Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 28


__ADS_3

Dari sisi yang berbeda pagi itu Triana sedang mereview karangan cerita dari Mega sambil menikmati sarapan paginya.


Setelah selesai, gadis itu mulai kembali mengetik lamamya sampai 6 jam. Begitu dia merasa kehabisan ide, Triana menutup laptopnya dan memasukan ke dalam tas, di bawalah tas itu pergi ke luar dari rumahnya.


Sambil berjalan santai gadis itu melihat ke sekelilingnya untuk mendapatkan inspirasi dalam ceritanya. Pada perjalanan pulangnya dia bertemu dengan Shina yang hendak pulang ke rumahnya. Shina langsung menyapanya lebih dulu "Selamat pagi Kak Triana"


"Selamat pagi Shina" sapa Triana balik "Sudah pulang ya" Triana


"Iya Kak" jawab Shina


"Hati-hati ya. Kakak mau jalan-jalan ya?" tanya Shina


"Iya" Triana


"Hati-hati kak" Shina


"Terimakasih" Triana


Mereka berdua kembali melangkahkan kaki untuk pergi ke tempat tujuan masing-masing. Di tengah perjalanannya Triana bertemu dengan orang yang sebelumnya pernah di temui di kereta.


"Ohayou" sapanya laki-laki itu


"Ohayou" sapa Triana balik


"Langitnya sangat indah ya" laki-laki itu memandangi langit sejenak


"Iya, indah" ucap Triana


Laki-laki itu kembali melanjutkan langkahnya. Tiba-tiba dia kembali menghampiri Triana yang belum beranjak dari tempatnya berdiri. "Oh iya kau belum tahu namaku kan? Perkenalkan namaku Kai" laki-laki itu pergi meninggalkan Triana.


Kai, terus berjalan hingga sampai di depan rumah makan tempat Akabane Hiro bekerja.


Dia pergi ke sana dan memasang makanan, lalu makan siang dengan santainya.


Setelah itu dia memanggil salah satu pelayan rumah makan itu. "Oniisan"


Pelayan mendekat kepadanya "Iya, ada yang bisa saya bantu?"


"Ini tadi yang masak Akabane Hiro?" tanya Kai


"Benar" jawab pelayan


"Tolong panggilkan dia, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Kai


"Baik" Pelayan itu langsung pergi ke dapur menemui Hiro yang saat itu sedang memasak "Hiro - san, maaf menganggu tapi di luar sana ada seorang pelanggan yang ingin bertemu sekarang"


"Hah? Bertemu denganku?" tanya Hiro yang keheranan mengapa ada pelanggan yang ingin bertemu dengannya.


"Iya" jawab pelayan


"Apa masakanku tidak enak ya?" tanya Hiro kepada dirinya sendiri. Dia mematikan kompornya lalu melihat ke arah Yuma sembari berkata "Yuma tolong lanjutkan ya"


"Iya Hiro - san" Yuma


Hiro, keluar dari dapurnya. Dia di antar pelayannya ke tempat duduk Kai.


Begitu melihat siapa pelanggan yang ingin bertemu dengannya Hiro langsung tersentak kaget menatapnya.

__ADS_1


"Yo" Kai, melambaikan tangan untuk menyapanya "Sudah lama sekali kita tidak berjumpa ya adik"


"Aku bukanlah adikmu" kata Hiro


"Jangan berdiri, duduklah" kata Kai


Hiro langsung duduk, berhadapan dengan dengan sangat kesal Kai. Setelah itu dia bertanya kepada Kai "Ada apa? Kau ingin memperingatkan aku supaya aku waspada atas tindakan balas dendam mu mengenai perbuatanku ke Nanaha Himeko itu?!"


Kai, masih diam melihat betapa kesalnya dia


"Cepat katakan apa tujuanmu, aku tidak punya banyak waktu" kata Hiro


"Aku datang ke sini untuk memberitahumu bahwa sebenarnya kita ini adalah saudara kandungmu" kata Kai blak-blakan


"Apa?! Aku adalah satu-satunya anak dari Akabane Ryu dan Akabane Nara" Hiro


"Tidak, kamu bukanlah satu-satunya" Kai memberikan surat kepada Hiro


Hiro membukanya itu adalah surat yang di tulis langsung oleh Akabane Nara sebelum meninggal dunia.


...Aku melahirkan anak pertama, dia hilang....


...Aku sangat sedih, kesedihanku berlarut-larut tidak ada hentinya. Aku tidak bisa melupakannya sampai aku hamil anak ke dua....


...Kata dokter, anak pertamaku lahir dengan sangat sehat, dia memiliki tahi lalat di pelipis mata kanannya. Di telapak tangan kirinya garis tangannya adalah simian line, dan di lengan tangan kanannya bagian atas ada tanda lahir yang terbentuk garis vertikal yang tidak terlalu panjang....


...Saat itu aku dan Ryu memberikan nama "Akabane Kai" kepada anak pertama kami....


...Aku selalu berdoa bahwa dia selalu baik-baik saja dan segera di temukan....


"Hiro, surat itu di berikan kepada Bibi Aiko yang saat itu masih berada di Amerika. Setelah itu Bibi Aiko balik ke Jepang ketika mendengar bahwa ayah kita (Nanaha Ryu) menikah dengan Nanaha Himeko. Sebenarnya sebelum mereka berdua menikah Nanaha Himeko itu sudah hamil, tapi bukan dengan Ayah kita. Melainkan dengan selingkuhannya yang lain, dan kejamnya dia bilang bahwa dia hamil dengan ayah kita. Namun pada akhirnya keguguran. Dan menculikku yang saat itu masih bayi, kemudian dia mengaku bahwa bayi yang saat ini ada bersamanya (aku yang di culik) adalah anak mereka berdua. Begitulah kisahnya, aku kau pasti sangat kaget iya kan?  Aku juga" jelas Kai


"Oh iya, mengenai Ken. Dia sudah meninggal karena bunuh diri" ucap Kai


"Kemudian, apa yang akan kamu lakukan? Oniisan?" tanya Hiro menatap kakaknya dengan serius


"Aku akan tinggal bersamamu" kata Kai


"Hah?! Gak aku gak mau, ogah banget" Hiro langsung pergi meninggalkan Kai


"Hiro!" panggil Kai


Hiro berhenti melangkah dan melihat ke arah  Kai


Kai, memamerkan sebuah kunci rumah "Rumah itu milik kira berdua" Kai, pergi meninggalkan rumah makan itu sembari berkata kepada dirinya sendiri "Yaampun, untung kami berdua sudah saling memahami dan kenal sejak kecil coba kalau belum? Pasti butuh waktu untuk bisa akrab kan?"


"Brak"


Dia tidak sengaja menabrak gadis SMA hingga terjatuh "Apa kau baik-baik saja?" Kai berniat untuk membantunya berdiri


"Ya" gadis itu berdiri sendiri "Maaf, aku jalan gak pake mata, soalnya mataku minus kacamata ku pecah saat aku berantem sama teman-teman dengan geng lain kemarin" lanjut gadis SMA itu yang langsung pergi meninggalkan Kai


Kai, kembali melanjutkan perjalanannya untuk pergi ke rumah Hiro. Hp yang ada di kantong celananya mendadak berbunyi karena di telepon oleh seseorang.


Kai, menjawab panggilan teleponnya namun sebelum itu dia meliha siapa orang yang sudah menelpon, ternyata itu adalah nomor yang tidak di kenali.


"Moshi-moshi.... Iya baiklah kalau begitu. Terimakasih banyak sudah menelpon. Saya akan segera ke sana. " Kai mempercepat langkah kakinya

__ADS_1


Kembali ke pada Triana yang tengah duduk di sebuah taman sambil menulis ceritanya. Sesekali dia melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya dengan aktifitas yang mereka lakukan. Matanya tertuju kepada Kai yang sedang mengendarai skateboard di jalanan taman itu.


"Lagi-lagi aku bertemu dengannya" Triana memperhatikan Kai yang sedang bermain skateboard, sepertinya Kai terlihat sangat lihai. "Keren banget ya" Triana mulai merasa kagum dengan Kai lalu kembali menulis ceritanya.


Triana melihat orang yang baru saja duduk di sampingnya.


"Kita bertemu lagi" ucap Kai. Kai menggeser tempat duduknya menjadi lebih dekat dengan Triana lalu dia melihat layar laptop di pangkuan Triana dengan sekilas.


Hal itu di biarkan oleh Triana karena dia berpikir bahwa Kai tidak bisa bahasa Indonesia.


"Kamu penulis?" tanya Kai


"Iya" jawab Triana "Dan kamu Kai - san sendiri bagaimana?" tanya Triana yang mulai penasaran dengan Kai


"Aku pengangguran" jawab Kai blak-blakan


"Oh, begitu ya" Triana


"Bukan, aku bukanlah seorang pengangguran. Aku seorang editor penulis" Kai


"Oh orang yang suka mencari-cari kesalahan di dalam cerita seseorang ya" kata Triana dengan ramah


"Benar banget, aku suka sekali ikut campur dan mengubah hasil imajainasi atau pun kesalahan penulisan milik karya orang lain. Mereka berdua sama-sama keren, saling membutuhkan dan saling melengkapi" kata Kai ramah


"Iya kau benar Kai - san" Triana


"Oh iya mau bertukar kontak denganku?" tanya Kai mengeluarkan hp nya


"Iya boleh" Triana mengeluarkan hp nya dan menunjukkan kode QR nya setelah itu di pindai oleh Kai.


"Terimakasih banyak loh ya, aku kirim chat sekarang" Kai mengetikan sesuatu di hp nya lalu di kirim kepada Triana


Kai: Hallo, ini Kai


"Sudah masuk" kata Triana


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya. Sampai ketemu lagi dan selamat bekerja" Kai pergi menaiki skateboard miliknya.


Dia mengendarai skateboard miliknya di jalanan yang saat itu sepi dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba dia di kejutkan oleh Mega yang baru saja keluar dari rumahnya, untungnya. "Waaaaa... " walaupun mendadak Kai beruntung karena berhasil mengindari Mega.


Mega melihat Kai yang sudah menjauh dari pandangan matanya. Dalam hatinya berkata entah kenapa aku merasa seperti pernah mengenal orang itu.


Mega, kembali melanjutkan langkah kakinya dan berjalan menuju ke stasiun, tak lama kereta pun tiba. Mega masuk bersamaan dengan satu gadis SMA.


Di dalam mereka duduk bersebelahan


"Anoo," gadis SMA


"Kau berbicara denganku?" tanya Mega


"Iya" jawabanya


"Ada apa?" tanya Mega


"Jika tidak keberatan bisakah kamu mengantarku periksa ke dokter spesialis mata? Hanya mengantar kok. Sumpah aku gak bisa melihat setelah kaca mataku pecah kemarin" kata gadis SMA itu


"Baiklah" Mega langsung setuju

__ADS_1


"Terimakasih banyak" gadis SMA


To be continue


__ADS_2