
Vivian menatap dalam wajah Niko saat anak itu sedang tertidur pulas. Ia kemudian menghela napasnya memikirkan tentang permintaan Nyonya Lisa. Vivian sangat menyayangi Niko dan dia akan sangat bahagia jika bisa menjadi ibu sambung Niko. Perlahan Vivian beranjak dari tempat tidur untuk kembali ke kamarnya. Vivian sangat terkejut begitu membuka pintu kamar Niko dan melihat seseorang yang berdiri di depannya.
"Niko sudah tidur ?" tanya Nyonya Lisa memastikan.
"Sudah, Nyonya." jawab Vivian.
Nyonya Lisa membawa Vivian ke kamarnya untuk berbicara serius.
"Bagai mana jawaban mu, Vivian." sudah satu minggu Nyonya Lisa memberikan waktu untuk Vivian berpikir.
Vivian menatap wajah Nyonya Lisa yang duduk berhadapan dengannya. Terlihat jelas wajah Nyonya Lisa yang sangat berharap agar Vivian mau menikah dengan putranya dan menjadi ibu sambung bagi Niko.
Sebenarnya Vivian belum terpikirkan untuk menikah lagi. Tapi rasa sayangnya pada Niko sangat kuat. Ia merasa sangat bahagia saat Niko memanggilnya Mommy. Vivian kemudian menarik napasnya dalam-dalam sebelum memberikan jawaban kepada Nyonya Lisa.
"Saya mau jika Tuan Reyhan juga mau menikah dan menerima saya sebagai istrinya." jawab Vivian akhirnya.
Nyonya Lisa tersenyum lebar mendengar jawaban Vivian. Inilah yang ia harapkan. Semoga Vivian bisa memberikan kasih sayang seorang ibu kepada Niko dan juga bisa mengobati luka hati Reyhan.
*
Satu minggu kemudian Reyhan dan Vivian resmi menikah. Mereka hanya menikah di Kantor Urusan Agama. Baik Reyhan maupun Vivian sama-sama tidak ingin mengadakan pesta pernikahan. Meskipun begitu Nyonya Lisa sangat bahagia.
Tidak ada yang istimewa di hari pernikahan kedua bagi Vivian maupun Reyhan. Pria itu malah langsung pergi ke kantornya setelah mengantarkan Vivian dan Nyonya Lisa ke rumah. Vivian sudah memindahkan barang-barang miliknya ke kamar Reyhan atas perintah Nyonya Lisa, yang kini berubah status menjadi ibu mertuanya.
__ADS_1
Hari ini Vivian yang akan menjemput Niko ke sekolah, dengan di antarkan oleh supir Nyonya Lisa.
"Mommy !" seru Niko sambil berlari ke arah Vivian.
Niko sangat bahagia hari ini karena di jemput oleh ibunya. Begitu juga dengan Vivian yang merasa bahagia karena hari ini ia sudah resmi sebagai ibu sambung Niko. Ia tidak merasa sungkan lagi ketika Niko memanggilnya dengan sebutan mommy.
"Bagai mana sekolah hari ini ? menyenangkan ?" tanya Vivian setelah meleraikan pelukannya.
"Sangat menyenangkan, mom." jawab Niko antusias.
"Mommy tidak kuliah hari ini ?" tanya Niko setelah masuk ke dalam mobil.
Biasanya Vivian akan mengatakan ia sedang kuliah saat Niko memintanya untuk menjemput pulang sekolah.
Tidak seorang pun mengetahui tentang pernikahan Reyhan dan Vivian, selain dari penghuni rumah Nyonya Lisa dan Beni sang Asisten.
Sore harinya Vivian sedang membantu memasak makanan di dapur bersama seorang pelayan dan juru masak di rumah itu.
"Anda tidak perlu repot-repot membantu kami, Nyonya." kata pelayan itu kepada Vivian yang kini sudah menjadi istri dari majikannya.
"Jangan panggil aku Nyonya, mba. Panggil saja Vivian seperti biasa. Mba dan bibi biasa saja sama aku." kata Vivian tidak suka dipanggil 'Nyonya'.
"Vivian, di mana Niko ?" Nyonya Lisa yang baru saja tiba di rumah langsung menuju dapur karena mendengar suara ramai di sana.
__ADS_1
"Niko sedang tidur di kamarnya, Nyonya. Eh, mommy." Vivian yang belum terbiasa memanggil Nyonya Lisa dengan sebutan mommy pun langsung meralat panggilannya setelah mendapat pelototan dari Nyonya Lisa.
Sejak tadi pagi, Nyonya Lisa menyuruh Vivian untuk memanggilnya dengan sebutan Mommy, sama seperti Reyhan.
Waktu terus berjalan. Setelah makan malam, Vivian ke kamar Niko untuk menemaninya belajar sekaligus menidurkan Niko.
Jam sembilan malam, Nyonya Lisa mendatangi kamar Niko untuk menemui Vivian.
"Niko sudah tidur, sebaiknya kau kembali ke kamar Reyhan. Mungkin sebentar lagi dia akan pulang." Nyonya Lisa mengingatkan.
"Iya, mom."
"Ambil ini." Nyonya Lisa memberikan sebuah paper bag kecil kepada Vivian.
"Apa ini ?" Vivian membuka paper bag itu untuk melihat isi di dalamnya.
"Ini produk untuk khusus wanita. Jangan lupa di pakai dan di konsumsi." kata Nyonya Lisa yang membuat Vivian penasaran.
Vivian langsung melihat apa yang di berikan oleh ibu mertuanya begitu Nyonya Lisa keluar dari kamar Niko. Mata Vivian membola ketika membaca nama produk tersebut.
"Sari Rapet."
Vivian menelan ludahnya dengan wajah yang merona karena malu sendiri.
__ADS_1