WAKETU GAMON (SHS 1)

WAKETU GAMON (SHS 1)
Reno dan Yohan


__ADS_3

Yohan melangkah tenang ke luar dari aula sekolah, tadi baru saja selesai menemui pak Jonat si guru olahraga yang meminta agar kapten basket dan futsal berkumpul untuk membicarakan pertandingan yang sudah semakin dekat.


"Yo, main basket bentar yuk" Ajak Banu saat mereka hampir dekat dengan lapangan basket. "Lo kan jago juga"


Yohan menggeleng menolak itu."Males Nu, ke kelas aja gue"


Banu berdecak, lalu dengan paksa menarik tangan Yohan menuju lapangan. "Bentar aja elah, dah lama gue gak lawan elo main"


Yohan mendengus, akhirnya pasrah saja.


"Seno, lempar bolanya!" Teriak Banu pada teman tim basketnya itu.


Seno menoleh, lalu melemparkan bola itu pada Banu yang langsung menangkapnya tepat.


Yohan diam di tempat, saat Banu di depanya sudah mulai mendrible bola.


"Yo! Ck ah mala diam anying!" Kata kapten basket itu kesal. "Ayo"


Yohan merapatkan bibir, kemudian dengan ogah-ogahan mengejar Banu yang sudah membawa bola ke ring basket.


Masuk!


Banu berhasil mencetak poin.


Sekarang giliran Yohan, pemuda itu Mendrible bola dengan santai."Gue mau nanya" Kata Yohan saat Banu berdiri di depannya menghalangi gerakan Yohan.


"Apaan?" Tanya Banu sambil fokus merampas bola dari tangan Yohan.


"Tentang Manda" Ucap Yohan nyaris berbisik.


"Ck elahh..ngapain sih udah mantan woy, masih aja" Ucap Banu kesal saat gagal merampas bola itu, dan akhirnya Yohan berhasil mencetak satu poin.


"Elo sekelas sama dia, jadi pastinya lo tau kan"


Banu tampak tidak minat, ia kemudian berlari mengambil bola di ikuti Yohan di belakangnya.


Mereka mulai bermain lagi."Dia ada bilang lagi dekat sama siapa, gak?"


Banu melirik, ia diam sesaat."Nggak ada" Katanya melompat tinggi lalu melempar bola, dan berhasil memasukan lagi bola ke ring."Kenapa nanya-nanya?"


Yohan diam saja, membuat Banu mengumpat pelan. "Malah bengong" Kata Banu kesal.


"Kita mulai dekat lagi" Ucap Yohan akhirnya. Pemuda itu tersenyum tipis.


Banu sontak menoleh dengan garis wajah nampak tak percaya seolah Yohan baru saja mengatakan suatu hal yang konyol.


"Serius ege" Kata Yohan saat melihat reaksi Banu.


Banu meringis, lalu menggaruk belakang kepalanya. "Masa sih?" Ujaranya masih tidak yakin."Katanya naksir sama Re–EH!"


Yohan mengernyit."Ha?"


"Ha?" Banu langsung melotot dengan mulut terbuka, jadi gelagapan melihat tatapan selidik dari Yohan."A-HAHAHAHAHA"


Yohan mendelik tak paham."Apaan sih, lo tadi ngomong apa?"

__ADS_1


"Ha apa? Siapa? Gue?" Tanya Banu berlagak bodoh.


Yohan mencebik kesal lalu menendang bokong Banu lumayan keras. "Ngomong cepet gak usah belagak gak tau"


Banu merapatkan bibir, gurat wajahnya terlihat panik."elahhh gak usah deh ya, di mutilasi gue nanti sama si Manda"


"Cepetan" Kata Yohan tak mau berbelit-belit.


Banu memajukan bibir bawah, cemberut. "Ck elo yang maksa gue ya"


"Bacot lo"


Banu mendelik kesal.


"Manda–" Banu meringis merasa ragu."–dia lagi naksir seseorang Yo, dan itu bukan elo"


Yohan terdiam kaku dengan garis wajah yang perlahan berubah, menjadi datar tak terbaca.


Banu jadi risau melihat itu."Tuh kan ah, elo sih nanya-nanya mulu"


"Siapa?"


"Eh?" Banu mengangkat alis tinggi."Apanya?"


"Siapa orang yang di suka?"


Banu berdecak kesal tak habis pikir. "Udah deh ya, gak usah cari ta–" Ucapanya langsung terhenti saat melihat tatapan tajam yang di berika Yohan.


"A–anu itu, cowok yang sekelas sama elo, sering main futsal bareng"


****


Classmate itu adalah surganya anak-anak sekolah.


"SAMBALA SAMBALA BALA SAMBALADO TERASA PEDAS TERASA PANAS"


"PANAS!!" Yono dan Yolan menimpali dengan semangat.


"SAMBALA SAMBALA BALA SAMBALADO MULUT BERGETAR LIDAH BERGOYANG"


"CINTAKU SEPERTI SAMBALADO"


"AH AH" Reno dan Sofi melompat bersorak gila, ikut bergabung bersama personil koplo itu.


Raya dan Suli memandangi mereka dari tempat duduknya, menertawai itu sampai perutnya keram, bahkan sekarang ketiga gadis itu sudah lesehan di lantai kehabisan nafas. "Anjir si Sofi malah nari ular" Katanya di sela-sela tawa.


Kesya dan Ciko. Sudah lompat sana sini mengacungkan HP merekam momen itu.


Kelas IPA 2 seperti biasa sudah ribut pagi-pagi begini. Ayu di tengah kelas sana menyanyi heboh, berdiri di atas kursi dengan kaki satunya yang terangkat di atas meja.


Namanya aja yang Ayu, sikapnya enggak.


Selain itu di pojok kelas sana ada Toni, Hendra Wenda dan Zeno yang sedang bergosip ria.


Hendra tidur, Toni dengan Zeno bermain game tapi mulut mereka tidak berhenti menanggapi topik panas yang di bawakan Wenda.

__ADS_1


Suli dan Raya yang awalnya bergabung bersama mereka tanpa sadar jadi memisahkan diri saat Ayu mulai tarik suara, dengan Yono yang mulai menepuk-nepuk meja mengantikan posisi Toni.


Yohan sebagai wakil ketua kelas yang biasa mengatur keadaan sedang tidak berada di tempat, entah kemana sejak jam istirahat sampai sekarang belum juga balik.


"DI DALAM LIDAH MU ITU MENGANDUNG BARA APA YANG MEMBAKAR HATI"


"ASEK ASEK JOS"


"DI DALAM LIDAH MU ITU MENGANDUNG RACUN TIKUS YANG MEMATIKAN KANNYA"


"YIHAAA"


Di tengah kerusuhan itu, seseorang memasuki kelas dengan langkah cepat.


Semua orang menoleh, keadaan sempat hening sesaat namun kembali heboh tak peduli saat tau jika orang itu adalah Yohan.


Mereka pikir pak Bibit si guru BK yang datang lagi buat negur.


Berhenti di depan pintu, Yohan menggerakan mata memandangi suasana kelas yang rusuh. Pemuda itu mengeraskan rahang dengan kedua tangan terkepal erat ia kembali melangah ke tengah kelas sana, di mana teman-temanya tengah berjoget gila.


Reno.


Yohan menatap nyalang, ia tidak bisa menahan diri, hingga saat tiba di dekat Reno, cowok itu dengan kasar menarik kerah seragam Reno lalu melayangkan bogeman mentah di wajahnya.


Reno tersungkur.


Ayu langsung menjerit dan berlari di belakang Yono merasa takut.


Toni, Zeno dan Wenda langsung berdiri menatap kejadian itu tak percaya.


"Yo, kenapa lo?" Ciko langsung menarik Yohan mundur menjauh dari Reno yang terlihat bingung. "Dia teman elo coy"


Yohan mendorng Ciko menjauh."Bangun lo Ren, kita selesain sekarang"


"Ha?" Reno bangkit berdiri, ia mengernyit dalam."Selesain apa dah? elo habis ngemil apa sih sampe gak jelas gini?" Tanya Reno dengan nada tersinggung.


"Lo teman gue kan Ren?"


"Lah iya" Jawab Reno cepat.


"Terus kenapa lo nikung gue bang*at!" Kata Yohan geram lalu kembali melayangkan pukulan di wajah Reno.


"WOY WOY WOY!" Toni langsung melompat maju, berdiri di antara Yohan dan Reno. "Kalem bro, elo kalau ada masalah jangan gini, ini bukan gaya lo"


Yono dan Ciko sudah maju menahan Yohan yang nyaris menerjang Reno kembali. "Tahan buset, lo ada tenaga gak sih" Omel Yono pada Ciko.


Ciko mendelik."Yang ada tuh elo, makan dulu noh bakso lima mangkok"


Yono mengumpat, namun jadi kelimpungan saat Yohan berhasil melepaskan diri dan maju menendang perut Reno hingga kembali tersungkur.


Reno mengumpat kasar. Tak terima, ia kemudian balik melayangkan pukulan di wajah dan perut Yohan bertubi-tubi.


Semuanya jadi kacau, Hendra bahkan sampai terbangun dan langsung melesat maju menengahi perkelahian itu.


Hari itu, untuk pertama kalinya ada perkelahian sengit di antara anak cowo kelas MIPA 2.

__ADS_1


***


__ADS_2