
ketika sampai dirumah,kami berdua disambut oleh kedua orang tua ku dengan senyum bahagia dan beberapa teman teman sekampung ku pun ikut tersenyum menyambutku pulang,melihat suasana kampung yang selama 3bulan lebih rasanya kangen berat,ingin segera melanjutkan aktifitasku seperti cari pakan untuk ternak,hingga membajak sawah milik paman namun sayang kondisiku masih belum pulih benar.
"Assalamu'alaikum warrahmatullah"ujarku menyapa mereka
"wa'alaikumsalam warrahmatullah wabarakatuh"sahut beberapa orang yang menunggu kedatangan ku
"Masya Allah akhi,kaifa haluk"tanya abdillah
"Ana bikhair akhi,antum semua bagaimana?"jawabku
"Alhamdulillah"jawab mereka serempak
kemudian aku dengan pelan menuntun Aisyah menuju masuk kerumah dengan dibantu Ibuku,kemudian ku dudukkan dirinya diruang tamu sembari berkata "kamu istirahat dulu aja Syah,aku mau nemuin temen temen ku diluar"
"Mau Aisyah bikin kan minum ndak Mas temen temennya?"tanyanya
"aduh mantu Ibu kan masih sakit,ndak usah banyak gerak dulu,biar yang bikin minum ibu nak"ujar ibu ku
"iyah kamu enggak usah banyak gerak dulu,yaudah aku keluar dulu yah"sembari mengecup keningnya
aku lalu meninggalkan Aisyah yang ditemani ibuku dan kedua mertuaku,ketika diriku keluar rumah menuju teman teman ku,terlihat beberapa wajah serius memandangku,aku sendiri bingung dengan pandangan yang tadi biasa saja kini menunjukan pandangan lain,sepertinya ada sesuatu yang ingin mereka utarakan.
"antum semua ini kenapa kok pandangan nya serius banget?"selidik ku
kemudian mereka mendudukkan ku di kursi seraya bertanya "sebutin akh,siapa yang bikin kamu kaya gini?"ucap abdillah
"emangnya kenapa akhi?kalau aku sebutin?"
"akh,antum itu sudah berteman sama ana sedari kecil,ngeliat antum begini naik darah ana,siapa akh yang ngelakuin in sama antum?biar ana hajar tuh orang"dengan nada tinggi
"Masya Allah,itaqillah ya Akhi,enggak usah pake acara anarkis ana ndak suka,api jangan dibalas dengan api"ujarku mencoba menenangkan mereka
"Be tapi bukan kah di Alquran ada hukum qishos?mata dibalas dengan mata,darah pun harus di balas dengan darah?"
"iyah ana tau disurah al maidah ayat 45 telah disebutkan,tapi dengerin ayat ini "Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu" (Surat An-Nissa ayat 59)"
__ADS_1
"terus apa hubungannya Be?"tanya usuf
"aku tanya kamu,sekarang tinggal dimana suf?"tanya ku
"indonesia Be"
"yah kamu mesti taat sama pemimpin kamu dimana tempat kamu tinggal suf,di negara kita udah ada hukum yang berwenang,serahin aja sama mereka kalau dengan cara kekerasan endak akan selesaikan masalah"ujarku menjelaskan kepada mereka
setelah mendengar dari penjelasanku akhirnya wajah wajah serius mereka berangsur angsur mereda digantikan gurauan dan candaan dari usuf yang terkenal kocaknya,sedang asyik bercanda dengan usuf tiba tiba abdillah nyeletuk.
"akh,antum hebat"ujarnya seraya menyenggol pundakku
"hebat kenapa akhi?"tanya ku penasaran
"yah bisa duluin ana nikah sama akhwat mana ana enggak di undang lagi"
"hehe ana juga enggak nyangka akhi,lagian ana dijodohin sama Ayah dan Ibu ana makanya ana aja kaget akhirnya ana bisa nikah,lagian nikahnya enggak rame rame kok cuman ngundang keluarga sama tetangga dirumah istri ana"
"oh gitu,pantes ana enggak diundang,eh orang mana akh istrimu itu?"tanya Abdillah penasaran
"hehe pengen tau aja soalnya kaget ana soalnya pas waktu jemput ana di bandara antum biasa biasa aja bahkan ditanya kapan nikah antum malah ogah ogahan jawab"
"nah ada yang lebih mengejutkan lagi dari itu akh"ujar ku
"hah,apa itu..apa itu...?"tanyanya dengan wajah yang menggebu gebu tak sabar mendengar jawabanku
"masih inget ndak akhwat bercadar yang aku tabrak dibandara?"
mata Abdillah memutar mutar keatas sembari mengingat ingat lalu berkata "ooohhh ....iyah iyah ana inget akh,yang gara gara antum chat ana enggak liat jalan kan,terus apa hubungannya dengan akhwat itu?"
"ah antum ini lola amat,dia itu yang jadi istri ana"sembari nyengir puas kearah Abdillah
"masya Allah tabarakallah,subhanallah ana bener bener enggak nyangka ternyata jodoh itu datangnya tak disangka sangka,yang awalnya ketemu ditempat yang enggak disengaja bahkan sempet marahin antum dan sekarang akhwat itu malah jadi bidadari di hidup antum?subhanallah"
"ah kalian ini mentang mentang udah pada nikah ngomongin urusan jodoh,kan aku jadi pengen"potong usuf
__ADS_1
"makanya cepet nikah,jangan pacaran mulu"aku dan abdillah berbarengan menyahuti omongan usuf sembari tertawa
disela sela keseruan ku bercanda bareng teman teman terselip dalam benak ku pertanyaan kemanakh Rendy?bukan kah dirinya bareng Aisyah waktu itu yang mengantarkan nya untuk menjengukku?kenapa tak ada kabar sama sekali darinya,bahkan ketika aku sembuh pun dirinya tak jua kunjung muncul dihadapanku.
malam harinya aku memasak dan menyiapkan makanan buat Aisyah,makanan lalu aku bawa kekamar,terlihat Aisyah sedang asyik mendengarkan tausyiah dari ustadz favoritnya di meja belajarku,makanan tersebut lalu ku taruh di lantai kemudian berjalan dan memeluk Aisyah dari belakang.
"asyik bener dengerin ceramahnya?siapa Syah yang ceramah?"tanya ku
"oh ini ustadz Khalid Mas,lama endak dengar kajian rutin dari beliau"ujarnya
"oh,matiin dulu dong youtubenya,kita makan dulu yuk,udah aku masakain loh sayur asem buat kamu"pinta ku
"Masya Allah ternyata Mas Abe toh yang masak,mana mana Aisyah mau nyobain masakan suami"ujarnya
dengan pelan aku tuntun dirinya menuju hidangan yang sudah aku siapkan,setelah itu aku tuangkan nasi,dan sayur di piring Aisyah dengan lauk ayam goreng,kami pun lalu menyantap makan malam,disela selam makan aku lalu meminta penilaian dari masakanku kepada Aisyah.
"gimana yank masakan ku?enak endak"
dirinya tak membalas omonganku hanya jempol tangan kanannya yang di ancungkan di muka wajahku tanda bahwa dirinya sangat menyukai masakanku.setelah selesai makan aku duduk di atas ranjang sedangkan Aisyah tidur berbantalkan pahaku sembari wajahnya mentapku.
"enggak nyangka yah suami Aisyah begitu jago masak,ampe kenyang nih 2x nambah"ujar Aisyah sembari tertawa
"iya dong,cowok kan endak mesti harus pinter nyari duit,didapur pun kalau perlu pinter dari istrinya seperti Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam"jawabku seraya membelai lembut rambutnya
wajah Aisyah tiba tiba berubah menjadi murung,lalu menoleh dari wajahku
"loh kenapa kok wajah istri Mas sedih gitu?"ujarku
"aku pengen cepet sembuh Mas,pengen kaya dulu bisa nyiapin masakan buat kamu,pengen jalan jalan bareng pake sepeda keliling kampungmu,kangen kita pacaran kaya dulu"keluh Aisyah
"sabar yah sayang,anggep ini sebagai penghapus dosa,semoga Allah meninggikan derajatmu karna musibah ini"ujarku
"aamiin"ucapnya seraya mengecup tanganku
"oia Rendy kok ndak ada kabarnya Syah?bukannya bareng kamu waktu ingin membesuk aku?"tanyaku
__ADS_1
ketika pertanyaan ku terlontar,tiba tiba Aisyah menatapku sangat lama,tatapan tanpa ekspresi sehingga membuatku bertanya tanya "kenapa pertanyaan ku membuatnya menatapku seperti ini?semoga bukan kabar buruk yang aku terima"bathinku