
Setelah selesai dengan lelaki tersebut aku dan Nurul pun bangkit lalu berjalan kearah parkiran sepeda motor, tiba tiba tangan Nurul memeluk lengan kiriku sembari berucap "ternyata aku tak salah mengagumimu mas?"
"Oh ya" jawabku sembari mencolek hidungnya dibalik cadarnya
"Karna ada beberapa ikhwan atau akhwat yang sudah ngaji Salaf kadang kaku ketika memandang orang yang belum kenal Dakwah Salaf"
"Yah semoga keluarga kita jauh dari sifat Ashobiyah(fanatik buta), karna fanatik yang benar adalah hanya kepada Rasulillah shallallahu 'alaihi wasallam"
"Iyah Mas Aamiin, Salafiyyin tak akan pernah berkembang apabila pengikutnya masih tersimpan di hatinya fanatik buta"
"Iyah sebagai mana kisah bercandaan kaum anshor dan muhajirin yang membuat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam marah"
"Oh iya mas? Ceritain dong riwayat kisah itu?" pinta Nurul
Dalam hati ku membathin "aku tau sebenarnya kamu mengetahui riwayat kisah itu dan tak mungkin lulusan pondok buta akan sirah para sahabat Nabi 'alaihissalatu wasallam. Dan aku tau ini lah adab seorang istri kepada suaminya yaitu tak ingin menggurui suaminya" seraya tersenyum mengusap kepalanya
"Entar yah kalau sampai rumah dan setelah makan soalnya laper" mencubit manja pipinya
Sesampainya dirumah Nurul kemudian bergegas memasak tak lupa dirinya membuatkan sambal terasi kesukaan ku, sambal bikinan Nurul membuat ku ketagihan hingga tanpa disadari aku menghabiskannya.
"Enak yah Mas, sambelnya ampe habis ndak tersisa" tanya Nurul sembari melipat tangannya dan memandangi ku yang lahap menghabiskan sambal bikinannya.
"Top" jawab ku
"Alhamdulillah kalau Zauji ku senang dengan masakan ku"
"Oia Mas, ceritain dong riwayat Sahabat Anshor dan Muhajirin yang candaannya membuat Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam marah"
"Aduh aku lupa eh dek, singkatnya aja yah, pada suatu hari berkumpul lah para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam dari kalangan Anshor dan Muhajirin dan tiba tiba Sahabat dari Anshor nyeletuk " hey orang orang Anshor kesini yuk yang muhajirin enggak boleh ikut" karna terpancing candaan sahabat dari Muhajirin pun berucap hal yang sama "Hey orang orang muhajirin ayo kumpul, orang Anshor enggak boleh ikut yah" padahal mereka hanya bercanda namun Rasulullah marah mendengar candaan dari mereka seraya berucap "wahai para manusia jangan lah kalian ber Ashobiyah karna yang membuat binasa umat umat terdahulu sebelum kalian adalah taqlid buta, orang arab tak lebih baik dari orang azam begitu pula orang azam pun tak lebih baik dari orang arab kecuali yang bertaqwa"
"Jadi kita enggak boleh takliq pada golongan yah Mas"
"Shohih(benar) kita hanya diperbolehkan ittba' kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam karna manusia tak ada yang ma'sum kecuali para Nabi 'alaihisalatu wasallam.
Malamnya setelah sholat isya berjamaah aku kemudian berjalan keluar masjid namun langkahku terhenti ketika melihat seseorang yang tak asing didepan mataku sedang diam duduk dipekarangan masjid.
"Suf" sapa ku sambil menepuk pundaknya
Dirinya pun melihat kebelakang seraya tersenyum "eh kamu Be"
"Endak sholat Suf?"
Dirinya hanya menggelengkan kepala.
Ku mengrenyitkan dahi "lah kenapa?"
"percuma" keluhnya seraya menghembuskan nafas berat
"Loh kok percuma?, kamu ada masalah?"
"Menganggukan kepalanya"
"Kalau ada masalah yah Sholat dulu to, insya Allah hatimu akan tenang" bujuk ku
"Percuma, karna tak akan bisa mengembalikan istri ku Be"
"Lah emang istrimu kenapa?"
__ADS_1
Menghembuskan nafas berat kemudian menjawab "istri ku pergi dari rumah Be"
"Astaghfirullah, kok bisa Suf"
"Iyah soalnya semenjak aku jadi pengangguran dia yang kerja akhirnya dia kabur dengan lelaki lain rekan kerjanya Be"
Aku pun menepuk pundaknya seraya menyabarkan Usuf karna aku tau sakitnya ditinggal seseorang yang dicintai itu sangatlah berat apalagi dengan cara berselingkuh.
"Sabar Suf, itu bukti bahwa Allah sayang sama kamu"
Usuf berpaling dan melihatku dengan heran "sayang dari mana sih Be? Kalau Dia sayang kenapa cobaan ku begitu berat"
"Kasih sayang Allah terhadap makhluknya itu berbeda Suf dengan kasih sayang sesama makhluk, coba aku tanya selama kamu menikah apakah kamu pernah mengingat Allah?"
Usuf menggelengkan kepala.
"Nah itu dia suf, Allah sayang sama kamu namun dengan cara hikmah Dia kasih kamu cobaan supaya kamu inget Allah, dan karna kasih sayangnya kamu diperlihatkan watak istrimu seperti apa kan?"
"Aku masih bingung Be, coba jelaskan pelan pelan deh" ujarnya
"Allah terkadang memberi cobaan agar para hambaNya itu inget bahwa dunia ini hanya sementara, dan Allah ingin hambaNya itu sadar bahwa kehidupan yang abadi itu di akhirat bukan dunia, coba aja Allah biarkan kamu terus lupa kepadaNya sedangkan Al maut bisa saja datang ke kamu kapan saja dan kamu mati dalam keadaan bermaksiat kepadaNya bisa dipastikan larinya kamu kemana?"
"Neraka Be" jawabnya singkat
"Nah itu dia, terkadang kita selalu su'udzon sama Allah padahal yang menurut kita baik tapi menurut Allah tidak baik, Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya"
"Terus aku mesti gimana Be"
"Wudhu dulu gih, mukamu kucel gitu, baru kita sholat" bujuk ku
Kulihat usuf berdiri di samping ku namun sangat jauh, aku pun menggandeng tangannya supaya berdekatan dengan ku.
"Sholat itu shofnya jangan terlalu renggang supaya syaithon tidak ikut, kaki dan bahu kita harus rapet agar sempurna" ucapku
Setelah bertakbir aku kemudian membaca iftitah dan dilanjut membaca surah Al fatiha. Saat di ayat Iyyakana' buduwwa, iyyakanasta'in ku dengar ada suara tangis yang sedang di tahan namun tak kuperdulikan hingga kami berdua pun akhirnya menyelesaikan sholat tersebut.
Kemudian ku duduk menghadapi usuf yang matanya sudah sembab akibat banyaknya menangis, entah apa yang dirinya rasakan saat itu namun aku sangat iri karna jarang aku sholat dengan menitikkan air mata sebanyak itu.
"Gimana Suf? Udah tenang?" ucapku
"Iya Be, masya Allah 15 tahun aku lupa dengan Allah, ini pertama kalinya aku kembali kepadaNya, sedih aku Be selama 15 tahun aku lupa kepadaNya namun Allah tetap memberiku nafas, aku tak pernah merasakan senyaman ini Be, hatiku yang tadinya berat sekarang plong saat menghayati firman Allah yang kamu baca tadi" seraya mengusap air matanya
"Masya Allah, semoga ini tanda baik untukmu Suf dan semoga kamu bisa istiqomah yah jangan lagi mikir masa lalu mu karna seburuk apapun dosa yang telah manusia lakukan kalau dia bertaubat insya Allah akan mulia di mata Allah"
"Iya Be, makasih sudah mau membantuku entah bagaimana aku bisa membalasnya"
"Udah ndak usah kamu pikirin, ini adalah kewajiban sesama Muslim, karna muslim itu bersaudara mana bisa seorang muslim cuek ketika saudaranya jatuh kedalam dosa"
"Kamu belajar agama dimana sih Be?, aku dari kecil sampai besar gini baru tau makna dari agamaku yang sekarang ini, orang tua ku tak pernah mengajarkan agama sedalam ini Be"
"Kalau mau ikut aja ntar ta'lim sama aku dan kalau bisa celanamu yang menyentuh tanah itu di potong aja suf biar lebih rapi lagi dan tidak isbal"
"Iyah Be insya Allah"
"Satu lagi" ucapku
"Apa itu?"
__ADS_1
"Jauhi teman teman mu yang dulu, yang telah membuatmu lupa kepada Allah, karna agama seseorang diliat dari siapa dia bergaul
"Siap"
"Oia sebelum pulang ikut dulu yuk kerumah ku, ada sesuatu yang mau aku kasih ke kamu" pinta ku.
Kami berdua pun berjalan kearah rumahku yang tak jauh dari masjid, setelah sampai pintu rumah ku dibuka oleh Nurul yang menyambutku sambil mencium tangan ku sedagkan Usuf menunggu didepan rumah ku.
"Kok baru pulang Mas?" ucap Nurul yang membuka kancing baju ku satu persatu kemudian memberikan baju kaos yang akan aku pakai.
"Tadi ketemu temen di muka mesjid yaudah ngobrol sebentar. Oh iya cariin dong cinta baju gamis yang ukuran M" pinta ku
"Buat siapa Mas?"
"Itu buat Usuf"
"Oh yaudah tunggu yah Masku"
Aku pun kembali keluar dimana Usuf sedang menungguku.
"Mau ngasih apa sih Be?" tanyanya penasaran
"Enggak bukan apa apa tapi supaya biar kamu lebih rapian dikit Suf"
"Eh iya itu tadi istrimu bukan Be?"
"Iya, emang kenapa Suf?"
"Yang dari kalimantan bukan?"
"Bukan Suf, aku sudah pisah" jawabku
"Eh maaf Be, bukan maksud membuka masa lalumu"
"Udah santai, itu hanya masa laluku yang enggak terlalu penting juga"
"Ini Mas bajunya" ucap Nurul tiba tiba ada disampingku, kemudian kembali masuk rumah
"Nah ini hadiah dari ku Suf, dipakai yah saat sholat atau pas mau ta'lim"
"Masya Allah makasih loh Be, malah jadi ngerepotin gini"
"Endak lah Suf, aku malah seneng kalau baju ini bisa bemanfaat untuk kamu, dan aku bahagia teman ku bisa kembali lagi"
"Alhamdulillah Be, hmmm..." tiba tiba terdiam seperti ada yang dirinya pikirkan
"Kenapa suf? Kayaknya lagi mikirin sesuatu?"
"Hehehe...pengen Be punya istri yang pakaiannya tertutup kaya istrimu"
"Udah soal istri ntar bisa dikenalin lah yang terpenting kamu belajar agama dulu yang baik, entar aku kenalin sama temen istri ku kalau ada"
"Oke deh Be, kalau gitu pamit dulu yah, sekali lagi terimakasih loh bajunya"
"Iyah, hati hati Suf" ucapku
Ku pandangi Usuf berjalan menjauhi rumah ku dan kemudian menghilang setelah keluar dari pagar rumahku, sungguh bahagia tak terkira melihat teman yang dulu jauh dari agama kini bisa kembali lagi mengenal agamanya. Karna disetiap ujian pasti ada hikmah yang Allah berikan kepada hambaNya.
__ADS_1