WAKETU GAMON (SHS 1)

WAKETU GAMON (SHS 1)
Punya Gue


__ADS_3

Pagi yang cerah di hari selasa. Gempi berlari menuruni tangga menuju dapur, yang mana mendapati sudah ada kedua orang tuanya yang tengah menikmati sarapan pagi.


Gempi dengan rusuh duduk di kursi makan lalu mulai melahap dua roti selai coklat kesukaanya. "Kok gak di bangunin sih ma?"


Wanita paruh baya yang duduk di samping Gempi menggeleng pelan melihat putri semata wayangnya itu. "Udah, kamunya susah banget di bangunin" Jawab Mama Gempi tenang.


Gempi mengerucutkan bibirnya dengan kedua pipi yang mengembung nampak penuh.


"Gempi bawa motor sendiri ya, biar cepet nyampe"


"Gak boleh" larang Pria paruh baya itu cepat."Kamu kalau bawa motor gak peduli dengan keselamatan sendiri"


Gempi mencebik kan bibir pelan."Gempi udah mau telat Pah" katanya memelas.


Pria itu diam tidak menanggapi, Gempi jadi memanukan bibir bawah pasrah. Gadis itu dengan sangat buru-buru menghabiskan roti di piringnya.


"Pelan-pelan" tegur Mamanya lembut melihat kelakuan anaknya itu.


Gempi tidak mendengarkan, ia terus fokus mengunyah hingga akhirnya jadi berhenti sesaat dan melirik ketika tiba-tiba saja ada notifikasi masuk di hape nya. "Hm?" gumam gadis itu saat membaca nama Yohan di layar yang menyala.


Yohan: Gue di depan, kita berangkat bareng


Eh!?


Gempi sontak menegakan tubuh dengan kedua mata melebar tertegun menatap layar HPnya.


"Kenapa nak?" Tanya Papa Gempi heran melihat gurat wajah anaknya itu.


Gempi mengerjap tersadar, menoleh pada Papa nya lalu menggeleng cepat sambil tersenyum lebar tak mengatakan apapun.


Pria paruh baya itu jadi mengangkat alis saat melihat binar di kedua mata Gempi, entah apa yang terjadi sampai Gempi tiba-tiba menjadi sebahagia itu.


"Gempi pamit ya Pah, Mah" Kata Gempi kemudian meneguk habis segelas susu di atas meja hingga habis. "Assalamu'alaikum" Pamitnya mencium kedua tangan orang tuanya lalu langsung ngacir keluar rumah.


Saat keluar dari pintu pagar rumahnya Gempi berdehem pelan berusaha tenang, kemudian barulah menemui Yohan yang sedang duduk di atas motor besar hitamnya sambil menunduk menatap hape di tangan, belum menyadari kehadiran Gempi.


"Kok gak ada ngomong dulu kalau mau ke sini?" tanya Gempi saat sudah berdiri di samping motor Yohan.


Yohan sontak mengakat kepala, kemudian tersenyum ganteng begitu saja."Biar lo gak ada kesempatan buat nolak"


Gempi mengulum bibir bawahnya, lalu melongos pelan saat Yohan sudah tersenyum miring menatapnya lekat.


GANTENG BANGETTTTT!!!!!!


"Ayo, keburu telat" Ajak Yohan menarik lebut tangan Gempi agar segera naik ke motornya."Pegangan" Kata Yohan lagi saat Gempi sudah duduk di atas motor.


"Pegangan di mana?" Tanya Gempi mengerjap polos, lalu menoleh ke belakang mencari behel motor. "Gak ada Yo"


Yohan tersenyum geli melihat gurat wajah Gempi dari spion motor."Pegangan di baju gue Ge"


"Ha?" Gempi tanpa sadar memajukan tubuh sedikit merapat mendekatkan wajahnya di samping kepala Yohan yang tertutupi helem.


Yohan menggigit bibir bawahnya gemas, lalu menoleh ke samping kiri tepat menghadap Gempi."Peluk Gue"


Gempi melotot, refleks menabok keras Helm bagian belakang Yohan. "Cepetan, nanti telat" katanya galak.


Yohan terkekeh pelan, lalu langsung menarik gas pergi.


Gempi yang duduk di belakang cowok itu berusaha tetap tenang menguasai gurat wajah. jantungnya mulai menggila lagi.


Lagi-lagi Gempi gagal moveon.


*****


"Udah baekan nih ceritanya?"

__ADS_1


Gempi menoleh sekilas pada Ayu yang berjalan di samping kananya. mereka berdua sedang menuju ke kafetaria sekolah. "Apa?"


"Perasaan kemaren masih judes aja sama Yohan, eh hari ini tiba-tiba berangkat bareng" Kata Ayu sambil menatap Gempi menyelidik."Kalian dah jadian?"


"Enggak ege" Jawab Gempi menoyor pelan kepala Ayu.


Ayu mencebik pelan."Jadian aja elah" katanya terlihat gereget. "Padahal udah tau saling suka, tunggu apa lagi sih?"


Gempi merapatkan bibir tidak menanggapi itu, ia sendiri tidak tau.


"Keburu di selip Manda, Ge"


"Diam lo" Gempi mendelik tajam menutup mulut Ayu dengan telapak tangannya.


Ayu meronta, menjauhkan tangan Gempi dari mulutnya."Lah emang bener kok, emangnya lo gak tau ya?"


"Hm?" Gempi mengernyit maksimal."Apa?"


"Hm..ini nih, terlalu sibuk love dovey sampe gak tau gosip terbaru"


Gempi mengumpat pelan."Apaan sih emangnya?" tanya gadis itu tak sabaran.


Ayu langsung merapat, kemudian berbisik."Ini gue tau dari temen gue anak kelas IPS 1 yang sekelas sama Manda" Kata Ayu sambil melirik sekitar."Katanya si Manda mau deketin Yohan lagi, soalnya dia mikir si Yohan masih demen ama dia, gila kan"


Gempi mengakat alis, lalu melongos pelan."Oh"


Ayu mendelik."Heh elo mau di tikung, respon lo cuman gitu?"


Gempi melirik sekilas, lalu mengakat bahu santai."Terus gue harus gimana? damprat si Manda, jambak-jambakan kek orang gila?"


Ayu mendengus malas."Serah elo dah"


Gempi merapatkan bibir, membuka pintu kafetaria lalu masuk, di ikuti Ayu mengekor di belakangnya.


kedua mata Gempi bergerak menatap area sekitar. "Duduk di aman bagusnya, Yu"


Ketika Ayu berbalik menoleh ke belakang, gadis itu mengernyit heran tidak menapati keberadaan Gempi di sana."Ge?" Panggilnya sambil menatap sekitar. "Elo di ma.....na?" Nada suaranya melemah seirama dengan kedua matanya yang berhenti tepat pada meja makan di yang gak jauh dari posisinya berdiri.


Ada Gempi di sana, dan beberapa orang cowok lainya yang Ayu kenal.


Yohan, Ciko, Toni.


Dan Manda.


"Seru nih" Kata Ayu langsung menghampiri meja itu siap membantu Gempi kalau mau mendamprat Manda saat ini juga.


"Gue gabung ya" Kata Gampi sambil melipat tangan depan dada.


Ciki dan Toni melirik ke arah Yohan yang tampak tenang-tenang saja.


"Pindah lo" Kata Yohan pada Ciko yang duduk di samping kananya.


Ciko langsung menuruti itu. Tanpa banyak kata langsung berpindah duduk di sebelah Toni.


"Duduk" Kata Yohan mempersilahkan Gempi untuk duduk. "Sama siapa ke sini?" Tanya cowok itu saat Gempi telah duduk di sampingnya.


"Ayu" jawab Gempi dengan intonasi datar.


"Haiii guysss"


Ayu tiba-tiba melompat datang, langsung duduk di samping Manda yang sejak tadi diam saat kedatangan Gempi."Ciko gue sama Gempi belum ada pesan makanan tadi"


"Lah terus napa?" tanya Ciko langsung sewot.


"Pesanin gih, lapar nih gue" Kata Ayu memerintah, tak peduli dengan delikan tajam yang di layangkan Ciko. "Gue chicken katsu sama jus alpukat, kalau elo Ge?"

__ADS_1


"Nasi goreng sama teh anget"


Bukan Gempi yang menjawab tapi Yohan.


Gempi mengangguk pelan membenarkan itu."Sanah Cik" Kata Gempi pada Ciko yang sudah merengut kesal namun tetap pergi menuruti itu.


"Hai Manda" Sapa Ayu menoleh pada gadis yang duduk di sampingnya."Kalem bener lo, itu gak di makan?" Tanya Ayu menatap makanan di depan Manda.


Manda tersenyum tipis, mengusai garis wajah tetap tenang."Ada kok, cuman tadi ngobrol dulu sama Yohan"


Yohan menoleh, namun diam saja tidak menanggapi. Gempi yang melihat itu jadi membasahi bibir bawahnya merasa gerah tiba-tiba. "Gue haus" Kata Gempi sambil meraatkan bahu ke sandaran kursi.


Yohan sontak menoleh, lalu mendorong segelas air putih miliknya ke depan Gempi."Minum"


Gempi diam sesaat, lalu menegakan tubuh meraih segelas air minum yang di berikan Yohan itu, kemudian meneguknya hingga setengah.


"Gerah ya Ge?" Tanya Toni tiba-tiba dengan nada meledek yang kentara."Padahal di sini AC nyala kok"


Gempi mendelik tajam menuturuh cowok itu diam saja.


"Kenapa nih?" Tanya Ciko yang baru saja kembali. "Ngomongin apa?"


"Gak ada" Kata Yohan sebelum Toni kembali menyeletuk sembarangan.


Ayu berdehem tiba-tiba pelan, menoleh kembali pada Manda yang jelas tengah memandangi Yohan dan Gempi yang duduk tepat di depanya."Lo ngomongin apa sama Yohan tadi?"


"Yu" Tegur Yohan lelah, tau betul maksud Ayu menanyakan itu. Namun Ayu tak peduli, gadis itu masih menatap Manda penuh tanya.


Manda sendiri nampak tenang, balik menatao Ayu. "Bukan hal penting kok, cuman ngomongin soal masa lalu kita aja"


Ayu sontak tertawa smabil menatap ke arah Yohan."Lo ngomongin masa lalu yang mana Yo? yang elo di selingkuhin itu atau yang mana nih?"


Yohan mendelik lalu menghela nafas pelan."Berisik lo"


"Dih biarin" Balas Ayu masa bodo.


Manda menelan ludah, merasa tenggorokanya kering tiba-tiba."Em..bukan gitu Yu"


Ayu menoleh, mengerjap dua kali."Eh bukan ya, sorry deh kalau gitu" Katanya santai


Toni dan Ciko saling melempar pandang, lalu mengulum bibir ke dalam, diam tidak mau ikut campur.


"Manda"


Semuanya sontak menatap ke arah Gempi. Gadis itu mengakat siku di atas meja lalu menopang dagu menatap Manda lurus."Bukanya Yohan udah nolak, gak mau balikan sama lo ya?"


Manda tertegun, bergerak salah tingkah di tempatnya."Ge–"


"Lo gak lagi maksa deketin Yohan kan?" Tanya Gempi lagi makin balak-blakan.


Ayu tersenyum bangga, Ciko dan Toni sudah batuk-batuk tidak jelas, Yohan sendiri diam terpaku menatap Gempi sejak tadi.


"E-enggak kok Ge, gue cuman mau–"


"Temenan?" Gempi kembali menyela, entah kenapa dia tidak mau memberikan Manda kesempatan untuk mengatakan alasan apapun."Gak bakal gue ijinin" katanya begitu saja.


Manda mengernyit, garis wajahnya berubah mendengar itu."Kenapa, gue cuman mau temenan kok salahnya di mana, dan.. elo bukan pacarnya Yohan kan?"


"Emang gak pacaran" Jawab Gempi tenang, ia kemudian menegak kan tubuh."Tapi cowok ini–" Katanya sambil menunjuk Yohan di sampingnya."–Punya gue" lalu menujuk dirinya sendiri.


Ucapan itu sontak membuat Ciko, Toni dan Ayu langsung ternganga kaget mendengarnya.


Yohan sendiri sudah mengulum bibir, berusaha mengendalikan diri.


"Gemes banget sih"–Ucap Yohan dalam hati sudah ambyar tak karuan.

__ADS_1


*****


__ADS_2