Wanita Dibalik Cadar

Wanita Dibalik Cadar
Bab 25


__ADS_3

4bulan semenjak kepergian Rendy menuju alam keabadian kondisi Aisyah berangsur angsur kembali baik, alhamdulillah dirinya sudah bisa berjalan dengan normal kembali karena kemauan kerasnya untuk sembuh, sebagai janji ku atas kerja kerasnya untuk sembuh yaitu mengajaknya jalan, kebetulan malam itu malam minggu, malam dimana kaula muda pada masing masing membawa para pasangannya.


motor vario melaju membawa kami ketengah keramaian kota, pegangan tangan Aisyah saat itu sangatlah erat hingga tubuhku enggak bisa bergerak sedikitpun padahal motor hanya melaju dengan kecepatan 40km/jam.


"Ayank..." sapanya


"iyah" sahutku sembari membuka penutup helm supaya lebih jelas kedengaran suaranya


"kamu mau bawa diriku kemana?" berkata dengan manja


"kesurga :)" jawabku singkat


"hah?, berarti kita mati dulu dong?, kan kesurga harus melalui proses kematian?"


"bukan syurga yang abadi, tapi syurga dunia" jawabku sembari nyengir


"emang Dimana sih syurga dunia itu" tanyanya


"disini" jawabku sembari tangannya aku letakkan di dada kiriku


"kok bisa dihati Yank?" tanyanya lagi


"karna sebelum menuju kesyurga sesungguhnya aku telah merasakan syurga itu di hadapanku dengan memiliki bidadari yang cantik, pandai menutup aurat untuk suaminya dan yang pasti aku sangatlah beruntung memilikinya"


Setelah aku ungkapin perasaanku padanya terlihat matanya menjadi sipit terlihat dari kaca spion motor artinya dirinya sedang tersenyum sendiri tersipu malu.


Sesampainya didepan pusat berbelanjaan terbesar a.k.a Mall kami lalu berjalan masuk dengan tangan kanan ku dirangkul oleh kedua tangan Aisyah berjalan ditengah kerumunan orang yang hilir mudik melalui kami,tanpa memperdulikan beberapa pasang mata yang melirik tingkah kami.mungkin ada yang heran karna umur kami yang masih terlihat muda sekali mereka menyangka kami pacaran tanpa ikatan padahal aslinya sudah halal.


Ketika sedang berjalan melewati toko busana muslim Aisyah menghentikan langkahku, lalu matanya dikedipkan kearahku seraya menunjuk nunjuk baju gamis berwarna ungu yang terpajang dari kaca.

__ADS_1


Udah fitahnya memang wanita pasti ingin membeli baju atau perhiasan karna wanita diciptakan dengan kekurangan maka perhiasanlah yang melengkapinya.


Aku lalu mengecek isi dompetku lalu memandang kearah Aisyah yang sedari tadi penuh harap suapaya aku mau membelikannya, aku lalu menggelengkan kepala tanda enggak bisa menuruti permintaannya.


Mendengar penolakanku dirinya terlihat lesu lalu ingin pergi dari toko tersebut, namun dengan sigap diriku memegang tangannya untuk berhenti.


"kenapa Mas?, bukannya Mas ndak punya uang?"


dengan tersenyum aku menjawab"siapa bilang, gih pilih yang mana yang kamu suka" ujarku


"asyiiikkkk" ujarnya sembari memegang tanganku lalu setengah berlari masuk kedalam butik tersebut


aku hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala, "enggak apa apalah dompet menipis asal dirinya malam ini bahagia" bathinku


saat selesai memilih baju kami lalu menuju kasir untuk membayar baju tersebut, kasir yang melihat kami sedikit keheranan lalu nyeletuk "Mbak sma Masnya serasi banget deh, kalau jadi suami istri mungkin cocok"


Kami berdua saling tersenyum lalu ku jawab "Alhamdulillah udah hampir setahun yang lalu kami resmi menikah Mbak" jawabku santai


Setelah selesai memilih baju yang dia suka akhirnya kami keluar dari butik dan berjalan untuk mencari makan.


"mau makan apa Syah?" pinta ku


"hmmmm...apa yah?, terserah Mas ku aja deh bingung soalnya"


"makan bakso aja gimana?" pinta ku


"gimana kalau es cream aja yank" pintanya


"tadi katanya terserah piye toh -_-"

__ADS_1


"hehe lagi pengen aja"


 akhirnya kami berjalan kerestoran yang menyediakan es cream dan duduk sembari menunggu waiters mendatangi kami, enggak lama datang lah waiters menyapa kami "malam Mas, Mbak maaf mau pesen apa yah?" tanyanya


"ini ada kan mbak" ujar Aisyah sembari menunjuk es cream dengan wadah ember kecil


"buset kamu lagi pengen apa kelaperan sih Syah?" ujarku


"hehe...pengen sama laper, lagian cuman mesen satu kok, kita makan berdua" seraya nyengir kearahku


sebelum sajian datang ke kami aku pamit untuk buang air kecil ke Aisyah, sebenernya lagi enggak pengen buang air kecil, hanya saja ingin ngejailin dia sekali kali, gimana reaksinya tiba tiba aku ngilang sebentar tanpa sepengetahuannya.


dengan perlahan dan mengendap endap aku keluar restoran tanpa diketahuinya lalu memata matainya dari jauh, setelah mendapat tempat aman untuk bersembunyi aku lalu duduk dan terus mengawasinya.


15menit, 30 menit hingga 1jam ku liat ekspresinya mulai tengok kiri kanan seperti mencari cari keberadaan ku, terlihat ekspresi khawatir dirinya lalu berdiri dan menanyakan sesuatu kearah kasir, dan kasir tersebut terlihat geleng geleng kepala, kemudian dirinya berbalik dan kembali lagi kemeja dimana pertama kami duduk.


lalu Aisyah mengeluarkan Hpnya, enggak lama hp ku pun berdering namun ku abaikan, lalu sms pun masuk, saat ku lihat ternyata sms dari Aisyah "Mas kemana to,kok aku ditinggalin sih:("


enggak tega rasanya melihatnya sedikit khawatir karna diriku tak kunjung mengabarinya, terlihat Aisyah sedang mengambil tisu lalu di usapkan kewajahnya, sepertinya dia mulai menangis, mau gimana lagi tega enggak tega aku mesti bikin surprise ke dia.


kemudian Aisyah mulai keluar restoran lalu menuju ke kursi kemudian duduk lalu wajahnya ditutupi kedua tangannya seperti nya menangis, karna enggak tega aku lalu berjalan mendekatinya,setelah sampai didepannya aku lalu duduk dengan posisi jongkok didepannya sembari memandangnya, terlihat handshocknya basah oleh air matanya.


aku lalu memegang tangannya sembari berkata "CILUUUKK BAAA"


dengan ekspresi kaget Aisyah reflek memukul kepalaku "YA AMPUN MAS ABEEEE, NYEBELIIIN, KEMANA AJA TADI, DITUNGGUIN BERJAM JAM ENGGAK DATENG, IIIHHH NYEBELIN NYEBELINNNN!!!" ujarnya setengah berteriak dan memukul mukul kearah wajahku namun aku menangkisnya


"berjam jam apaan, baru satu jam setengah" ujar ku seraya meledeknya


"tau ah, seneng bikin istrinya khawatir, seneng bikin istrinya nangis gak jelas gini, kirain Mas abe ninggalin Aisyah"

__ADS_1


"hehe...maaf sayang, aku pergi sebentar kok cuman mau ngasih ini" sembari membuka kotak kecil berisi cincin emas


melihat apa yang ada ditangan ku Aisyah terdiam, lalu dengan pelan aku pegang tangan kirinya sembari memasukan cicin ke jari manisnya seraya berkata " saat nikah aku belum bisa ngasih ini, sekarang Alhamdulillah setelah mengumpulkan sedikit demi sedikit bisa juga aku beli, semoga kamu senang sayang,mungkin ini mewakili perasaan ku ke kamu terimakasih sayang selama ini sudah mau menemani ku dalam keadaan susah dan senang, aku berharap kamu masih mau menemani ku sampai di penghujung tua ku hingga maut memisahkan kita dan kembali menyatukan kita di akhirat kelak inni uhibbuki fillah :)"


__ADS_2