Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 14


__ADS_3

Himiko mendengar rekaman dari Flash disk yang dia dapatkan di kotak itu


"Klik..."


Himiko mencabut Flash disk itu dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur


"Dia membunuh semua keluargaku, membunuh ibuku, bibi Aiko, dan Ayahku, untungnya aku kabur dari rumah dan aku di kabarkan meninggal" batin Himiko menyelak rambutnya


Kembali kepada Silva Heartlifia sendiri yang tengah berdiam diri di sebuah cafe


Sejak mendengar kabar bahwa Himiko tidak bisa di temukan Silva menjadi sangat pendiam, walaupun Himiko di anggap seperti seorang iblis yang jahat sebenarnya Silva juga sangat menyayanginya


"Silva"


Silva menoleh siapa yang datang


"Arisa? Elu disini juga ya?" tanya Silva


"Iya..." Arisa


"Baru datang pa udah mau pulang nih?" tanya Silva


"Udah mau pulang" Arisa


"Pulang bareng yuk? Gue juga mau pulang nih" Silva


"Oke lah kalo gitu" Arisa


Mereka berdua memutuskan untuk pulang bersama, di sepanjang perjalanan mereka juga banyak mengobrol satu sama lain


"Hubungan elu sama Steinar gimana Sil?" tanya Arisa


"Masih baik-baik saja kok" kata Silva dengan santai


"Bagus deh kalo masih baik" Arisa


"Kalian ga ada rencana buat menikah?" tanya Arisa


"Belum ada Ar, gue masih belum siap aja" kata Silva


Kemudian mereka berdua kembali diam


"Sil" Arisa


"Ya?" Silva


"Sekarang lu udah bebas, gimana rasanya? Enak nggak?" tanya Arisa


Silva hanya terdiam


Sesampai rumahnya Silva membuka pintu, dia memandang ruang tamu yang luas dan sangat sepi. Silva kembali teringat kenanganya bersama Himiko, biasanya Himiko yang selalu menyambut kepulangannya dengan alis meruncing dan tatapan mata tajam serta suaranya yang menakutkan sekarang sudah tidak ada lagi.


Silva juga sangat merindukan masakan Himiko, Silva ingin sekali mendengar Himiko memanggil namanya lagi dengan keras dan kasar. Himiko yang sangat perhatian dan juga mudah khawatir padanya sekarang sudah tidak ada di hidup Silva.


Silva berjalan ke kamarnya dengan tubuh lemas


"Sebenarnya apa sih yang terjadi padaku? Aku tidak tahu apa yang aku rasakan di sisi lain aku sangat senang karena aku bisa bebas,tapi aku juga merasa sangat sedih dan kehilangan" batin Silva dengan raut wajah yang suntuk


Silva merebahkan dirinya di kasur dan kemudian melihat hpnya


Sementara itu Triana sendiri sibuk dengan profesinya sebagai pustakawan dan juga penulis


"Kakak..."


Triana melihat siapa yang datang dan memanggilnya


"Farida ada apa? Kau belum berangkat?!" tanya Triana kaget


"Kakak beneran tidak mau mengantarkan aku ya? Jahat sekali" Farida


"Farida aku sedang sibuk... Aku minta maaf ya" Triana masih sibuk dengan laptopnya


"Jadi aku berangkat sendiri lagi ya?" tanya Farida


Farida menghela napas panjang lalu melangkahkan kakinya ke luar

__ADS_1


"Farida" panggil Triana


"Apapun yang kau inginkan, selagi itu baik kakak selalu mendukungmu" kata Triana melihat kearah adiknya


Farida tercengang melihat kakaknya


"Jaga dirimu di luar sana ya" Triana


Farida kemudian tersenyum


"Aku tahu sebenarnya kau ingin sekali mengantarku. Bahkan jika ada waktu luang kau ingin pergi bersamaku, apa aku benar kak?"tanya Farida


Triana hanya tersenyum


"Baiklah kalo gitu aku pergi dulu" kata Farida


Farida berlari keluar dengan sangat semangat


Kembali kepada Himiko dimana minggu itu dia masih murung di teras rumahnya


"Aku di asuh oleh ibu tiri. Yang merupakan seorang pembunuh dan merampas semua harta milik ayahku, dan sekarang ayahnya Silva yang jadi target selanjutnya" batin Himiko


"Himiko!"


Seseorang datang memecahkan lamunannya


"Shina?" tanya Himiko yang bangun dari tempat duduknya


"Hari ini lu free kan?" tanya Shina


"Iya,emang kenapa?" tanya Himiko heran


"Lu bisa gak temenin gue?" tanya Shina


"Kemana?" Himiko masih penasaran


"Ada deh pokoknya" Shina


"Iya tapi kemana dulu anjir" kata Shina


"Pengalaman apanya? Orang dari kecil gue emang lahir dan pernah tinggalnya disini" ucap Himiko


Setelah itu Himiko dan Shina pergi keluar tepatnya di kota Tokyo


"Ngapain sih celingak-celinguk?" tanya Himiko


"Nungguin pacar gue" Shina


"Lu punya pacar?!" tanya Himiko kaget setengah mati


"Biasa aja kali mukanya, ngejekin gue lu?"tanya Shina melihat Himiko dengan kesal


"Nggak... Gue gak ngejekin elu kok, gue heran aja nolep kayak elu ternyata punya pacar" Himiko


"kampret! Ngomong nolep jangan keras-keras" kata Shina yang melihat sekelilingnya


"Bilangnya tadi jalan-jalan biar gak kurang pengalaman tapi malah elu sendiri yang mau jalan-jalan sama orang tersayang, terus gue jadi obat nyamuk gitu?" kata Himiko kesal


"Bukan gitu mas bro, rencananya ini kita maukencan ganda" Shina


Himiko pergi meninggalkan Shina


"Him mau kemana lu? Elu gak mau?" tanya Shina


"Harusnya lu bilang lebih dulu kalo mau ngajakin gue kencan ganda" kata Himiko yang masih berjalan sembari menoleh ke Shina


"Jadi lu gak mau? Tapi lu gak marah sama gue kan?" tanya Shina keras


Saat Himiko melihat ke depan


"Bruak"


Himiko menabrak seseorang


Orang yang di tabraknya terjatuh dengan memegangi kepalanya

__ADS_1


"Maaf... Aku tidak sengaja" kata Himiko dalam bahasa Jepang


Farida bangun dan melihat Himiko matanya terbelalak


"Dia masih hidup... Orang yang ada di dalam foto bersama kakakku? Dia masih hidup!" kata Farida dalam hatinya


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Himiko


"Dia tidak tahu jika aku adalah adiknya kak Triana aku harus berbicara bahasa Jepang" batin Farida


"Aku baik-baik saja" kata Farida


"Sekali lagi...aku sungguh minta maaf" Himiko


"Hem ya nggak apa-apa kok" kata Farida kemudian Farida pergi meninggalkan Himiko


"Apa kakak tahu soal dia ya? Kenapa kak Himiko gak balik ke Indonesia? Kak Himiko menetap di Jepang? Aku masih belum gak ngerti, tapi dia keren banget" kata Farida dalam hatinya


Himiko yang masih di tempat dimana dia bertabrakan melihat sebuah cincin hitam pekat


Lalu Himiko memungutnya


"Apa ini miliknya? Bagus juga, dia beli di mana ya? Coba dulu deh ntar kalo cocok gue beli kayak gini" kata Himiko


Himiko memakai cincin itu di jari manisnya


"Gue keren juga ternyata" kata Himiko dengan percaya diri


Kemudian saat Himiko melepasnya


"Susah banget anjir" batin Himiko


Himiko terus mencoba untuk melepaskannya tapi masih tidak bisa


"Gawat...cincin ini nyangkut di tangan gue anjir" kata Himiko kesal yang masih berusaha untuk melepasnya


Himiko berlari ke arah Farida pergi, lalu dia melihat Farida dari belakang


"Nona tunggu!" panggil Himiko


Farida berhenti dan melihat Himiko


"Ada apa?" tanya Farida


"Apa ini milikmu?"tanya Himiko yang menunjukkan cincin yang nyakut di jari manisnya


"Ya itu milikku... Aku membelinya untuk acara tukar cincin pernikahanku" kata Farida


Himiko syok setengah mati


"Maaf... Aku akan mengganti cincin ini. Katakan berapa harganya, dan dimana kau membelinya" kata Himiko ketakutan dan panik


"Apa?" Farida masih belum mengerti


"Maaf, cincin ini tidak bisa di lepas. Aku tidak sengaja memakainya tadi. Aku sunggu minta maaf tolong jangan laporkan akun kepada polisi..." kata Himiko yang bertekuk lutut bahkan bersujud di bawah kaki Farida sambil mohon-mohon


"HAAAH?!" Farida kaget


semua orang melihat ke arah mereka berdua. Kemudian Farida menghela nafas panjang dan mencoba untuk tenang


"baiklah... Lupakan jika hal ini tidak pernah terjadi" kata Farida pelan


"Jadi kau tidak marah?" tanya Himiko


"Tidak. Aku hanya terkejut bertemu dengan orang yang sangat aneh sepertimu" kata Farida tersenyum


"Lalu siapa namamu?" tanya Himiko


"Farida..." Farida


"Farida? Aku akan mengingatnya" kata Himiko


"Baiklah kalo gitu aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi" kata Farida kemudian dia berlari meninggalkan Himiko


To be continue

__ADS_1


Oleh: Kousei


__ADS_2