
Pagi ini dengan perasaan senang tak terkira karna mendapat 5 orderan baju gamis muslim, dan berencana untuk mengirimnya sendiri tanpa bantuan JN* karna jaraknya hanya satu jam perjalanan dari rumah sedangkan yang memesan adalah teman sendiri sehingga aku putus kan memilih mengantar nya langsung itung itung reunian sama temen satu sekolah dulu.
Wulan "Abi jelek...😆"
Aku "tumben manggil Abi tapi belakangnya enggak enak banget dah ah😥"
Wulan "terus mesti manggil apa dong? Kalau ganteng kayaknya kebagusan deh🤔"
Aku "masa penampilan rapi gini di bilang jelek?"
Wulan "rapi apaan, kerahnya aja berantakan gitu, sini aku baikin" menarik tangan ku untuk mendekat kepadanya
Dengan lemah lembut tangan Wulan memperbaiki kerah bajuku, aroma parfumnya masya allah bikin aku enggak betah untuk berlama lama pergi meninggalkan rumah ini.
Wulan "nah gini baru ganteng, hati hati dijalan yah" seraya tangannya menarik tangan ku kemudian ditempelin ke hidungku
Aku "heh kebalik"
Wulan "eh iya lupa hehe" seraya mencium tangan ku, lalu ku balas mencium keningnya
Aku "yaudah aku berangkat, jaga rumah baik baik yah dan inget jangan persilahkan masuk tamu asing atau siapapun kedalam rumah tanpa seizin ku"
Wulan "iya sayang"
Aku "Assalamu'alaikum warrahmatullah"
Wulan "wa'alaikumsalam warrahmatullah wabarakatuh"
Aku pun berjalan mengendarai motor menuju ke arah luar kota untuk mengantarkan pesanan baju gamis milik teman, ah senangnya ternyata dibalik sikap cueknya Wulan bisa melayani suaminya dengan baik walaupun basicnya belum pernah menikah namun dirinya seperti sudah berpengalaman dalam hal menjalankan rumah tangga yang baik dan benar.
Perjalanan yang melelahkan akhirnya terbayar juga, motor yang ku kendarai pun stop di muka rumah teman lama satu kampung dulu, dia lah Usuf, kini dirinya telah menikah dengan seorang perempuan yang dulu menjadi pacarnya, ada perasaan seneng melihat teman kini melepas gelar lajangnya dan pindah ke kota mengikuti istrinya yang sedang kuliah.
Aku "Assalamu'alaikum...Suf...suff..." seraya mengetok rumahnya
Usuf "wa'alaikumsalam warrahmatullah, masya Allah temen lama akhirnya dateng juga, apa kabar Bro?" sembari menyalami tangan ku
Aku "Alhamdulillah baik, kamu gimana suf? Sudah nikah ternyata tapi enggak bilanh bilang loh"
Usuf "yah gimana mau bilang Be, wong kamu ada di kalimantan kata ortumu, eh iya istri kamu sekarang orang kalimantan"
Aku "iya Alhamdulillah"
Usuf "yaudah duduk dulu biar tak bikinin minum sebentar"
Aku "emang bini mu kemana suf? Kamu sendirian to dirumah?"
Usuf "iya, bini ku lagi kuliah masuk pagi dianya, sek ya bentar tak masuk dulu bikin teh"
Aku "udah enggak usah repot repot, air putih aja"
Usuf "ya wes kalau gitu" seraya masuk kedalam rumah
__ADS_1
Enggak lama dirinya pun kembali membawa botol Angua ukuran 1 liter dingin ke padaku seraya menyodorkan cangkir.
Usuf "oia ini uangnya Be, dihitung sapa tau kelebihan hihihi😂" memberikan beberapa lembar uang kepadaku
Aku "udah cukup kok, ngomong ngomong tumben beli baju sebanyak itu suf?"
Usuf "bukan buat aku aja Be, temen ku ada yang pesen baju, kebetulan kamu kan jualan yaudah mending pesen ke kamu aja"
Aku "Alhamdulillah, makasih suf, kalau bisa kasih tau temen yang lain pesennya di aku aja"
Usuf "beres, asal ada diskon buat aku😀"
Aku "alah gampang itu, kaya sama siapa aja kamu ini"
"DERRRRTT...DERRRRTT..." tiba tiba hp ku berbunyi, saat ku buka ternyata telfon dari Wulan
Aku "halo assalamualaikum"
Wulan "wa'alaikumsalam warrahmatullah, cepet pulang Bii...repot nih sendirian dirumah"
Aku "iya, ini juga mau pulang"
Wulan "yaudah cepetan, jangan mampir, Assalamu'alaikum"
Aku "wa'alaikumsalam warrahmatullah"
Aku tertawa pelan sembari menggelengkan kepala, aku kira Wulan biasa kerepotan mengatur rumah tangga ternyata dirinya masih belum bisa apa apa, wajar sih di umur yang masih muda pasti kaget.
Aku "iya suf, sorry yo aku enggak bisa lama lama mampirnya"
Usuf "yah padahal pengen ngobrol banyak sama kamu Be, jarang jarang bisa kumpul gini"
Aku "lain waktu aja suf atau kamu mampir gantian kerumah ku"
Usuf "ya wes kalau ada waktu atau liburan semester aja aku tak kerumahmu"
Aku "oke, tak tunggu loh, Assalamu'alaikum warrahmatullah"
Usuf "wa'alaikumsalam warrahmatullah"
Aku bergegas melajukan motor ku menuju arah pulang, namun sebelum pulang aku sempetin mampir ketoko bunga, karna kata ustadz wanita itu kadang suka kalau di kasih surprise😁. Setelah selesai membeli bunga mawar berwarna putih aku kembali melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai juga didepan rumah, tak sabar melihat reaksinya setelah menerima surprise dari ku
Aku "Assalamu'alaikum, Ummi...annisa"panggil ku seraya mengetok pintu rumah
"SEBENTAR..." jawab wulan
Setelah beberapa saat kemudian pintu pun terbuka, terlihat raut wajah lelah dari Wulan hingga membuat ku tak tega. Aku pun mendatanginya lalu mencium keningnya dan membawanya untuk duduk sebentar di ruang tamu.
Aku "capek yah?"
Wulan "dah tau capek, pake nanya lagi😥"
__ADS_1
Aku "mau di pijet?"
Wulan "enggak"
Aku "di cium?"
Wulan "enggak mauuu, orang capek gini sempet sempetnya pake nyium segala😡"
Aku "kalau ini mau enggak?" seraya mengeluarkan setangkai bunga mawar yang masih segar dari plastik
Wulan terdiam beberapa saat melihat bunga mawar yang ada di tangan ku, aku mengira wulan menolaknya namun di luar dugaan, tubuh Wulan menerjang tubuhku hingga aku tergeletak di sopa kemudian tangannya mencubit pipi kiri dan kanan ku seraya berucap "iiihhh abi romantis, tau banget mawar putih itu kesukaan aku"
Aku "aduh duh...jangan dicubit Lan, abis pipi ku entar"
Wulan "biarin, suruh siapa lama banget di tungguin enggak pulang pulang, repot tau sendirian ngurus rumah, ngurus anak"
Aku "iya iyah maaf, lain kali pake JN* deh, biar ada waktu dirumah terus"
Pergelutan ala ala suami istri akhirnya berkahir juga karna sama sama lelah, apalagi pipi ku yang cenut cenut akibat cubitan power dari Wulan, ini anak kalau nyubit enggak kira kira hingga membuat pipi ku berasa tebal.
Aku "nisa mana Yang?"
Wulan "tuh tidur, tadi nangis terus tapi setelah di kasih susu diem deh dan tidur sekarang di kamar"
Aku "suka nggak sama bunganya?"
Wulan "hehe...suka banget, kok tau itu warna kesukaan ku?"
Aku "yah nebak aja, oia gimana rasanya jadi Ibu rumah tangga?"
Wulan "hmm...ternyata berat Bi, aku kira ringan ternyata lebih berat ketimbang kerja di kantor"
Aku "terus?"
Wulan "yah dapat banyak pelajaran aja, ternyata pekerjaan seorang ibu itu lebih berat dan terkadang ketika mengingat waktu masih dirumah kadang aku enggak perduli dengan pekerjaan Ibu bahkan terkadang menolak ketika Ibu menyuruhku mencuci piring, bahkan untuk mencuci baju aja aku loundry in, tapi sekarang baru sadar enggak ada pekerjaan yang lebih mulia ketimbang pekerjaan seorang ibu yang mungkin 24 jam ngurus suami serta anaknya"
Aku "Alhamdulillah semoga tetap istiqomah yah setelah dapet pelajaran hari ini, kalau kamu mau aku bisa bayar pembantu untuk pekerjaan rumah jadi kamu bisa fokus ngasuh Annisa gimana?"
Wulan "enggak deh Bi, insya Allah aku lebih nyaman sendiri ngerjain pekerjaan rumah tangga"
Aku "kamu yakin?"
Wulan "iyah insya Allah, tapi kamu harus bantu bantu juga, aku ingin rumah tangga kita kaya Rasulullah shallallahu'alaihi wassalam, karna Beliau tak pernah segan membantu istrinya"
Aku "iya aku siap kok turun tangan" sembari mencium ubun ubunnya
Kebersamaan kami akhirnya terhenti ketika mendengar suara tangisan Annisa yang memekik dari dalam kamar, Wulan pun dengan sigap berlari masuk kedalam kamar, mata ku kemudian tiba tiba tertuju kepada Hpnya yang tergeletak di atas meja, iseng aku mengambilnya, entah kenapa hati aku ingin sekali membuka instagramnya.
Ketika membuka profilnya aku terkejut ternyata banyak foto selfie Wulan yang terpajang di instagramnya, aku sebenernya enggak suka dengan yang namanya foto foto narsis macam begitu apalagi followers Wulan mencapai ribuan, berapa ribu kali sudah fotonya di lihat oleh lelaki yang bukan mahromnya.
Aku mengira dirinya tau fungsi hijab dan cadar itu untuk menutupi dan enggak nyambung dengan foto fotonya yang memperlihatkan, bagaimana bisa selfi dan hijab di satukan sedangkan hijab itu untuk menutupi sedangkan selfi itu artinya Narsis atau terbuka.
__ADS_1
Iseng aku menscrol kebawah lagi dan mata ku terbelalak melihat satu foto yang seharusnya tak terpampang di instagramnya, yah foto seorang wanita yang enggak lain adalah Wulan sedang berpegangan dengan lelaki yang entah siapa, hati bagai di tikam berkali kali oleh belati, kekecewaan ku begitu besar ketika mengetahui foto bersama lelaki lain tersebut belum juga di hapus olehnya padahal kami sudah resmi menikah.