WAKETU GAMON (SHS 1)

WAKETU GAMON (SHS 1)
Serangan Mantan


__ADS_3

Yohan Pangestu. Selain menjabat sebagai Wakil ketua kelas 11 MIPA 2, dia juga merupakan Kapten futsal kesayangan cewek-cewek SHS.


Yohan itu Ganteng, pembawaanya kalem bukan tipe cogan dingin yang kaku, Yohan gak perlu senyum dulu biar pesonanya keluar, cukup noleh aja para dede gemes langsung jerit-jerit lebay kek cacing lagi nge-dj.


Selain ganteng dia juga Pintar, hingga menjadi salah satu murid kebanggaan guru-guru.


Perfect..


Tapi sayang..


Anaknya gamon, alias gagal moveon.


Seantero sekolah tau hal itu.


Makanya sampe sekarang tetap jomblo.


"Liatin apa sih Ge, dari tadi gue ngomong lo, oh oh doang?" Tanya si cantik Maya penasaran, mencari objek yang tengah di pandangi si maknae kelas ini. Hingga kedua matanya berhenti tepat pada satu sosok yang tengah duduk di samping Reno memainkan game moba. "Yohan?" Beo Maya bingung, menoleh pada Gempi yang masih diam gak kedip sama sekali kayak kena hipnotis uya kuya.


Maya melebarian mata, tangan kanannya langsung bergerak menutup mulutnya sendiri yang terbuka lebar seolah tak menyangka. "kan kan kannnn udah gue duga, KALIAN ITU ADA SESUATU, JUJUR AJA DEH, SALING SUKA KAN?!!"


Gempi tersentak kaget, mendelik bingung pada cewek yang duduk di sampingnya ini. "Apaan sih may, toak banget" Kata Gempi keki.


"ATAU LO SAMA YOHAN UDAH PACARAN? NGAKU LO!" Lanjut Maya lagi tak mau diam.


"HAH!??"


"APAAHHH?"


"WADIDAWW"


Anak-anak kelas sontak langsung noleh penasaran, Reno, Sofi, dan Yono langsung heboh melompat mendekat ke arah Maya dan Gempi.


Yohan menoleh sekilas lalu berdecak kesal terus menggerakan jarinya di atas layar hp, mengumpati Reno yang pergi begitu saja padahal game belum selesai.


"Cyeee Gege akhirnya baper" Celetuk Reno tersenyum menggoda.


"Hati nya Gege berfungsi kembali kawan-kawan" Kata Yono menambahi heboh.


"Mencium bau-bau couple baru setelah Yolan Zeno" Ucap Sofi riang."Akhirnya kapten Yohan melepaskan mbak mantan dari hatinya" Lanjutnya dengan suara agak di keraskan, sengaja biar si wakil ketua kelas itu mendengarnya.


Yohan yang mendengar sindiran itu jadi menoleh, mencibir pelan lalu menggerakan mata ke arah Gempi, terlihat jelas kedua mata gadis itu mendelik tajam memandang ketiga cowok yang heboh di dekatnya itu.


Yohan kembali merunduk, fokus pada game yang tengah ia mainkan, samar-samar seulas senyum tipis terukir di wajahnya.


"Ge, gue mau request, pj nya chicken katsu yang di Xiecup" Kata Ciko tau-tau sudah berdiri di samping Reno sambil tersenyum lebar.


Gempi mengumpat dalam hati."Peja peje GAK ADA YANG JADIAN" Gempi mendesah lelah. "Dah bubar lo semua" Katanya mendorong cowok-cowok itu menjauh dari mejanya.


Maya mengulum bibir kedalam, berancang-ancang beranjak pergi. "Ge, serius gak baper?" Katanya masih penasaran.


"Kagak elahhh" Kayanya malas, lalu menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan di atas meja. Tanda dia tidak ingin di ganggu.


Kok Gempi jadi sensi gini sih?!


Padahal celotehan semacam itu hampir tiap hari di berikan anak-anak kelas padanya atau pada Yohan.


Gempi bahkan suka ikut menanggapinya sambil haha hihi karena menurutnya itu cuman becandaan anak kelas.


Dia gak pernah bawa perasaan.


Tapi tadi itu saat Maya memergoki Gempi yang sedang memandangi Yohan, Gempi nyaris salto saking malunya.


Di tambah tiga cowok gila yang menyeletuk heboh bikin Gempi berusaha mati-matian menahan salah tingkahnya.


Gempi bingung, ini sebenarnya dia lagi kenapa??!


KENAPA!!?

__ADS_1


Aneh banget nggak kayak biasanya.


Udah lima hari, sejak Yohan nolongin dia dari gangguan Dewa waktu itu, Gempi tanpa sadar mulai menjadikan Yohan Pangestu sebagai titik pusat perhatian utama.


Ini mata Gempi seolah-olah gerak sendiri ke arah Yohan.


YOHAN ITU MANUSIA ATAU MAGNET SIH!!


Gempi memajukan bibirnya gemas sendiri. Kedua kakinya bergerak-gerak rusuh di bawah meja sampe cowok tampan yang memiliki lesung pipi itu terusik, mengangkat kepala menatap Gempi yang duduk di depannya kesal. "Ge, kalem napa" Katanya serak kemudian lanjut mencari posisi ternyaman untuk tidur.


Gempi mencibir tidak peduli.


"GEGEEEE DI CARIIN KETOS NIHH"


Teriakan Yolan yang menyembul kan kepala dari balik pintu kelas membuat seluruh murid di kelas itu menoleh, mendapati sosok pemuda jangkung tampan yang sudah berdiri di depan pintu tersenyum manis dengan ramah.


Panji Gemilang, Ketua OSIS nya Starla high School. Salah satu jajaran cowok idaman di sekolah ini.


"Kenapa?" Gempi datang menghampiri cowok itu. Berdiri tepat di depannya, membuat Gempi lagi-lagi mencibir iri, nih cowok tinggi banget.


"Gue belum makan nih, temanin gue bentar ya, mau?"


Gempi berdecak."Males ah" Katanya hendak berbalik masuk ke dalam kelas, namun segera di tahan Panji dengan menarik belakang kerah seragam Gempi.


"Gue traktir"


Senyum Gempi langsung merekah senang. "Nahh ini baru benar, ayo deh" Katanya jadi semangat.


"GEGE MAINYA SAMA COGAN MULU" Celetuk Toni yang lagi ngocok kartu di pojokan kelas menyindir keras.


Gempi mengumpat tertahan lalu menoleh sengit. "DIAM LO SIMPANSE" Sahutnya balas berteriak.


"AA YOHAN NGGAK DI AJAK?"


"YOHAN SABAR YO, JANGAN BANTING HP"


"PERUTNYA YOHAN REFLEKS KERONCONGAN, MAU MAKAN JUGA"


"AWWWW MAU JUGA DONG DI PERHATIIN KAK YOHAN"


"KAK YOHAN GANTENG BANGET, JADI SUKAK"


Gempi merapatkan bibir, mendelik tajam pada para manusia-manusia gila yang berisik bukan main itu. "Ayo Pan" Katanya segera mengajak Panji pergi dari situ, saat melihat wajah cowok itu yang kebingungan sendiri melihat tingkah teman kelas Gempi.


Panji membasahi bibir bawahnya, melirik Gempi yang berjalan di sampingnya sekarang. "Lo sedekat itu ya sama Yohan?"


Gempi menoleh, Panji diam-diam menelan ludah getir. "Gue sering dengar orang-orang ngomong tentang elo sama dia"


Gempi mengangguk pelan tidak menyangkal. "Iya, kita dekat, kan teman sekelas" Katanya santai.


"Lo.. Suka sama dia"


"NGACO"


Panji sampai termundur kaget, Gempi tiba-tiba membalas tidak santai. "O-oh jadi gak suka?"


Gempi mengulum bibir ke dalam entah kenapa kini sulit menjawab.


"Iya" Jawabnya kemudian.


Iya kan?


****


"Langsung pulang Yo?"


Yohan menoleh, memandang Reno yang berjalan di sampingnya menuju parkiran sekolah. "Kenapa?"

__ADS_1


"Anak-anak pada ngumpul di Xiecup nih, kita di suruh mampir dulu" Kata Reno sambil membaca isi chat grup di hpnya.


Dua pemuda itu baru saja selesai bermain futsal.


"Boleh, ada siapa aja?"


"Fannya, Toni, ciko, Teteh, sofi, sama Gege, Yolan sama Zeno nanti nyusul setelah rapat basket, Yono gak bisa masih ada ekstra"


"Loh, Gandi sama Ciko gak rapat basket juga?" Tanya Yohan mengingat dua orang itu termaksud dalam tim basket putra.


"Bolos paling, kayak baru tau aja lo"


Yohan terkekeh.


Sampai di parkiran, kedua orang itu masing-masing menuju pada tempat motornya terparkir.


Yohan mengenakan helem, menaiki motor lalu menarik gas pergi.


Namun saat nyaris sampai di gerbang sekolah, pemuda itu refleks menoleh dengan laju motor yang perlahan ia pelan kan.


Yohan menelan ludah berat, tenggorokanya terasa kering begitu saja saat melihat sosok gadis berambut sebahu itu tengah berdiri gelisah di depan pos satpam.


'Biarin aja Yo, dia bukan siapa-siapa lo lagi' Batin Yohan mencoba tidak goyah.


Tapi saat cewek itu menoleh, hingga membuat pandangan mereka bertemu tepat.


Yohan jadi tidak berdaya begitu saja.


Ia lantas menghentikan motornya tepat di depan gadis itu, menaikan kaca helem kemudian manatap lekat gadis yang berdiri di samping motornya itu.


Gadis itu nampak jelas kikuk. "Eh ha-hai?"


Yohan melebarkan mata, membuang muka sesaat kemudian kembali menatap gadis cantik berpipi bulat itu. "Kok belum pulang?"


Cewek itu menggaruk kepalanya bingung. Jelas canggung tiba-tiba di ajak bicara oleh pria yang sudah sejak lama tidak lagi bertemu tatap denganya walau mereka satu sekolah.


"Nunggu jemputan, tapi... Dari tadi belum nyampe" Jawabnya pelan.


Yohan tanpa sadar menahan napas, juntungnya sudah berdegup kencang.


"Mau gue temenin?"


"Eh?" Gadis itu tampak gelagapan."Gak usah, nant–"


"Kalau gue anterin pulang, mau?"


"Eh?"


Yohan merutuki dirinya yang tidak bisa menahan diri.


"Emangnya gak pa-pa?"


Yohan mengakat sebelah alis."kenapa?"


"Lo- maksudnya emang gak ada yang bakal marah?"


Yohan mengernyit samar, tidak paham dengan maksud pertanyaan gadis itu. "Gak ada"


Cewek itu diam sebentar, lalu dengan ragu-ragu menganggukan kepala pelan. "Yaudah, ayo" Katanya yang kemudian naik ke atas motor Yohan.


Yohan diam sesaat memastikan bahwa gadis itu sudah duduk dengan aman barulah ia menarik gas keluar dari area sekolah.


Tanpa menyadari keberadaan Reno yang memandangi itu dari jauh, mencoba memastikan penglihatannya sendiri.


"Itu yang di bonceng Yohan... Beneran Manda?"


Reno mengerjap berkali-kali masih tidak percaya jika cewek yang baru saja pergi dengan Yohan adalah Amanda Aprilia, mantan dari wakil ketua kelasnya yang tidak lain adalah Yohan Pangestu.

__ADS_1


"Anjir"


🥨🥨🥨


__ADS_2