Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 9


__ADS_3

Silva Heartlifia pov ***


Saat gue mengikuti pelajaran saat itu, gue beneran gak bisa konsentrasi karena bayangan masalalu gue yang cukup kelam di masa SMA


Flash back on


**************


Dulu saat pertama masuk sekolah SMA itu gue gak punya temen, gue emang cupu banget saat itu


Kemanapun gue selalu sendirian. Gue pengen banget punya temen tapi ntah kenapa gak ada yang mau berteman dengan gue


"Luna kenapa jadwal piket hari senin dan kamis cuma aku saja? Aku gak mungkin bisa menyelesaikan semuanya sendirian.Aku butuh dua atau tiga orang lagi untuk piket" ucapku kepada Luna yang merupakan ketua kelas saat itu


Dia juga wakil ketua osis


di masa itu


"Keputusan Luna gak bisa di bantah lagi. Keputusan Luna udah mutlak! Kamu di hukum!" kata Luna kepadaku


"Di hukum? Aku salah apa?" tanyaku


"Kamu udah berani membantah peraturan yang aku buat" kata Luna


Kedua teman Luna menyeretku ke kamar mandi.


Aku berteriak minta tolong kepada siapa saja tapi mereka hanya diam dan menatapku dengan tatapan mata jijik


Aku di siram dengan berbagai macam detergent dan air dari bak mandi, saat itu aku menagis sekeras mungkin. Setelah kejadian itu aku hanya diam dan tidak mengatakan apapun di sekolah.


Aku melewati semua kejahatan Luna sendirian selama dua tahun,aku tidak melapor kepada guru atau bilang sama orang tuaku sendiri. Aku bisa saja membalas perbuatan mereka lebih kejam dan jauh lebih mudah, dan bodohnya aku.Aku tidak mau melakukannya, entah kenapa aku juga tidak tau.


Saat itu aku berpikir jika hukuman sang kuasa jauh lebih pantas. Dan saat aku naik ke kelas 12 Arisa datang ke sekolah itu, tiap kali pulang sekolah aku sering mampir kerumah dia, aku juga cerita semua yang aku alamin di sekolah kepada Arisa.


Saat dia pindah ke SMA dimana aku sekolah aku gak nyangka banget, aku beneran gak habis pikir kalo Arisa bakal melakukan hal itu. Aku bernapas dengan legah saat itu, tapi aku kembali tersiksa ketika papa memutuskan untuk menikah yang kedua kalinya.


"Papa tante Himeko cantik ya?" tanyaku


"Iya... " kata papa


"Besok tante Himeko akan datang kesini kan pa?" aku


"Iya, dia akan datang bersama anaknya besok" kata papa


"Tante Himeko udah punya anak?" aku keget


"Iya sayang dia bakal jadi kakak kamu, namanya Himiko. Namanya mirip ya" kata papa


"Himiko? Tapi tante Himeko masih muda pa" ucapku


"Wajah boleh muda tapi usianya Silva sayangku" papa


Sejak saat itulah hidupku mulai di hantui oleh iblis baru di rumahku sendiri


**************


Flash back off


"Oke pelajaran kita sampai disini dulu..." kata pak dosen


"Jadi gimana tugasnya?" tanya Renata ke gue


"Tugas apaan?" tanya gue balik ke dia


"Tugas dari pak dosen" kata Renata


"Tugas?" gue masih gak paham, pikiran gue ambyar saat itu


"Elu gak sedang mikirin si pangeran eropa kan?" Arisa


"Ya enggak lah Ar" gue

__ADS_1


"Terus elu mikir apaan sampe gak konsentrasi gitu?" Arisa


"Gue... Gue... Gue... Gue kangen ama papa" kata gue ke temen-temen gue


"Uluh uluh sini Renata peluk" kata Renata memeluk Silva


"Ke perpustakaan yuk" kata Arisa


"Buat ngerjain tugas kan?" Renata


"Iya" Arisa


"Let's go" gue


Kami pergi ke perpustakaan tiba-tiba pandangan kami tertuju kepada Rachael yang saat itu duduk berdua bersama dengan Steinar


"Burak"


Gue jatoh nabrak orang gara-gara lihat mereka terus.


Saat gue melihat orang yang gue tabrak


"Kang iblis" kata Arisa dengan tatapan mata meles melihat Himiko


Renata membantu gue bangun


Kemudian Himiko membisikan sesuatu di telinga gue


Hati gue tersentak setelah mendengar apa yang Himiko bisikan ke gue. Setelah itu dia pergi, gue sama Renata dan Arisa masuk ke perpustakaan yang kebetulan sepi banget


"Aakh!" gue berteriak karena kesal


"Kenapa? Apa yang kang iblis katakan?" Arisa


"Coba cerita ke gue? Ada apa?" tanya Renata


"Itu sesuatu yang biasa. Dia bilang gue masih dalam pengawasan dia" ucap gue


"Gue masih belom bisa bebas, gue pikir gue bisa bebas. Dia juga bilang... " gue berhenti ngomong


"Dia bilang apa?" tanya Renata penasaran


"Dia bilang apa Sil?" tanya Arisa yang terus mendesak gue


"Dia bilang ayo kita kembali seperti semula begitu" jawab gue


"Maksdunya?" tanya Renata


"Itu artinya sikap iblis membunuh level tertinggi dari Himiko sudah kembali saat kondisi lu udah baikan?" tanya Arisa yang masih mikir-mikir


"Waktu dimana gue mendapat hidayah udah habis. Mulai malam ini gue kembali di siksa bukan? Oh tidak" gue


"Silva Heartlifia ya?"


Gue melihat siapa yang datang, dan itu adalah Rachael seorang diri tanpa di temenai kedua pengawal setianya


"Ah iya... " ucap gue


"Kamu kelihatanya punya suatu hubungan dekat sama kak Himiko?" tanya Rachael


"Hubungan dekat?" tanya gue pura-pura gak tau


Terakhir kali gue lihat si Rachael sedang ngobrol ama pangeran Eropa, dan sekarang dia nyamperin gue buat tanya gue punya hubungan dekat ma Himiko


Apa mungkin tadi dia melihat Himiko bisikin sesuatu ke gue ya? Dan habis itu si Rachael curiga apa hubungan gue sama Himiko?


"Gue bahkan gak kenal sama Himiko gue gak tau siapa dia" kata gue ke Rachael


"Apa yang kak Himiko bisikan di telinga lu?" tanya Rachael


"Dia bilang kalo gue harus hati-hati" kata gue

__ADS_1


"Elu sengaja nabrak dia kan? Supaya elu bisa deket sama kak Himiko?" tanya Rachael


"Yaampun! Tadi gue tuh beneran gak sengaja. Buat apa gue modus agar bisa deket sama es batu" gue


Renata tertawa


"Lagian Silva itu udah punya pacar, Himiko tuh gak ada apa-apanya di bandingkan cowoknya Silva" kata Renata


Kampret nih anak kelewatan banget ngomongnya


"Drama yang menarik" batin Arisa


"Iya kan Sil" kata Renata


"Begitulah" gue


"Gitu ya... Baiklah maaf sudah salah paham, kalo gitu gue pergi dulu sampai jumpa" kata Rachael


Rachael pergi


"Maksud elu apa anjir" kata gue ke Renata


"Biar cepet kelar aja masalahnya" kata Renata


Kemudian kami bertiga diam, Arisa mengeluarkan laptopnya untuk mengerjakan tugas yang dosen berikan tadi. Karena gue nggak ngerti tugasnya ngapain Renata menjelaskan apa yang dosen terangkan dari awal hingga akhir


"Ngerti kan?" tanya Renata


"Iya gue ngerti sekarang" gue


Setelah kami mengerjakan tugas tersebut kami pergi ke luar untuk mencari makan siang


"Makan apa nih enaknya?" Renata


"Gue pengen makan soto nih" kata Arisa melihat sekelilingnya


"Gue pengen makan yang manis-manis" kata Renata


"Silva"


Gue melihat siapa yang memanggil nama gue


"Temanya pangeran eropa?" tanyaku


"Aku Ingvar...temen deketnya Steinar" kata Ingvar


"Ada apa Ing?" tanyaku


"Kamu mau makan siang kan?" tanya Ingvar


"Ehem... " Renata mulai fokus dengan hp nya


"Iya kami mau makan siang kok" gue


"Gimana kalo kita makan siang bareng gue sama Steinar aja?" Ingvar


"Oh boleh-boleh... Kita mau makan siang dimana?" Renata asal nyahut


"Oke kalo gitu kalian ikut gue sekarang" Ingvar


Kami mengikuti kemana Ingvar pergi dan nggak lama kemudian kami sampai di sebuah rumah makan dimana saat itu ada Steinar duduk disitu


Steinar tersenyum ke gue


"Silahkan duduk" kata Ingvar


Gue duduk tepat di depan Steinar saat itu


"Kalian pesen aja aku yang bayar semuanya" kata Steinar


To be continue

__ADS_1


Oleh: Kousei


__ADS_2