WAKETU GAMON (SHS 1)

WAKETU GAMON (SHS 1)
Pelukan


__ADS_3

"Yo, Gege nya mana?"


Yohan yang tengah duduk tenang sambil menatap hape di tangan jadi menoleh pada si bendahara kelas itu. Wenda.


Yohan mengakat alis tersadar, ia kemudian menatap bangku yang di duduki Gempi tadi. Masih kosong.


"Tadi katanya ke wc" Jawab Yohan terlihat heran sendiri."Tapi kok lama ya, belum ada balik?" Katanya kembali menatap Wenda."Emang kenapa?"


"Mau ngomong sesuatu sih" Kata Wenda menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Nanti aja deh kalau gitu" Lanjutnya kemudian pergi dari situ.


Yohan mengernyit tidak paham namun kembali menunduk pada HP tidak peduli banyak.


"WEH WEH WEH"


Yohan berdecak kesal merasa terusik, menoleh ke arah pintu kelas dimana Kesya baru saja masuk dengan heboh.


"Apa Kes?" Tanya Ayu tidak menoleh, masih fokus pada kartu remi di tangannya.


Reno langsung melompat mendekat, bersama Ciko dan Toni penasaran.


"Tadi pas dari kantin gue lewat depan wc kan ya–"


"Lah emang iya, kan itu jalanya"


"Diam dulu" Kata Kesya melotot galak."Terus kan, gue liat kok rame-rame orang ngumpul di depan wc"


"Ngantri kali" Ciko kembali menyeletuk, Reno langsung turun tangan membekap mulutnya sebelum kena amuk Kesya.


Kesya menghela nafas, kembali melanjutkan."Terus karena penasaran gue tanya sama salah satu orang di situ. Katanya ada yang tubir, cewek empat orang"


Yohan tiba-tiba langsung berdiri kemudian berlari cepat keluar dari kelas membuat teman-temanya bingung menatapi itu.


"Yohan punya jiwa kepo yang besar juga ternyata, sampe lari gitu pas dengar ceritanya Kesya" Celetuk Suli hanya melirik sekilas.


Wenda juga tiba-tiba berdiri, melotot ke arah teman-teman kelasnya. "Tadi... Yohan sempat bilang kalau Gempi lagi ke wc, cuman belum balik sampe sekarang"


"WAH ANJIR" Ayu langsung melompat berdiri kemudian langsung berlari keluar kelas menyusul Yohan.


"PANTESAN SI YOHAN LANGSUNG NGACIR GITU AJA" Kata Toni heboh ikut berlari pergi di ikuti dengan teman-temanya yang lain.

__ADS_1


***


"KYAAAA RAMBUT GUEEE!"


Yohan menyeruak masuk di antara orang-orang yang mengerumbuni pintu wc itu. Cowok itu bisa mendengar pekikan nyaring beberapa cewek di dalam sana.


Hingga saat tubuhnya berhasil masuk, Yohan ternganga kaget dengan kedua mata melotot, speechless melihat pemandangan di depan matanya saat ini.


Manda sudah tersungkur ke lantai sambil menangis tersedu-sedu. Dan kedua gadis lainya tampak sudah acak-acakan berusaha melepaskan diri dari jambakan Gempi.


Yohan mengumpat pelan kemudian berjalan mendekat, memeluk tubuh gadis itu dari belakang menariknya menjauh, berusaha melepaskan gengganam tangan Gempi dari rambut kedua gadis itu.


"GUE BOTAKIN LO SEMUA!" Teriak Gempi menggila semakin menarik rambut Cika dan Dea hingga membuat kepala mereka menunduk nyaris menyentuh lantai.


"Ge udah Ge, ini masih di sekolah" Kata Yohan berusaha menenangkan, terus mencoba melepaskan tangan Gempi dari rambut Cika dan Dea.


"WOY WOY WOY MINGGIR ITU TEMAN GUE YANG DI DALAM"


Beberapa gerombolan orang menyeruak masuk berdesak-desakan.


Yohan menoleh melihat Ayu muncul dari sana di ikuti Wenda, suli dan Kesya.


"BUSET GEGE KERASUKAN JIN WC, KYAAAA" ini Reno yang tiba-tiba berteriak tidak jelas saat melihat Gempi.


"Loh, Pak Jimi bukanya sama Miss.Anya?" Tanya Yono heran menyebutkan nama si guru penjas ganteng dan Guru bhs. Inggris itu.


"Bodo amat woy, itu cepetan di pisahin" Kata Hendra menabok kepala mereka agar sadar.


Reno langsung melompat maju menarik Dea menjauh juga Ciko yang berusaha melepas jambakan Gempi. Toni menarik Dea mengamankan gadis itu yang sudah menangis minta ampun.


Hendra sendiri sibuk menenangkan Ayu, Suli dan Kesya yang sudah pasang taring ingin ikut membela Gempi, tidak terima temanya di kroyok begini.


Wenda pusing, mendekat pada Manda menenangkan gadis itu.


Yohan memeluk erat Gempi, Saat tangan gadis itu berhasil di lepaskan dari rambut Dea dan Cika, Yohan langsung menariknya menjauh dan mengurung tubuh gadis itu di pelukanya. "Udah-udah kalem dulu" katanya lembut mengeratkan pelukanya sebab gadis itu terus meronta ingin menerjang lawanya kembali.


"Kita keluar sekarang" Kata Yohan langsung menarik Gempi keluar dari tempat itu, meninggalkan jeritan mengadu dari kedua gadis yang penampilanya sudah berantakan di buat Gempi.


Sisanya Yohan serahkan pada teman-teman kelasnya.

__ADS_1


Yohan terus menarik tangan Gempi, membawanya menuju ke arah tangga menuju UKS yang jarang di lalui murid-murid SHS.


Yohan mendudukan Gempi di anak tangga paling bawah, lalu menekuk lutut, berjungkok di depan gadis itu. "Apa alasan lo sampe kayak gitu? mereka buat salah apa sama elo?" tanyanya langsung dengan nada lembut.


Gempi membuang muka, emosinya belum reda."Gila aja gue di katain ngejampi-jampi elo, hanya karena elo yang nolak bekal pemberiannya Manda" Kata Gempi kesal, wajahnya memerah penuh.


Yohan mengakat alis."Mereka ngomong gitu?"


"Iya" jawab Gempi merengut sewot."Makanya Gue jambak lah, gila aja gue terima di katain kayak gitu, mampus tuh gue botakin" Katanya mengingat sudah membuat rambut Cika dan Dea rontok banyak.


Yohan tersenyum tipis."Hm, jangan biarin mereka ngomong sembarangan tentang elo" Kata Yohan sambil mengusap pipi Gempi, ada goresan di sana."Nanti sisanya biar gue yang urus" Kata cowok itu, menyinggung soal Gempi yang pastinya akan berurusan dengan BK juga Penegak disiplin (PD) setelah ini.


Gempi merapatkan bibir, perlahan meredupkan mata, emosinya hilang seketika. "Gue.. minta maaf" Katanya merasa bersalah lagi-lagi membebani wakil ketua kelas ini.


"Udah tugas gue" Jawab Yohan tenang, kemudian duduk di samping Gempi menatap gadis itu dalam."Harusnya tadi gue gak biarin elo pergi sendiri ke wc, elo di lepas bentar tiba-tiba udah buat tiga orang nangis"


Gempi mencebik pelan."Bodo" Kata Gempi tak peduli.


Yohan tertawa geli, gemas melihat itu."Masi marah gak?"


Gempi mengulum bibir, kemudian menggeleng pelan menjawab itu. Yohan mengangguk sambil memajukan bibir bawah."Bagus deh, jadi gue gak ikut kena amuk di sini, mana tempat nya sepi lagi gak ada yang lewat"


Gempi mendelik tajam lalu menepuk lengan Yohan kesal."Apaan sih, sinting!"


Yohan tertawa lepas merasa terhibur setiap kali berhasil mengisengi gadis ini."Mau peluk gak?"


"Hm?"


"Biar tenang"


Gempi melebarkan mata, merasa dadanya kembali berdesir aneh. "Apaan sih, modus lo" katanya mendorong wajah Yohan menjauh.


"Serius Ge, mumpung gak ada yang liat"


Gempi mendelik tajam kembali menabok lengan Yohan, membuat cowok itu tertawa lagi namun tiba-tiba terdiam kaku saat tubuh Gempi merapat dengan kedua tangannya yang melingkar memeluk tubuh Yohan.


Yohan menelan ludah.


"Kayak gini?" Tanya Gempi berbisik, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah padam, gugup bukan main.

__ADS_1


Yohan menggigit bibir bawahnya, perlahan ikut melingkarkan tangan pada tubuh Gempi, membalas pelukan cewek itu. "Iya, kayak gini"


***


__ADS_2