
Yohan terlihat duduk di bawah pohon rindang dekat aula sekolah, memandangi anak-anak basket yang sedang bermain di lapangan sana.
Tatapan cowok itu nampak kosong, bahkan saat bola basket melayang nyaris mengenai kepalanya, Yohan tak bergeming sama sekali.
Banu yang berlari mengambil bola mengernyit melihat itu."Kenapa lo?" Tanyaanya sambil menendang pelan kaki Yohan yang selonjoran di atas rumput.
"Masih galau?" Tanya Banu lagi dengan nada meledek.
Yohan mencebik kesal terusik."Diam lo" Katanya galak.
Banu mencibir, lalu melemparkan bola ke lapangan dan memberi tanda pada teman-temanya bahwa ia berhenti bermain.
Kini Banu ikut duduk samping Yohan, ikut memandangi angota tim basketnya yang sudah lanjut bermain.
"Lupain aja elah" Ucap Banu pada Yohan."Banyak cewek yang mau sama elo, elonya malah stuck di masa lalu" Katanya seolah tau apa yang sedang ada di pikiran Yohan.
Yohan melirik sekilas, lalu menghela nafas."Susah ege, udah pernah gue coba tapi gagal" Balas Yohan jadi sewot.
Banu merapatkan bibir, diam sesaat."Padahal udah ada Gempi" Gumam Banu nyaris berbisik, membuat Yohan jadi menoleh dengan sebelah alis terangkat."Kenapa gak sama dia aja?"
"Dia teman gue" Kata Yohan membantah."Gege juga gak mau baper-baperan sama teman sekelas, jadi gak mungkin" Lanjutnya kembali memandang ke depan.
"Yaudah kalau gitu" Banu tersenyum miring."Gempi nya sama gue aja, kebetulan gue kemarin gagal ngegebet cewek" Katanya santai tanpa beban.
Membuat Yohan tak tahan dan langsung menabok keras kepala kapten basket itu."Tobat lo" Katanya jengah.
Banu meringis, lalu memajukan bibir bawah sambil mengusap kepalanya yang terasa agak nyeri. "Kenapa sih! eh gue tuh Arjuna pencari cinta"
"Nama lo Banu bukan Arjuna" Balas Yohan sewot."Lo–" Ucapan cowok itu terhenti saat HP di kantong celananya berbunyi tanda notifikasi masuk.
Yohan merogoh HP itu, lalu segera membuka notifikasi tersebut. "Hn?" Gumamnya saat melihat nama pengirim yang tertera di layar itu.
Banu diam-diam mengintip, lalu mengernyit saat melihat nama Manda di sana.
Manda: Yo, gue butuh elo sekarang
Manda: Reno nolak gue
Dua pesan yang membuat Yohan langsung beranjak pergi begitu saja, membuat Banu tak tahan jadi mencibir keki melihat itu.
****
"Rapat kita selesai sampai sini aja, terimakasih atas kerja samanya" Ucap Gempi pada agota tim radionya.
Gadis itu mengemasi barang-barangnya, lalu beranjak dari kursi hendak keluar dari ruang radio itu.
"Mau bareng?"
__ADS_1
"Hn?" Gempi menoleh pada cowok yang berjalan di belakangnya itu. Kelvin.
"Ke kelas, kan searah"
"Boleh" Jawab Gempi seadanya sambil tersenyum simpul. Lalu kembali menoleh ke depan membuka pintu ruangan dan keluar, di ikuti Kelvin yang kini berpindah di samping cewek itu jadi berjalan bersisihan.
"Eh Vin, lo udah tau gak?"
"Hm?" Kelvin mengakat alis menatap geli gadis di sampingnya ini. Pasti gosip baru."Apa?"
"Si Laura kemarin keciduk lagi 'itu-itu' sama siswa kelas dua belas di belakang gudang" Bisik Gempi heboh."Terus-terus katanya sekarang dia tuh udah hamidun"
"Lo dapat info dari mana sih?" Tanya Kelvin terkekeh.
"Yehhh gue survei sendiri lah, langsung turun lapangan gue" Kata Gempi sambil menepuk dada bangga."Gue mau jual nih info ke anak mading"
Kelvin menggeleng pelan, lalu menatap koridor kelas sebelas yang nampak ramai itu. Sebentar lagi mereka akan sampai di kelasnya Gempi.
Tapi Kelvin... Masih ingin lebih lama di dekat cewek itu.
"Ge"
"Ya?"
"Temenin gue ke perpus bentar ya" Kata Kelvin dengan wajah memohon penuh harap.
Gempi mengerjap, ia lalu melirik ke arah kelasnya yang tinggal beberapa langkah lagi. "Emm oke deh, gak lama kan tapi?"
Akhirnya dia orang itu putar balik menuju ke arah berlawanan.
Selama perjalanan Gempi terus mengoceh tentang semua gosip-gosip baru yang ia ketahui, Kelvin sendiri hanya diam mendengarkan dengan seksama walau sesekali tertawa gemas melihat tingkah lucu yang di tunjukan gadis itu.
Hingga tanpa terasa, mereka akhirnya tiba di perpustakaan sekolah. Kelvin langsung menuju ke arah meja pengawas perpus, sedangkan Gempi katanya mau melihat-lihat buku novel sebentar.
Gadis itu berjalan pelan menyusuri rak-rak buku dengan mata bergerak teliti siapa tau menemukan novel yang menarik."Ck gak ada yang baru ya" Bisik Gempi saat sudah sampai di ujung rak. "Males ah" Ucapanya yang kemudian beranjak pergi.
Namun saat berbalik, kedua matanya tanpa sengaja melirik lalu jadi menoleh penuh ke arah sudut ruangan yang sepi.
"Yohan?" Gumam Gempi memastikan penglihatannya.
Sosok cowok yang berdiri membelakanganya itu. Yohan kan.
"Dia sama siapa?"
Penasaran, Gempi jadi mendekat.
Hingga saat tepat berada di dekat keberadaan dua orang itu. Gempi langsung menghentikan langkah terpaku begitu saja.
__ADS_1
Gadis itu tanpa sadar menahan napas dengan kedua mata melebar.
Ternyata benar, cowok itu Yohan yang tengah mengusap lembut kepala gadis cantik yang tengah menangis tersedu-sedu. Manda.
"Gempi?"
Kelvin yang tiba-tiba datang mengeryit bingung melihat cewek itu diam sendiri di tempat sepi ini."Gue cariin dari tadi ternyata di sini" Katanya belum menyadari situasi.
Gempi mengerjap tersadar.
Bukan karena tepukan Kelvin di bahunya, tapi karena dua orang yang tak jauh di depannya itu tiba-tiba menoleh ke arah Gempi membalas tatapan gadis itu.
"Balik yuk, udah gak ada lagi kan?"
Gempi mengangguk, menghindari pandangan Yohan yang lurus ke arahnya. "Ayo balik" Jawabnya parau.
Kelvin mengakat alis mendengar itu. Curiga, cowok itu jadi ikut menoleh pada apa yang di pandangi Gempi sesaat yang lalu.
"Itu teman sekelas elo kan, si Yohan?" Tanya Kelvin, Gempi diam saja."Gak mau samperin dulu?" Tanyaanya lagi saat melihat tatapan Yohan yang begitu dingin ke arahnya.
"Gak" Jawab Gempi menggeleng cepat lalu langsung beranjak pergi dari situ meninggalkan Kelvin yang kebingungan sendiri.
Kelvin diam sesaat menatap lekat sosok Gempi yang sudah menghilang dari pandangan. Cowok itu merapatkan bibir lalu balik menoleh ke arah Yohan yang masih bergeming di tempatnya.
Kelvin mengerakan kaki melangkah tenang menghampiri cowok itu."Cuman lo liatin aja?" Tanya Kelvin pada Yohan.
Yohan membasahi bibir bawahnya, lalu menelan ludah."Maksud lo?"
"Kejar lah bego"
Yohan mendelik tiba-tiba di katai oleh orang yang tidak akrab dengan ini.
"Kalian cuman mantan kan, kenapa malah mojok berdua di sini?" Tanya Kelvin lagi menyudutkan.
Manda melebarkan mata dengan kepala menggeleng cepat."Gak berdua aja kok, tadi ada teman-teman aku ju...ga–Loh?!" Manda tiba-tiba panik menatap sekitarnya.
"Dea sama Cika mana?" Tanya Manda bingung, Lalu menoleh pada Yohan meminta jawaban.
"Pas datang, gue cuman lihat elo sendiri di sini" Jawab Yohan apa adanya.
Manda diam sesaat, lalu mengernyit dalam menyadari sesuatu."Tunggu, gimana bisa lo tau gue ada di sini? Siapa yang ngomong ke elo?"
Yohan ikut mengernyit heran."Kan elo yang ngechat gue tadi"
Menda langsung mengumpat dalam hati. Pasti ini rencana dari kedua temanya itu.
"Yo, bukan gue yang ngirimin elo chat" Jelas Manda pelan."HP gue ada sama Dea sekarang" Lanjutnya menyebutkan salah satu nama temanya itu.
__ADS_1
"Ha?!" Yohan mendelik tajam. "lo bercanda?!" katanya tersinggung."Sial!" umpat cowok itu langsung berlari keluar dari perpustakaan dengan perasaan kecewa.
***