
"tak banyak yang aku ingat Mas saat itu kami terburu buru karna desakanku kepada rendy untuk mempercepat laju mobilnya dikarnakan rasa khawatirku yang sangat ke kamu, aku takut kamu kenapa kenapa, aku takut Mas kehilangan kamu.
Karna desakan ku akhirnya Rendy mempercepat laju mobilnya hingga di persimpangan lampu merah kejadian itu terjadi, mobil yang kami tumpangi menabrak belakang truk hingga terakhir kesadaran ku saat itu melihat Rendy yang mendahuluiku pingsan atau entahlah, dan ada salah satu besi yang tepat menancap dada kirinya entah sekarang kondisinya bagaimana Mas, karna aku saat itu mulai kehilangan kesadaran, ini semua salahku Mas" Aisyah mengakhiri ucapannya dengan berlinang air mata.
ku usap rambutnya lalu ku sandarkan kepalanya di bahuku untuk menenangkannya "kamu endak salah sayang, aku lah yang salah, seharusnya aku enggak memintanya untuk ngasih tau kamu, tapi apa daya Qaddarullah kita enggak bisa menentangnya"
"gimana kalau kita kerumahnya aja Mas" pinta
"udah enggak usah, kamu masih belum pulih Syah, biar besok aku aja yang kesana, semoga Rendy memang enggak kenapa kenapa"
"aamiin" jawab Aisyah
keesokan harinya dengan mengendarai sepeda pancal aku menyusuri jalan kota menuju kerumah Rendy, rasa penasaranku mengalahkan rasa sakit yang masih berdenyut di perutku, yang aku harapkan saat itu adalah sambutan senyum dari Rendy.
sesampainya didepan rumah Rendy aku bergegas memencet bell yang ada disebelah pintu rumahnya, namun bukan Rendy yang menyambut melainkan asistent rumah tangga.
"Masnya nyari siapa?" tanya nya
"Rendynya ada Mbak?" tanyaku
sembari garuk garuk kepala pembantu tersebut menatapku heran,
"kok endak jawab Mbak?, apa lagi di kantor Bapaknya yah?, yaudah aku kesana dulu, makasih Mbak assalamu'alaikum" ujarku sembari pergi meninggalkan pembantu yang masih bingung dengan pertanyaan ku namun tak begitu aku perdulikan
aku lalu kembali melajukan sepedaku menuju kantor Bapaknya yang enggak jauh dari rumahnya hanya berjarak 600meter, sesampainya didepan kantor aku lalu memarkirkan sepedaku diparkiran motor, namun tak kudapati Rendy yang biasa nongkrong didepan kantor, motornya pun tak jua kudapati disana, aku lalu masuk kekantor untuk menemui Bapaknya berharap mendapat jawaban yang pasti tentang keberadaan Rendy.
"TOK...TOK...TOK"
"siapa?" tanya beliau dari dalam
"saya Pak Abe" jawabku
"oh, kamu Be masuk endak di kunci kok" jawab beliau
__ADS_1
"Assalamu'alaikum warahmatullah Pak" ucapku sembari mendorong pelan pintu ruangannya
"wa'alaikumsalam warahmatullah, masya Allah kamu sudah sembuh Be?" tanya beliau
"Alhamdulillah Pak" jawabku
"istrimu gimana?, udah pulih?" tanya beliau lagi
"alhamdulillah sudah Pak" jawabku
"yaudah duduk gih, tumben kamu kesini Be?, ada apa? mau kerja lagi?" tanya Beliau
"oh endak Pak, kedatangan saya kemari cuman pengen tau kabar Rendy Pak, apa dia baik baik saja?"
"oh Rendy, baik Be keadaannya, bahkan baik dari sebelumnya" ucap beliau
"Alhamdulillah ternyata hanya firasat saya saja Pak kalau Rendy kenapa kenapa"
"iyah Pak, dia dimana yah?dirumahnya endak ada apa di kampus?"
dengan tersenyum lalu Beliau mengambil secarik kertas, kemudian menuliskan sesuatu di atas kertas yang entah apa maksud Beliau?, bukan jawaban yang aku dapat malah beliau memberikan kertas tersebut setelah menulisnya.
"ini alamat kamu datang aja kesini" jawab Beliau
tanpa bertanya lagi akhirnya aku langsung pamit kepada Beliau untuk kembali melanjutkan mencari keberadaan Rendy, setelah bertanya tanya kepada orang orang tentang keberadaan alamat yang di tulis Bapak Rendy akhirnya sepedaku terhenti tepat didepan kuburan?bukannya rumah atau tempat nongkrong kenapa kuburan?apa mungkin salah tulis atau aku dikerjain sama orang yang aku tanyakan alamat tersebut?, tapi nama komplek pemakamannya sama dengan nama yang tertera di kertas tersebut.
tak patah semangat aku lalu menanyakan lagi kerumah terdekat sapa tau memang salah menunjukan alamat orang yang pertama tadi aku bertanya, kebetulan ada bapak bapak yang sedang berjalan berpapasan dengan ku, aku pun menemuinya untuk bertanya tentang alamat yang ada di kertas yang aku bawa.
"assalamu'alaikum Pak"sapaku
"wa'alaikumsalam Dek, ada apa yah?" tanya Beliau
"ini Pak saya mau menanyakan alamat ini apa bener alamat di kuburan tersebut?" ujarku
__ADS_1
"oh iyah persis memang alamat ini menuju kekuburan itu Dek" jawab Bapak tersebut
mendengar pernyataan Bapak tersebut kakiku jadi lemas, "enggak mungkin, enggak mungkin, ini pasti gurauan dari Bapak Rendy" bathinku yang mulai tak karuan rasa
akhirnya aku berjalan sembari menuntun sepedaku menuju kekuburan Muslim, sesampainya didepan pintu masuk kuburan aku mendapati penjaga kuburan sedang duduk sembari menghisap rokoknya, lalu aku berjalan mendekati Beliau.
"assalamu'alaikum" sapaku
"wa'alaikusalam" jawab penjaga kuburan tersebut
"boleh saya tanya Pak?"
"tanya apa yah Mas?"
"apa bener baru baru ini ada orang yang dikubur bernama Rendy?" tanyaku lagi
"ada sih Mas namanya Rendy Aprilianto kalau ndak salah"
mendengar jawaban dari Beliau aku langsung terduduk lemas di kursi tanpa ada daya untuk berdiri, enggak nyangka kenapa secepat ini ?.
"Masnya ko lemas gitu?, apa itu temen Mas yah?"
"bisa tolong antarkan aku kekuburannya Pak" pintaku
"oh bisa Mas, ayo silahkan saya anter" jawab penjaga kuburan tersebut
aku lalu mengikutinya dari belakang, tak sanggup rasanya aku berjalan menuju pusara terakhir Rendy, setelah sampai lalu penjaga kuburan tersebut meninggalkan ku sendiri menatap batu nisan yang bertuliskan nama Rendy.
Tanpa terasa air mataku jatuh menangisi manusia yang dulu memusuhiku kini menjadi teman baikku, tak menyangka secepat ini dirinya meninggalkan dunia ini.
"maaffin aku Ren, semoga kamu tenang disana, semoga Allah ridho atas kepergianmu, aku akan selalu mendoakan, doa terbaik untukmu"
"Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya didunia, isteri yang lebih baik dari isterinya didunia. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR. Muslim)
__ADS_1