
Sampai di depan tempat untuk priksa mata, gadis SMA itu meminta Mega supaya menunggunya hingga selesai. Mega, dengan senang mati mau menunggu gadis SMA itu karena dari kejadian ini dia mendapatkan inspirasi untuk cerita yang sedang di buat. Sambil menunggu gadis SMA selesai priksa dia sibuk menulis ide-ide kreatifnya di hp.
Tiba-tiba Mega berhenti menulis karena di hampiri oleh orang lain, rupanya itu adalah gadis SMA yang tadi di antar olehnya, kali ini sang gadis sudah menggunakan kacamata.
"Kamu yang mengantarku kan?" tanya gadis SMA itu
"Tidak" kata Mega
"Jangan bohong!" gadis SMA
"Kamu salah orang, aku di sini menunggu kerabatku" kata Mega
Mereka berdua diam sejenak. Gadis SMA itu masih tidak percaya dengan jawaban Mega.
"Iya benar. Aku yang mengantarmu" ucap Mega
"Terimakasih banyak loh ya, hari ini kamu free kan? Sebagai tanda terimakasihku kalau begitu biarkan aku mentraktirmu" kata Mega
Mega, langsung mikir keras. Ya setiap hari dia selalu berurusan dengan makanan kali ini akan di traktir gadis SMA yang penghasilannya masih sedikit dan mengandalkan orang tua, itu sangat mustahil baginya untuk menerima ajakan gadis SMA itu.
"Terimakasih banyak, tapi aku gak bisa. Aku ada urusan mendadak" kata Mega yang langsung pergi meninggalkan gadis SMA itu
"Oniisan tunggu!" gadis SMA mengejarnya dan sekarang dia berjalan di sampingnya Mega "Siapa namamu?" tanya gadis itu lagi
"Panggil saja Mega" Mega
"Aku Yukari. Mega - san, kamu berbohong kepadaku lagi kan? Katakan bagaimana caraku untuk membalas rasa terimakasihku?" tanya gadis SMA itu
Mega berhenti berjalan dan melihat kepada Yukari. Dia heran kenapa Yukari bisa tahu bahwa dia berbohong? "Yukari - san, bukankah seharusnya hari ini kau ada di sekolahmu?" tanya Mega balik
"Iya aku bolos. Sekarang jawab pertanyaanku" jawab Yukari tanpa ragu
"Ikut aku" kata Mega yang berjalan lebih dulu
"Apa kau pernah pacaran?" tanya Mega terus terang
"Tidak pernah" jawab Yukari
"Aku juga, mau coba pacaran denganku? Aku lagi ada project buat cerita romantis sedangkan bidangku itu membuat cerita action" kata Mega
"Jadi kamu akan menjadikan hubunganmu sebagai referensi dan inspirasi dalam cerita novelmu gitu?" tanya Yukari
"Iya, bukan hanya itu saja kalau aku tiba-tiba saja perasaanku itu serius mungkin hubunganku juga akan serius. Apa pun bisa terjadi kan?" tanya Mega
Yukari tersenyum karena merasa bahwa tawaran Mega terdengar cukup menarik.
Selama ini aku belum pernah jatuh cinta, tapi apa salahnya aku mencoba berpacaran dengannya? Siapa tahu aku bisa jatuh cinta iya kan? Mengenai hasilnya dia suka padaku atau tidak aku tidak peduli yang terpenting aku bisa merasakan indahnya jatuh cinta. Karena aku khawatir jika aku ini lesbian. - batin Yukari
"Baiklah, kita pacaran ayo kita kencan!" Yukari langsung menggandeng Mega dan mengajaknya pergi.
"Kau tidak mempermasalahkan hal ini?" tanya Mega
"Untuk apa aku mempermasalahkannya?" tanya Yukari
"Ya soalnya usiaku lebih tua" kata Mega
"Benarkah? Tapi kamu kelihatan masih muda dan keren" kata Yukari
__ADS_1
Untung aku keren, kalau jelek pasti dia menolak - kata Mega dalam hatinya
"Kita mau pergi kemana?" tanya Mega
"Nanti kamu akan tahu sendiri" Yukari
Mega mendadak berhenti berjalan "Kasih tahu aku sekarang"
"Kita pergi ke bazar manga shonen" kata Yukari
Mendengar kata bazar manga shonen sebagai orang yang hobi membaca komik juga Mega langsung semangat "Baiklah ayo" Mega menarik Yukari dan berlari dengan kencang ke tempat bazar di adakan.
Sesampainya di sana Yukari merasa sangat lelah karena berlari sementara Mega masih semangat dan mondar-mandir melihat-lihat manga sambil menggandeng tangan Yukari karena dia takut jika sampai dia dan Yukari berpisah.
"Baiklah, aku sudah membelinya ayo kita istirahat" Mega
Mereka duduk di kursi taman yang ada di tepian jalan sambil menikmati minuman kaleng dan takoyaki yang sudah di beli oleh Mega.
"Yukari?"
"Eh Yukari?"
Mega dan Yukari bangun dari tempat duduknya melihat seseorang yang mendatangi mereka berdua. Mega melihat bawa mereka menggunakan seragam sekolah yang sama dengan Yukari. Mega berpikir, tidak salah lagi, sepertinya mereka ini adalah teman Yukari
"Iya, kalian juga membeli manga?" Yukari
"Benar"
"Oh iya ini pacarku" Yukari memperkenalkan diriku kepada teman-teman
"Benarkah?"
"Mega desu" ucapku kepada teman-teman Yukari
"Yukari, selamat ya akhirnya kamu punya pacar juga. Maaf, karena aku sempat berpikir kalau kamu ini lesbian"
"Aku juga tidak menyangka bahwa kamu bisa menggait cowok sekeren ini"
"Aku masih tidak percaya bahwa orang ini adalah pacarnya. Mungkin saja dia dalah pacar sewaan Yukari? Atau dia seorang cowok penghibur mungkin?"
"Hentikan" Mega
Mereka semua pun diam.
Mega menghela napas panjang dengan santainya dia berbicara kepada teman-teman Yukari "Berbicara seperti itu di depan Yukari dan orang yang lebih dewasa dari kalian seolah-olah kalian sudah mengetahui segalanya. Sungguh tidak tahu sopan santun ya? Yukari ayo kita pergi tidak ada gunanya meladeni orang-orang seperti ini" Mega menggandeng Yukari untuk menguktinya
Yukari, bergenti melangkahkan kakinya "Mega - san, maafkan tolong maafkan mereka"
"Jangan di pikirkan. Aku tidak masalah kok, entah kenapa aku ingin tahu dirimu lebih banyak lagi. Aku merasa bahwa kamu punya kisah menarik, seperti sesuatu yang tidak aku miliki" kata Mega
"Aku punya pengalaman menarik, mau mendengarnya Mega - san?" tanya Yukari
Sambil jalan santai Yukari menceritakan kisahnya sedikit kepada Mega
"Sebelumnya, aku sekolah di SMA perempuan yang kebanyakan siswanya adalah preman dan anggota gengster. Kami sering bertengkar dengan geng lain. Lalu dari sekolah lain atau sekolahku yang sekarang aku memiliki sahabat yang bernama Mika. Dia adalah anak yang baik, Mika diam-diam berpacaran dengan cowok yang merupakan ketua gengster bernama Yukio. Pada suatu hari Yukio hendak menganiaya Mika, untungnya saat itu aku datang dan menyelamatkannya. Aku melawan Yukio dan geng nya seorang diri, dan aku menang" Yukari
"Lalu apa yang terjadi setelah itu?" tanya Mega yang merasa penasaran dan tertarik dengan kelanjutan cerita Yukari
__ADS_1
"Yukio, mengakui kekalahannya dia berjanji tidak akan mengganggu Mika lagi. Setelah itu ketua geng ku yang bernama Aizawa marah karena pacarnya di jahar, selama ini Aizawa tidak pernah mengatakan bahwa dirinya punya pacar. Lalu Aizawa menjelaskan bahwa sudah dua tahun ini dia pacaran dengan salah satu ketua gengster hebat yang bernama Yukio, lalu aku mengakui bahwa akulah yang menghajar Yukio. Aizawa marah. Aku menjelaskan semuanya kepada Aizawa atas tindakan Yukio selama ini tapi Aizawa tidak percaya. Dia mengatakan banyak sekali hal yang jahat dan menyakitkan kepadaku, padahal selama ini kami berdua sangat akrab dan selalu bersama tapi karena merasa sakit hati dan lelah sekali aku keluar dari geng itu dan pindah sekolah dimana Mika bersekolah. Aku berencana untuk hidup normal, dan damai tapi sayangnya itu tidak mudah. Teman-teman sekelasku mengasingkan diriku karena mereka tahu bahwa aku anggota gengster tapi mereka tidak sampai membullyku kok, mungkin mereka takut kali ya. Namun akhir-akhir ini aku merasa beberapa dari mereka sudah mulai mendekatiku, mungkin itu semua karena Mika" Yukari
"Kamu pasti akan mendapatkan kedamaian serta kebahagiaan yang kamu inginkan" kata Mega
"Iya" Yukari
"Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan" kata Mega
"Tidak perlu mengatakan apa pun, mau mendengarnya saja aku sudah merasa senang" Yukari
"Baiklah, ayo kita makan. Kau pernah makan di Rumah Makan Cita Rasa?" tanya Mega
"Iya, aku sering ke sana" Yukari
"Benarkah? Kalau kita ke sana lagi mau gak?" tanya Mega
"Kalau geratis sih mau" Yukari
"Tentu saja geratis" kata Mega
"Di sana banyak sekali menu makanan khas Indonesia" Yukari
"Benar"Mega
"Kau suka masakan Indonesia?" tanya Yukari
"Iya aku sangat menyukainya. Kau tahu Indonesia?" tanya Mega balik
"Aku tahu, aku juga belajar bahasa Indonesia secara otodidak" Yukari
"Eeeh? Mengapa kau belajar bahasa Indonesia?" tanya Mega penasaran
"Ya aku ingin jalan-jalan ke Indonesia, Indonesia punya banyak sekali tempat wisata yang indah, tradisi dan budayanya juga banyak sekali aku ingin melihatnya" kata Yukari
"Coba bicara bahasa Indonesia, aku ingin mendengarnya" Mega
"Halo apa kabar?" kata Yukari
"Kabarku baik sayang" Mega
"Eeeh?! Mega - san kau bisa bicara bahasa Indonesia ya?" tanya Yukari
"Entahlah" Mega berjalan mendahului Yukari
"Mega - san... Tolong katakan padaku, kau ini sebenarnya siapa sih?" tanya Yukari
"Aku pacar kamu" Mega
"Bukan itu, tolong jelaskan sedikit tentang dirimu ini Mega - san" Yukari
"Iya nanti aku jelaskan" Mega
"Nanti kapan?" Yukari
"Besok" Mega
"Besok aku sekolah. Nnti malam ya, kita bicara lewat telepon" Yukari
__ADS_1
"Nanti malam aku kerja sayang. Tanpa menjelaskan tentang diriku, cepat atau lambat kamu akan mengetahuinya" kata Mega
To be continue