WAKETU GAMON (SHS 1)

WAKETU GAMON (SHS 1)
Menjauh


__ADS_3

"Lo marahan sama Yohan?"


Siang itu di kafetaria sekolah, Wenda yang sudah penasaran setengah mati akhirnya bertanya pada Gempi."Kalian gak ada teguran sama sekali" katanya lagi.


Gempi diam saja mengunyah Chicken katsu di depannya.


"Tadi tuh suasana kelas lebih kerasa banget awkward nya dari pada pas Reno berantem sama Yohan" Timpal Yolan sambil menunjuk Reno dengan sumpit."Masalah apa sih Ge?"


Reno merapatkan bibir diam, melirik Gempi yang terlihat jelas tak nyaman di tanya-tanya sejak tadi. "Masalah hati" Jawab Reno membuat Gempi mengumpat pelan.


"Ha?" Yolan dan Wenda langsung menegak penasaran."Maksud lo?" Tanya Wenda.


"Malas gue cerita" Kata Reno membuat Yolan dan Wenda melotot gemas.


"Kenapa sih, kok jadi rahasia-rahasiaan gini?" kesal Wenda tak terima.


"Noh Yol tanya sama piaraan lo tuh, dia juga tau" Kata Reno menunjuk Zeno yang duduk kalem di samping Yolan sejak tadi.


Yolan mendelik ke arah Zeno yang tampak tidak terusik dengan mulut kompor Reno."Kok elo gak ada cerita sih?"


"Lupa" jawab Zeno seadanya. Yolan mencibir pelan lalu mencubit gemas pipi cowoknya itu.


"Zeno, cepat cerita" Tuntut Wenda memaksa.


Zeno menghela nafas."Intinya si Gege bilang suka sama Yohan, terus setelahnya Gege malah nyuruh Yohan buat lupain aja semuanya dan anggap kalau gak pernah terjadi apa-apa, dan endingnya kemarin malam-" Zeno melirik Gempi yang sudah menatapnya tajam."Kemarin malam Yohan pergi ke rumah Gege, tapi malah mergokin Gege yang di anterin pulang sama Kelvin"


Suasana jadi hening.


Gempi sendiri tidak berkomentar apapun. ia sendiri tidak paham. Kenapa Yohan seolah-olah menjauhinya hari ini? Apa yang membuat cowok itu terlihat marah?Memangnya Gempi ada buat salah?


"Tunggu" Wenda tampak berpikir keras, kedua alisnya mengernyit maksimal."Yohan... suka sama Gege?"


"Enggak lah" Jawab Gempi cepat, menyangkal keras hal itu.


"Tapi dari cerita Zeno, si Yohan seolah-olah udah baper sama elo Ge" kata Wenda gemas sendiri."Nih ya si Yohan tiba-tiba jauhin elo seolah-olah di mau nunjukin sama elo kalau dia tuh marah, dia mau elo tau kalau dia tuh lagi marah Ge" Kata Wenda heboh.


Orang-orang di kafetaria itu jadi menoleh ingin tau mendengar kehebohan di meja bagian tengah itu.


Gempi diam termangu. Jadi memikirkan itu.


"Dan perubahan sikapnya itu terjadi setelah ngeliat elo di anterin pulang sama Kelvin" Lanjut Wenda menggoyang-goyang bahu Gempi agar sadar.


Gempi membasahi bibir bawahnya."Tapi masa iya sih, lagian gue sama Kelvin temenan doang"

__ADS_1


Yolan langsung melotot gemas. "Eh Ge, si Kelvin itu ya sekali lihat aja semua orang pasti bakal tau kalau dia naksir sama elo, jelas banget"


Gempi mengerjap dua kali, lalu mengernyit samar tidak yakin."Ah ngaco lo semua"


Wenda dan Yolan langsung menghela nafas, lelah.


Reno dan Zeno nampak masa bodo terus makan.


"Gue yakin si Yohan sebenarnya udah baper, cuman belum nyadar aja" Celetuk Yolan yakin.


Gempi merapatkan bibir diam saja, diam-diam berusaha menyangkal hal itu. Gempi tidak mau goyah lagi.


****


Sore itu, Yohan berjalan masuk ke dalam rumahnya, di ruang tengah rumah itu terlihat kedua adik laki-laki nya sedang bermain pees, juga ada sang bunda tercinta yang sedang membaca majalah harian.


Ayah nya sepertinya belum pulang kerja.


"Yohan" Wanita paruh baya itu menoleh menyadari keberadaan anak sulungnya itu."Makan dulu baru masuk kamar"


Yohan tersenyum manis, belok ke ruang tengah menghampiri Bundanya lalu mencium tanya wanita yang sudah melahirkannya itu."Yohan udah makan mah, bentar lagi aja ya baru makan lagi masih kenyang nih soalnya" katanya sambil menepuk pelan perutnya.


Wanita itu tersenyum, lalu mengusap kepala Yohan lembut."Yaudah kalau gitu, istirahat sana, pasti cape kan seharian di sekolah"


Masuk ke dalam kamar, Yohan meletakan tas ranselnya begitu saja di lantai lalu langsung merebahkan tubuh di atas kasur empuk itu.


Pandangnya menerawang ke arah langit-langit kamar.


Hari ini, rasanya melelahkan sekali.


"Apa gue udah berlebihan ya?" Bisiknya mengingat apa yang ia lakukan di sekolah tadi.


Yohan sadar betul jika sikap yang ia tunjukan jelas sekali sedang menjaga jarak dari Gempi.


Yohan sendiri tidak paham, dia hanya merasa ingin melakukan itu.


Tapi saat melihat gurat wajah gadis itu yang nampak sedih saat Yohan mengacuhkanya. Yohan jadi merasa bersalah.


Pemuda itu memjamkan mata, menenangkan pikiran.


Gempi julianti. Satu-satunya cewek di kelas yang berhasil menarik perhatian Yohan saat awal semester satu kelas sebelas.


Cewek ceria dengan humor recehnya yang sedikit-sedikit tertawa tampak menggemaskan.

__ADS_1


Yohan tidak pernah menduga akan sekelas dengan gadis aneh yang pernah mengatai Yohan sad boy sampai mengingatkan Yohan untuk tidak lupa mengubati luka di hati cowok itu.


Sekelas dengan Gempi. Yohan jadi tau, bagaiman karakter asli cewek itu.


Jika di tanya siapa cewek di kelas MIPA 2 yang paling dekat dengan Yohan?


Jawabanya ada Gempi Julianti. walau sebenarnya Yohan pernah satu kelas dengan Yolan waktu kelas sepuluh kemarin, tapi Yohan melah merasa lebih nyaman dengan Gempi.


Fakta kalau Gempi orangnya gampang bikin nyaman memang tidak salah.


Saat bersama dengan gadis itu, Yohan nyaris seratus persen melupakan sosok seorang Manda di hatinya.


Ya, Yohan sempat menyukai Gempi. Namun perasaan itu segera ia enyahkan sebelum jatuh terlalu dalam.


Karena Gempi, sempat mengatakan bahwa ia tidak berniat mempunyai hubungan 'spesial' dengan teman kelas sendiri. Akhirnya Yohan berhenti, ia tidak ingin perasaanya itu membuat Gempi menjadi tidak nyaman.


Dan akhirnya tak lama setelah itu, Manda tiba-tiba datang kembali memunculkan sebuah harapan yang sempat Yohan kubur dalam-dalam.


Namun akhirnya Yohan kembali di buat patah, mengetahui fakta bahwa semua itu hanya salah paham, Manda kembali bukan untuknya, tapi untuk Reno.


Lalu tiba-tiba, Gempi menyatakan perasaanya pada Yohan, membuat Yohan kembali berbalik ke arahnya, namun kemudian dengan seenaknya menyuruh Yohan melupakan semua itu.


Di tambah Yohan harus melihat gadis itu yang pulang bersama Kelvin.


Yohan membuka kedua matanya, menyorot langit-langit kamarnya tajam. "Maksud elo apa sih Ge?" Bisik Yohan frustasi."Di pikir hati gue ini lato-lato apa di mainin mulu" Katanya sewot.


Yohan menghela nafas, lalu meraih tasnya yang terletak di lantai. Pemuda itu membukanya, meraih hape yang ia simpan di dalam situ.


Setelah menyalakan hapenya, Yohan kembali berbaring, lalu membuka watsap, memeriksa pesan.


Grup kelasnya berada paling atas, ramai seperti biasa entah apa yang mereka bahas.


Namun Yohan jadi salah fokus pada chat di bawahnya.


Yohan mengernyit, lalu membuka chat pribadinya dengan Manda itu.


Ada dua notifikasi masuk yang belum ia baca.


Manda: Yohan


Manda: Besok di sekolah, lo ada waktu gak?


Manda: Gue mau ngomong sama elo

__ADS_1


****


__ADS_2