WAKETU GAMON (SHS 1)

WAKETU GAMON (SHS 1)
Baper?


__ADS_3

Malam mingguan.


Anak-anak MIPA 2 seperti biasa kumpul bersama.


Dan kali ini rumah Hendra yang di jadikan tempat berkumpul. Memang selain rumahnya Gempi, rumahnya Hendra adalah tempat strategis untuk anak-anak ngadain acara malam mingguan sekalian nginap, mereka bebas melakukan apapun sebab orang tua Hendra yang jarang ada di rumah.


Seperti sekarang, tepat di halaman belakang rumah Hendra, suara musik terdengar keras berasal dari speaker besar Reno yang ia bawa langsung dari rumahnya.


Gempi sendiri sejak tadi sudah tertawa lepas bersama Maya menyaksikan tingkah gila Ayu, Yono, Reno, Sofi, Toni dan Ciko yang berjoget gila terbuai dengan lagu 'Gejolak asmara' by King Nassar.


Cewek rambut panjang, dengan garis wajah lembut tampak sibuk loncat sana sini mengacungkan HP membuat instastory, namanya Kesya Anofa, satu-satunya murid yang paling eksis di kelas.


Zeno yang sejak tadi duduk diam di samping Yolan kini di tarik paksa untuk bergabung.


Wenda dan Fannya sedang sibuk bakar jagung, Yohan dan Hendra yang bagian tugas bakar ayam, sedang Raya dan Suli tengah membuat sambal sambil bergosip.


"Anjir Sofi goblo, najis banget malah goyang itik" Kata Gempi tertawa keras sampai nafasnya sesak.


"Ciko malah kayak orang cacingan anj" Timpal Maya juga tak tahan.


Ayu tampak mengibas-ngibaskan rambutnya, kepalanya di goyangkan ke kiri dan ke kanan lalu memutar-mutar sampai rambutnya ikut berkibar.


Toni yang melihat itu lasung heboh, berlagak mengeluarkan uang dari saku celananya lalu melemparkan pada Ayu, ceritanya nyawer.


Emang Ayu biduan?


Gempi tertawa geli.


lah emang iya, Ayu kan biduanya kelas MIPA.


"WOYYYY BANGSAT, GANTIAN NGIPASIN NIH AYAM ANJER" Teriak Hendra nyaring, kemudian mengumpat saat tidak mendapat tanggapan. Cowok itu lantas berdiri, melangkah menghampiri teman-temannya yang sedang berjoget ria.


"Sini lo" Kata Hendra menarik Reno dan Ciko paksa, yang lain udah pada ngacir menghindari Hendra.


"Ah elahhh padahal dikit lagi Hen, belum selesai itu lagunya" Kata Reno merengut kesal namun langsung minkem saat Hendra mendelik tajam.


Ciko sendiri sudah misuh-misum pelan sambil terus ngipasin Ayam yang sementara di bakar.


Uhuk-uhuk! Pelan-pelan woy, asapnya kena gue, nih gue bales, mampus lo" Keluh Reno yang langsung mengeluarkan tenaga penuh hingga asap itu berbalik menyerang Ciko.


Ciko mengumpat, kemudian balik menyerang tidak mau kalah.


Yohan hanya menggeleng-gelengkan kepala lelah melihat kebodohan itu.


Cowok itu menarik diri, kemudian hendak beranjak dari situ ingin menghampiri Wenda juga Fannya berniat membantu dia temanya itu.


Namun saat Yohan berbalik menghadap tepat pada teman-teman kelasnya yang tengah berjoget heboh, ia malah jadi salah fokus lalu terdiam kaki di tempatnya.


Cowok itu agak tersentak mendapati Gempi sedang memandanginya dalam diam.


Sadar jika tatapanya di balas, Gempi yang gelagapan dengan cepat membuang muka menghindari pandangan Yohan yang tampak heran dengan kedua alis yang terangkat tinggi.

__ADS_1


Gempi kini sibuk merutuki dirinya sambil berkali-kali mengumpat pelan membuat Maya menoleh horor memandangnya bingung.


Padahal barusan nih anak satu masih ketawa-ketawa bae, kenapa sekarang malah kayak minta di ruqiyah gini?


"Kenapa sih Ge?"


"Diam dulu May, gue lagi pengen terjun ke kolam renang Hendra aja"


"Heh udah malem, nanti masuk angin lo"  Kata Maya menegurmenegur masih belum paham situasi.


Gempi mendeus, kemudian jadi merengek lebay.


Maya makin kebingungan, menghela nafas pelan lalu kembali memandang teman-teman nya yang masih terus berjoget gila, kali ini lagu sambalado dari Ayu ting ting.


"Kenapa?"


Gempi latah, menoleh kaget pada seseorang yang kini duduk tepat di sampingnya sambil menjatuhkan jaket tebal warna biru di atas lipatan kaki Gempi. "Ha?" Beo nya tidak siap.


KENAPA APA NIH?!!


KENAPA GUE NGELIATIN ELO?!


"Di pake dulu" Kata Yohan melirik jaket di pangkuan Gempi.


Gempi merapatkan bibir sejenak, berusaha mengendalikan diri, gadis itu dengan kikuk mengenakan jaket yang di berikan Yohan. "Padahal gue gak kedinginan"


"Jaga-jaga aja" Balas Yohan kalem, kemudian tertawa geli saat melihat Ayu dan Yono malah berdansa, padahal lagunya dangdut.


Membuat Yohan yang mendengar itu jadi menoleh penasaran menatap gadis itu tak terbaca. "Mikirin apa sih Ge? Ada masalah?"


Gege terhenyak langsung menggeleng cepat."Ha? Gak ada"


Yohan mengernyit."Beneran?"


"Iya, kenapa sih?"


"Aneh aja" Jawab Yohan santai."lo tadi ketawa kencang banget sekarang tiba-tiba bengong kayak ada masalah"


Gempi tersenyum miris tanpa sadar.


MAKSUD LO APA NGOMONG KAYAK GITU?!


APA HA? DARI TADI LO MERHATIIN GUE?


KALAU KAYAK GINI GIMANA GUE GAK GEER!


Maya yang sejak tadi mencuri dengar tiba-tiba menimpali. "Galau ya Ge?"


Gempi melotot."Kagak!" Katanya jadi sewot.


"Kalem Ge, kalem"

__ADS_1


Yohan tersenyum geli. "Emangnya galauin siapa sih?"


"Gak galauuu buset dah" Kata Gempi lelah. "Gue kalau lapar emang suka diam aja" Lanjutnya beralasan.


Yakali ngomong 'GUE NAHAN SALTING ANJERRR'


Lagian aneh, sejak kapan duduk sampingan dengan Yohan doang bisa bikin Gempi salting begini.


KANN?!!


PADAHAL DULU BIASA AJA!


BINGUNG, TAPI TAKUT BUAT NEBAK ALASAN KENAPA SAMPAI GEMPI BEBERAPA HARI INI NGERASAIN HAL YANG GAK BIASA.


"Lapar? tapi makananya belum masak Ge" Kata Yohan menatap khawatir. "Gue beliin aja ya, dekat sini ada yang jual martabak, mau?"


Gempi melebarkan mata tertegun.


"Duh duh duh, minggat aja deh gue, gak mau jadi nyamuk, masih betah jadi manusia" Celetuk Maya asalasal sebelum beranjak pergi.


Gempi mendelik, melihat si ketua cheer cantik itu sudah ngacir menghampiri Raya dan Suli "Ge?" Panggil Yohan menarik lembut lengan gadis itu agar fokus ke arahnya. "Mau? Kalau mau gue beliin sekarang, takutnya keburu magh lo kambuh kan?" Katanya perhatian.


Gempi diam merasakan bibirnya kelu. Tidak siap dengan serangan bertubi-tubi ini. "Yo–"


"Hm?"


"Jangan kayak gini" Ujar Gempi pelan nyaris berbisik, matanya menyorot teduh.


Yohan melebarkan mata saat gadis di depannya itu mengulas senyum manis, kemudian terkekeh pelan nampak kikuk."Kenap–"


"Kalau gue baper gimana?" Ceplos gadis itu ringan.


"Eh?" Yohan membulatkan mata, jadi diam terpaku menatap Gempi yang langsung beranjak pergi meninggalkan Yohan begitu saja, yang kini sudah terpaku mencerna maksud dari kalimat itu.


Baper?


Yohan menelan ludah, menatap ke arah Gempi yang kini duduk diam di samping Yolan. Cowok itu mengerjap lemah lalu menggaruk belakang kepalanya tiba-tiba jadi awkward sendiri.


"Palingan bercanda lagi" Yohan melongos, diam-diam merutuki dirinya dalam hati. "Kenapa malah gue pikirin" Katanya terkekeh pelan.


Pemuda itu ikut beranjak, kembali menemui Hendra, Reno dan Ciko yang masih heboh.


Tanpa menyadari jika ada sepasang mata yang terus mengamati gerak geriknya dengan mata berbinar.


Gempi, gadis itu tersenyum pahit."Cukup gue aja yang bingung, lo gak usah" Gumamnya.


Namun Yolan yang sama-sama mendengar jadi menoleh dengan sorot penuh tanya."Ngomong sama gue lo?"


Gempi mengulum bibir ke dalam, lalu menggeleng pelan menanggapi itu.


****

__ADS_1


__ADS_2