
London
10 p.m
"Apa yang harus aku lakukan? Himiko, aku yakin dia belum mati. Dari awal aku sudah curiga saat dia tidak ikut liburan bersama Silva dan papahnya saat itu" batin Himeko
Himeko mondar-mandir di kamarnya
"Anak itu aku yakin jika diam-diam dia merencanakan sesuatu di belakangku. Aku tidak bisa meremehkanya" kata Himeko pelan yang sudah mulai ketakutan
Setelah itu Himeko membuka laptopnya dan melihat daftar riwayat hidup milik Himiko. Di Indonesia sendiri Himiko sudah di nyatakan meninggal karena korban kecelakaan pesawat terbang.
Setelah itu Himeko menelpon kenalannya dari jepang
"Halo... Aku ingin kau mencari anak yang bernama Akabane Himiko, fotonya akan ku kirim" kata Himeko yang kemudian mematikan hpnya
###
Kembali kepada Himiko yang masih fokus dengan pekerjaanya di dapur, dia terlihat sedang sangat sibuk meracik bumbu
"Himiko ada seseorang yang menanyakan aram-aram..." kata seorang pelayan Himiko
"Ouh... Iya aku ingat orangnya" kata Himiko
Kemudian Himiko keluar dari dapur dan menemui Farida
"Hai, apa kabar" kata Himiko
Farida meminum teh hijau pesanannya dengan soup miso
"Baik..." kata Farida
"Kau datang kesini untuk arem-arem?" tanya Himiko
"Tidak..." kata Farida
Lalu datanglah seorang pelayan yang menghidangkan sesuatu di depan Farida, setelah itu pelayan tersebut pergi
Himiko membuka apa yang pelayannya hidangkan di hadapan Farida. Itu adalah sebuah arem-arem
"Aku... Aku tidak menyangka kau beneran akan membuatnya...kenapa kau mau melakukan hal rumit untukku?" tanya Farida heran
"Dengar... Aku tidak mau pelangganku kecewa. Jadi jika ada menu yang ingin kau pesan tapi tidak ada di dalam buku daftar menu alangkah baiknya kau hubungi salah satu dari pelayan disini, untuk memesan menu makanan apa yang kau inginkan" kata Himiko
"Oh begitu, baiklah aku sudah mengerti sekarang. Dan terimakasih banyak loh ya untuk arem-aremnya" Farida
"Ya sama-sama" kata Himiko
"Maaf ya jika aku sudah merepotkanmu" Farida
"Jangan khawatir, itu bukan apa-apa" Himiko
"Baiklah" Farida
"Kalau begitu... Selamat menikmati" kata Himiko
Setelah itu Himiko pergi meninggalkan Farida dan kembali ke dapur. Farida tersenyum sendiri sambil menikmati makannya
"Udah ganteng, keren, sekolahnya pinter, jago masak lagi. Himiko memang cowok idaman, gak salah sih jika banyak cewek yang suka dan pengen jadi pacarnya saat masih kuliah" batin Farida
Himiko yang sudah sampai dapur langsung duduk dan bersandar di kursi mengatur nafasnya
__ADS_1
"Him" Shina
Himiko melihat Shina yang menuangkan kuah di beberapa mangkuk yang berukuran besar
"Ada apa?" tanya Himiko yang mulai bangun dari tempat duduknya dan mengambil penggorengan
"Di tangan elu yang ada apaan tuh?" tanya Shina yang meletakkan panci di atas kompor di depanya
"Tangan gue? Penggorengan kan Shin?" Himiko meletakkan penggorengan itu di atas kompor yang menyala, setelah itu dituangkanlah sedikit minyak goreng
"Di salah satu jari-jari elu maksudnya" kata Shina yang masih fokus dengan pekerjaanya
"Oh Ini cincin gue nemu di jalan... Yaudah gue coba. Eh tiba-tiba gak bisa di lepas deh" kata Himiko dengan santai
Lalu Himiko melihat Farida yang sudah pergi dari jendela dapur dimana dia memasak
Tanpa sepengetahuan Himiko, Farida terus mencoba untuk melepas cincin yang ada di tanganya itu dengan susah payah.
"Akhirnya" kata Farida menatap cicin itu lalu memasukkannya kedalam tas miliknya
###
Pukul 8p.m
Di kota Shinjuku
Himiko duduk di peron untuk menunggu kereta datang, tak lama kereta itu datang bersama dengan turunya salju
Himiko langsung bangun dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kereta tersebut, kedua tangannya di masukan kedalam saku jaketnya
Tiba-tiba saja terlintas sosok wanita jahat yakni Himeko di pikiranya. Himiko mulai berpikir, bahwa wanita itu bukan sembarang wanita.
Himiko mengeluarkan ponselnya, dia terlihat menelpon seseorang
lima menit kemudian kereta berhenti sebentar, Himiko turun dan berjalan menuju rumahnya.
Di depan rumahnya Himiko melihat seorang laki-laki yang lebih dewasa darinya duduk sambil merokok
"Selamat malam pak Kazuma Maaf menunggu lama" sapa Himiko
"Ah bukan masalah untukku" kata Kazuma yang menjatuhkan putung rokoknya dan menginjak dengan satu kakinya
Himiko membukakan pintu untuk Kazuma, kemudian Kazuma bersama Himiko masuk ke dalam.
Setelah itu dia menutup pintunya, di dalam Himiko menyuguhkan makan malam untuk Kazuma, dalam makan malam tersebut Himiko menceritakan semua hal yang terjadi mengenai dirinya selama ini.
"Begitu ya. Jadi tugas apa yang akan ku lakukan untukmu mas Himiko?" tanya Kazuma dengan santai sambil menikmati makanannya
"Harusnya kau tau apa yang kau lakukan tanpa aku memberi tahu payah!" kata Himiko kesal
"Asal kau tau ya mas Himiko, selama ini misiku sangat banyak "kata Kazumi
"Aku juga tau orang sepertimu punya misi yang banyak :v " Himiko
"Melindungi, membunuh, menolong, menjadi mata-mata, dan masih banyak lagi. Jadi kau harus memberikan perintah,mengenai tugas yang harus aku lakukan untukmu, aku tidak bisa melakukan sesuatu tanpa perintahmu mas Himiko" jelas Kazuma yang kemudian minum
"Kalau begitu, misi yang harus kamu lakukan adalah..."
Himiko mulai menjelaskan misi yang harus di lakukan oleh Kazuma, setelah itu Kazuma pergi dari rumah Himiko.
Kazuma pergi ke markas dimana dia bekerja, di sana dia bertemu dengan atasan dan rekan-rekannya
__ADS_1
"Bagaimana mas Kazumi?" tanya Ash
Ash adalah seorang detektif yang dulunya pernah menyelidiki kasus kematian dari ayah dan ibu Himiko.
"Akabane Himiko" kata Kazumi yang duduk di depan Arata sembari merokok
"Anak dari Akabane Ryu dan Akabane Nara?" tanya Ash
"Iya... Khasusnya belum selesai" kata Kazuma
Kazuma menyodorkan sebuah DVD di depan Ash
"Ini juga bagian dari tugasmu bukan?" tanya Kazuma
"Ya, aku tidam sabar melanjutkan dan menyelesaikan misi ini" kata Ash
"Semua jawabannya ada di dalan sini" kata Kazuma menunjuk DVD tersebut
###
10 p.m
Di sebuah bar
Seseorang laki-laki lain berusia 32 tahun menadangi foto Himiko
"Akabene Himiko. Anak dari Akabene Ryu dan Akabene Nara, Seberapa penting anak ini bagi seorang Nanaha Himeko?" batin orang itu
"Mas Joey... Kau ingin minum apa?" tanya pelayan di bar itu padanya
Laki-laki 32 tahun yang di panggil dengan mas Joey melihat pada pelayan tersebut
"Berikan aku wine, itu saja" kata Joey
"Baiklah" pelayan menuangkan wine di gelas yang terletak di depan Ishida
Setelah itu Joey kembali melihat foto Himiko
"Ternyata sudah sebesar ini ya, wajahnya cukup tampan. Pasti banyak gadis yang jatuh cinta dengan anak yang bernama Himiko ini" batin Joey sembari minum wine
Joey melihat sekelompok orang yang asik mengobrol sambil minum-minum. Lalu Joey mendekat dan meletakkan foto itu di tengah-tengah meja mereka.
Dengan keheranan melihat kearah Joey ekspresi mereka mengatakan apa maksudmu?
"Apa kau tau dimana anak itu? Jika kalian tahu aku akan mentraktir kalian sepuasnya malam ini" kata Joey
Mereka melihat foto Himiko
"Ahhh iya sepertinya aku pernah melihatnya"
"Bukankah dia ini seorang koki?"
"Oh ya dimana?" tanya Joey penasaran
"Di rumah makan cita rasa kalau tidak salah"
"Ya itu benar. Rumah makan itu cukup terkenal"
"Baiklah... Silakan makan dan minumlah sepuasnya" kata Joey
To be continue
__ADS_1
Oleh: Kousei