WAKETU GAMON (SHS 1)

WAKETU GAMON (SHS 1)
Pawang


__ADS_3

"Tumben udah bangun jam segini"


Seorang wanita paruh baya yang memasuki dapur di pagi hari itu mengangkat alis heran mendapati putri semata wayang nya sudah sibuk membuat sesuatu di dapur.


Gempi hanya menoleh dan tersenyum lebar tampak ceria tidak menanggapi banyak.


Sebenarnya berusaha menahan malu telah di pergoki begini.


"Buat apa sih?" Wanita itu mendekat, penasaran dengan apa yang di lakukan Gempi.


Gempi melirik sekilas, lalu berdehem pelan. "Buat sandwich"


"Tumben bawa bekal ke sekolah" Ujar Wanita itu langsung menyimpulkan.


Gempi merapatkan bibir tidak menanggapi.


Yakali ngomong. 'Bukan buat aku, tapi buat crush tersayang'


"Buat cowoknya paling?"


Seorang pria paruh baya yang sudah mengenakan setelan jas rapi ikut masuk ke dalam dapur lalu langsung duduk di kursi makan sambil memandangi lembut putrinya itu.


"Cowok? Kamu pacaran Ge? Kok gak ada cerita sama Mama?" Balas Wanita itu menimpali sambil memasang gurat cemberut tak terima.


Gempi meringis merasa di pojokan. "Enggak elahh, buat Gege ini beneran dah" Katanya sedikit gelagapan namun sekuat mungkin mengendalikan diri.


"Ah boong"


Gempi mendelik ke arah papanya itu yang sudah terkekeh geli sambil menatapnya jail.


"Yang mana orangnya? Beda lagi? Atau yang kemarin nganterin buket bunga buat kamu?"


Gempi ternganga lebar. "Ihhh enggak ada ya, Gege emang lagi pengen makan sandwich hari ini, udah bosan makan bakso di kantin" Elak Gempi kesal sambil mencak-mencak pelan. membuat kedua orang tuanya tertawa lepas melihat itu.


***


Pagi itu, Ciko memasuki kelas dengan wajah yang tertekuk nampak kesal, menghampiri kumpulan anak cowok yang sedang berkumpul di belakang pojokan kelas.


"Kenapa lo?" Tanya Toni mengernyit bingung.


Ciko menarik kursi, lalu duduk tepat di samping Yohan yang sedang melahap sepotong sandwich dengan tenang. "Ck, Gege mana?" Tanyanya dengan intonasi tak santai.


Yohan sontak menoleh."Barusan keluar kelas" Jawabanya.


Reno yang tengah ngemil kuaci barsama Yono ikut mengangguk."Barusan habis ngasih Yohan sandwich noh, abis itu ngacir keluar gak tau kemana"


Ciko mendengus, mukanya tampak mengeruh membuat teman-temanya jadi menatap bingung.


Tumben seorang Ciko terlihat badmood di pagi hari, Biasanya udah heboh kek simpanse lepas.


"Kenapa sih?" Tanya Toni penasaran.


"Barusan gue di cegat sama anak kelas dua belas, nanyain Gege" Kata Ciko terdengar sewot."dia nanya 'eh lo ada hubungan apa sama Gempi, kemarin gue liat lo anterin dia pulang, kalian pacaran?' gitu anjir" Cerita Ciko bersungut-sungut.

__ADS_1


Reno menghela nafas."Korban lagi, kasihan dah tu senior" Katanya menggeleng prihatin.


Yono mengangguk setuju."Gue juga pernah, hampir kena tonjok woy di pikir gue mau nikung"


"Hampir semua cowok di kelas ini pernah dicegat deh sama cowo-cowok yang naksir sama Gege, kecuali Zeno" Ucap Sofi sambil melirik sinis pada Zeno yang duduk enteng di sampingnya.


"Iya lah emangnya siapa yang berani, pawangnya aja kek gorila gitu" Kata Reno menyinggung Yolan yang selalu siap pasang badan jika ada yang berani mengusik Zeno.


"Kayaknya si Gege harus ada pawangnya dulu deh biar kalem, doyan banget ngoleksi aligator" Kata Sofi.


Reno langsung menegak, menolah pada Yohan yang masih sibuk mengunyah. "Menurut elo gimana Yo?"


Yohan mengakat sebelah alis."Apaan?"


"Menurut elo siapa cowok yang cocok jadi pawangnya Gege?"


Semuanya diam, fokus menatap lurus ke arah Yohan yang nampak keheranan.


"Napa nanya kek gue dah?" Ucap wakil ketua kelas itu tak paham, lalu kembali melahap sandwich di tangannya.


Tanpa menyadari tatapan menghujat yang di berikan teman-teman di sekitarnya.


"Udah-udah, emang paling bener si Gege sama ketua OSIS aja" Celetuk Ciko sensi.


"Atau sama yang ono noh yang kemarin gendong Gege ke UKS, sampi rela keluar sekolah buat beliin bubur, mantap tuh" Balas Reno.


Yohan mengernyit melihat teman-temannya sudah heboh. Cowok itu meletakan sepotong sandwich di dalam bekal taperwer kembali."Panji udah punya pacar, jangan gila lo" Katanya menoyor kepala Ciko.


"Yaudah sama cowok yang satunya aja, gue dengar dia anak radio juga kan, bagus tuh satu ekskul sama Gege" Timpal Sofi membuat yang lain kembali heboh solah setuju.


Yohan diam, lalu meraptkam punggung ke sandaran kursi.


Entah kenapa tiba-tiba saja suasana hatinya memburuk.


****


Yohan: ge, masih lama rapatnya?


Read


Pemuda yang tengah duduk di atas motor besar hitamnya tampak memandangi layar HP yang menampilkan personal chat dengan Gempi.


Gege: bentar ya, udah mau selesai ini


Yohan tersenyum.


Yohan: hm, gue tungguin


Yohan: gue di parkiran


Yohan: selesai rapat langsung ke sini aja


Read

__ADS_1


Yohan spontan mendengus pelan saat chat nya hanya di baca oleh gadis itu.


Pemuda itu diam sesaat, lalu menoleh ke arah samping kananya, merasakan seseorang datang mendekat.


"Yohan kan?"


"Hm?" Yohan mengakat sebelah alis, menatap datar cowok yang berdiri tak jauh dari samping motornya ini."Iya" Jawabnya seadanya.


Cowok itu mengangguk."Kenal gue gak?"


"Tesar dari IPS 5 kan?" Tanya Yohan kurang yakin.


Cowok itu mengangguk pelan."Jadi lo, yang katanya cowok paling dekat sama Gempi?"


Yohan mengerjap dua kali, lalu memiringkan kepala."Iya, ada masalah?"


Cowok bernama Tesar itu merapatkan bibir menahan umpatan kasar melihat muka songong yang di tunjukan cowok di depannya itu.


"Kalian gak pacaran kan, soalnya Gempi dekat juga sama gue, gue suka sama dia"


Yohan spontan terkekeh. Meledek.


"Terus?"


"Bisa lo jauhin Gem–"


"Nggak" Yohan langsung menyela cepat. "Selama Gege gak bilang kalau dia suka juga sama elo, gue gak bakal jaga jarak dari dia"


Yohan kini bergerak mengenakan helm nya."Jangan usik Gege" Kata Yohan sambil menyalakan motor."Selama ini dia belum pernah ngadu kalau ada cowok yang gangguin dia, makanya gue diam aja. tapi–" Cowok itu memberi jeda, ia menoleh menatap tepat pada Tesar yang diam terpaku entah kenapa tidak bisa membalas."Kalau sampai lo tetap keras kepala dan ngusik Gege sampai dia risih, Gue gak bakal biarin"


Yohan memundurkan motor keluar dari parkiran saat melihat seorang Gadis berlari keluar dari koridor datang menghampirinya.


"Ayo" Ajak Gempi terlihat senang, tanpa menyadari kehadiran sosok lain di tempat itu yang tengah menatapnya lekat.


"Hm, naik" Pinta Yohan tersenyum manis dari balik helm nya.


Gempi mengangguk, saat nyaris naik ke atas motor gadis itu menoleh, merasa ada yang memandanginya."Eh?"


"Hai" Sapa Tesar tersenyum ganteng.


Gempi mengerjap."Duluan ya Sar, ayo Yo" Ajak Gempi santai nampak tak begitu peduli, membuat Yohan tidak dapat menahan tawanya.


Tesar sendiri sudah ternganga hilang kata di buat gadis itu.


"Kenapa lo?" Gempi mengernyit bingung menepuk pelan bahu Yohan."Ayo buruan, dah gelap nih"


Yohan mengangguk, lalu tanpa kata langsung menarik gas keluar dari sekolah.


Walau sebelumnya, sampat melemparkan pandangan ke arah Tesar yang terdiam lemas di tempatnya.


Tesar mengumpuat kasar tak bisa di tahan mengingat sorot meremehkan yang di berikan Yohan tadi.


***

__ADS_1


__ADS_2