
Gempi berjalan memasuki kelas, gadis itu baru saja kembali dari kantin bersama Fannya, Wenda dan Raya.
Kedua kakinya melangkah tenang, namun diam-diam berusaha mencuri pandang ke arah bangku pojok depan sana.
Pada ketiga cowok yang sepertinya sedang bermain game moba. Umpatan kasar yang keluar dari mulut Reno terus terdengar.
Yohan sendiri nampak tenang fokus ke layar ponsel nya tidak menyadari kehadiran Gempi yang baru saja lewat di depan mejanya itu.
"Cuman liatin doang, gak di ajak ngomong" Cibir Raya pelan yang berjalan di samping Gempi.
Gempi mendelik lalu menyikut perut Raya menyuruhnya diam. "Gue ajakin ngomong juga gak bakal di respon" balasnya sewot.
"Dia tuh lagi ngambek ke elo Ge" Kata Raya sok tau."Minta maaf gih" lanjutnya mencolek kecil lengan Gempi.
Gempi duduk di kurainya lalu menatap Raya malas."Gue gak ada salah kok"
Raya mendengus, kini berdiri di samping meja Gempi."Kalau emang lo gak ada salah, kenapa Yohan kayak gitu sama elo coba?" Tanyanya pelan agar yang lain tidak mendengar."Tuh anak paling gak bisa marah sama elo Ge, semua orang juga tau kali"
Gempi diam tak menyangkal itu.
"Ini pertama kalinya dia nyuekin elo"
Gempi menghela nafas, lalu melongos pelan."Masalahnya gue gak tau salah gue di mana"
"Makanya tanya Ge" kata Raya gemas."Tanya sama Yohan"
Gempi diam tak dapat membalas lagi.
"Jangan terlalu lama mikir, takutnya lo telat" Ucap Raya kemudian berlalu pergi meninggalkan Gempi yang mengeryit samar mencerna ucapan itu.
"Yo, mau ke mana?"
Gempi sontak menoleh saat mendengar suara Roni yang bertanya kepada Yohan. Yohan terlihat memasukan hape ke kantong celana lalu berjalan keluar dari kelas tanpa menjawab apapun.
"Ck kebiasaan" Cibir Roni kesal lalu kembali masuk ke dalam game.
Gempi sendiri masih menatap lekat ke arah pintu kelas. Bertanya-tanya dalam hati, mau kemana Yohan sampai terburu-buru begitu.
"Minta maaf Ge"
"Tanya Yohan salah lo apa"
Dua kalimat yang tiba-tiba muncul di kepalanya itu, membuat Gempi tanpa berpikir lagi langsung beranjak dari kursi dan keluar kelas sambil belari kecil.
"Tuh anak kemana sih, cepat banget ngilangnya" Kata Gempi sambil terus menggerakan mata ke segala arah mencari sosok Yohan di tengah koridor yang ramain ini.
"Eh, ada liat Yohan lewat sini gak?" Tanya Gempi pada salah satu anak kelas 11 MIPA 3 yang sedang duduk di depan kelas.
"Barusan lewat" Jawab cewek rambut sebahu itu.
"Ke arah mana?"
"Naik ke IPS dia" jawab Cewek itu sambil menunjuk tangga yang mengarah ke lantai dua, letaknya kelas sebelas IPS.
Gempi mengakat alis, ia diam sesaat tiba-tiba jadi ragu dan berpikir untuk balik saja ke kelas.
Tapi, rasa penasarnya lebih kuat. Hingga akhirnya kedua kaki kadis itu kembali melangkah menaiki tangga menuju lantai atas.
Entah kenapa feeling nya mengatakan Yohan ada di kelas IPS 1, kelasnya Manda.
Dan benar saja.
__ADS_1
Gempi berhenti di ujung tangga, melihat jelas Yohan yang sedang berdiri berhadapan dengan Manda di depan kelas IPS 1.
Gempi mengerjap-ngerjap sesaat, kemudian menyipitkan mata penasaran saat melihat gurat sedih di wajah Manda."Kenapa tuh?" Jiwa keponya langsung meronta-ronta.
"Ck kurang jelas" Kesalnya saat merasa percakapan Manda dan Yohan sayup-sayup di pendengarnya. "Maju dikit aja kali ya?" Katanya kemudian mengambil empat langkah ke depan.
"Tapi Yo–"
"Gue gak bisa Man" Kata Yohan dengan intonasi datar, namun terdengar tegas.
Manda menggeleng cepat, lalu meraih kedua tangan Yohan menggengam nya erat.
Gempi yang melihat itu sontak melotot tajam dan nyaris melompat maju.
"Elo masih suka sama gue kan?" Tanya Manda menatap lekat kedua mata Yohan."Lo masih suka sama gue" katanya keras kepala.
Yohan menghela nafas."Lo nelfon gue berkali-kali ngajak ketemu cuman buat ngomongin ini?" Yohan tampak lelah."Minta gue balikan sama elo?"
Gempi ternganga lebar, hampir saja mengumpat mendengar itu. "Wahhh habis di tolak Reno, sekarang balik lagi ke Yohan" bisiknya kesal.
"Ngapain lo?"
"WANJER!!" Gempi latah sampai melompat kaget menjauh dari orang yang tiba-tiba muncul di belakangnya itu."Apaan sih lo?"
"Lah, gue cuman nanya" Ucap Banu mengaruk kepalanya heran melihat reaksi Gempi yang segitunya."Kenapa sih?"
"Elo ngagetin gue!" Gempi melotot."Asalamualaikum dulu bisa gak sih"
Banu mencibir pelan."Sensi mulu"
"Ya karena elo" Balas Gempi sewot. "Dah dah dah sana lo, ganggu banget"
"Emang lo ngapain sih berdiri aja di tengah koridor gini?" Tanya Banu mengernyit heran.
"Dih" Banu mendelik kesal."Bilang aja lo lagi kepoin orang, dasar lambe turah–ANJ WOY!" ucapan Banu terpotong saat sebuah telapak tangan tiba-tiba mendorong wajahnya menjauh.
Gempi langsung menoleh, lalu tertegun mendapati kehadiran Yohan yang tau-tau sudah berdiri tepat di belakangnya kini.
"Bacot banget lo" Kata Yohan sambil menjauhkan tanganya dari wajah Banu."Ayo Ge"
"Eh, bentar woy bentar" Kata Gempi Menahan tangan Yohan yang main menariknya begitu saja.
"Apa? masih mau berantem sama Banu?" Tanya Yohan berbalik ke arahnya. Gempi merapatkan bibir tak menjawab lalu menoleh ke belakang, mencari keberadaan Manda.
"Itu Manda kenapa di tinggalin?" Tanya Gempi melihat Manda yang masih berdiri di depan kelas itu memandangi mereka tak terbaca.
Yohan mengakat sebelah alis, ikut menoleh pada Manda sekilas kemudian kembali menatap Gempi."Maksud lo gue harus ikut bawa dia balik ke kelas gitu?"
Gempi langsung merubah garis wajah, gadis itu melongos kasar."Gue gak ada ngomong gitu ya"
Yohan diam menatap Gempi lekat, melihat bibir gadis itu mengerucut kecil.
"Maksud gue, kok lo pergi gitu aja, emang pembahasan kalian udah selesai"
"Hm, udah" jawab Yohan tenang.
Gempi langsung menoleh, matanya melebar memandang Yohan."Udah?" Tanyanya memastikan.
Yohan mengangguk saja.
Gempi mengerjap-ngerjap beberapa saat, lalu langsung melepaskan genggaman Yohan di tangannya."Oh, gitu"Katanya ketus, kemudian melangkah pergi melewati Yohan begitu saja.
__ADS_1
Kedua kaki Gadis itu terasa lemah menuruni setiap anak tangga. Gempi menggigit sudut bibirnya gusar, hatinya terasa tidak tenang.
"Barengan"
Sebuah tangan dari arah belakang menarik lengan Gempi menahan gadis itu.
Gempi terhentak pelan, lalu menoleh."Ha?" Balasnya agak linglung, menatap Yohan bertanya.
Yohan mengernyit samar, lalu tanpa kata melangkah turun ke dua anak tangga hingga akhirnya berdiri tepat di depan Gempi dengan tinggi yang jadi sejajar. "Kenapa kesini?" Tanya Yohan kalem."Ngikutin Gue?"
Gempi langsung menarik tanganya, gelagapan."Enggak ya, ngapain juga" Balasnya tidak santai.
Yohan mengangguk pelan."Terus elo ngapain kalau gitu gue tanya?"
Gempi merapatkan bibir, matanya bergerak ke segala arah mencari alasan.
"Lo nguping kan tadi?" Tuduh Yohan saat melihat gurat wajah gadis itu yang nampak panik."Gak usah ngeles"
Gempi mencebik kesal, kemudian menatap Yohan tepat sambil melipat tangan di depan dada."Elo udah balikan sama Manda?" Tanya Gempi blak-blakan tak lagi menahan diri, mengungkit percakapan Manda dan Yohan tadi yang sempat membuatnya ketar-ketir.
Yohan mengakat sebelah alis melihat itu."Kenapa emang?" Tanya Yohan menantang.
Gempi melotot galak."Lo balikan?" Tanya gadis itu dengan suara yang naik satu oktaf.
"Kenapa reaksi lo gitu?" Tanya Yohan tersenyum miring."Lo gak terima?"
Gempi merapatkan bibir, lalu melongos kasar tak mau menjawab.
Yohan diam sesaat, lalu menghela nafas pelan."Kenapa? elo sendiri kan yang bilang mau moveon dari gue, terus kenapa reaksi lo kayak gak terima gini?"
Gempi spontan menoleh, matanya melebar kaget."Lo tau dari mana?"
"Hendra yang cerita, Katanya lo mau nyerah" Jawab Yohan datar.
Gempi mendengus, kembali membuang muka merasa kesal di hianati tetangganya itu. Awas aja, bakal Gempi lemparin batu gede ke rumah Hendra habis ini.
"Ge?"
Gempi berdecak pelan."Gue tuh ada salah apa sih sama elo?"
Yohan agak termundur pelan saat Gempi tiba-tiba menatapnya galak.
"Emang benar gue ngikutin elo sampai sini, cuman buat nanya sama elo salah gue apa sampe lo terus menghindar dari gue dua hari ini" Muka Gempi memerah emosi."Salah gue apa ha?"
Yohan membasahi bibir bawahnya, diam sebentar menatap kedua mata Gempi dalam."Salah elo, lo nyuruh gue buat lupain perasaan suka elo ke gue."
"Ngaruh ya buat lo?" Tanya Gempi heran.
"Ngaruh banget Ge" Kata Yohan kesal. Gempi langsung diam tertegun.
"Kenapa?" Tanya Gempi pelan, merasa gugup.
"Menurut lo?"
Gempi ternganga, ia memejamkan mata erat, lalu mendegus kasar."Kenapa malah nanya balik sih" Katanya emosi."Gue gak tau, gak peduli, pergi lo jauh-jauh dari gue"
Yohan mengerjap panik gadis di depannya ini tiba-tiba mengamuk. "Ge, tunggu du–"
"Apa?!" Gempi melotot."Pergi aja sama Manda, kalian udah balikan kan, selamat" Kata Gempi yang kemudian berlalu pergi.
Meninggalkan Yohan yang diam ternganga melihat itu. "Lah... kok jadi gini?"
__ADS_1
***