WAKETU GAMON (SHS 1)

WAKETU GAMON (SHS 1)
Penjelasan


__ADS_3

"Katanya lo balikan sama Manda"


Yohan yang awalnya duduk tenang sambil mengatur senar gitar di gazebo rumah Zeno, langsung menoleh kesal pada pemuda yang tiba-tiba datang bergabung denganya itu.


"Emang benar?"


Yohan berdecak."Enggak" Jawabnya ketus, diam sesaat lalu menoleh lagi pada Hendra."Gege yang cerita?"


"Hm" Hendra mengangguk."Selama perjalanan ke rumahnya Zeno, tuh anak gak ada berhenti ngomel, gue yang pusing dengernya" Kata cowok itu sambil meringis jengkel.


Yohan merapatkan bibir lalu menghela nafas pelan."Dia salah paham" Kata Yohan sambil menatap ke arah teras belakang rumah Zeno yang ramai oleh teman-teman sekelasnya.


Ada Gempi di sana, sedang tertawa lepas nampak cantik, menikmati lawakan garing dari Reno dan Ciko.


Melihat itu Hendra jadi mengakat sebelah alis dan menyeletuk kembali."Gak mau jelasin? lo mau dia salah paham terus sama lo?"


"Bukan gak mau jelasin" Kata Yohan sambil mulai memetik senar gitar."Dia ngehindar terus dari kemarin, gimana gue mau ngomong" Jelasnya terdengar tak bersemangat.


Hendra meringis melihat itu."Lo beneran naksir sama Gege?"


"Iya" Jawab Yohan santai.


Hendra terkekeh geli."Kalau gak salah dulu ada yang bilang kek gue, Gege itu udah di anggap kayak adik kandung sendiri" Ucap nya dengan nada meledek. "Cuman gue lupa sapa yang ngomong"


Yohan mendengus."Bacot lo!" Katanya melotot galak.


Hendra tertawa lepas."Gue masih gak nyangka lo ikutan baper sama si Gege"


Yohan mencibir saja tidak peduli banyak, lalu kembali memainkan Gitar yang ada di pangkuanya.


"Gege sebenarnya anaknya gak ribet kok, Yo"


Tangan Yohan berhenti memainkan alat musik itu, kemudian menoleh sepenuhnya pada Hendra dengan gurat wajah tak terbaca.


"Kalau sama Gege, lo jangan banyak ngode atau tarik ulur" Kata Hendra serius."Langsung gas aja terus, pasti dapet"


Yohan mengakat sebelah alis."Lo tau banget kayaknya" Kata Yohan terdengar tenang walau kedua sorot matanya jelas sudah terlihat menajam."Awas aja tiba-tiba lo nikung gue" Lanjutnya mengancam.


Hendra jadi ternganga mendengar itu."Buset Yo, kalem aja" Katanya yang kemudian terkekeh pelan."Si Gege mah gak gue anggep cewek, di mata gue dia cuman bocah tengil"


"Oke" Tanggap Yohan seadanya.


Hendra mengdengus.


****


Sore itu anak-anak MIPA 2 kumpul lengkap di rumah Zeno.


Soalnya hari ini ulang tahun Zeno yang ke tujuh belas tahun.


Teras minimalis di belakang rumah Zeno mereka jadikan sebagai tempat untuk merayakan ulang tahun pemuda itu.


"Ciko, ambilin soda di kulkas" Pinta Wenda tanpa menoleh, gadis itu tengah sibuk menjadi kameramen nya Yolan dan Zeno yang sudah memegang kue.


Ciko sendiri yang tengah asik makan, jadi berdecak pelan lalu menoleh pada Gempi yang duduk di sampingnya sedang mengunyah brownies buatan Bunda Zeno.

__ADS_1


"Ge–"


"Gak mau" Tolak Gempi cepat, sudah tau apa yang akan di katakan cowok itu.


Ciko mendengus malas, kemudian mencolek-colek lengan Gempi dengan muka memelas."Gue mager Ge"


"Sama, gue juga" Balas Gempi tak terpengaruh.


"Ge–"


"Gak usah bacot lo"


Yohan yang tiba-tiba datang dari arah belakang langsung menoyor kepala cowok itu. "Sana lo"


Ciko berdecak kesal, merasa kalah Gempi kini mendapat pasukan."Tapi Yo–"


"Gue aja" Kata Gempi tiba-tiba, memasukan potongan brownies utuh ke dalam mulutnya hingga penuh, kemudian beranjak pergi tanpa menoleh pada Yohan sedikit pun.


Ciko langsung menyeringai senang dan kembali menikmati makanan di atas meja. Berbeda dengan Yohan yang langsung menurunkan garis wajah menatap sosok Gempi yang sudah masuk ke dalam rumah Zeno.


"Kejar lah Bego, malah di liatin doang"


Yohan mengerjap, melirik Hendra yang lewat di belakangnya sambil menyeletuk, kemudian duduk di samping Ciko mengambil tempat Gempi. "Kalau gue datengin nanti anaknya kesal"


"Kan udah gue bilang di gas aja, elo mah cupu"


Yohan mendelik tajam.


"Sini gitar nya" Kata Hendra sambil meraih gitar di tangan Yohan begitu saja."Sonoh datengin, keburu dia balik lagi ke sini"


Yohan membasahi bibir bawahnya, cowok itu diam sesaat."Hen"


"Pastiin anak kelas gak ada yang masuk ke dalam rumah, apa lagi sampe ke dapur" Kata Yohan sebelum akhirnya melangkah pergi ikut masuk ke dalam rumah Zeno menyusul Gempi.


Hendra melihat itu dengan kedua alis terangkat tinggi.


****


Gempi melangkah masuk ke dalam dapur Zeno, kemudian langsung menuju lemari pendingin yang letaknya tak jauh dari meja makan. "Lengkap banget perabotannya" bisik Gempi kagum melihat isi dapur Zeno."Pasti Tante Zahra suka banget masak" Katanya menyebutkan nama Bunda Zeno itu.


Sampai di depan Freezer dan membuka nya, Gempi lantas mengambil dua botol soda yang berbeda, kemudian menutup pintu lemari pendingin itu kembali.


"Mau di bantuin?"


"EH!?" Gempi terlonjak kaget, refleks memeluk erat dua botol soda di tangannya itu yang nyaris jatuh."Apaan sih?"


Yohan menarik kecil sudut bibirnya melihat kedua mata bulat Gempi melotot tajam padanya."Apa?"


"Elo ngagetin" Kata Gempi kesal.


"Enggak tuh, gue biasa aja"


"Elo tiba-tiba nongol" Balas Gempi sewot."Lagian ngapain sih elo di sini?"


"Nyamperin elo, apa lagi?" Balas Yohan santai.

__ADS_1


Gempi melebarian mata, kemudian jadi menelan ludah gugup saat Yohan malah mengambil dua langkah mendekat ke arahnya. "Mau ngapain lo?" Tanya Gempi was-was. "Diam aja di situ gak usah deket-deket"


"Kenapa? gak ada yang liat juga kan, cuman kita berdua di sini"


Gempi melotot dengan mulut ternganga mendengar itu."Heh istighfar, efek kebanyakan gau sama Toni nih jadi begini modelan elo"


Yohan merapatkan bibir. Cowok itu diam menatap Gempi lekat."Lo gak boleh pergi, kita ngomong dulu" kata Yohan mengahalangi tubuh Gempi saat gadis itu nyaris beranjak melewatinya.


"Ngomongin apa sih?" Tanya Gempi mengernyit samar."Nanti aja deh, gue bawa ini dulu" kata Gempi sambil mengerling ke arah dua botol soda di tangannya.


"Taruh dulu, berat" Kata Yohan langsung meraih kedua botol di tangan Gempi lalu meletakan ya di atas meja makan Zeno.


Gempi mendelik perotes."Gak berat kok"


Yohan menghela nafas, kemudian tanpa kata kembali melangkah ke arah Gempi, semakin mengikis jarak."Kenapa sih sekarang kalau ngomong sama gue marah-marah mulu?" Tanya Yohan lembut saat berhenti tepat di dekat gadis itu yang sudah terdiam kaku mendongak balik menatap Yohan.


"Jadi makin gemesin tau gak" Kata Yohan sambil mencubit pelan pipi bulat Gempi. Gempi sendiri sudah melotot tertegun diam-diam menahan napas."Elo yang kayak gini... malah bikin gue tambah suka"


"Ha?" Gempi mengerjap berkali-kali, merasa tidak yakin dengan apa yang ia dengar.


Yohan diam sesaat, gurat wajahnya datar tak terbaca. "Ge" Panggil Yohan pelan, tangan kananya terangkat menyentuh lembut rambut gadis itu. "Gue... gak balikan sama Manda"


Gempi diam terpaku, menikmati wajah tampan Yohan dari jarak sedekat ini.


"Dia emang ngajak gue balikan, tapi gue nolak"


"Kenapa?" Tanya Gempi berbisik.


Yohan tersenyum miring."Soalnya gue takut si cewek yang katanya suka sama gue itu, bakal ngambek kalau tau gue balikan lagi sama mantan"


Gempi melebarian mata mendengar itu, hatinya terasa berdesir. Gadis itu spontan menggigit bibir bawahnya merasa gemas.


Yohan tiba-tiba merubah gurat wajahnya menjadi sendu."Tapi ternyata si cewek 'itu' diam-diam nguping pembicaraan gue sama Manda" kata Yohan sambil melipat kedua tangan di depan dada."Dan dia salah paham, akhirnya beneran ngambek...sampe sekarang"


Gempi mengulum bibir, tidak tau harus membalas apa. Tau jelas siapa yang sedang di bicarakan oleh pemuda di depannya ini.


"Gue mau jelasin yang sebenarnya tapi, dia ngehindar mulu" Kata Yohan kesal."Dia jauhin Gue dua hari, kan jadi kangen"


"Kangen apaan, kan elo masih bisa ngeliat dia di sekolah tiap hari" Balas Gempi spontan.


Yohan langsung mengulum bibir menahan senyum. Cowok itu memiringkan kepala, bersandar di pintu freezer."Gue kangen, mau ngobrol lagi sama dia lebih lama, denger dia ngoceh random"


Gempi menggerakan mata menghindari kedua mata Yohan yang menatap nya begitu dalam.


"Ge"


"Hm?" Gempi ragu-ragu kembali menatap Yohan."Apa?" Tanya Gempi saat cowok itu diam saja sambil terus menatapnya.


"Gue suka–"


"GEGE SODA NYA MANAA?"


Ciko tiba-tiba muncul di pintu dapur, lalu jadi berhenti spontan dan mengerjap polos melihat ada orang lain bersama Gempi di ruang ini. "Loh Yo?" Beo nya bingung melihat Yohan yang sudah menatap tajam ke arahnya, juga Gempi yang tampak rusuh mengambil dua botol soda di atas meja lalu berjalan cepat ke arah Ciko yang masih melongo tak paham situasi.


"Di tungguin Wenda noh" Kata Ciko saat Gempi melesat pergi melewatinya begitu saja tanpa menoleh. Setelahnya cowok itu kembali menatap ke arah Yohan yang masih berdiri di tempatnya nampak frustasi."Kenapa Yo, kalian berantem lagi?"

__ADS_1


Yohan mengaumpat pelan."Musnah aja lo"


****


__ADS_2