
Pukul 13.45
Di Caffe
Farida, Silva, dan Shina masih mengobrol
"Begitulah ceritanya, kami berpacaran kira-kira satu setengah tahun" jelas Shina
"Setelah lulua Shina mulai menampakkan jati dirinya yang sebenarnya, aku dengar dia juga LDRan dengan gadis di Jepang" tambah Farida
"Kami baru saja putus" ucap Shina
"Tapi anehnya setelah menjadi mantan kalian masih terlihat sangat dekat dan akab" kata Silva memperhatikan mereka
"Begitulah" Shina
Silva melihat jam tanganya dan terkejut "Yaampun maaf ya aku harus segera pergi, aku akan menjemput adikku"
"Baiklah, hati-hati ya" kata Shina
"Iya" Silva berlari meninggalkan mereka berdua
Sedangkan di sebuah rumah makan cita rasa sendiri Himiko dan Mega cukup sibuk dalam hal memasak karena sejak tadi pagi hingga siang ini sangat ramai.
Sambil memasak mereka berdua berbincang-bincang dan mengobrol banyak hal.
"Himiko, kau membaca novel karangan Triana?" tanya Mega yang memotong ikan tuna ukuran besar
"Iya" jawab Himiko yang memotong daging
"Apa favoritmu? Aku juga membacanya loh dari dulu" tanya Mega
"Oh ya? Aku juga sama, aku paling suka karyanya yang berjudul Cinta di Mars " jawab Himiko
"Benar, aku juga suka yang itu. Dan aku sangat menantikan karyanya selanjutnya, kira-kira apa ya judulnya?" Mega mulai berpikir sembari memperkecil potongan ikan tunanya "Kau pasti tahu kan?" tanya Mega
"Aku tidak tahu" jawab Himiko yang mulai menyalakan kompor di depanya
"Benarkah? Bukankah kalian berdua cukup dekat?" tanya Mega
"Benar, tapi mengenai hal itu Triana tidak mau memberitahu" jawab Himiko
Himiko berhenti setelah hpnya berbunyi karena panggilan telepon
"Aku permisi sebentar" ucapnya kepada Mega dan langsung pergi ke tempat yang cukup sepi, dia melihat bahwa itu telpon dari suruhanya yang bernama Kazuma.
"Halo pak Kazuma, bagaimana?" tanya Himiko
Himiko bisakah kamu keluar dari rumah makan cita rasa sekarang? Sepertinya wanita itu menuju kesana- Kazuma
"Baiklah" kata Himiko yang berlari keluar rumah makan
__ADS_1
"Aku harus pergi kemana? Sembunyi?" tanya Himiko lagi yang kebingungan melihat kesana-kemari
Saat Kazuma mengikuti mobil Himeko, tiba-tiba saja mobil yang di ikutinya berhenti karena melihat Silva yang berjalan bersama anak kecil
"Dia keluar dan berjalan kearah seorang gadis muda yang berjalan bersama anak kecil. Rambut gadis itu hitam, tingginya 170, berkulit putih" ucap Kazuma yang masih terus memperhatikan Himeko
Katakan dimana lokasi kalian?- tanya Himiko dari telponya dengan suara yang panik
"Tidak jauh dari jalan raya distrik Shinjuku. Mereka berbicara, kelihatannya mereka juga sangat akrab" jawab Kazuma
Itu adikku Silva. Aku kesana sekarang!- ucap Himiko yang langsung mematikan telponya dan berlari kencang ke tempat yang sudah di sebutkan oleh Kazuma
Kembali kepada Silva dan Himeko yang saat ini sedang berbicara.
"Silva, kamu bilang liburan ke Jerman bersama teman-temanmu?" tanya Himeko
Mengetahui mamah tirinya yang melihat dirinya di Jepang, Silva menjadi sangat tegang dan panik jika mamah tirinya lapor kepada papahnya.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Himeko penasaran
"Mamah kak Himiko masih hidup, aku bertemu denganya" ucap Silva
Dari arah yang lain Triana memperhatikan mereka berdua sambil mengetik di keyboardnya dengan sangat cepat, dia merasa bahwa kata-kata dan idenya mengalir lalu menggerakkan jarinya.
"Aku akan segera mengakhiri cerita ini dan mengirimnya kepada editorku hari ini juga" ucap Triana yang fokus dengan tulisanya
"Tak"
Setelah itu dia menutup laptopnya dan memasukkan kedalam tas sembari berlari mengejar Silva, Triana mendapat firasat bahwa Himeko akan melakukan hal buruk kepada Silva. Sesampainya di luar Triana memperhatikan mereka sejenak dari tempat yang lumayan dekat.
Dia juga mendengar pembicaraan antara Silva dan Himeko.
"Aku sudah tidak peduli" ucap Himeko
"Eh?" Silva kaget mendengar jawaban itu, dia masih belum mengerti ada apa dengan ibunya
"Himiko bukanlah anakku, sama sepertimu. Kalian berdua harusnya mati sejak dulu! Bodohnya diriku telah membiarkan kalian hidup sejauh ini" ucap Himeko dengan kesal
Lalu keluarlah 2 orang laki-laki yang memasksa Silva masuk kedalam mobil. Nakano yang tidak tahu apa-apa dan tidak mampu melakukan apapun memilih untuk mundur dengan rasa takut.
"Tunggu, apa-apaan ini? Apa maksudmu? Apa tujuanmu sebenarnya? Jelaskan kepadaku!" kata Silva dengan tegas dan mberontak
"Silva!" panggil Himiko
Mereka berhenti sejenak melihat Himiko
"Himiko, sebenarnya ada apa sih ini?" lirih Silva melihatnya dengan sangat sedih
Lalu muncul 2 orang lainnya yang keluar dari mobilnya yang berniat untuk menangkap Himiko. Himiko langsung melakukan penyerangan terhadap orang yang hendak menangkapnya hingga babak belur
"Nanaha Himeko" panggil Kazuma sembari menodongkan senjata api kearahnya lalu dia mengatakan "Angkat tanganmu, kau di tangkap atas tuduhan khasus pembunuhan berencana terhadap Akabane Nara dan Akabane Aiko"
__ADS_1
Triana muncul dan memeluk Nakano yang saat itu tengah menangis ketakutan sembari berkata "Tenanglah, semua akan baik-baik saja kok"
Silva langsung berlari kearah Himiko, lalu Himiko menyerang 2 orang lagi yang memakasa Silva masuk kedalam mobilnya.
Triana yang melihat mamah tirinya yang membawa 2 pistol sekaligus dan menodongkan salah satunya kapada Himiko berpikir bahwa mamah tirinya Silva dan Himiko bisa saja menarik pelatuknya ke arah mereka berdua kapanpun atau ke arah Kazuma.
"Prak" pistol di tangan kanan Himeko jatuh karena Kazuma menendangnya tanganya dengan gerakan yang cepat
"Dor! Dor! Dor!"
Himeko menembakan satu pistol yang ada di tangan kirinya kemana-mana tapi tapi aksinya berhasil di hentikan oleh Kazuma yang langsung memborgol tanganya.
Hanya saja Triana terjatuh dengan bersimbah darah di tubuhnya karena melindungi Himiko.
"Kakaaak!" Farida datang bersama dengan Shina. Tiba-tiba saja air matanya keluar begitu saja "kakaaaaakkkk hehehe" Farida memeluk kakaknya yang sudah tidak berdaya.
Himiko cukup terkejut dia tidak menyangka bahwa Triana adalah kakaknya. Sebuah mobil berhenti dan keluarlah sekelompok laki-laki berjas yang berniat untuk menolong Himeko.
"Bawa mereka dan cepat lepaskan aku!" kata Himeko kepada mereka (orang sewaan Himeko)
"Aku tidak akan pernah memaafkanmu!" ucap Farida pelan menatap Himeko
Sebagian orang berjas yang hendak menyelamatkan Himeko langsung di hajar oleh Shina.
"Mau apa kau?" tanya Shina dengan gagahnya sembari menyerang mereka semua.
"Bodoh! Apa yang kau lakukan?! Cepat bawa kakakku kerumah sakit!" ucap Farida kepada Himiko yang terlihat masih syok
Himiko langsung mengangkat Triana dan membawanya pergi, sementara itu Silva membawa Nakano ketempat yang aman. Saat mereka mau di kejar sebagian kelompok berjas dan berpakaian rapi, Farida menghadangnya dan langsung melakukan penyerangan.
Mereka saling menghajar dengan tangan kosong mulai dari membanting, menyikut, memukul, meninju, menendang, dll.
"Sial, sudah lama gak berantem kok rasanya seru banget ya" ucap Shina pelan
Lalu mobil polisi datang dan keluarlah Ash bersama rekan-rekannya yang lain
"Maaf, kami terlambat saat perjalanan kesini ada masalah yang lainnya" ucap Ash
Farida dan Shina berhenti setelah menghajar para mafia hingga babak belur dan tidak berdaya. Dengan sangat semangat Farida berjalan mendekati Himeko yang sudah tidak bisa berkata apapun.
"Duak"
Farida meninjunya hingga Himeko pingsan
"Itu bukan apa-apa dari pada luka yang kau berikan kepada kakakku" ucap Farida yang langsung pergi bersama Shina
"Siapa mereka?" tanya Ash melihat Farida dan Shina
"Aku tidak tahu, tapi laki-laki yang ada di sampingnya itu adalah pemenang turnamen taekwondo tingkat nasional di Jepang" jawab Kazuma
To be continue
__ADS_1
Oleh: Kousei