggur kan?"


Himiko melihat siapa yang memanggilnya, ternyata dia adalah seorang pustakawan di perpustakaan umum itu


"Iya... " Himiko


Namanya adalah Triana, karena Himiko sering datang kesana, Himiko dan Triana akhirnya saling kenal dan menjadi sahabat


"Batuin dong pindahin buku-buku ini ke gudang" Triana mengangkat buku-bukunya


"habis ini beliin lontong pecel loh ya" kata Himiko mengangkat buku-buku


"Iya deh iya gue beliin" Triana


"Nggak gue cuma becanda kok, serius banget sih" Himiko


Setelah berhasil memindahkan semua buku mereka beristirahat sejenak sambil menikmati minuman yang di pesan dari good food


Himiko emang sering di mintai bantuan sama Triana, Triana sendiri adalah anak kuliahan dari jurusan sastra Indonesia. Ya Himiko dan Triana memang seumuran


Hanya kepada Triana Himiko mencurahkan segala perasaannya itu. Triana jauh mengetahui semua tentang Himiko dari pada Farik dan Norman. Himiko sangat percaya kepada Triana jika rahasianya tidak akan bocor dan terkadang Triana juga mencurahkan isi hatinya kepada Himiko.


"Jadi sekarang apa yang akan kau lakukan Him?" tanya Triana


Himiko diam lalu dia melihat sahabatnya


"Triana sepertinya aku akan kabur" kata Himiko


"Bodoh! apa yang kau pikirkan sih?" Triana agak kaget


"Ada sebuah rahasia yang terjadi antara aku dan Keluargaku sebelumnya. Aku selalu memikirkannya selama ini, dulu itu..."

__ADS_1


Himiko mulai bercerita


Flash back on


############


Saat kami masih di Jepang


"Himiko... Ada yang ingin bibi bicarakan padamu" kata Bibi Aiko


"Bibi mau bicara apa?" tanyaku


"Itu rahasia besar..." bibi Aiko


Saat aku bertanya rahasia besar apa bibi Aiko tersenyum, dan dia bilang "bibi akan katakan jika kau sudah berusia 15 tahun"


Aku selalu mengingat apa yang bibi ku katakan dan saat usiaku 15 tahun aku pergi ke rumah bibi Aiko tapi


Aku terkejut setelah sampai di sana... Lantai berlumuran darah


"Bibi Aiko?" tanyaku dengan mata terbelalak


"BIBI AIKO!" aku berteriak dan menangis


Polisi menyelidiki penyebab kematiannya, dan polisi bilang bahwa bibi Aiko bunuh diri. Aku sungguh tidak percaya apa yang saat itu aku lihat di depan mataku


Aku yakin ada sesuatu yang tidak aku ketahui selama ini.


Lalu mamahku Himeko berniat untuk pindah kewarganegaraan yakni Indonesia


Selama ini mamah memang sering kerja di Indonesia dan jarang pulang, dan anehnya kedua kakak laki-lakiku juga ikut bersama mamah.


Sedangkan aku sendiri di tinggal di rumah sejak kecil dan di rawat oleh papah. Papahku itu seorang pengangguran, katanya mamah papa juga menderita penyakit yang tidak bisa di sembuhkan aku tidak tahu itu penyakit apa.


Semuanya tidak mau memberitahu apa penyakitnya . Seteleh kematian bibi Aiko papa kemudian menyusulnya. Dan kami pindah ke Indonesia


##########


Flash back off


"Iya... " Himiko


"Jika kau sudah di Jepang apa kau akan kembali ke Indonesia?" tanya Triana


"Sepertinya aku akan kembali ke Indonesia. Aku masih belum membaca karyamu yang belum juga kau terbitkan" Himiko


"Kan aku bisa mengirimnya lewat email?" Triana


"Hei kau benar-benar ingin aku tidak balik ke Indonesia ya?" Himiko


"A-apa?!" Triana


Kembali ke Silva yang saat itu sampai di kampus pada pukul 10 pagi, dia benar-benar sangat kesal


"Silva!" Arisa memanggilnya dari jauh


Silva berhenti dan melihat Arisa yang berlari ke arahnya


"Gue pikir elu sakit lagi?" Arisa


"Sakit mulu. Ya enggak lah gue ketiduran tau gak" Silva


"Tumben ketiduran? Kang iblis nggak bangunin elu ya?" tanya Arisa penasaran


"Enggak... " Silva


"Tumben?" tanya Arisa


"Gue juga gak tau kenapa?" Silva


"Silva, Arisa" sapa Renata yang baru datang


"Lu juga ketiduran ya Re?" tanya Arisa


"Gue habis berurusan dengan polisi" Renata


"Buset, terlibat dalam kasus apa lu Re?" Silva penasaran

__ADS_1


"Gue jadi saksi mata pemerkosaan anak di bawah umur njer " Renata


"Serius lu Re? Ngeri banget" Silva


"Gue gak percaya!" Arisa


"Gue gak bongong bangsat.Terserah kalian aja kalo gak percaya sama gue" Renata


"Silva..."


Silva melihat ke belakangnya


"Kak Steinar?" Silva


"Tadi aku nyariin kamu. Kamu baru berangkat ya?" tanya Steinar


"Hah? Nyariin aku?"tanya Silva dengan wajah memerah karena malu


"Iya" Steinar


"Sil gue pergi dulu ya beli makan.Laper belum sarapan" kata Renata yang narik Arisa


"Gue ikut juga?" Arisa


"Gue bayarin dah!" Renata


"Beneran loh ya" Arisa


Silva dan Steinar melihat mereka berdua yang udah pergi jauh


"Eng... Hari ini kamu gak ada jadwal kan?" tanya Steinar


"Enggak sih" kata Silva


"Jalan yuk Sil" Steinar


"Kemana?" tanya Silva


"Ke suatu tempat yang sangat indah banget. Mau nggak?" tanya Steinar


"Yaudah, aku mau" Silva merasa gak sabar


Mereka pun pergi berdua, diam-diam Rachael memperhatikan mereka


"Gadis itu gak bakal nolak Steinar gue yakin banget, siapa sih yang nolak di tembak sama cowok ganteng?" kata Rachael


"Rachael, lu bilang Silva udah punya pacar? Tapi apa nyatanya? mereka bedua makin nempel tau nggak" Fella


"Memangnya kalian pikir aku percaya gitu aja sama omongan Arisa dan Renata?" Rachael


Sementara Himiko sendiri masih di perpustakaan dan bermain hp


"Sibuk banget?" tanya Triana


"Iya Farik sama Norman ngechat gue" Himiko


"Terus lu kapan mau ke jepangnya?" tanya Triana


Himiko melihat Triana


"Aku gak ada niatan buat ngusir kamu loh ya!" kata Triana yang agak kesal


"Kok lu tau sih gue mikir gituan?" Himiko


"Kan elu bilang kita ini sahabat?" Triana


Himiko mematikan hpnya


"Orang tua kami pulang, aku rasa besok papah sama mamah  rumah. Setelah itu aku bakal pergi tanpa sepengetahuan mereka" Himiko


Triana terdiam


"Triana apa boleh aku minta tolong padamu?" tanya Himiko


To be continue


Oleh: Kousei

__ADS_1


__ADS_2