
Sore menjelang malam, Hiro sedang sibuk-sibuknya memasak di dapur. Semuanya bekerja sangat keras setiap hari.
"Hiro" panggil orang lain
"Ada apa?" Hiro meletakkan menu makanan di nampan setelah itu nampan di bawa oleh pelayanannya. Hiro, berhenti sejenak dan melihat orang yang baru saja memanggil namanya. Ternyata itu adalah Silva "Ngapain kamu di sini? Kamu gak kuliah?" tanya Hiro
"Hiro, kamu bukak loker nggak? Aku mau kerja paruh waktu" kata Silva mendekati Hiro
"Aku lagi cari karyawan tapi yang gak terima gaji emangnya kamu mau?" tanya Hiro kembali memilih bahan-bahan makanan di depannya yang hendak di masak
"Mana ada karyawan gak di gaji Hiro? Kamu gila ya?" Silva
"Kamu ngapain sih pake kerja paruh waktu segala? Hmm atau jangan-jangan kamu mau kerja paruh waktu di sini karena kamu suka sama aku dan kamu ingin dekat sama aku? Hayo ngaku nggak kamu?" tanya Hiro membalikan badannya dan melihat Silva
"Gak usah GR bisa gak sih?! Mana mungkin aku suka sama demon lord yang pernah melakukan kekejaman terhadap angel sepertiku di masa lalu?!" Silva
"Iya siapa tahu dari kekejaman masa lalu kamu suka gitu sama aku?" Hiro
"Gak! Gak aku gak suka! Jangan bahas masa lalu lagi ah" kata Silva
"Kok aku sih? Kan kamu sendiri tadi yang mulai panggil aku demon lord dan bahas kekejaman di masa lalu?" Hiro
"Hmm oke aku yang mengawali membahas masa lalu. Sekarang cepat berikan aku kerjaan" kata Silva
"Cuci piring di sebelah sana" Hiro menunjuk suatu ruangan
"Oke baiklah. Terimakasih banyak ya demon lord" Silva langsung pergi menuju ke ruangan yang di tunjuk oleh Hiro
"Oi! Berhenti memanggilku demon lord!" Hiro
"Gak mau!" Silva masuk ke dalam ruangan itu
"Erika - san" panggil Hiro kepada salah satu pekerja di dapur
"Iya?" langkah Erika terhenti melihat Hiro
"Tolong bimbing anak itu dengan baik ya. Soalnya dia itu gak pernah ngerjain pekerjaan rumah, mendadak minta kerja paruh waktu seperti ini membuatku sangat kaget dan khawatir" Hiro
"Iya baiklah. Serahkan saja padaku Hiro" Erika langsung pergi
Pukul 7 P.M
Pekerja bagian shift malam groupnya Mega dan Shina sudah datang. Hiro pergi menemui Silva yang saat ini sibuk mengelap piring.
"Oi Silva, jam kerja sudah selesai. Kau bisa pulang sekarang" kata Hiro
"Baiklah" Silva
"Aku akan mengantarmu pulang" Hiro
"Tidak, aku akan pulang sendiri" kata Silva
"Oh aku tahu, kamu pasti mau ke tempat karaoke bersama teman-temanmu? Baiklah aku tidak akan mengganggu kesenangan kalian" kata Hiro yang sok tahu
"Hei, kamu ini bicara apa sih? Aku gak terlalu suka main ke tempat seperti itu" Silva langsung berjalan mendahului Hiro
"Silva?" Mega
"Kak Mega?" tanya Silva
"Kamu kerja di sini ya?" tanya Mega
"Iya Kak" Silva
"Sudah mau pulang?" tanya Mega
__ADS_1
"Iya" Silva
"Yaudah sana pulang, ngapain masih di sini?" Mega
Silva, menghela nafas panjang dan langsung pergi dari hadapan Mega.
"Kak Mega bisa ngeselin juga ternyata" Hiro
"Baru tahu dia Kak" kata Shina
"Emang tadi ngeselin ya?" tanya Mega kepada Shina dan Hiro
"Kalau menurut aku ngeselin sih" kata Hiro
"Kak Mega tuh aslinya ngeselin banget tapi dia suka mikir sikapnya yang seperti itu cocok di terapkan kepada siapa gitu. Hiro juga sama kan?" tanya Shina
"Iya dia gak ada bedanya sama aku, bisa di lihat sikapnya saat bersama Triana gimana dan Silva gimana pasti beda" Mega
"Iya beda orang beda sikap. Kalau begitu selamat bekerja untuk kalian berdua ya" kata Hiro
"Iya hati-hati di jalan" Shina
Hiro, pergi dia berlari mengejar Silva yang belum jauh dari Rumah Makan tersebut.
"Itu dia" Hiro mempercepat langkah kakinya sambil berlari-lari kecil hingga dia berjalan bersamaan dengan Silva
"Hiro, jagan mengikutiku. Aku bisa pulang sendiri" Silva
"Aku tahu" Hiro
"Lalu kenapa kamu memaksa untuk menemaniku pulang apa jangan-jangan kamu khawatir sama aku?" Silva
"Enggak, aku nggak khawatir sama kamu kok. Aku justru malah masa bodoh kamu mau di culik sama Yakuza, sama anggota gengster atau apa lah aku nggak peduli. Harusnya kamu tuh bersyukur soalnya rumahku lewat jalanan ini juga jadi kamu gak kesepian dan merasa aman karena aku ada di samping kamu" Hiro
"Akh, terserah kamu saja lah" Silva mempercepat langkah kakinya. Diam-diam dia merasa senang karena bisa akrab kembali dengan Hiro.
Silva langsung menjauh dari Hiro, dia yang mendadak gugup langsung mengikat tali sepatunya.
"Silva, mukanya kok jadi merah itu kenapa?" tanya Hiro yang pura-pura tidak tahu padahal aslinya paham jika saat ini Silva nge-blush karena sangat malu dan gerogi.
"Tidak apa-apa" Silva melanjutkan langkah kakinya
"Gugup?" tanya Hiro
"Untuk apa aku gugup?" Silva
"Untuk apa ya?" tanya Hiro balik
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tidak mengatakan apa pun. Sesampainya di sebuah pertigaan mereka berhenti melangkah.
"Baiklah Hiro, sampai jumpa lagi" kata Silva yang langsung belok kanan
"Silva" panggil Hiro
"Ada apa lagi demon lord?" tanya Silva melihat ke arah Hiro
"Nggak apa-apa cuma pengen manggil aja" kata Hiro
"Aneh" Silva
Hiro, memberikan far kiss kepada Silva lalu tertawa kecil. Sementara itu Silva langsung membalikan badannya dan pergi dengan langkah kaki cepat, rasanya saat ini Silva ingin sekali berteriak dengan keras atas sikap Hiro yang sekarang. Benar, dulu Hiro itu sangat kasar suka mengatur. Jika tidak patuh Hiro akan memaksanya. Sedangkan saat ini Hiro sedikit berubah, dia tidak kasar lagi tapi kadang memang sedikit kaku, kadang juga menyebalkan dan susah di tebak.
Sesampainya di rumah Silva menemui Nakano yang saat itu sedang main game di kamarnya.
"Nakano - kun, aku membawa makan malam untukmu" kata Silva
__ADS_1
"Terimakasih oneechan" kata Nakano yang meletakkan gamenya dan mendekati Silva
"Aku akan menyiapkannya untukmu. Tunggu sebentar ya" Silva mengambil sebuah piring lalu menyiapkan makan malamnya untuk Nakano. Setelah itu dia menyajikan makan malam itu di depan Nakano "Sekarang makanlah" kata Silva
Nakano melihat makanannya "Kelihatannya ini enak. Itadakimasu" Nakano mulai menyantap makan malamnya "Umm oishi" Nakano
"Syukurlah jika kau menyukainya" kata Nakano
"Oh iya Oneesan Sei - chan, mengajakku untuk berlatih karate di rumahnya sepulang sekolah" Nakano
"Kalau begitu berlatihlah bersama Sei - chan, kelihatannya ikut latihan karate sangat menyenangkan dan banyak sekali manfaatnya" Silva
"Iya itu benar sekali" Nakano
Silva melihat ke hp nya dia mendapatkan notifikasi line dari Farida
Farida: Yo
Silva: Iya?
Farida: Si Hiro, iya Hiro Akabane tadi meminta id line mu
Silva: Apa? Mengapa dia tidak meminta kepadaku langsung?
Farida: Dia bilang tidak ada jaminan kamu mau memberikannya.
Silva: Dan kamu memberikan id line ku kepadanya?
Farida: Ya mau gimana lagi? Dia maksa banget soalnya sorry ya Sil.
Silva: Oh iya gak apa-apa kok
Silva melihat notifikasi lagi dari line nya
Akabane Hiro menambahkan Silva Heartlifia sebagai teman.
Anda bisa ambahkan Akabane Hiro sebagai teman juga.
"Onee-chan, aku sudah menghabiskannya" kata Nakano
"Bagus. Sekarang kamu bisa pergi ke kamarmu dan belajar, nanti kakak menyusul. Aku akan mencuci piringnya dulu ya" kata Silva
"Baiklah" Nakano pergi ke kamarnya
Silva mendapat notif line dari Hiro
Line
--------
Hiro: Silva, kamu sudah sampai rumah kan?
Hiro: Kayaknya sih sudah.
Hiro: Jangan begadang scroll tiktok atau nonton film besok kamu tuh kuliah!
Hiro: Jangan lupa juga buat ngerjain tugas!
Hiro: Cuma di read? Pasti bingung mau ngomong apa?
Hiro: Hmm gak apa-apa lah mungkin itu aja pesan dari aku. Selamat malam ya.
Hiro langsung off
"Dari dulu Hiro gak pernah berubah, dia selalu saja perhatian" Silva
__ADS_1
To be continue