Very Painful Feeling

Very Painful Feeling
bagian 6


__ADS_3

Himiko menemani Silva selama empat hari di rumah sakit, di hari ke lima Silva udah boleh pulang karena kondisinya udah mulai membaik. Setelah sampe rumah, Himiko mengantar Silva ke kamarnya


"Kamu istirahat dulu ya, kalo kamu ingin sesuatu atau ada apa -apa bilang sama aku" kata Himiko pelan lalu pergi meninggalkan Silva sendirian


Silva menutup pintunya


"Sikapnya berubah menjadi seperti seorang pangeran yang baik hati saat gue sakit. Apa gue sakit terus aja ya sampe mati? ASTAGHFIRULLAH... gue ngomong apaan sih?!" kata Silva yang kemudian membungkam mulutnya sendiri


Kambali ke Himiko yang udah empat hari gak ke kampus kini dia berangkat dan langsung ketemu sama Farik dan Norman


"Adek elu gimana kondisinya?" tanya Norman


"Udah baikan kok" jawab Himiko


"Nggak apa-apa kalo dia di tinggalin sendirian di rumah?" tanya Farik yang ikut khawatir sama Silva


"Nggak apa-apa, dia itu orangnya kuat" Himiko meletakkan tas di atas meja tepat depannya


"Kalian mau ngomong apa?" tanya Himiko melihat kedua temennya


"Rachael kemarin nanya-nanya soal lu Him" kata Farik


Farik menyodorkan hp miliknya kepada Himiko. Himiko mengambil hp Farik lalu melihatnya. Itu adalah sebuah rekaman saat Rachael bertanya-tanya kepada Farik, dan kemudian Farik menjawabnya


"Kayaknya dia suka sama elu deh Him" Norman


"Him, saran gue sih mending dia pacarin aja. Kurang apa coba si Rachael itu? Cantik iya, seksi juga iya, putih, mulus, tinggi, rambutnya panjang, senyumannya manis, pinter, jago masak. Kurang apa coba?" Farik


"Eng gimana ya?" tanya Himiko mikir-mikir


Tiba-tiba mata mereka tertuju kepada seorang cowok berkulit putih, rambutnya pirang, tatapan matanya juga tajam dan berpostur tinggi.


Himiko dan temen-temennya tercengang melihat cowok asing itu. Semua anak cewek juga ternganga melihatnya,sebagaian dari mereka juga heboh karena melihatnya.


Beberapa dari mereka juga bergosip tentang cowok keren tersebut...


"Anjir... Mahasiswa baru cok!"


"Oh yang katanya datang dari eropa itu ya?"


"Masa sih?"


"Tapi denger-denger sih keluarganya udah menetap di Indonesia"


"Di liat dari tampangnya kayak belagu amat tuh anak"


"Himiko, lu nggak ngerasa tersaingi kan?" tanya Norman pelan sambil melihat Himiko


"Ya enggak lah, gue mahal seneng banget kalo dia jauh lebih terkenal dari pada gue" kata Himiko dengan sangat santai


"Maksdunya?" tanya Farik sama Himiko yang masih belum gak paham sama ucapan Himiko tadi


"Gue bisa bebas" Himiko

__ADS_1


"Emang selama ini elu gak bisa bebas? Jelasin dong gue bingung nih" kata Farik masih gak ngerti


"Gue juga" kata Norman


Himiko menghela napas panjang


"Lu pikir jadi orang terkenal itu enak? Enggak sama sekali, kapan-kapan dah gue cerita sama kalian berdua" jawab Himiko


Sementara si mahasiswa baru yang super keren itu berjalan menuju ke kelasnya dengan sangat percaya diri bersama satu temannya yang juga udah lama kuliah disitu


"Rachael liat deh, dia keren banget. Mending lu sama dia aja daripada kak Himiko yang susah di deketin" kata Fella melihat mahasiswa baru itu dari kejauhan


"Nggak ah, hati gue tuh cuma buat kak Himiko, bukan yang lainnya.Aku nggak tertarik sama dia" kata Rachael males melihat anak baru itu


"Yaudah kalo lu nggak mau, dia buat gue kalo gitu" Fella


"Yaelah ambil aja" Rachael


Kembali kepada mahasiswa baru yang udah duduk di ruang kelasnya dengan santai. Kemudian Himiko masuk


"Dia satu jurusan sama gue?" batin Himiko sekilas melihat anak baru tersebut dan duduk di tempat duduk paling depan


Farik dan Norman datang menyusul Himiko, mereka berdua duduk di tempat yang paling belakang, suasana kelas itu tidak ramai seperti biasanya walaupun dosen belum masuk. Farik dan Norman diam-diam memperhatikan anak baru itu yang masih sibuk dengan ponsel hp miliknya.


Sementara anak baru sendiri itu diam-diam memperhatikan Himiko dari tempat duduk


"Hai... Kamu baru kan di sini?" sapa teman Himiko yang bernama Norman kepada anak baru itu


Norman duduk di samping anak baru itu, Himiko dan yang lain melihat apa yang Norman lakukan


"Kenalin aku Norman April" kata Norman yang mengajak anak baru itu berjabat tangan


Anak baru itu menjabat tangan Norman


"Aku Steinar Adalstein senang berkenalan denganmu Norman" kata anak baru yang bernama Steinar Adalstein menjabat tangan Norman


Mereka berdua tersenyum satu sama lain lalu Norman melepaskan tangan Steinar. Kemudian dosen masuk ke kelas mereka


"Hai selamat pagi semuanya" kata pak dosen menyapa seluruh muridnya


"Pagi pak" kata mahasiswa di kelas itu dengan kompak


***


12.30


Renata dan Arisa berjalan menyusuri koridor kelas, wajah mereka masih saja suram beberapa hari ini karena teman mereka Silva yang masih  belum bisa masuk


"Gue pen ketemu Silva Ar" kata Renata dengan wajah yang sangat suntuk


"Tenang aja dia baek-baek aja kok Re... Tiap malam gue datang ke kamarnya" kata Arisa sambil makan snack


"Elu ma enak rumah bersebelahan, bisa menyusup ke kamar Silva tanpa sepengetahuan kak Himiko" kata Renata

__ADS_1


"Menyusup juga butuh kewaspadaan tau gak, ntar kalo di sangka maling kan bahaya" kata Arisa yang membuang bungkus snack ke tempat sampah


Mereka masih berjalan dengan santai tiba-tiba mereka terhenti karena melihat Himiko yang sedang mengobrol bersama temen-temennya


"Kang Iblis" kata Arisa dengan sangat takut melihat Himiko dari kejauhan


"Gue gak mau terlibat dalam kasus rumit elu Ar" kata Renata yang langsung ninggalin Arisa


Flash back on


**************


Tiap malam Arisa selalu menyusup ke kamar Silva, buat jengukin Silva biar gak bosen. Sebenernya Arisa gak mau terus-terusan datang ke kamar Silva karena gak enak dan takut ganggu. Tapi Silva yang terus meminta dan memaksa Arisa untuk selalu datang, karena permintaan dari sahabatnya itulah Arisa mau untuk melakukanya.


Tapi tadi malam ketika Arisa memanjat untuk pergi ke kamar Silva dengan menggunakan tali, aksinya itu di ketahui oleh Himiko yang saat itu berada di kamar Silva.


"Hey!" panggil Himiko melihat ke bawah dan menunjukkan gunting yang ada di tanganya kepada Arisa


"Kang iblis" kata Arisa kesal melihat Himiko


"Turun nggak?!" kata Himiko dengan suara bagaikan monster


Himiko menarik talinya ke atas


"Gue gak mungkin melompat" batin Arisa melihat ke bawah


Himiko terus menarik talinya ke atas, Arisa sangat panik apa yang harus dia lakukan, lalu dia melihat Himiko yang mengulurkan tangan kepada Arisa saat itu


"Naiklah" kata Himiko


Arisa menggapai tangan Himiko, lalu dia di tarik ke kamar Silva


"Kau akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang telah kau lakukan selama ini. Lihat saja besok" kata Himiko dengan sangat kesal dan mata membunuh


"Gak jelas banget anjir" batin Arisa


"Sekarang kamu pulang" kata Himiko


Arisa melihat Silva yang sudah tertidur lelap


"Sepertinya dia baik-baik saja" batin Arisa


**************


Flash back off


Kembali ke Arisa yang masih melihat Himiko dari kejauhan


"Saat gue naek ke atas gue di suruh turun, tapi dianya malah narik gue ke atas. Maksudnya gimana sih?" batin Arisa yang masih bingung


Kemudian Himiko melihat Arisa. Arisa langsung berlari ketakutan


"Gue bakal di hukum sama kang iblis nih. Gawaaaaat, gue juga bisa aja di jadiin makan malamnya" kata Arisa ketakutan dan masih terus berlari

__ADS_1


To be continue


Oleh: Kousei


__ADS_2